Balita Jadi Korban Asusila, Tasik Darurat Mesum!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Nama besar Tasikmalaya sebagai Kota Santri sepertinya sedang benar-benar dipertaruhkan. Selain fenomena geng motor yang tak kunjung tertangani, dalam rentang satu bulan terakhir ini, kasus asusila juga terus terjadi. Ada fenomena ngamar untuk sambut momentum tahun baru. Ada oknum pimpinan rumah tahfidz yang “mengonsumsi” santrinya. Lalu ada anak laki-laki di bawah umur yang jadi korban pria beristri. Dan sekarang muncul yang lebih mengerikan, seorang balita di Tasikmalaya dikabarkan jadi korban asusila.
Berita tentang adanya balita jadi korban tindak asusila ini mulai mengemuka di berbagai media kemarin sore, Rabu (15/01/2025). Didampingi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya (KPAID) dan Koalisi Mahasiswa Rakyat Tasikmalaya (KMRT), orang tua balita Tasikmalaya korban tindak asusila mendatangi Polres Tasikmalaya untuk membuat pelaporan. Pelakunya, diduga adalah seorang tetangga keluarga balita.
Kasus yang terjadi di Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya ini mencuat setelah terendus oleh salah seorang aktivis KMRT. Sesaat setelah mendalami informasi dugaan balita di Tasikmalaya jadi korban asusila, mahasiswa KMRT tersebut segera melapor ke rekan-rekannya. Pengurus KMRT bergerak cepat, dan langsung melakukan koordinasi dengan KPAID. Kedua lembaga ini kemudian mendampingi orang tua korban membuat pelaporan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polres Tasikmalaya.
“Iya benar. Kami akan melakukan upaya hukum yang cepat dan responsif.” Demikian pernyataan dari Kanit PPA Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, sebagaimana dilansir detikcom.
“Setiap hari saya selalu membaca berita Tasikmalaya. Kenapa akhir-akhir ini terus-terusan muncul berita tindak asusila. Kalau sudah jadi fenomena seperti ini, pemerintah harus segera mengambil langkah, baik pemerintah kota maupun kabupaten,” demikian komentar salah seorang tokoh Tasikmalaya, H. Otong Koswara, saat dihubungi via wahtsapp.
Menurut mantan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya ini, bukan mustahil fenomena yang sedang terjadi merupakan fenomena gunung es. Karena itu harus mendapat perhatian serius dari semua pihak.
“Jumlah kasus yang terungkap, mungkin jauh lebih kecil dibanding dengan kenyataannya. Seperti fenomena gunung es. Hanya puncaknya saja yang terlihat, padahal yang tidak terungkap jauh lebih banyak. Ini mengerikan. Saya sebagai pimpinan di salah satu lembaga pendidikan di Tasikmalaya, hari ini juga akan meminta semua guru untuk rapat. Membahas fenomena ini dan melakukan langkah-langkah yang dirasa perlu, minimal di lingkungan internal kami,” pungkas Otong Koswara. (Lintas Priangan)



