Berita Ciamis

Menghimpun Fragmen Sejarah Ulama: Talkshow Pra-Peluncuran Biografi KH Mohammad Sirodj

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Upaya merawat ingatan kolektif pesantren dan menjaga warisan keulamaan Bumi Galuh dilakukan oleh alumni Pesantren Al-Qur’an Cijantung melalui Silaturahmi Alumni dan Talkshow Pra-Peluncuran Biografi “Babah” KH Mohammad Sirodj, Sabtu (20/12/2025) malam.

‎Kegiatan yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Al-Qur’an Cijantung tersebut menjadi ruang refleksi bersama atas pentingnya dokumentasi sejarah ulama, sekaligus membuka proses panjang dan emosional di balik penulisan biografi pendiri pesantren.

‎Talkshow menghadirkan penulis biografi Ahmad Rizky Fauzi, pimpinan pesantren KH Drs. Asep Basirun, serta alumni senior KH Sirojudin Abbas. Diskusi dipandu Nyimas An An Aminah dan diikuti ratusan alumni yang tergabung dalam Forum Komunikasi Alumni Pesantren Al-Qur’an Cijantung (Fokus Alpaci).

‎Penulis biografi, Ahmad Rizky Fauzi, mengungkapkan bahwa proses penulisan buku “Babah” bukan sekadar kerja akademik, melainkan perjalanan batin yang penuh tanggung jawab.

‎“Menulis sosok ulama besar tidak cukup dengan data. Ada adab, kehati-hatian, dan kejujuran sejarah yang harus dijaga,” ujarnya.

‎Ia menceritakan bahwa sebelum memulai penulisan, para guru dan alumni menyarankan agar ia terlebih dahulu berziarah ke makam KH Mohammad Sirodj.

‎Dari sanalah, kata Ahmad, ia mendapatkan ketenangan dan keyakinan untuk melanjutkan proses penulisan.

‎Dalam menghimpun data, Ahmad melakukan penelusuran ke berbagai wilayah, termasuk kampung halaman Babah di Sukadana.

‎Ia berdialog dengan para sesepuh berusia lanjut, keluarga, dan saksi sejarah yang masih menyimpan ingatan tentang perjalanan dakwah KH Mohammad Sirodj.

‎“Tidak sedikit wawancara yang berlangsung dalam suasana haru. Ada air mata, jeda panjang, dan kenangan yang perlahan diurai,” tuturnya.

‎Ahmad mengakui adanya perbedaan versi dalam sejumlah catatan sejarah, mulai dari silsilah hingga perjalanan hidup Babah.

‎Namun, perbedaan tersebut justru ia anggap sebagai kekayaan sejarah pesantren.

‎“Saya memilih menuliskan seluruh versi yang ada. Biografi ini bukan klaim kebenaran tunggal, tetapi pintu awal bagi kajian yang lebih mendalam di masa depan,” katanya.

BACA JUGA: Musyda III Pemuda Muhammadiyah Ciamis, Arah Baru Gerakan Pramuka

‎Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Ciamis, H. Okta Jabal Nugraha, ST., MT., menilai penyusunan biografi KH Mohammad Sirodj sebagai langkah strategis memperkuat literasi sejarah lokal.

‎“Tokoh agama seperti Babah memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter masyarakat. Biografi ini kami dorong menjadi sumber inspirasi sekaligus koleksi literasi daerah,” ujarnya.

‎Pengasuh Pesantren Al-Qur’an Cijantung, KH O. Nur Muhammad, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk melanjutkan perjuangan pendiri pesantren.

‎“Ini bukan hanya mengenang, tetapi melanjutkan nilai keikhlasan dan istiqamah yang diwariskan Babah,” katanya.

‎Ketua Umum Pusat Fokus Alpaci, Said Attanjani, menyebut penulisan biografi dan kegiatan silaturahmi alumni sebagai bukti bahwa pesantren tidak hanya menjaga tradisi keilmuan, tetapi juga kesadaran sejarah.

‎“Jika sejarah pesantren tidak ditulis, maka mata rantai peradaban bisa terputus. Buku ini menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan,” tegasnya.

‎Ia menambahkan, peluncuran resmi buku biografi “Babah” akan dilakukan pada puncak haul ke-29 KH Mohammad Sirodj, bersamaan dengan penyerahan simbolis bersama Bupati Ciamis.

‎Melalui kolaborasi alumni, pesantren, dan pemerintah daerah, biografi KH Mohammad Sirodj diharapkan menjadi warisan literasi yang menjaga denyut sejarah dan keteladanan ulama Al-Qur’an dari Bumi Galuh. ‎(FSL)

Related Articles

Back to top button