Hmm… Ada Indikasi Permainan Calo Kasus Pupuk di Ciamis

Indikasi Calo Kasus Gentayangan, Distributor Pupuk pun Setoran
Selain penggeledahan gudang, informasi terbaru dari narasumber yang dikenal dan diverifikasi redaksi, tetapi tidak dipublikasikan namanya demi keselamatan narasumber, mengungkap indikasi permainan oknum calo dalam kasus ini.
Menurut narasumber, ada pihak yang saat ini sedang berperan sebagai calo kasus. Ia menjanjikan kepada para distributor “bantuan” agar bisa terlepas dari pemeriksaan atau dampak hukum kasus pupuk bersubsidi. Untuk itu, calo tersebut kabarnya meminta sejumlah dana kepada para distributor yang ingin selamat dari pemeriksaan, dengan total yang terkumpul mencapai sekitar Rp500 juta.
“Nilainya sampai Rp500 juta, dari beberapa distributor,” tegas narasumber Lintas Priangan, Jumat, (06/02/2026).
Lebih jauh narasumber menyebutkan bahwa si calo tersebut disebut-sebut mengklaim memiliki akses melalui jalur partai politik, yang katanya bisa menghubungkan masalah itu ke tingkat lebih tinggi — khususnya ke Kejaksaan Agung melalui seorang anggota DPR RI. Klaim tersebut masih dalam ranah indikatif dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak penegak hukum.
Selain itu, indikasi praktik calo serupa juga terendus di Kabupaten Tasikmalaya, namun dengan orang yang berbeda dan total dana yang terhimpun mencapai sekitar Rp660 juta. Belum jelas apakah modus di Tasikmalaya sama persis dengan di Ciamis, termasuk apakah memakai jalur partai atau hubungan ke kejaksaan pusat.
Etika Jurnalistik & Sumber
Sebagai bentuk tanggung jawab redaksi, perlu kiranya disampaikan, redaksi Lintas Priangan cukup mengenal narasumber dan meyakini bahwa narasumber tersebut selama ini memang memiliki akses terhadap informasi terkait perkara yang dibahas. Identitas narasumber disimpan demi perlindungan keselamatan sesuai prinsip jurnalistik perlindungan sumber berita.
Tahapan Penyidikan & Ke Depan
Kejari Ciamis menyatakan akan terus mengembangkan penyidikan perkara ini dan mendalami keterlibatan pihak-pihak terkait, termasuk indikasi calo kasus, kemana aliran dana, distribusi pupuk yang tidak sesuai mekanisme serta pola yang ditemukan dalam dokumen yang disita. Jika alat bukti dinyatakan cukup, penetapan tersangka diyakini akan dilakukan kemudian hari.
Perkembangan kasus ini menjadi sorotan masyarakat Ciamis dan dunia pertanian setempat karena pupuk bersubsidi merupakan kebutuhan penting bagi para petani, dan kelangkaannya berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian di wilayah tersebut. (HS)



