FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Assessment Longsor di Tanjungjaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tanjungjaya pada Minggu (23/11/2025) malam menyebabkan terjadinya longsor di Kampung Jalan Anyar, Desa Sukasenang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, ketika tanah di sekitar benteng rumah warga mulai jenuh air dan kehilangan daya ikat, hingga akhirnya merosot dan menimpa permukiman.
Material longsor menerjang satu rumah milik Bapak Empud, yang dihuni dua kepala keluarga dengan total empat jiwa. Dinding bagian samping rumah mengalami tekanan kuat dari gundukan tanah dan sebagian material masuk ke area pekarangan. Selain rumah tersebut, dua rumah lain milik Ibu Iip dan Ibu Anis dinyatakan dalam kondisi terancam. Letaknya yang berdekatan dengan tebing membuat potensi longsor susulan tetap perlu diwaspadai, terutama jika hujan lebat kembali turun.
Beruntung, seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun kekhawatiran warga meningkat karena intensitas hujan beberapa hari terakhir relatif tinggi, dan kondisi tanah di beberapa titik dinilai sudah kurang stabil.
Menindaklanjuti laporan dari perangkat desa, FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya bersama Tagana Dinas Sosial PPKBP3A langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment cepat. Pemeriksaan dilakukan meliputi tingkat kerusakan rumah, luas area terdampak, serta identifikasi titik rawan yang berpotensi mengalami longsor lanjutan. Aparat desa dan masyarakat juga ikut membantu membersihkan material lumpur dan membuat jalur air sementara agar aliran tidak tertahan di sekitar permukiman.
Ketua FK Tagana Tasikmalaya menyampaikan bahwa hasil assessment menunjukkan perlunya langkah mitigasi jangka pendek, seperti pemasangan terpal untuk menahan rembesan air dan pembuatan saluran pengalir agar tekanan air pada tebing dapat berkurang. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan dinas terkait mulai dilakukan untuk menyiapkan opsi penanganan lanjutan apabila kondisi memburuk.
Aparat desa mengimbau warga yang tinggal di sepanjang lereng agar tetap siaga dan segera melapor jika muncul retakan baru atau pergerakan tanah. Pemantauan intensif juga dilakukan sepanjang malam untuk memastikan tidak ada pergerakan tanah signifikan yang dapat membahayakan permukiman.
Hingga Senin pagi, kondisi di lokasi longsor relatif terkendali. Meski demikian, warga masih diminta berhati-hati dan tidak lengah, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.



