Nasional

Resmi Berpisah: 4 Fakta Perceraian Ridwan Kamil dan Atalia

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Kabar yang selama ini hanya beredar sebagai bisik-bisik akhirnya berubah menjadi palu putusan. Rumah tangga Ridwan Kamil dan Atalia Praratya resmi berakhir. Tanpa sidang bertele-tele, tanpa drama ruang pengadilan, dan tanpa adu pernyataan di depan kamera—perceraian itu sah, rapi, dan senyap. Tapi justru karena itulah publik terkejut. Tenang-tenang, tahu-tahu “tamat”.

Berikut empat fakta kunci yang menjadikan perceraian ini bukan sekadar kabar selebritas-politik, melainkan peristiwa yang menyentuh rasa ingin tahu banyak orang—dan berpotensi viral.

Sah Bercerai Tanpa Hadir ke Pengadilan

Perceraian ini diputus Rabu, 7 Januari 2026, melalui mekanisme e-court di Pengadilan Agama. Artinya, tak ada kehadiran fisik kedua pihak di ruang sidang. Semua berjalan secara daring—dokumen diunggah, putusan diunduh. Praktis, cepat, dan minim ekspos.
Bagi publik yang terbiasa melihat perceraian tokoh besar penuh sorotan kamera, skema ini terasa “sunyi”. Namun justru di situlah pesannya: keputusan penting bisa diambil tanpa gaduh.

Hak Asuh Anak Dibagi, Bukan Diperebutkan

Isu hak asuh sering menjadi bara dalam perceraian publik figur. Tapi tidak di sini. Hak asuh anak dibagi secara proporsional.

  • Camillia Laetitia Azzahra (Zara) berada di bawah asuhan Atalia Praratya.
  • Arkana Aidan Misbach (Arka) berada di bawah asuhan Ridwan Kamil.

Pembagian ini menunjukkan satu hal: yang diutamakan adalah kepentingan terbaik anak, bukan ego orang tua. Tak ada drama tarik-menarik. Netizen yang berharap konflik? Mohon maaf, ini bukan sinetron.

Ridwan Kamil Minta Maaf ke Publik

Dalam pernyataan resminya, Ridwan Kamil menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Kalimatnya singkat, nadanya tenang, dan pesannya jelas: perceraian ini disepakati secara baik-baik, tanpa konflik.
Langkah ini penting karena menyadari satu kenyataan: ketika hidup di ruang publik, urusan pribadi sering ikut menjadi konsumsi publik. Permintaan maaf itu bukan pengakuan salah, melainkan bentuk tanggung jawab moral. Bahasa sederhananya: “Ini urusan kami, tapi kami paham Anda ikut mendengar.”

Harta Gono-Gini Sudah Beres Sejak Lama

Ini bagian yang paling bikin warganet berhenti scroll. Soal harta gono-gini, Ridwan Kamil menyatakan bahwa semuanya telah diselesaikan dengan baik sejak jauh-jauh hari.
Tidak ada sengketa, tidak ada perebutan aset, tidak ada gugatan lanjutan. Dengan kata lain: bab ini sudah ditutup sebelum publik sempat membuka spekulasi. Efisien? Sangat. Mengejutkan? Jelas.


Karena ini berlawanan dengan ekspektasi. Publik terbiasa melihat perceraian tokoh terkenal penuh drama, konflik terbuka, dan saling sindir. Yang terjadi di sini justru sebaliknya: rapi, cepat, dan dewasa.
Ironisnya, ketenangan itu sendiri yang memicu kehebohan. Saat tak ada konflik, orang justru bertanya-tanya: “Kok bisa?”

Perceraian Ridwan Kamil dan Atalia Praratya menandai berakhirnya satu bab, bukan runtuhnya segalanya. Tidak semua perpisahan harus ribut untuk disebut nyata. Ada yang selesai dengan senyap, namun tetap menggema.
Dan mungkin, di tengah linimasa yang bising, kisah ini mengajarkan satu hal sederhana—berpisah pun bisa dengan martabat.

Netizen boleh heboh. Putusan sudah sah. Semoga kehidupan Ridwan Kamil dan Atalia ke depan selalu lebih baik dan penuh kebahagiaan.

Related Articles

Back to top button