Beranda blog Halaman 306

Bawaslu Pangandaran Luncurkan Gakumdu

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH.  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran baru saja meluncurkan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk menangani pelanggaran pidana dalam Pemilihan Serentak 2024.

Ketua Bawaslu, Iwan Yudiawan, menjelaskan bahwa Sentra Gakkumdu melibatkan Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan untuk berkoordinasi dalam penanganan dugaan pelanggaran.

Iwan menyatakan, sentra ini akan menangani dugaan pelanggaran pidana yang terkait dengan pemilihan. Dia juga menekankan pentingnya sosialisasi mengenai Gakkumdu kepada masyarakat, agar mereka mengetahui bahwa ada tim yang siap menangani pelanggaran terkait pemilu.

Dia mengungkapkan keprihatinannya mengenai praktik politik uang yang masih menjadi masalah di Indonesia. “Money politics menjadi PR besar kita bersama,” katanya, hal itu merujuk pada survei yang menunjukkan Indonesia berada di urutan ketiga setelah Thailand dan Filipina dalam hal praktik politik uang.

Iwan menegaskan bahwa politik uang sangat berbahaya bagi integritas pemilu. “Ketika politik uang terjadi, pemimpin yang terpilih tidak akan memikirkan masyarakat,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan bahwa praktik tersebut dapat mengarah pada korupsi, akibat biaya tinggi yang dikeluarkan dalam proses kampanye.

BACA JUGA: Gelar Karya P5: Gaya Hidup Berkelanjutan di SMAN 2 Banjarsari

Iwan menyerukan kolaborasi semua pihak untuk memberantas politik uang. “Kita semua memiliki tanggung jawab dalam menjaga integritas pemilu. Masyarakat harus berani melaporkan jika menemukan praktik politik uang,” tambahnya.

Dengan peluncuran Sentra Gakkumdu ini, Bawaslu Pangandaran berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilu dan mendorong partisipasi aktif dalam pengawasan.

“Kami berkomitmen untuk menciptakan pemilu yang adil, bersih, dan demokratis,” tutup Iwan.

Gelar Karya P5: Gaya Hidup Berkelanjutan di SMAN 2 Banjarsari

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Banjarsari, yang terletak di Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, baru-baru ini menggelar acara Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Acara ini mengusung tema gaya hidup berkelanjutan dan dilaksanakan di halaman sekolah, menarik perhatian banyak tamu undangan.

Kegiatan ini berlangsung dengan meriah, menampilkan berbagai pertunjukan seni dan fashion show yang diikuti oleh siswa-siswi. Mereka menunjukkan kreativitas dan bakat dalam bidang seni, yang berhasil memukau para penonton. Selain itu, bazar makanan juga menjadi daya tarik tersendiri, di mana para siswa menjajakan hasil olahan kuliner mereka. Berbagai jenis makanan yang dijual berasal dari kelas 10, 11, dan 12, memberikan kesempatan bagi siswa untuk berwirausaha dan belajar tentang manajemen.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Banjarsari, Budi Darmansyah, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bentuk implementasi dari proyek P5 yang terdapat dalam Kurikulum Merdeka.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan penghargaan kepada siswa yang telah berkreasi sehingga proyek yang mereka kerjakan dapat diselesaikan dengan baik,” ungkapnya. Rabu, (25/09/2024).

Dalam kegiatan ini, berbagai proyek yang dihasilkan oleh siswa ditampilkan dan dibagi ke dalam beberapa kategori. Budi menyatakan bahwa tema yang diangkat adalah gaya hidup sehat. Beberapa proyek yang menarik perhatian antara lain adalah pemanfaatan sampah organik dan non-organik, pembuatan tempat sampah yang dihias secara unik, serta penanaman tanaman di green house sekolah.

Budi berharap dengan diterapkannya program P5, siswa tidak hanya memperoleh ilmu di sekolah, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menambah edukasi tidak hanya untuk para siswa, tetapi juga bagi guru dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga lingkungan,” tuturnya.

Selain itu, Budi juga menjelaskan bahwa saat ini SMA N 2 Banjarsari telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata di tingkat Provinsi. Dia optimis bahwa pada tahun 2025, sekolah ini akan meraih penghargaan yang sama di tingkat Nasional, serta mengharapkan pada tahun 2027 dapat mencapai penghargaan Adiwiyata Mandiri dan tingkat ASEAN pada tahun 2029. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Camat Banjaranyar, Aman, turut memberikan apresiasi kepada seluruh guru di SMAN 2 Banjarsari atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mendidik siswa.

“Kemampuan dan kreativitas siswa sangat dipengaruhi oleh usaha para guru. Kami berharap ilmu yang mereka peroleh dapat dipraktikkan di lingkungan mereka,” katanya.

Acara Gelar Karya ini tidak hanya menjadi ajang pamer karya siswa, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu lingkungan dan pentingnya gaya hidup berkelanjutan. Dengan dukungan dari semua pihak, SMAN 2 Banjarsari terus berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga peduli terhadap lingkungan.

AHY Pimpin Upacara Peringatan HATARU

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar upacara peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) di Jakarta. Dalam acara tersebut, Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memimpin dengan menekankan pentingnya melindungi hak atas tanah ulayat milik masyarakat adat di seluruh Indonesia.

Menteri AHY menyampaikan bahwa tanah ulayat memiliki nilai kepemilikan komunal yang mendalam. “Tanah ulayat mengandung nilai-nilai kepemilikan secara komunal yang merefleksikan ikatan mendalam antara masyarakat adat dengan lingkungannya.” kata AHY.

Dalam upacara tersebut, Menteri AHY juga memaparkan pencapaian signifikan dalam penerbitan Sertipikat Hak Pengelolaan untuk tanah ulayat. Sebanyak 41 sertipikat telah diterbitkan, mencakup luas hampir 972 hektare di tujuh provinsi. Provinsi-propinsi tersebut adalah Sumatra Barat, Papua, Jawa Barat, Bali, Jambi, Kalimantan Barat, dan Aceh. Menurut Menteri, langkah ini merupakan bentuk konkret kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat hukum adat.

Menteri AHY menegaskan bahwa upaya pendaftaran tanah ulayat merupakan langkah penting untuk memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat adat.

“Pendaftaran tanah ulayat ini adalah bukti hadirnya negara dalam memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat hukum adat.” katanya. Selasa, (24/09/2024),

Selain itu, Menteri juga menyoroti kemajuan dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Ia mencatat bahwa jumlah bidang tanah terdaftar meningkat dari 46 juta pada tahun 2017 menjadi 117,9 juta hingga September 2024, mencatatkan peningkatan sebesar 250% dalam tujuh tahun.

Tema HANTARU tahun ini, “Semangat HANTARU, Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045,” mencerminkan visi besar bangsa Indonesia. Dalam konteks ini, upacara HANTARU tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga sebagai momentum untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan dengan memperhatikan hak-hak masyarakat adat.

Upacara dihadiri oleh pejabat tinggi Kementerian ATR/BPN, mitra kementerian, dan para purnabakti yang menerima penghargaan atas dedikasi mereka dalam bidang pertanahan. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan keadilan agraria dan tata ruang.

BACA JUGA: Desa Bunter Bagikan 748 Sertifikat Tanah

Dengan langkah-langkah konkret yang diambil dalam perlindungan hak atas tanah ulayat dan pendaftaran tanah, pemerintah berharap dapat menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat adat. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk memastikan bahwa semua warga negara, termasuk masyarakat adat, memiliki akses yang adil terhadap sumber daya alam dan dapat berkontribusi pada pembangunan nasional.

Melalui peringatan HANTARU 2024, diharapkan kesadaran akan pentingnya hak atas tanah ulayat semakin meningkat, dan masyarakat serta pemerintah dapat bekerja sama untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi semua.

Desa Bunter Bagikan 748 Sertifikat Tanah

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Desa Bunter, yang terletak di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, baru-baru ini bagiakan sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Warga desa sangat antusias menyambut program ini, karena selain memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah, biaya pembuatan sertifikat juga sangat terjangkau, yaitu hanya Rp 150.000 per bidang.

Dalam sambutannya, Camat Sukadana, Nia Kurniawan, menyampaikan pentingnya memanfaatkan program ini.

“Jangan sia-siakan kesempatan untuk mendapatkan sertifikat dengan biaya murah ini,” tegasnya.

Nia mendorong semua warga yang belum mendaftarkan tanah mereka untuk segera melakukannya, mengingat program ini adalah kesempatan yang telah lama dinanti-nantikan.

Acara pembagian sertifikat diadakan di aula Desa Bunter, dihadiri oleh ratusan warga yang sangat antusias. Mereka mengantri dengan tertib untuk menerima sertifikat yang merupakan bukti kepemilikan sah atas tanah mereka.

Menurut informasi dari panitia, sampai saat ini, sebanyak 748 sertifikat telah dibagikan dari total 2.772 sertifikat yang direncanakan. Proses pembagian berlangsung aman dan tertib, dengan nomor antrian yang jelas, sehingga warga merasa nyaman dan tidak tergesa-gesa.

Yadi, salah satu warga penerima sertifikat, berbagi pengalamannya. “Program PTSL ini sangat membantu kami. Jika dibandingkan dengan biaya reguler, biaya yang kami bayar jauh lebih murah,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Yadi mengungkapkan bahwa banyak warga desa yang selama ini merasa khawatir mengenai status kepemilikan tanah mereka. Dengan adanya sertifikat, mereka kini memiliki bukti hukum yang jelas.

Kepala Desa Bunter, Wabil, juga sangat bersyukur atas terlaksananya program PTSL ini. “Ini adalah program yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat kami. Saya telah mengajukan permohonan kepada BPN Kabupaten Ciamis dan alhamdulillah, pada tahun 2024 ini kami mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan program ini,” katanya.

Wabil menambahkan bahwa program ini bukan hanya mempermudah proses pembuatan sertifikat, tetapi juga memberikan rasa aman bagi warga.

Kerja sama antara BPN dan pemerintahan desa serta dukungan dari para kepala dusun sangat penting untuk kelancaran program ini.

“Tanpa kerjasama yang baik, semua ini tidak akan berjalan dengan lancar,” kata salah satu panitia. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dan koordinasi antara instansi pemerintah sangat vital dalam menyukseskan program PTSL.

Selama acara, terlihat antusiasme tinggi dari warga. Mereka tidak hanya menunggu untuk menerima sertifikat, tetapi juga berbagi cerita dan pengalaman mengenai tanah yang mereka miliki. Beberapa warga mengungkapkan harapan agar program seperti ini dapat terus dilanjutkan, sehingga lebih banyak lagi warga yang bisa mendapatkan sertifikat tanah.

BACA JUGA: Pelaku Penganiayaan di Tasikmalaya Ditangkap Polisi

Dengan adanya program PTSL, Desa Bunter kini memiliki harapan baru. Warga tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga pengetahuan tentang pentingnya memiliki dokumen legal atas tanah.

Program ini telah membawa perubahan positif bagi masyarakat, memberikan rasa aman dan kepastian hukum yang selama ini mereka dambakan.

Melihat keberhasilan program ini, banyak warga berharap agar BPN dan pemerintah daerah dapat terus mengadakan program serupa di masa depan. Dengan demikian, lebih banyak warga yang dapat merasakan manfaat dari kepemilikan tanah yang sah dan diakui secara hukum.

“Ini adalah langkah besar menuju penguatan hak atas tanah di Desa Bunter dan memastikan kesejahteraan masyarakat ke depannya,” pungkasnya.

Pelaku Penganiayaan di Tasikmalaya Ditangkap Polisi

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Aparat Kepolisian Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan hingga tewas terhadap siswa madrasah berinisial GG (14 tahun).

Identitas pelaku dewasa yang ditangkap meliputi CM (22) dan DMY (19), keduanya warga Kelurahan Setiajaya, serta AMA (18) yang berasal dari Purwakarta.

Sementara itu, enam pelaku lainnya merupakan anak yang berhadapan dengan hukum. Korban diketahui sedang mengendarai sepeda motor di wilayah Kecamatan Cibeureum.

Penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota dan Unit Reskrim Polsek Cibeureum.

Para pelaku menghadang korban saat ia melintas dengan sepeda motor berknalpot bising pada Minggu, 22 September 2024, sekitar pukul 00.45 WIB.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Joko Sulistiono, menjelaskan bahwa para terduga pelaku melakukan penganiayaan dengan berbagai alat, termasuk balok kayu, bambu, batu, dan bata putih.

“Saat ini, semua terduga pelaku sudah kami amankan di Polres Tasikmalaya Kota,” ungkap Kapolres dalam siaran persnya di Mapolres Tasikmalaya Kota Rabu, 25 September 2024.

Selain mengamankan pelaku, pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti, seperti potongan kayu, batu, pakaian korban, dan balok kayu lainnya.

“Kami telah mengamankan beberapa barang bukti yang relevan,” tambah Kapolres.

Kapolres menjelaskan kronologi peristiwa, di mana korban bersama temannya melintas di lokasi kejadian.

“Para tersangka melempari sepeda motor korban dengan batu, kemudian menghadangnya menggunakan bambu, yang mengakibatkan sepeda motor korban terjatuh,” jelasnya.

Setelah itu, para tersangka menghampiri korban dan melakukan kekerasan fisik hingga korban tidak sadarkan diri.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah para tersangka meninggalkan lokasi,” bebernya.

Akibat perbuatan mereka, para pelaku dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

“Kami akan memproses hukum para pelaku secara tegas,” tutup AKBP Joko Sulistiono.

Penangkapan Pelaku Penganiayaan di Tasikmalaya

Aparat Kepolisian Polres Tasikmalaya Kota berhasil menangkap sembilan orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan yang mengakibatkan kematian seorang siswa madrasah berinisial GG (14 tahun).

Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 22 September 2024, sekitar pukul 00.45 WIB, saat korban melintas di wilayah Kecamatan Cibeureum menggunakan sepeda motor. Penangkapan ini menjadi sorotan karena melibatkan sejumlah pelaku, termasuk anak-anak yang kini berhadapan dengan hukum.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Joko Sulistiono, mengungkapkan bahwa dari sembilan pelaku yang ditangkap, tiga di antaranya adalah dewasa.

Mereka adalah CM (22), DMY (19), dan AMA (18), dengan dua pelaku pertama berasal dari Kelurahan Setiajaya dan AMA dari Purwakarta.

Kapolres menjelaskan bahwa enam pelaku lainnya merupakan anak-anak, yang saat ini diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dalam penjelasannya, Kapolres menjabarkan kronologi kejadian, awalnya korban sedang melintas dengan sepeda motor berknalpot bising ketika para pelaku menghadangnya.

“Pelaku diduga melakukan penganiayaan secara brutal menggunakan berbagai alat, termasuk balok kayu, bambu, dan batu. Mereka melempari sepeda motor korban, yang menyebabkan kendaraan tersebut terjatuh,” jelasnya.

Kapolres juga menjelaskan, setelah korban terjatuh, pelaku tidak berhenti di situ kemudian mereka menghampiri dan melakukan kekerasan fisik terhadap GG.

“Korban mengalami penganiayaan yang mengakibatkan ia tidak sadarkan diri dan meninggal dunia,” jelasnya.

Polisi tidak hanya menangkap para pelaku, tetapi juga melakukan pengumpulan barang bukti dari tempat kejadian perkara.

Kapolres menjelaskan, kepolisian telah mengamankan beberapa barang bukti, termasuk potongan kayu, batu, dan pakaian korban.

Para pelaku kini dihadapkan dengan ancaman hukuman yang cukup berat. Mereka dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 ayat 2 ke-3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang dapat mengakibatkan hukuman penjara maksimal 12 tahun.

“Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan kekerasan seperti ini,” tegasnya.

Kejadian tragis ini menimbulkan keprihatinan di masyarakat, terutama bagi orang tua yang khawatir akan keselamatan anak-anak mereka.

BACA JUGA: Yayasan Peterik Argo Talaban Harapkan Program Pendidikan Pertanian

Kapolres menyadari kekhawatiran tersebut dan berjanji akan meningkatkan patroli serta pengawasan di daerah-daerah yang dianggap rawan.

“Kami akan bekerja sama dengan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak dan remaja,” tambahnya.

Dari insiden ini, terlihat pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan tindakan kekerasan. Kapolres mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan.

“Kami memerlukan dukungan dari masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” katanya.

Dengan penegakan hukum yang tegas dan kesadaran masyarakat yang tinggi, diharapkan kasus-kasus kekerasan terhadap anak dapat diminimalisir. Kasus penganiayaan GG adalah pengingat akan perlunya perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak di seluruh masyarakat.

Yayasan Peterik Argo Talaban Harapkan Program Pendidikan Pertanian

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. H. Kiki Nur Arifin, pemilik Yayasan Peterik Argo Talaban, menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Ciamis dapat mengadakan program pendidikan pertanian yang ditujukan khusus bagi kaum milenial. Ia merasa prihatin dengan rendahnya minat generasi muda dalam bidang pertanian dan peternakan.

Menurutnya, kondisi ini memerlukan perhatian serius dari pihak terkait agar sektor pertanian tidak ditinggalkan.

Kiki mengatakan, saat ini, minat anak muda untuk terlibat dalam dunia pertanian dan peternakan sangat mengkhawatirkan. Dengan adanya hal itu Kiki bersama rekan lainnya berinisiatif untuk membuka pendidikan pertanian bagi generasi muda. Hal ini didorong oleh kekhawatirannya terhadap masa depan sektor tersebut.

Kiki juga mengungkapkan bahwa untuk merealisasikan program ini, perlu dukungan dari pemerintah daerah

Sebagai salah satu contoh kurang minatnya anak muda ketika Kiki diminta menjadi narasumber dalam kursus tani yang diadakan oleh BPP Kecamatan Banjaranyar.

“Sayangnya, tidak ada satupun anak muda yang hadir dalam kegiatan tersebut. Smua peserta didominasi oleh kaum tua,” ujarnya.

Hal ini semakin menguatkan keinginannya untuk menjangkau kaum milenial agar lebih terlibat dalam pertanian.

Saat ini, yayasan yang berdiri di Dusun Tanjung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, baru berhasil menarik sekitar sepuluh santri dari beberapa pesantren untuk mengikuti program pendidikan pertanian.

Pesantren-pesantren tersebut antara lain Pesantren Al-Huda Cigayam dan Miftahul Inayah Banjarsari. “Ke sepuluh santri ini kami harapkan dapat menjadi pionir dalam memajukan pertanian di daerah mereka,” jelas Kiki.

Dalam program pendidikan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi teoritis, tetapi juga praktik lapangan.

“Materi yang kami lakukan sangat simpel dan mudah. Seperti melakukan kegiatan seperti penanaman jagung dan pembuatan pestisida organik,” kata Kiki.

Kiki berharap pengalaman praktik ini dapat mempersiapkan mereka untuk bertani secara mandiri di masa depan.

Kiki juga menyebutkan bahwa yayasan telah mengelola sekitar 18 hektare lahan yang ditanami berbagai jenis tanaman, termasuk jagung, melon, dan cabai.

“Dengan luas itu menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan pendidikan pertanian yang telah dirancang,” ucapnya

Berdasarkan keterangan yang di himpunan infopriangan.com ntuk pendanaan kegiatan tersebut selain menggunakan dana pribadi Kiki juga mendapat bantuan dari H. Asep Kurniawan, anggota DPRD Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA: Kabupaten Ciamis Percepat Turunkan Stunting

“Suntikan dana ini sangat membantu kami dalam menjalankan program pendidikan pertanian,” tambahnya.

Sewaktu di konfirmasi awak media kki menjelaskan pendidikan pertanian ini  terbuka untuk umum, namun ada syarat bahwa peserta harus berusia di bawah 40 tahun.

”Hal ini dimaksudkan untuk memicu minat generasi muda untuk berkontribusi dalam sektor pertanian,” pungkasnya.

Program Bangga Kencana Salah Satu Upaya Penurunan Stunting

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Program Bangga Kencana menjadi salah satu upaya penting dalam penurunan stunting, terutama di daerah perbatasan. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan gizi seimbang, yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan anak.

Dalam hal ini, Dian Budiana, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Ciamis, mengungkapkan bahwa perhatian terhadap kesehatan reproduksi dan stunting menjadi tanggung jawab bersama, terutama di wilayah terpencil.

Dian menambahkan bahwa pemahaman masyarakat tentang hubungan antara kesehatan ibu, gizi, dan pertumbuhan anak masih sangat kurang. Ia berpendapat bahwa untuk memperbaiki situasi ini, penting untuk memberikan penjelasan yang jelas dan terstruktur kepada masyarakat.

“Ini menunjukkan betapa pentingnya memberikan pemahaman yang jelas dan terstruktur kepada masyarakat,” tuturnya.

Dalam menyampaikan informasi tersebut, Dian menekankan peran tenaga lapangan yang terlatih. Menurutnya, tenaga lapangan tidak hanya bertugas untuk menyampaikan pesan, tetapi juga untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa pendekatan yang baik akan membantu masyarakat lebih memahami pentingnya makanan bergizi.

“Tenaga lapangan bisa menyesuaikan dengan bahan makanan lokal yang mudah diakses,” ungkapnya.

DP2KBP3A juga melaksanakan berbagai kampanye dan sosialisasi, seperti pemasangan poster, penyuluhan langsung, dan seminar.

Dian berharap kegiatan ini dapat menjangkau semua kalangan, dari ibu hamil hingga orang tua dengan anak balita.

“Penting untuk menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami agar pesan dapat diterima dengan baik oleh semua lapisan masyarakat,” tambahnya.

Mengenai pendekatan yang diambil, Dian menjelaskan bahwa pendekatan holistik sangat diperlukan untuk mendukung program Bangga Kencana.

Masyarakat di wilayah perbatasan sering menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan informasi. Oleh karena itu, DP2KBP3A juga melibatkan tokoh masyarakat setempat. Menurut Dian,

“Ketika tokoh masyarakat menyuarakan pentingnya kesehatan reproduksi dan penanganan stunting, masyarakat cenderung lebih menerima dan mengikuti anjuran tersebut.” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dian menyoroti pentingnya kesadaran keluarga dalam penanganan stunting. Ia percaya bahwa edukasi berkelanjutan tentang gizi dan kesehatan anak dapat mendorong orang tua untuk lebih peduli terhadap asupan nutrisi anak-anak mereka.

“Dengan adanya edukasi, diharapkan orang tua akan lebih aktif dalam memastikan bahwa anak-anak mereka mendapatkan makanan yang bergizi,” ujarnya.

Program intervensi gizi, seperti pemberian makanan tambahan untuk anak-anak yang berisiko stunting, juga perlu disosialisasikan.

Dian menegaskan bahwa melalui sosialisasi ini, masyarakat diinformasikan tentang berbagai program yang tersedia, sehingga mereka dapat berpartisipasi secara aktif.

“Ini menciptakan rasa kepemilikan atas program, yang pada gilirannya meningkatkan keberhasilan intervensi,” tambahnya.

Dian berharap bahwa hasil dari sosialisasi ini tidak hanya berdampak pada penurunan angka stunting, tetapi juga akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Dengan pengetahuan yang lebih baik mengenai kesehatan dan gizi, ia percaya masyarakat akan lebih siap menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.

BACA JUGA: Kabupaten Ciamis Percepat Turunkan Stunting

Dian menegaskan bahwa konsolidasi tenaga lapangan dan upaya sosialisasi yang berkelanjutan sangat penting.

“Program Bangga Kencana dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan kesehatan di wilayah perbatasan,” pungkasnya.

Acara yang dilaksanakan di Lapang Ciming, Desa bangunharja, kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis dihadiri Kepala BKKBN RI, Deputi Adpin, Deputi KBKR, BKKBN Provinsi Jawa Barat, BKKBN Provinsi Jawa Tengah PJ Bupati Ciamis, PJ Bupati Cilacap, Kepala DP2KBP3A Ciamis, Muspida Ciamis. (Sari)

Kabupaten Ciamis Percepat Turunkan Stunting

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. BDalam rangka mempercepat penurunan stunting, pemerintah daerah Ciamis mengadakan kegiatan sosialisasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE). Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 dan bertujuan untuk meningkatkan komitmen semua pihak dalam mencegah stunting di wilayah tersebut.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari di Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga. Pada hari pertama, masyarakat mendapatkan pelayanan kontrasepsi gratis di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Ciamis, termasuk Puskesmas Dayeuhluhur 2 di Kabupaten Cilacap.

Selain pelayanan kontrasepsi, diadakan juga sarasehan untuk keluarga berisiko stunting. Dalam sarasehan ini, diperkenalkan program “gerabag stunting manis,” yang merupakan inisiatif untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam pencegahan stunting.

Salah satu peserta sarasehan, seorang ibu rumah tangga, menyampaikan bahwa informasi yang didapat sangat berguna.

“Saya jadi tahu bagaimana cara menjaga kesehatan anak agar terhindar dari stunting,” katanya.

Pada hari kedua, fokus kegiatan beralih ke edukasi gizi dan kesehatan reproduksi untuk remaja. Sebuah sesi interaktif diadakan di mana remaja diajak berdiskusi tentang pentingnya gizi seimbang dan cara menjaga kesehatan.

Pada kesempatan tersebut narasumber yang hadir menekankan bahwa remaja perlu mendapatkan informasi yang tepat untuk mempersiapkan masa depan mereka.

“Pendidikan gizi harus dimulai sejak dini,” ujar seorang ahli gizi yang menjadi pembicara dalam acara tersebut.

Kegiatan ini juga menyediakan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat umum. Banyak warga yang datang untuk memanfaatkan layanan kesehatan ini.

“Kami sangat senang ada kegiatan seperti ini. Jadi bisa cek kesehatan tanpa biaya,” ucap salah seorang warga yang hadir.

Kegiatan diakhiri dengan pagelaran wayang golek yang mengangkat tema stunting, sebagai bentuk edukasi sekaligus hiburan untuk masyarakat.

Di hari terakhir, acara ditutup dengan diskusi antara pejabat terkait dan masyarakat.

Dian Budiana, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menyatakan, kegiatan ini tidak hanya untuk memberikan informasi, tetapi juga untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pencegahan stunting.

“Masyarakat diajak untuk berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi,” katanya.

Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam pencegahan stunting.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat, diharapkan angka stunting di Ciamis dapat menurun secara signifikan.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Mayat Dalam Karung di Tasikmalaya

Para peserta kegiatan merasa optimis bahwa dengan adanya program-program seperti ini, kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan anak akan meningkat.

“Dengan dukungan yang terus menerus dan partisipasi aktif dari masyarakat, upaya pencegahan stunting di Ciamis dapat berjalan dengan baik,” pungkas Dian.

Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. (Rini)

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Mayat Dalam Karung di Tasikmalaya

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Kasus pembunuhan seorang wanita yang jasadnya ditemukan dibungkus dalam karung di Sungai Cipinaha telah berhasil diungkap oleh Polres Tasikmalaya. Pelaku, yang berinisial HD, seorang pria berusia 49 tahun, ditangkap setelah melarikan diri selama empat hari. Penangkapan berlangsung di kediaman orang tuanya di Pasuruan, Jawa Timur.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, peristiwa tragis ini terjadi di toko milik pelaku. Ridwan menjelaskan bahwa korban, berinisial PS yang berusia 72 tahun, mendatangi HD untuk menagih utang. “Korban menuntut pelaku untuk melunasi utang sebesar 20 juta rupiah,” ungkap Ridwan dalam siaran pers yang disampaikan kepada wartawan.

Di tengah negosiasi, pelaku merasa tertekan karena tidak memiliki uang. Ridwan menjelaskan lebih lanjut, “Pelaku meminta keringanan, tetapi korban tidak menyetujuinya.” Kejadian tersebut memicu emosi HD, yang akhirnya berujung pada tindakan kekerasan. Dalam keadaan marah, HD mencekik PS dari belakang hingga korban terjatuh. “Korban sempat berteriak, tetapi pelaku membekap mulut dan hidungnya,” tambah Ridwan.

Setelah melakukan aksi kejam tersebut, pelaku merasa panik dan berusaha menghilangkan jejaknya. HD membuang semua barang bukti di sekitar lokasi kejadian. Ia juga membungkus jasad PS dalam karung dan membawanya menggunakan kendaraan roda empat. “Kemudian, ia membuang jasad tersebut ke Sungai Cipinaha,” jelas Ridwan.

Polisi berhasil mengamankan semua barang bukti yang dibuang oleh pelaku. HD kini mendekam di sel tahanan Mapolres Tasikmalaya dan dihadapkan pada pasal 338, 365, dan 351 ayat 1. Ancaman hukumannya bisa mencapai 15 tahun penjara. “Pelaku akan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Ridwan.

Kejadian ini menarik perhatian masyarakat sekitar, yang merasa terkejut dengan tindakan brutal yang dilakukan oleh seorang pedagang. Salah satu warga setempat, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, “Kami tidak menyangka pelaku bisa melakukan hal sekejam itu. Ia terlihat biasa-biasa saja.”

Peristiwa ini juga mengungkapkan sisi lain dari permasalahan utang piutang yang kerap terjadi dalam masyarakat. Seorang psikolog menjelaskan bahwa tekanan ekonomi bisa memicu tindakan nekat. “Ketika seseorang merasa terjebak dalam utang, emosi bisa mengambil alih rasionalitas. Ini bisa berujung pada tindakan yang tidak terduga,” ujarnya.

Kasat Reskrim menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat tentang dampak dari utang dan komunikasi yang baik antara pihak-pihak yang terlibat. “Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua orang untuk lebih bijak dalam berutang,” tuturnya.

BACA JUGA:

Pihak kepolisian juga menghimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan indikasi kekerasan atau ancaman dalam hubungan utang piutang. “Keamanan dan ketenangan masyarakat adalah prioritas kami,” pungkas Ridwan.

Dengan penangkapan ini, diharapkan masyarakat Tasikmalaya bisa lebih tenang dan tidak lagi merasa takut akan kejadian serupa. Masyarakat diimbau untuk saling menjaga dan berkomunikasi dengan baik, sehingga konflik yang bisa berujung pada tindakan kriminal dapat dihindari.

Relawan Bumi Galuh Optimis Menangkan HY

0

lintaspriangan com, BERITA DAERAH. setelah proses pengundian nomor urut untuk bakal calon bupati dan wakil bupati, Dr. H. Herdiat Sunarya dan H. Yana D Putra memperoleh nomor urut 2. Nomor ini dianggap sebagai suntikan semangat bagi Relawan Bumi Galuh, sesuai harapan dan aspirasi mereka.

Ketua tim pemenangan Relawan Bumi Galuh, H. Tatang, menyatakan rasa syukur dan optimisme setelah mendapatkan nomor urut tersebut. Ia mengungkapkan, nomor 2 bukan hanya angka, tetapi juga melambangkan keberkahan dan harapan untuk kemajuan Kabupaten Ciamis. Dalam pernyataannya, H. Tatang mengatakan, “Nomor urut 2 penuh makna, termasuk harapan untuk HY 2 periode.”

Ia menekankan bahwa proses demokrasi dalam pilkada Ciamis tahun 2024 sudah memasuki berbagai tahapan. Dengan segera memasuki masa kampanye, tim relawan telah menyiapkan berbagai strategi untuk memenangkan pasangan Herdiat-Yana. H. Tatang menggarisbawahi bahwa mereka akan melakukan road show dan sosialisasi langsung kepada masyarakat, untuk menjelaskan visi dan misi pasangan calon tersebut.

Selama sosialisasi, H. Tatang menambahkan, mereka akan memberikan pemahaman mengenai pilkada dan demokrasi. Ia mengatakan, “Pilkada adalah proses memilih pemimpin. Apakah Ciamis ingin dipimpin oleh yang tidak berwujud?” Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan pemimpin yang nyata.

H. Tatang juga mengingatkan bahwa tidak ada lawan yang signifikan dalam pilkada kali ini, sehingga kampanye mereka akan fokus pada sosialisasi dan penyampaian misi. Ia berharap masyarakat Ciamis dapat berpikir cerdas dalam memilih pemimpin yang jelas visi dan misinya. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pencapaian yang telah diraih selama lima tahun terakhir, yang menunjukkan kinerja luar biasa dari pasangan Herdiat-Yana.

“Sudah saatnya masyarakat Kabupaten Ciamis berpikir cerdas dan memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan,” ucapnya. Dengan semangat tersebut, H. Tatang mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam kesuksesan pilkada 2024.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa partisipasi masyarakat dalam memberikan suara sangat penting untuk mencapai tujuan bersama. “Mari kita sukseskan pagelaran pilkada tahun 2024 ini untuk memilih calon pemimpin yang berkualitas,” serunya. Ia menekankan, pemilihan pemimpin yang berkualitas adalah langkah menuju Ciamis yang sejahtera, aman, dan kondusif.

BACA JUGA: ATR/BPN dan DPR RI Tandatangani Nota Kesepahaman

H. Tatang berharap agar masyarakat tidak hanya berfokus pada kemenangan, tetapi juga berpartisipasi aktif dengan datang ke TPS untuk menyalurkan suara mereka. “Kesejahteraan bersama adalah tujuan akhir kita,” tuturnya, menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan calon pemimpin.

Dengan optimisme dan semangat yang tinggi, Relawan Bumi Galuh siap bergerak untuk memenangkan pasangan Herdiat-Yana dalam pilkada mendatang. H. Tatang mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik bagi Kabupaten Ciamis. Dengan persiapan yang matang dan komitmen kuat, ia percaya bahwa kemenangan akan menjadi milik mereka.