Berita Bandung

Polsek Cicalengka Ungkap Kecelakaan Pajero, Satu Pengendara Tewas

Pengendara tewas dalam kecelakaan Pajero di Bypass Cicalengka. Mobil menabrak truk parkir, polisi lakukan olah TKP.

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG – Seorang pengendara minibus tewas dalam kecelakaan Pajero di Jalan Raya Bypass Cicalengka, Sabtu pagi, 29 November 2025. Korban menabrak truk tronton yang sedang parkir di sisi jalan. Insiden ini memperlihatkan risiko kecepatan tinggi di jalur penghubung kawasan Bandung–Garut, yang kerap memakan korban warga biasa.


Fakta Utama Kejadian

Korban berinisial MRS, 17 tahun, mahasiswa asal Kampung Gunung Dual, Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Ia mengendarai Mitsubishi Pajero dari arah Garut menuju Bandung. Kapolsek Cicalengka, Kompol Ade Rahmat, menyebut kecelakaan terjadi pada pukul 09.30 WIB.

“Benar. Pengendara Mitsubishi Pajero berinisial MRS meninggal dunia di tempat,” kata Ade saat dikonfirmasi.

MRS melaju dalam kecepatan tinggi. Setibanya di kawasan Kampung Kebon Suuk, Kecamatan Cicalengka, mobil yang dikemudikannya menabrak truk tronton yang terparkir di pinggir jalan. Tidak ada manuver penghindaran terekam dalam keterangan saksi di lapangan. Benturan keras membuat korban tidak sempat dievakuasi dalam keadaan hidup.

“Mobil melaju kencang dan menabrak truk tronton yang sedang parkir,” ujar Ade.

Kerusakan mobil terlihat pada bagian depan kendaraan. Sedangkan bagian belakang truk mengalami penyok signifikan. Petugas mengevakuasi korban ke RSUD Cicalengka. Polisi kemudian mengamankan kendaraan dan melakukan olah TKP.


Analisis Pola di Jalur Bypass Cicalengka

Insiden kecelakaan Pajero ini bukan kasus tunggal. Jalur Bypass Cicalengka merupakan jalan lintas padat yang menghubungkan arus kendaraan dari Garut ke wilayah Bandung Timur. Di titik-titik tertentu, sopir memilih memacu kendaraan lebih cepat karena jalur dianggap “lapang”. Namun keberadaan kendaraan parkir, khususnya truk besar yang berhenti darurat, menjadi risiko laten.

Baca juga: Sabet Empat Penghargaan Nasional, Bupati Herdiat: Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Pihak

Tanpa pembatas jalur khusus dan marka yang jelas, tabrakan frontal sering terjadi ketika kendaraan kecepatan tinggi tidak memiliki ruang pengereman. Pada banyak kasus, terutama di jalur ini, korban didominasi pengemudi usia muda yang belum memiliki pengalaman mengendalikan kendaraan besar.

Fakta lain yang sering muncul di bypass-bypass lintas daerah adalah kelengahan tata ruang parkir. Truk berhenti di tepi jalan sebagai tindakan sementara. Polisi tidak selalu memiliki waktu untuk menindak parkir liar, sementara sopir angkutan barang sering mengabaikan potensi kecelakaan. Meski pelanggaran tidak selalu disengaja, kondisi tersebut menciptakan ruang bahaya. Insiden MRS memperlihatkan kombinasi klasik: kecepatan tinggi, kendaraan parkir, dan minim jarak reaksi.


Penanganan dan Implikasi Keselamatan Jalan

Kecelakaan Pajero ini menegaskan kembali kebutuhan penataan keselamatan di jalur bypass, terutama pada ruas yang menjadi titik pertemuan kendaraan kelas berat dan kendaraan pribadi. Kepolisian perlu memperkuat penandaan area rawan parkir dan menindak kendaraan yang berhenti di jalur tanpa rambu pengaman. Regulasi parkir truk di jalur nasional seringkali longgar dan menempatkan keselamatan publik sebagai beban sekunder.

Di sisi lain, edukasi pengemudi kendaraan besar penting dilakukan. Pengendara muda kerap menilai mobil berkapasitas besar seperti Mitsubishi Pajero sebagai kendaraan stabil di kecepatan tinggi. Persepsi ini berbahaya. Massa kendaraan besar membuat pengereman darurat lebih lambat dibanding minibus atau sedan, terutama ketika tabrakan terjadi pada objek tak bergerak.

Kematian MRS bukan hanya soal kelalaian individual. Kejadian ini adalah cermin bagaimana sistem tata kelola keselamatan jalan masih belum menutup celah operasi truk berhenti di jalur padat. Ketika penertiban lemah dan pengawasan terbatas, jalur bypass menjadi arena berisiko.

Tragedi di Cicalengka menunjukkan hubungan langsung antara kecepatan, tata ruang parkir, dan perlindungan pengguna jalan. Tanpa standar keselamatan yang konsisten, korban seperti MRS akan terus muncul. (MD)


Related Articles

Back to top button