Berita Tasikmalaya

Inovasi Budidaya Melon Premium di Tasikmalaya Sebagai Destinasi Agrowisata

Kota Tasikmalaya terus berinovasi dalam sektor pertanian, salah satunya dengan pengembangan budidaya melon premium. Aipda Teguh Prio Nugroho, anggota Polres Tasikmalaya Kota dan pemilik Gerai Melon Premium, berhasil memanfaatkan teknologi smart farming untuk meningkatkan hasil pertanian melon di kawasan green house objek wisata Karang Resik.

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kota Tasikmalaya kini memiliki destinasi agrowisata baru, yaitu budidaya melon premium yang dikembangkan oleh Aipda Teguh Prio Nugroho. Menggunakan teknologi smart farming, Teguh memperkenalkan 8 jenis melon premium dengan festival edukasi sebagai ajang promosi dan edukasi.

Budidaya Melon Premium dengan Teknologi Smart Farming

Di Kota Tasikmalaya, budidaya melon premium semakin berkembang berkat inovasi yang diterapkan oleh Aipda Teguh Prio Nugroho. Sebagai anggota Polres Tasikmalaya Kota dan pemilik Gerai Melon Premium, ia berhasil mengembangkan pertanian melon menggunakan sistem smart farming di kawasan green house objek wisata Karang Resik, Kecamatan Cipedes. Teknologi pertanian modern ini memungkinkan pemantauan dan pengelolaan tanaman secara digital, sehingga hasil pertanian semakin maksimal.

Sebanyak 4.800 pohon melon ditanam di dalam satu green house. Dengan penerapan teknologi smart farming, proses penyiraman dan pemupukan dapat dilakukan secara digital, sehingga kegagalan tanaman dapat ditekan hingga di bawah 10 persen. Aipda Teguh menjelaskan, “Dulu kami menggunakan sistem konvensional dengan tanah, tetapi sekarang kami sudah beralih ke smart farming, di mana semua kegiatan, mulai dari penyiraman hingga pemupukan, dikontrol secara digital.”

Melon yang dibudidayakan di Tasikmalaya ini berasal dari berbagai varian unggulan dunia, seperti Inthanon (Belanda), The Blues, Yubari King, Red Inthanon, Sweet Hami, Kirin ML 1688, Lavender, dan Delmeson. Total ada delapan jenis melon premium yang ditanam dalam kawasan ini. Melon-melon tersebut telah berhasil mencapai bobot 2,1 kilogram dalam waktu 59 hari, jauh lebih cepat dari perkiraan biasanya.

Festival Petik Melon Sebagai Wujud Edukasi dan Promosi

Selain fokus pada kualitas produk, Aipda Teguh juga ingin agar masyarakat lebih mengenal proses budidaya melon premium ini. Untuk itu, ia menyelenggarakan Festival Petik Melon yang dijadwalkan pada Kamis, 14 Agustus 2025. Festival ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa, mengenai cara budidaya melon premium. Pengunjung akan diajak langsung untuk memetik melon dari dalam green house.

Teguh menambahkan, “Festival ini bukan hanya untuk edukasi, tetapi juga sebagai cara untuk memperkenalkan melon premium yang masih langka di Tasikmalaya.” Ia berharap bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan lokal dan mendukung perkembangan agrowisata di Tasikmalaya.

Harapan untuk Masa Depan Agrowisata Tasikmalaya

Dengan target panen mencapai 7 hingga 8 ton, Aipda Teguh berharap bahwa usaha budidaya melon premium ini akan berkembang pesat dan menjadi destinasi agrowisata unggulan di Tasikmalaya. “Kebetulan saya hobi bertanam sejak lama, dimulai dari halaman rumah. Dari situlah ide untuk mengembangkan usaha ini muncul. Harapan saya, kawasan ini bisa menjadi tempat wisata edukasi yang diminati masyarakat,” ujarnya.

Melalui festival ini, Aipda Teguh tidak hanya memberikan edukasi tentang pertanian melon premium, tetapi juga menyampaikan pesan penting mengenai keberlanjutan dan ketahanan pangan lokal yang harus terus didorong untuk masa depan yang lebih baik.

Related Articles

Back to top button