Setahun Viman–Diky: Kemiskinan Naik Saat Duit Makin Dikit

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tahun 2026 datang dengan dua realitas yang saling berkelindan. Kemiskinan di Kota Tasikmalaya menunjukkan tren memburuk pada 2025. Di saat yang sama, kapasitas fiskal daerah menyusut sekitar Rp300 miliar.
Ketika kebutuhan intervensi sosial meningkat, ruang anggaran justru mengecil. Ini bukan sekadar dinamika tahunan. Ini tekanan struktural.
Angka-angka sudah memberi sinyal. Pertanyaannya tinggal satu: seberapa kuat daya tahan kota ini menghadapi kombinasi tersebut?
Ketika Jurang Kemiskinan Makin Dalam
Data BPS 2025 menunjukkan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) naik dari 1,35 menjadi 1,89. Pada saat yang sama, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) melonjak dari 0,26 menjadi 0,45.
Kenaikan P1 berarti rata-rata warga miskin semakin jauh dari garis kemiskinan. Artinya kebutuhan dasar makin sulit dikejar.
P2 yang meningkat lebih tajam menunjukkan ketimpangan di antara warga miskin melebar. Kelompok paling rentan semakin tertinggal dibanding yang lain.
Jika P1 menggambarkan seberapa dalam jurang itu, maka P2 menunjukkan bahwa dasar jurang tersebut tidak rata. Ada yang jatuh lebih dalam daripada yang lain.
Ketika dua indikator ini naik bersamaan, kualitas kemiskinan memburuk, lebih dalam dan lebih timpang.
Halaman selanjutnya: Setahun Kepemimpinan, Sinyal Peringatan



