19 Atlet Catur Tasikmalaya Bertarung di Kandang Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Setelah resmi dibuka pada Minggu pagi (02/11/2026) oleh Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin, gelaran Babak Kualifikasi Catur Porprov Jawa Barat 2026 di Gedung Islamic Center Singaparna berlangsung memanas. Arena pertandingan yang sejak hari pertama sudah terasa tegang kini berubah menjadi panggung pertarungan strategi dari ratusan pecatur terbaik Jawa Barat. Sebagai tuan rumah, Percasi Kabupaten Tasikmalaya tidak ingin hanya menjadi penyelenggara; mereka turun langsung dengan skuad penuh untuk membuktikan kualitasnya.
19 Atlet Tuan Rumah Bertarung di Kandang Sendiri
Dalam pertarungan ini, Kabupaten Tasikmalaya menerjunkan 19 atlet terbaik, sebuah komposisi yang disiapkan melalui seleksi internal berbulan-bulan. Mereka dipasang untuk menghadapi medan yang tak main-main, harus berhadapan dengan sekitar 500 atlet dari seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat yang ambil bagian dalam kualifikasi Porprov. Ke-19 atlet ini punya kesempatan bertarung dalam empat hari, 2–5 November 2026.
Pertandingan digelar dalam suasana hening penuh ketegangan. Setiap langkah bidak bisa menjadi penentu. Para atlet Tasikmalaya duduk di meja mereka masing-masing, membawa harapan besar dari publik lokal yang hadir menyaksikan. Beberapa komunitas catur dan pelajar bahkan datang sejak pagi, memberi dukungan moral bagi pecatur tuan rumah.
Bisa dipastikan, 19 atlet ini bukan sembarang pilihan. Mereka adalah hasil pembinaan yang terus dilakukan selama dua tahun terakhir. Terlebih, Kabupaten Tasikmalaya dipercaya jadi tuan rumah.
“Bertanding di rumah sendiri memberi mereka keuntungan sekaligus tekanan. Tapi kami yakin mereka siap tampil tanpa gentar meski lawannya ratusan,” ujar Dadang (54), penggemar Catur dari Kota Tasikmalaya yang sejak pagi sudah tiba di Islamic Center Singaparna.
Tidak hanya jumlah peserta yang besar, kualitas lawan pun tidak bisa diremehkan. Dari ratusan atlet yang hadir, tercatat beberapa di antaranya sudah menyandang gelar Grand Master, baik tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, arena Islamic Center Singaparna bukan hanya menjadi tempat kompetisi, tetapi juga medan uji mental dan strategi tingkat tinggi.
Pasti Sengit! Ada Grand Master dalam Persaingan 500 Atlet
Keberadaan pecatur berstatus Grand Master memberi warna tersendiri bagi babak kualifikasi tahun ini. Para atlet muda dari Tasikmalaya belakangan justru merasa tertantang. Bertemu pemain kelas dunia bukan hal yang sering terjadi, dan momentum Porprov 2026 menjadi kesempatan berharga untuk mengukur kemampuan.
Beberapa pertandingan hari pertama menyuguhkan duel panjang yang menguras energi. Ada yang terpaksa menyerah setelah pertarungan lebih dari dua jam, ada pula yang berhasil mencuri kemenangan melalui blunder lawan. Namun bagi sebagian atlet Tasikmalaya, tekanan itu justru meningkatkan fokus. Mereka sadar bahwa bertanding di rumah sendiri berarti membawa nama daerah.
Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto, kembali menegaskan target dua medali pada Porprov mendatang. Menurutnya, jika para atlet mampu melewati babak kualifikasi ini dengan percaya diri, peluang untuk mencapai target tersebut sangat terbuka. Ke-19 atlet catur Kabupaten Tasikmalaya bukan hanya mempertahankan nama baik kabupaten, tapi juga mengemban misi: Tasikmalaya mampu menjadi pusat pembinaan catur di Jawa Barat.
Kualifikasi ini masih akan berlanjut hingga Kamis (05/11/2026). Dengan 19 atlet Tasikmalaya masih bertarung melawan ratusan lawan dari seluruh Jawa Barat, publik lokal berharap momentum sebagai tuan rumah bisa menjadi energi tambahan untuk menembus Porprov 2026.
Gelaran ini bukan hanya sekadar seleksi atlet, tetapi juga panggung pembuktian bahwa catur Kabupaten Tasikmalaya layak diperhitungkan di kancah Jawa Barat. (GPS)



