Beranda blog Halaman 305

BPBD dan Lapas Banjar Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Megathrust

0


lintaspriangan com, BERITA DAERAH. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar bekerja sama dengan Lapas Kelas IIB mengadakan simulasi kewaspadaan untuk menghadapi potensi gempa megathrust dan kebakaran. Kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas IIB Kota Banjar, Jawa Barat, diikuti oleh ratusan warga binaan dan petugas lapas.

Plt Kepala BPBD Kota Banjar, Wawan Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mengatasi risiko bencana.

Wawan juga mengungkapkan, simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, baik gempa bumi maupun kebakaran. Kegiatan ini juga sesuai dengan surat edaran Gubernur Jawa Barat tentang peningkatan kewaspadaan terhadap gempa bumi megathrust di Selat Sunda.

Dalam simulasi ini, tim BPBD menurunkan 15 personel dari unit Damkar untuk membantu pelaksanaan kegiatan. Wawan juga menekankan pentingnya pelatihan semacam ini untuk mengurangi kepanikan di antara warga binaan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya terbatas di Lapas, tetapi juga bisa diperluas ke berbagai lokasi lain di Kota Banjar,” kata Wawan. Kamis, (26/09/2024).

Dalam pelaksanaan simulasi, para peserta dilatih untuk melakukan evakuasi dengan cepat dan tertib. Wawan menambahkan bahwa sosialisasi tentang langkah-langkah yang harus diambil sebelum, selama, dan setelah bencana menjadi bagian penting dari kegiatan ini.

“Kami ingin semua orang tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat,” katanya.

Wawan menyampaikan harapannya agar simulasi dan sosialisasi kesiapsiagaan bencana dapat menjadi agenda rutin di Kota Banjar. 

“Kesiapsiagaan ini sangat penting untuk meminimalisir dampak buruk dari bencana. Kita harus siap menghadapi segala kemungkinan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Banjar, Amico Balalembang, menambahkan bahwa simulasi ini diadakan untuk memastikan semua pegawai dan warga binaan memahami langkah-langkah yang perlu diambil saat terjadi bencana.

“Penyuluhan dan simulasi kondisi darurat sangat penting untuk mitigasi dampak yang mungkin terjadi,” kata Amico.

Amico menjelaskan bahwa pemahaman yang baik tentang prosedur evakuasi akan mengurangi risiko korban jiwa dan luka.

Amico juga mencatat bahwa saat ini terdapat 329 warga binaan di Lapas Kelas IIB Banjar. Dengan jumlah yang cukup besar tersebut, potensi kepanikan saat terjadi bencana menjadi perhatian utama.

BACA JUGA: Pemkab Pangandaran Hibahkan Tanah untuk Pembangunan POB dan Gedung BHRD

“Kegiatan ini bertujuan membekali petugas dan warga binaan dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Sementara itu, Amico juga berharap agar kegiatan serupa dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana di kalangan masyarakat. Ia percaya bahwa dengan pengetahuan yang tepat, warga binaan dan petugas akan lebih siap menghadapi bencana yang mungkin terjadi di masa depan.

Dengan adanya simulasi ini, diharapkan masyarakat, khususnya di lingkungan Lapas Kelas IIB Banjar, dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan mereka. Kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan siap menghadapi tantangan bencana di masa mendatang. Pengetahuan dan keterampilan yang didapat dari simulasi ini diharapkan dapat diterapkan dalam situasi nyata, sehingga mampu meminimalisir risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana. (Jo/lintasproangan.com)

Pemkab Pangandaran Hibahkan Tanah untuk Pembangunan POB dan Gedung BHRD

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH .  Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah mengambil langkah penting dengan menghibahkan sebidang tanah seluas satu hektare untuk pembangunan Pusat Observasi Bulan (POB) dan Gedung Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD).

Lokasi tanah tersebut berada di sekitar Pantai Keusik Luhur, Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak. Penyerahan tanah ini dilakukan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, yang diharapkan dapat memperkuat fungsi keagamaan dan sosial di daerah tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran, Yayan Herdiana, menjelaskan bahwa saat ini proses sertifikasi tanah sedang berlangsung.

“Sekarang lagi di proses sertifikasi sama Pemda, bentuk penggunaanya itu HPL (Hak Pengelolaan Lahan).” Meskipun belum ada kepastian mengenai kapan pembangunan POB akan dimulai,” kata Yayan.

Estimasi total anggaran untuk pembangunan POB dan gedung sekretariat BHRD mencapai Rp 20 miliar. Yayan merincikan bahwa untuk pembangunan POB diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp 5 miliar, sementara untuk gedung sekretariat juga dibutuhkan dana sebesar Rp 5 miliar.

“Sebenarnya relatif untuk kebutuhannya, hanya posisin bangunan  harus tinggi, di atas permukaan laut.” jelasnya .

POB ini direncanakan tidak hanya sebagai tempat untuk pengamatan bulan, tetapi juga sebagai pusat informasi dan edukasi masyarakat.

“POB ini memiliki beberapa fungsi, di antaranya sebagai pusat informasi, edukasi, bahkan wisata,” tambah Yayan.

Dia menegaskan pentingnya POB dalam memantau posisi bulan, yang akan menjadi penentu waktu shalat, awal puasa, dan lebaran. Dengan adanya POB, masyarakat di Kabupaten Pangandaran diharapkan dapat lebih memahami penentuan waktu keagamaan.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan anggaran, pihak Kemenag berencana mengajukan proposal ke Kementerian Agama, Pemkab Pangandaran, serta melibatkan pihak swasta dan dana CSR.

“Atau bisa juga surat obligasi syariah atau sukuk. Langkah ini diambil untuk memastikan pembangunan POB dan gedung BHRD dapat berjalan dengan lancar dan sesuai rencana,” ucap Yayan.

Sebelum keputusan ini diambil, kata Yayan  ada beberapa lokasi yang dipertimbangkan untuk pembangunan POB di Pangandaran.

Sementara Ujang Sutaryat, Kasi Binmas Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran, menyatakan bahwa lokasi lain yang sempat dipertimbangkan antara lain Pasir Putih dan Pasir Gintung. Namun, menurutnya, Keusik Luhur menjadi pilihan utama karena aksesibilitas dan potensi pengembangan yang lebih baik.

BACA JUGA: Tradisi Jamasan: Merayakan Warisan Budaya di Ciamis

Dengan langkah ini, diharapkan Pangandaran akan memiliki fasilitas yang dapat mendukung aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat. Pembangunan POB dan Gedung BHRD diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penentuan waktu keagamaan, sekaligus menjadi daya tarik wisata yang mendidik.

“Semoga proyek ini dapat segera terwujud dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” harap Yayan. (KMP/infopriangan.com)

Tradisi Jamasan: Merayakan Warisan Budaya di Ciamis

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Tradisi Jamasan kembali digelar di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Acara ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun, khususnya pada bulan Rabiul Awal atau Mulud, sebagai bentuk penghormatan dalam menyambut Hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi Jamasan diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga sebagai cara untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang kaya di daerah tersebut. Kamis, (26/09/2024)

Pelaksanaan tahun ini berlangsung di Situs Jambansari, yang merupakan tempat bersejarah di Ciamis. Acara dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk para keturunan Kerajaan Galuh, anggota Dewan Kebudayaan, budayawan, serta perwakilan pemerintah yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pariwisata.

Kehadiran para tokoh ini menunjukkan betapa pentingnya tradisi Jamasan bagi masyarakat lokal dan perlunya dukungan dari berbagai pihak untuk melestarikannya.

Jamasan, yang juga sering disebut sebagai siraman, memiliki makna mendalam. Tradisi ini melibatkan proses membersihkan dan menyucikan sembilan benda pusaka inti dari Keraton menggunakan air khusus. Benda pusaka ini dianggap sebagai warisan leluhur yang harus dijaga dan dirawat.

“Tradisi ini penting untuk memastikan bahwa pusaka yang telah ada sejak zaman dahulu tetap terpelihara,” ungkap seorang budayawan yang turut hadir di acara tersebut.

Secara filosofis, Jamasan merupakan bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Ciamis. Ritual ini tidak hanya sekadar pembersihan fisik, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai spiritual dan budaya yang terkandung dalam warisan leluhur.

“Ini adalah investasi budaya yang harus diturunkan kepada generasi mendatang, sehingga mereka dapat memahami dan menghargai akar budaya mereka,” jelas seorang anggota Dewan Kebudayaan.

Rangkaian acara Jamasan dimulai dengan kehadiran keluarga keturunan Bupati Ciamis ke-16, Raden Adipati Aria Kusumadiningrat. Mereka membawa sejumlah pusaka dari Museum Keraton Selagagangga ke lokasi prosesi.

Momen ini sangat berarti, karena menunjukkan kontinuitas tradisi dan hubungan antara generasi. Setelah benda-benda pusaka tersebut tiba, proses pembersihan dilakukan dengan menggunakan air khusus yang telah disiapkan sebelumnya. Ritual ini dilakukan dengan penuh khidmat, melibatkan doa dan harapan agar pusaka tersebut senantiasa diberkahi.

Tradisi Jamasan bukan hanya menjadi momen berkumpul bagi masyarakat, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat ikatan sosial. Kegiatan ini menarik perhatian banyak warga, yang datang untuk menyaksikan dan merasakan nuansa spiritual dari acara tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi ini masih sangat relevan dan dihargai oleh masyarakat Ciamis.

BACA JUGA: Peningkatan Ekowisata di Desa Cibeureum, Ciamis: Pelatihan Pemandu Wisata

Melalui pelaksanaan tradisi Jamasan, diharapkan masyarakat Ciamis dapat terus menjaga dan melestarikan kearifan lokal serta nilai-nilai budaya yang ada. “

Kami berharap bahwa dengan mengadakan tradisi ini, masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya melestarikan budaya dan menjunjung tinggi nilai-nilai lokal,” tambah seorang tokoh masyarakat.

Dengan demikian, tradisi Jamasan tidak hanya menjadi ajang merayakan warisan budaya, tetapi juga sebagai upaya untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan menghargai sejarahnya. Keberlanjutan tradisi ini akan memastikan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat terus hidup dan berkembang di masa depan. (PT Santoso/lintaspriangan com)

Peningkatan Ekowisata di Desa Cibeureum, Ciamis: Pelatihan Pemandu Wisata

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat baru-baru ini melaksanakan praktek pemandu ekowisata di Desa Wisata Cibeureum, Kabupaten Ciamis. Dengan berbagai potensi alam yang dimiliki, Desa Cibeureum diproyeksi menjadi salah satu destinasi wisata kelas premium di Jawa Barat.

Kegiatan praktek pemandu ekowisata ini berlangsung di Situ Cibubuhan, Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri. Narasumber utama dalam pelatihan ini adalah Tri Sulihanto Putra, CEO dan Founder Malang Travelista. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pemandu wisata dengan kemampuan dan keterampilan dalam menyajikan informasi menarik tentang ekowisata kepada pengunjung.

Tri Sulihanto menjelaskan pentingnya pelatihan ini. “Desa Cibeureum adalah salah satu desa prioritas. Oleh karena itu, pemandu wisata perlu memahami keunggulan destinasi yang mereka tawarkan,” ujarnya. Ia berharap peningkatan kemampuan dan pengetahuan para pemandu akan berdampak positif pada perekonomian lokal dan daya tarik wisata desa tersebut.

BACA JUGA: Pemkab Ciamis Raih Penghargaan “Anindhita Wistara Data” untuk Kedua Kalinya

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pengetahuan dasar, tetapi juga mengembangkan jaringan pemandu dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ini menjadi penting untuk menciptakan sinergi antara wisatawan dan produk lokal. “Keterampilan yang kami ajarkan mencakup aksesibilitas dan cara menghubungkan wisatawan dengan UMKM setempat,” tambahnya.

Selain itu, Tri Sulihanto Putra juga menjabat sebagai Sekjen East Java Ecotourism Forum (EJEF) Jawa Timur. Ia menginginkan pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi para pemandu ekowisata. Hal ini penting agar mereka dapat memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang kepemanduan ekowisata.

Melalui inisiatif ini, diharapkan Desa Cibeureum tidak hanya dapat menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat, sehingga ekowisata dapat berkembang dengan berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata. Dengan dukungan dari berbagai pihak, Desa Cibeureum berpotensi untuk menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. (FT Santoso/lintaspriangan.com)

Pemkab Ciamis Raih Penghargaan “Anindhita Wistara Data” untuk Kedua Kalinya

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Pemerintah Kabupaten Ciamis baru saja meraih penghargaan bergengsi “Anindhita Wistara Data” untuk yang kedua kalinya. Penghargaan tersebut disampaikan kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ciamis di Jakarta. Kamis, (26/09/2024).

Tino Armyanto menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata dari kerja keras yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran Pemkab Ciamis dalam pengelolaan data statistik.

Ia juga menjelaskan bahwa penghargaan “Anindhita Wistara Data” diberikan berdasarkan Evaluasi Penyediaan Sistem Statistik (EPSS) tahun 2024. Kabupaten Ciamis berhasil meraih nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) sebesar 2,92, yang menempatkannya dalam kategori “BAIK”.

“Penghargaan ini bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga merupakan tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas penyediaan data,” ujarnya.

Tino menekankan pentingnya data yang akurat dan transparan dalam pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan daerah.

Penghargaan “Anindhita Wistara Data” diberikan oleh pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi terhadap daerah yang mampu mengelola dan menyediakan data statistik yang handal. Melalui evaluasi yang ketat, daerah-daerah dinilai berdasarkan standar yang ditetapkan.

“Kami berharap penghargaan ini dapat memotivasi seluruh jajaran Pemkab untuk terus bekerja keras dalam penyediaan data yang lebih baik.” kata Tino.

Selama ini, Pemkab Ciamis kata Tino. telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan sistem statistik di wilayahnya. Salah satu langkah yang diambil adalah memperkuat kerjasama dengan instansi terkait dalam pengumpulan dan pengolahan data.

“Kami juga melibatkan masyarakat dalam proses pengumpulan data, sehingga hasil yang diperoleh lebih akurat dan sesuai dengan kebutuhan.” paparnya.

Ciamis, yang dikenal dengan potensi sumber daya alamnya, kini semakin berkomitmen untuk mengembangkan sistem informasi yang modern. Dengan penghargaan ini, Kabupaten Ciamis mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kabupaten unggul dalam penerapan sistem statistik.

Tino berharap prestasi ini dapat mendorong pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan data untuk pembangunan daerah.

Tino berjanji, akan terus melakukan inovasi dalam pengelolaan data, agar bisa lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sehingga setiap kebijakan yang diambil didasarkan pada data yang valid dan akurat.

Penghargaan ini menjadi salah satu pencapaian penting bagi Kabupaten Ciamis, yang menunjukkan komitmen dan dedikasi dalam pengelolaan data.

“Kami akan terus berusaha untuk menjaga dan meningkatkan kualitas sistem statistik kami, agar Ciamis bisa lebih bersaing dan berkembang.” ucap Tino.

Dengan pencapaian ini, Pemkab Ciamis berharap dapat menarik perhatian lebih banyak investasi dan perhatian dari pemerintah pusat. Selain itu, keberhasilan ini diharapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

BACA JUGA: Kunjungan Mahasiswa KKN UNIGAL ke Home Industri Sotong di Desa Bojongmalang

Melihat ke depan, Tino menekankan pentingnya pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi pegawai di bidang statistik.

“Kami akan mengadakan berbagai program pelatihan agar seluruh jajaran Pemkab siap menghadapi tantangan dalam pengelolaan data di era digital,” tutupnya.

Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, Pemkab Ciamis optimis dapat terus mencetak prestasi di bidang statistik dan pembangunan daerah. (RS/lintaspriangan.com)

Kunjungan Mahasiswa KKN UNIGAL ke Home Industri Sotong di Desa Bojongmalang

0

infopriangan com, BERITA DAERAH. Mahasiswa KKN Universitas Galuh melakukan kunjungan ke Home Industri Sotong yang berlokasi di Dusun Kaso, Desa Bojongmalang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan untuk mendukung dan memajukan potensi lokal, khususnya dalam sektor usaha kecil.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada mahasiswa mengenai praktik usaha yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat.

Home Industri Sotong di Bojongmalang telah menjadi salah satu industri unggulan di desa tersebut. Dengan fokus pada produk olahan sotong, industri ini telah dikenal luas di kalangan masyarakat setempat dan di luar daerah. Mahasiswa KKN berkesempatan untuk melihat secara langsung proses produksi sotong, mulai dari tahap pembuatan adonan hingga pengemasan produk.

Saat berada di lokasi, mahasiswa disambut hangat oleh para pekerja. Salah satu pekerja menjelaskan bahwa bahan dasar yang digunakan untuk membuat sotong adalah tepung terigu dan tepung tapioka.

“Kami memilih kedua bahan ini karena mudah didapat, ekonomis, dan fleksibel untuk diolah menjadi berbagai macam produk makanan berkualitas,” ungkapnya.

Proses produksi sotong dimulai dengan pencampuran bahan-bahan. Mahasiswa kemudian diperlihatkan bagaimana adonan dibentuk dan dicetak menjadi berbagai bentuk sotong yang menarik. Dalam satu kali produksi, dari 7 kilogram adonan dapat dihasilkan sekitar 2000 pcs sotong.

“Pembuatan sotong ini tidak dilakukan setiap hari. Kami hanya memproduksi sesuai dengan orderan yang masuk,” tambah pekerja tersebut.

Hal ini menunjukkan efisiensi dan kemampuan industri dalam merespons permintaan pasar.

Kualitas produk menjadi fokus utama dalam industri ini. Home Industri Sotong berkomitmen untuk menjaga mutu dan cita rasa sotong agar tetap diminati oleh konsumen.

Produk sotong yang dihasilkan telah didistribusikan ke berbagai daerah, termasuk Bandung, Depok, dan bahkan Yogyakarta. Keberhasilan distribusi ini menunjukkan bahwa produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas, serta membuka peluang bagi pengembangan usaha yang lebih besar.

Kunjungan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, tetapi juga memperkuat hubungan antara universitas dan masyarakat.

Mahasiswa KKN juga merasa terinspirasi oleh semangat kewirausahaan yang ditunjukkan oleh pemilik dan pekerja industri. Mereka juga menyadari pentingnya dukungan terhadap usaha kecil dalam meningkatkan ekonomi lokal.

“Kegiatan ini memberikan kami gambaran yang jelas tentang bagaimana usaha kecil dapat berkembang dan berkontribusi pada perekonomian desa,” kata salah satu mahasiswa.

BACA JUGA: 52 Sertifikat Tanah Elektronik Diserahkan Mentri AHY di Pasuruan

Di akhir kunjungan, mahasiswa KKN dan para pekerja melakukan diskusi mengenai tantangan yang dihadapi oleh usaha kecil, termasuk pemasaran dan pengelolaan keuangan. Diskusi ini memperkaya wawasan mahasiswa tentang realitas yang dihadapi oleh pelaku usaha kecil, serta memberikan inspirasi untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam praktik di lapangan.

Secara keseluruhan, kunjungan ke Home Industri Sotong di Desa Bojongmalang menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKN Universitas Galuh. Kamis, (26/09/2024)

Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar tentang proses produksi, tetapi juga tentang pentingnya inovasi dan kualitas dalam mengelola usaha. Dengan harapan, pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi mereka dalam mengembangkan potensi usaha di masa depan. (RN/lintaspriangan.com)

52 Sertifikat Tanah Elektronik Diserahkan Mentri AHY di Pasuruan

0

lintaspriangan com, BERITA NASIONAL. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan penyerahan 52 Sertifikat Tanah Elektronik di Desa Ranggeh, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang bertujuan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat terkait hak atas tanah. Kamis, (26/09/2024).

Dalam acara tersebut, Menteri AHY bertemu dengan Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf, seorang ulama yang merupakan pemimpin Rabithah Alawiyah. Pertemuan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam memberikan perlindungan terhadap hak tanah masyarakat.

Menteri AHY menjelaskan bahwa sertifikat yang diserahkan sangat penting untuk memastikan bahwa tanah yang dimiliki masyarakat tidak akan diserobot oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan

“Saya sowan kepada salah satu tokoh ulama di Pasuruan, kita serahkan ada sertifikat hak milik untuk Yayasan Sunniyah Salafiyah. Sekarang ada kepastian hukum, tidak akan diserobot oleh siapa pun, tidak akan ada mafia tanah,” katanya.

Selain itu, Menteri AHY juga menyerahkan empat sertifikat tanah wakaf untuk musala di desa tersebut. Salah satu musala yang mendapatkan sertifikat telah berdiri sejak tahun 1912 dan belum pernah memiliki sertifikat resmi.

Menteri AHY berharap sertifikat ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah dalam beribadah.

AHY juga mengatakan, ada satu yang sudah berdiri sejak tahun 1912, artinya sudah 112 tahun berdiri, digunakan, tapi belum pernah mendapatkan sertifikat yang sah dari negara. Sekarang harus disyukuri, karena sekarang jemaah bisa lebih tenang beribadah.

Habib Taufiq Assegaf mengapresiasi langkah Kementerian ATR/BPN dalam melakukan sertifikasi tanah. Ia menyoroti masih banyak masyarakat yang belum memiliki kepastian hukum terkait hak atas tanah mereka. Menurutnya, pemerintah perlu terus membantu masyarakat yang kesulitan dalam proses pengurusan sertifikat. Ia mengatakan,

“Masyarakat ini banyak yang belum mampu atau tidak tahu strukturalnya, sehingga mereka perlu dibantu. Bagus pemerintah mengadakan itu (PTSL) sangat membantu bagi masyarakat. Kasihan mereka ingin punya sertipikat, dengan adanya program ini mungkin bisa membantu,” ucapnya

Acara penyerahan sertifikat dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pasuruan. Pj. Bupati Pasuruan bersama Forkopimda setempat juga hadir dalam acara tersebut, menunjukkan dukungan dari pemerintah daerah terhadap program sertifikasi tanah ini.

BACA JUGA: Gebyar Lomba Mewarnai dan Pentas Gerak Lagu di Kecamatan Banjaranyar

Menteri AHY menegaskan bahwa keberadaan sertifikat tanah sangat penting dalam menjaga hak milik masyarakat. Ia menekankan bahwa program PTSL adalah salah satu solusi untuk mencegah sengketa tanah dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Ia berharap, program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama di daerah yang masih membutuhkan perhatian.

Dengan penyerahan sertifikat tanah ini, masyarakat Desa Ranggeh diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang, serta memiliki kepastian hukum atas tanah yang mereka miliki.

*Keberhasilan program PTSL diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain, mendorong perlindungan hak atas tanah bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (Redaksi)

Gebyar Lomba Mewarnai dan Pentas Gerak Lagu di Kecamatan Banjaranyar

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, baru-baru ini menggelar acara Gebyar Lomba Mewarnai dan pentas gerak lagu untuk orang tua siswa.

Acara yang diadakan di Aula Desa Langkapsari ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun Himpaudi yang ke-19 tahun 2024.

Ketua Himpaudi Kecamatan Banjaranyar, Azis Mutamin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi dan kreativitas siswa serta melibatkan orang tua dalam pendidikan anak.

Dalam acara tersebut, Azis menyampaikan bahwa sebanyak 363 siswa dari 16 lembaga PAUD, Kober, dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) mengikuti lomba mewarnai.

Ia menekankan bahwa acara ini lebih dari sekadar perayaan, melainkan juga sebagai upaya meningkatkan partisipasi orang tua. “Kami ingin melihat orang tua terlibat aktif dan menunjukkan kreativitas mereka dalam mendukung pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Acara ini tidak hanya dihadiri oleh siswa dan orang tua, tetapi juga melibatkan perangkat desa dan pihak kecamatan.

Azis berharap kolaborasi ini dapat menciptakan sinergi dalam mendidik anak usia dini.

“Dengan melibatkan semua pihak, kita bisa mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik,” ucapnya.

Lomba mewarnai dinilai berdasarkan kerapihan dan kreativitas anak. Sedangkan pentas gerak lagu bagi orang tua dinilai dari keserasian gerakan dan kekompakan.

Azis juga menuturkan bahwa pemenang lomba akan mendapatkan piala dan uang pembinaan. “Kami ingin memberikan apresiasi kepada peserta yang menunjukkan dedikasi dan kreativitas,” jelasnya.

Salah satu orang tua yang hadir dalam acara tersebut, Ibu Ratna, mengungkapkan kebanggaannya melihat anaknya berpartisipasi. “Saya sangat senang bisa melihat anak saya menunjukkan bakatnya di depan banyak orang. Ini adalah pengalaman yang berharga bagi kami,” katanya.

Azis juga berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis memberikan dukungan lebih kepada sekolah-sekolah Himpaudi. Ia menginginkan adanya perbaikan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. “Kami sangat berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, terutama dalam hal fasilitas yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Selain itu, Azis menyebutkan pentingnya kerjasama antara lembaga pendidikan dan orang tua.

“Kami percaya bahwa pendidikan yang baik memerlukan dukungan dari semua pihak. Dengan bersinergi, kita bisa menciptakan lingkungan yang mendukung bagi anak-anak kita,” katanya.

BACA JUGA: Upacara Adat Nyangku di Kecamatan Panjalu: Menghormati Sejarah dan Masyarakat

Acara Gebyar Lomba Mewarnai dan Pentas Gerak Lagu ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di Kecamatan Banjaranyar.

Azis yakin bahwa dengan kerjasama yang baik, semua tujuan pendidikan bisa tercapai. “Kami ingin agar semua stakeholder bisa bersatu untuk memajukan pendidikan usia dini,” tutupnya.

Dengan antusiasme yang ditunjukkan oleh semua pihak, acara ini diharapkan tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga langkah konkrit dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di daerah tersebut.  (RR/lintaspriangan.com)

Upacara Adat Nyangku di Kecamatan Panjalu: Menghormati Sejarah dan Masyarakat

0

lintaspriangan.com. BERITA DAERAH. Pada bulan Rabbiul Awal atau bulan Mulud, masyarakat Kecamatan Panjalu akan menggelar Upacara Adat Nyangku. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Senin, 30 September 2024.

Upacara tersebut merupakan tradisi yang diadakan untuk membersihkan benda-benda peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora dan para Raja Panjalu, serta Bupati terdahulu. Dalam tradisi ini, masyarakat Panjalu tidak hanya sekadar mengingat sejarah, tetapi juga menghayati makna dari upacara tersebut.

Menurut salah satu tokoh masyarakat setempat, upacara adat nyangku ini adalah bentuk penghormatan kepada Prabu Sanghyang Borosngora.

Masyarakat meyakini bahwa upacara ini memiliki nilai-nilai kebaikan yang dapat diambil pelajaran. Dengan membersihkan benda pusaka, mereka juga melakukan introspeksi diri atas kesalahan-kesalahan yang mungkin telah diperbuat. Hal ini menunjukkan bahwa Nyangku tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Rangkaian prosesi Upacara Adat Nyangku dimulai dengan pengambilan air keramat. Masyarakat akan mengambil air dari paling sedikit tujuh mata air yang tersebar di sekitar desa.

“Mata air yang kami ambil adalah sumber-sumber yang dipercaya sebagai petilasan Prabu Sanghyang Borosngora,” ungkap salah satu panitia.

Mata air tersebut, seperti Situ Lengkong dan Karantenan, dipercaya memiliki khasiat yang khusus untuk upacara ini.

Setelah pengambilan air, air keramat tersebut akan disimpan di tempat khusus. Proses tawasul pun dilakukan, di mana para santri mengucapkan doa selama 40 hari sebelum pelaksanaan upacara.

“Kami percaya bahwa doa yang dipanjatkan selama 40 hari akan memberikan berkah pada acara ini,” kata seorang santri.

Pada malam sebelum upacara, diadakan pengajian dan pembacaan Sholawat Nabi di Pasucian “Bumi Alit. Kegiatan ini tidak hanya sebagai persiapan spiritual, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berkumpulnya masyarakat.

“Kami merayakan kebersamaan ini dengan menampilkan seni tradisi Gembyung dan Debus,” ujar seorang seniman lokal.

Ketika hari upacara tiba, prosesi dimulai dengan pengambilan benda-benda pusaka dari Pasucian “Bumi Alit. Benda pusaka tersebut akan dikirab menuju Pulau Nusa Gede.

“Kami menggendong benda pusaka seperti menggendong bayi, sebagai tanda penghormatan,” jelas salah satu keturunan Raja Panjalu. Ini menunjukkan betapa dalamnya rasa hormat masyarakat terhadap warisan budaya mereka.

Setelah kirab, benda pusaka dibawa ke Taman Borosngora untuk ritual pembersihan.

Di alun-alun Panjalu, benda-benda pusaka tersebut dicuci dengan air kembang dan diberi wangi-wangian, dihadiri oleh masyarakat yang ingin menyaksikan.

“Melihat ritual ini membuat kami merasa lebih dekat dengan sejarah dan leluhur kami,” kata seorang warga setempat.

BACA JUGA: Dukungan Kak SetoTerhadap Pembentukan Direktorat PPA-PPO oleh Kapolri

Setelah selesai, benda-benda pusaka tersebut akan diarak kembali ke Pasucian “Bumi Alit.”

Upacara Adat Nyangku bukan hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. “Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan perekonomian di sekitar Panjalu,” ungkap seorang pelaku usaha lokal.

Melalui Upacara Adat Nyangku, masyarakat Panjalu tidak hanya merayakan warisan budaya, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga sejarah. (FT Santoso/lintas priangan.com)

Dukungan Kak SetoTerhadap Pembentukan Direktorat PPA-PPO oleh Kapolri

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, menyambut dengan antusias pembentukan Direktorat Tindak Pidana Pelayanan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam sebuah pernyataan resmi, Kak Seto menyatakan bahwa pembentukan direktorat ini adalah langkah penting dalam meningkatkan perlindungan bagi perempuan dan anak di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa LPAI telah lama bekerja sama dengan Mabes Polri dalam berbagai inisiatif untuk menangani kasus-kasus kekerasan dan kejahatan terhadap anak.

Kak Seto mengungkapkan keyakinannya bahwa dengan adanya unit baru ini, pengungkapan kasus-kasus kejahatan dapat dilakukan dengan lebih efektif. “Kami memberikan dukungan sepenuhnya terhadap apa yang sudah dibentuk oleh Bapak Kapolri,” ujarnya.

Kak Seto juga menekankan betapa banyaknya tantangan yang dihadapi dalam mengungkap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dia mengamati bahwa seringkali pelaku kejahatan tersebut tidak dapat diungkap karena berbagai hambatan.

“Mudah-mudahan dengan adanya Direktorat ini, penindakan tegas terhadap pelaku-pelaku kejahatan bisa semakin ditingkatkan lagi,” harapnya.

Ia melanjutkan dengan menjelaskan bahwa kehadiran direktorat baru ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan kasus, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama bagi perempuan dan anak. Selain itu, Kak Seto juga menjelaskan pentingnya sinergi antara LPAI dan kepolisian, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami bekerja sama dengan kepolisian di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Meksiko, Australia, dan Thailand untuk menangani masalah perdagangan orang, khususnya perdagangan anak,” tuturnya.

Kak Seto mengungkapkan harapannya bahwa pembentukan Direktorat PPA-PPO akan membawa dampak positif yang signifikan. Ia percaya bahwa langkah ini adalah langkah maju dalam upaya penegakan hukum di Indonesia.

“Kami apresiasi terhadap Bapak Kapolri atas dibentuknya direktorat tersebut,” kata Kak Seto. Dia berharap bahwa kolaborasi antara LPAI dan Polri akan semakin kuat dan terfokus pada isu-isu krusial yang dihadapi oleh perempuan dan anak.

Dalam penutupan, Kak Seto menyatakan keyakinannya bahwa dengan dukungan yang tepat, penegakan hukum terhadap kejahatan terhadap perempuan dan anak akan semakin efektif.

“Mudah-mudahan Direktorat ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan benar-benar bisa meningkatkan penindakan yang tegas terhadap para pelaku,” pungkasnya.

BACA JUGA: Peluncuran Tahapan Kampanye dan Deklarasi Damai KPU Kota Tasikmalaya

Pembentukan Direktorat PPA-PPO ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga bukti nyata dari komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melindungi perempuan dan anak di Indonesia.

Dengan langkah ini, diharapkan akan terjadi peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan ini, serta mendorong lebih banyak korban untuk melapor dan mendapatkan keadilan.

Secara keseluruhan, dukungan Kak Seto dan LPAI terhadap inisiatif Kapolri ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara lembaga masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Langkah ini adalah sinyal positif bagi semua pihak bahwa keadilan akan ditegakkan, dan pelaku kejahatan akan dihadapkan pada konsekuensi dari tindakan mereka. (WN/lintaspriangan.com)