Sport

Hasil Babak Pertama Bologna vs AC Milan | Rabu, 04 Feb 2026

lintaspriangan.com, SPORT. Babak pertama laga pekan ke-23 Serie A antara Bologna melawan AC Milan di Stadio Renato Dall’Ara, Rabu (4/2/2026), menjadi panggung pembuktian kualitas lini serang Rossoneri. Meski bermain di bawah tekanan suporter tuan rumah dan kalah dalam penguasaan bola, pasukan Milan justru mampu menutup paruh pertama dengan keunggulan meyakinkan 0-2 lewat permainan yang sangat klinis dan terukur.

Jalannya Pertandingan: Dominasi yang Tak Berarti Sejak peluit kick-off dibunyikan, Bologna yang menurunkan formasi menyerang dengan Joshua Zirkzee dan Orsolini di lini depan langsung berupaya mengambil inisiatif serangan. Statistik babak pertama menunjukkan tuan rumah berhasil menguasai bola hingga 56 persen. Aliran bola dari kaki Freuler dan Ferguson di lini tengah cukup dominan dalam mengatur tempo permainan.

Berita terkait: Hasil Akhir Bologna vs AC Milan | Rabu, 4 Februari 2026

Namun, dominasi tersebut seolah membentur tembok tebal. Lini pertahanan Milan yang dikawal oleh Matteo Gabbia dan Pavlovic tampil disiplin meredam agresivitas tuan rumah. Milan justru bermain cerdik dengan mengandalkan transisi cepat yang mematikan.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-20. Berawal dari skema serangan yang rapi, Adrien Rabiot melepaskan umpan matang yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh Ruben Loftus-Cheek. Gelandang asal Inggris tersebut muncul dari lini kedua dan menaklukkan kiper Bologna, Ravaglia, untuk mengubah skor menjadi 0-1.

Tertinggal satu gol membuat Bologna kian bernafsu menyerang. Namun, petaka justru kembali menghampiri tuan rumah jelang turun minum. Milan mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-39. Christopher Nkunku yang maju sebagai eksekutor menunaikan tugasnya dengan sempurna. Ketenangan Nkunku memperdaya kiper dan menggandakan keunggulan Milan menjadi 0-2, skor yang bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.

Analisis Statistik: Kualitas di Atas Kuantitas Data statistik babak pertama menunjukkan anomali yang menarik sekaligus menjadi “tamparan” bagi strategi Bologna. Tuan rumah tercatat lebih agresif dengan melepaskan total 9 tembakan, jauh lebih banyak dibandingkan Milan yang hanya melepaskan 5 tembakan. Namun, di sinilah letak perbedaan kelas kedua tim.

Berita terkait: Hasil Akhir Bologna vs AC Milan | Rabu, 4 Februari 2026

Dari 9 percobaan Bologna, hanya satu yang mengarah tepat ke gawang (shot on target). Sebaliknya, Milan tampil sangat efisien; dari 5 percobaan, 3 di antaranya tepat sasaran dan 2 berbuah gol.

Indikator yang paling mencolok terlihat pada statistik Expected Goals (xG) dan Peluang Emas (Big Chances). Meski jarang memegang bola, Milan mencatatkan angka xG sebesar 1.86, sangat jauh dibandingkan Bologna yang hanya 0.34. Ini menunjukkan bahwa setiap kali Milan menyerang, mereka menciptakan situasi yang sangat berbahaya dan berpotensi besar menjadi gol.

Lebih mencengangkan lagi, Milan sukses menciptakan 6 peluang emas (big chances) sepanjang 45 menit pertama, sementara Bologna sama sekali tidak mampu menciptakan peluang emas (0 big chances). Data ini mengonfirmasi bahwa pertahanan Bologna sangat rapuh saat menghadapi serangan balik, bahkan statistik mencatat adanya satu kesalahan fatal (error leading to goal) dari pemain belakang Bologna yang berkontribusi pada keunggulan tamu.

Susunan Pemain dan Taktik Pelatih Milan menurunkan komposisi lini tengah yang menarik dengan menduetkan pengalaman Luka Modric bersama energi Youssouf Fofana. Kehadiran Modric terlihat memberikan ketenangan dalam distribusi bola saat transisi. Di sisi lain, trident lini serang yang diisi Rabiot, Nkunku, dan Loftus-Cheek (yang didorong lebih ke depan) terbukti sangat cair dan sulit dijaga oleh man-marking pemain Bologna.

Sementara itu, Bologna yang mengandalkan Castro sebagai ujung tombak terlihat terisolasi. Suplai bola dari sisi sayap yang dihuni Ndoye dan Rowe kerap kali patah sebelum masuk ke kotak penalti lawan.

Memasuki babak kedua, pelatih Bologna harus segera memutar otak. Jika tidak ada perubahan radikal dalam cara mereka mengonversi penguasaan bola menjadi peluang nyata, AC Milan sangat berpotensi membawa pulang tiga poin penuh—atau bahkan menambah pundi-pundi gol mereka di babak kedua nanti. (HS)

Related Articles

Back to top button