Sport

Line Up Liverpool vs Manchester City: Diprediksi Banyak Gol!

lintaspriangan.com, SPORT. Laga besar antara Liverpool vs Manchester City sebentar lagi dimulai, jam 23.30 (Minggu, 08 Feb 2026). Atmosfer pertandingan sudah terasa panas. Jelang kick-off, ekspektasi publik mengarah pada satu skenario utama: pertandingan terbuka dengan potensi banyak gol.

Prediksi tersebut bukan tanpa alasan. Kombinasi susunan pemain inti yang ofensif, absennya sejumlah bek penting, serta karakter dua tim yang sama-sama agresif membuat laga ini lebih sering diproyeksikan sebagai duel jual-beli serangan ketimbang adu bertahan.

Line Up Liverpool Isyaratkan Niat Menyerang

Dari susunan pemain yang diturunkan, Liverpool menunjukkan niat tampil proaktif sejak awal. Mohamed Salah tetap menjadi poros utama serangan, didukung oleh kreativitas Florian Wirtz dan fleksibilitas Cody Gakpo yang mampu bergerak di berbagai ruang.

Di lini depan, Hugo Ekitike dipasang sebagai ujung tombak, memberi Liverpool opsi penyerangan langsung maupun kombinasi cepat di sepertiga akhir lapangan. Sementara dari lini tengah, peran Alexis Mac Allister diharapkan menjaga keseimbangan sekaligus mempercepat distribusi bola ke depan.

Kombinasi ini memperkuat anggapan bahwa Liverpool tidak akan menunggu, terlebih dengan dukungan penuh publik Anfield.

City Turun dengan Mesin Gol Sejak Awal

Manchester City juga tidak menunjukkan tanda-tanda bermain aman. Kehadiran Erling Haaland sejak menit pertama menjadi pesan jelas bahwa tim tamu siap langsung menekan. Haaland akan didukung oleh Omar Marmoush yang agresif di ruang terbuka, serta kreativitas Bernardo Silva yang kerap menjadi penghubung antar lini.

Di lini tengah, Rodri menjadi kunci keseimbangan City. Namun, dengan pendekatan menyerang yang dibawa, City tetap berpotensi meninggalkan ruang saat transisi, terutama ketika tekanan Liverpool berhasil memaksa kesalahan.

Absennya Bek Inti Jadi Faktor Penentu

Prediksi banyak gol semakin menguat jika melihat daftar pemain absen. Liverpool tidak diperkuat Joe Gomez dan Conor Bradley, dua opsi penting di lini belakang. Sementara City harus bermain tanpa John Stones dan Josko Gvardiol, yang biasanya memberi stabilitas dan fleksibilitas dalam bertahan.

Absennya pemain-pemain tersebut membuat kedua tim harus melakukan penyesuaian di sektor pertahanan. Dalam laga berintensitas tinggi, situasi seperti ini kerap membuka celah, terutama ketika duel satu lawan satu terjadi di area sayap atau saat garis pertahanan terlalu tinggi.

Ekspektasi Publik Mengarah ke Laga Terbuka

Berdasarkan susunan pemain dan kondisi skuad, mayoritas publik memprediksi pertandingan ini tidak akan berjalan konservatif. Opsi total gol tinggi menjadi pilihan utama, mencerminkan keyakinan bahwa kedua tim akan saling menyerang sejak awal.

Faktor kandang Anfield diperkirakan mendorong Liverpool tampil agresif, sementara City dikenal sebagai tim yang jarang menahan diri meski bermain tandang. Dengan karakter seperti itu, laga ini lebih sering dibayangkan sebagai pertarungan tempo dan efektivitas, bukan adu kesabaran.

Sebelum bola benar-benar bergulir, satu kesimpulan sudah terbentuk di benak publik: Liverpool vs Manchester City diproyeksikan sebagai pertandingan yang sulit berakhir dengan skor tipis. Gol mungkin belum hadir, tetapi tanda-tandanya sudah terlihat jelas bahkan sebelum kick-off. (AS)

Related Articles

Back to top button