Pusat Pemerintahan Kerajaan Kuno Akan Menjadi Ibu Kota Provinsi Baru?

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Perbincangan mengenai pemekaran wilayah atau pembentukan provinsi baru di Jawa Barat terus menjadi sorotan publik dan menarik perhatian banyak pihak. Salah satu kota kecil yang memiliki sejarah panjang sebagai pusat kerajaan di Jawa Barat, yaitu Kota Cirebon, kabarnya sedang dalam rencana untuk dimekarkan dan dijadikan sebagai ibu kota provinsi baru.
Beberapa waktu yang lalu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, menerima berbagai masukan dan usulan terkait dengan pemekaran wilayah ini. Namun, ia tidak memberikan penjelasan yang mendetail mengenai daerah-daerah mana saja yang akan menjadi prioritas dalam proses pemekaran tersebut. Hal ini menimbulkan spekulasi dan diskusi di kalangan masyarakat, terutama di platform media sosial.
Di dunia maya, salah satu isu yang paling sering dibicarakan adalah kemungkinan menjadikan Kota Cirebon sebagai ibu kota dari provinsi baru. Kota ini, yang dulunya merupakan pusat pemerintahan kerajaan Islam yang berpengaruh di Pulau Jawa, masih menyimpan banyak peninggalan sejarah yang bernilai tinggi hingga saat ini. Cirebon, meskipun memiliki luas hanya 39,44 km² atau sekitar 0,11% dari total luas wilayah Jawa Barat, dianggap memiliki potensi besar untuk menjalankan peran penting sebagai ibu kota Provinsi Cirebon Raya, yang merupakan salah satu dari tiga provinsi baru yang tengah direncanakan.
Rencana pembentukan Provinsi Cirebon Raya sendiri mencakup beberapa wilayah, termasuk Kabupaten Cirebon, Majalengka, Indramayu, Kuningan, serta Kota Cirebon itu sendiri. Jika rencana ini terwujud, luas wilayah provinsi baru tersebut diperkirakan akan mencapai 5.710,52 km², yang setara dengan sekitar 15,41% dari total luas Jawa Barat. Ini menunjukkan bahwa meskipun Cirebon merupakan kota terkecil, namun kontribusinya terhadap pembentukan provinsi baru sangat signifikan.
Kota Cirebon memiliki nilai historis yang luar biasa. Sejak berabad-abad yang lalu, kota ini telah berkembang menjadi pusat pemerintahan kerajaan Islam, menjadi pelabuhan strategis, serta jalur perdagangan utama di pantai utara Pulau Jawa. Kini, posisi Cirebon kembali menjadi fokus perhatian karena potensi strategisnya dalam konteks pemekaran wilayah yang sedang dibahas.
Selain Provinsi Cirebon Raya, terdapat juga dua provinsi lainnya yang direncanakan akan terbentuk melalui pemekaran wilayah di Jawa Barat. Provinsi Pakuan Bagasasi direncanakan akan berpusat di Kota Bekasi dan mencakup wilayah-wilayah seperti Bekasi, Karawang, Cianjur, Kota Depok, serta calon kabupaten baru lainnya. Di sisi lain, Provinsi Bogor Raya akan meliputi daerah-daerah seperti Bogor, Sukabumi, serta calon kabupaten baru seperti Bogor Barat dan Jampang.
Apabila semua rencana pemekaran ini berhasil dilaksanakan, maka luas wilayah Jawa Barat akan mengalami penyusutan menjadi sekitar 54,61% atau sekitar 20.235,73 km². Pemekaran ini diharapkan tidak hanya dapat mengoptimalkan pengelolaan wilayah, tetapi juga mendukung pemerataan pembangunan di daerah-daerah yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian dan akses yang memadai. Dengan demikian, diharapkan setiap provinsi baru yang terbentuk dapat lebih fokus dalam mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



