Beranda blog Halaman 16

Waspada! Ini 5 Modus Kejahatan Siber Jelang Lebaran

lintaspriangan.comBERITA NASIONAL. Kejahatan siber jelang Lebaran kembali menjadi perhatian publik. Setiap tahun, momen Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri selalu diikuti lonjakan aktivitas transaksi digital masyarakat.

Mulai dari belanja online, penukaran uang baru, pembayaran zakat, donasi online, hingga pembelian tiket mudik, semuanya kini bisa dilakukan secara daring. Praktis memang, tetapi di balik kemudahan itu tersimpan celah yang sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.

Direktorat Reserse Siber kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang marak muncul saat menjelang Lebaran.

Pasalnya, pelaku kejahatan biasanya memanfaatkan dua hal yang sedang tinggi saat Ramadan: kebutuhan masyarakat dan emosi menjelang hari raya.

Singkatnya, saat orang sedang sibuk berburu diskon, menukar uang baru, atau menunaikan zakat, penipu juga ikut “sibuk”—bedanya, mereka berburu korban.


1. Penipuan Belanja Online dengan Promo Menggiurkan

Modus pertama yang paling sering muncul dalam kasus kejahatan siber jelang Lebaran adalah penipuan belanja online.

Biasanya pelaku membuat:

  • website palsu
  • akun media sosial palsu
  • toko online fiktif

Kemudian mereka menawarkan promo Lebaran besar-besaran dengan harga yang sangat murah, bahkan jauh di bawah harga pasar.

Contohnya:

  • smartphone diskon 70 persen
  • pakaian Lebaran harga setengah
  • paket hampers murah

Setelah korban tergiur dan melakukan transfer, barang yang dijanjikan tidak pernah dikirim.

Dalam banyak kasus, akun penjual langsung menghilang setelah menerima pembayaran.

Karena itu masyarakat diminta untuk selalu:

  • membeli dari marketplace resmi
  • mengecek reputasi penjual
  • menghindari transfer langsung ke rekening pribadi yang tidak jelas.

2. Penipuan Penukaran Uang Baru

Menjelang Idul Fitri, tradisi berbagi uang baru kepada keluarga dan anak-anak membuat permintaan penukaran uang meningkat drastis.

Situasi ini juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber jelang Lebaran.

Modus yang sering digunakan antara lain:

  • situs penukaran uang palsu
  • pesan berantai di WhatsApp
  • akun media sosial yang menawarkan jasa tukar uang cepat

Biasanya pelaku meminta korban untuk melakukan pembayaran terlebih dahulu sebagai biaya pemesanan atau administrasi.

Namun setelah transfer dilakukan, uang baru yang dijanjikan tidak pernah diterima.

Padahal secara resmi, penukaran uang baru biasanya dilakukan melalui:

  • bank
  • layanan resmi Bank Indonesia
  • lembaga perbankan yang bekerja sama.

Artinya, jika ada tawaran tukar uang baru yang terlalu mudah dan cepat, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.


Prediksi Persib vs Persik Kediri: Presisi, Berbasis Analisis Mendalam

lintaspriangan.com, SPORT.  Pertandingan Persib vs Persik Kediri pada pekan ke-25 Liga 1 Indonesia diprediksi menjadi laga yang berat bagi tim tamu. Berdasarkan analisis statistik, performa tim, serta probabilitas pasar taruhan, Persib Bandung memiliki keunggulan signifikan dalam duel yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (09/03/2026).

Laga Persib vs Persik Kediri ini mempertemukan dua tim dengan posisi klasemen yang cukup jauh berbeda.

Persib saat ini berada di puncak klasemen dengan koleksi 54 poin dari 23 pertandingan serta selisih gol +26. Konsistensi tersebut membuat Maung Bandung menjadi salah satu kandidat kuat juara Liga 1 musim ini.

Sebaliknya, Persik Kediri berada di peringkat ke-12 dengan 29 poin dari 24 pertandingan dan selisih gol -10.

Perbedaan 25 poin di klasemen menunjukkan adanya gap performa yang cukup signifikan. Dalam analisis kompetisi sepak bola profesional, selisih poin sebesar ini biasanya menggambarkan perbedaan level tim dalam hal konsistensi permainan.

Situasi tersebut membuat Persib Bandung datang ke pertandingan Persib vs Persik Kediri dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi.


Rekor Kandang Persib Jadi Ancaman Besar bagi Persik Kediri

Salah satu faktor utama yang membuat Persib diunggulkan dalam pertandingan Persib vs Persik Kediri adalah performa kandang yang sangat solid.

Dalam beberapa laga kandang terakhir, Persib mencatat persentase kemenangan 100 persen. Bahkan yang lebih mencolok, lini pertahanan Maung Bandung juga tampil sangat disiplin dengan catatan clean sheet di setiap laga kandang terbaru.

Artinya, setiap tim yang datang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api dalam periode tersebut gagal mencetak gol.

Atmosfer stadion berkapasitas sekitar 38 ribu penonton juga sering menjadi faktor penting yang memberikan tekanan psikologis kepada tim lawan.

Sebaliknya, Persik Kediri justru memiliki catatan tandang yang cukup mengkhawatirkan.

Dalam statistik pertandingan tandang musim ini, Persik belum meraih satu kemenangan pun.

Rata-rata Persik Kediri hanya mampu mencetak 0,67 gol per pertandingan tandang, sementara jumlah kebobolan mencapai 2,67 gol.

Angka tersebut menjadi sinyal bahwa lini pertahanan Persik berpotensi berada dalam tekanan besar saat menghadapi lini serang Persib yang cukup produktif.


Statistik Serangan: Siapa Lebih Produktif?

Dalam pertandingan Persib vs Persik Kediri, keunggulan Maung Bandung juga terlihat jelas dari statistik serangan.

Persib mencatat rata-rata 16,67 tembakan per pertandingan dengan sekitar 5,5 tembakan tepat sasaran.

Sementara itu, Persik Kediri hanya mencatat sekitar 8 tembakan per pertandingan dengan sekitar 3,67 tembakan tepat sasaran.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa Persib mampu menghasilkan hampir dua kali lebih banyak peluang dibandingkan Persik.

Efektivitas penyelesaian peluang juga memihak tim tuan rumah.

Persib memiliki tingkat konversi tembakan sekitar 11 persen, sedangkan Persik berada di kisaran 8 persen.

Artinya, Persib tidak hanya lebih agresif dalam menyerang, tetapi juga lebih efektif dalam mengubah peluang menjadi gol.


Kultum Aparatur 19: “Kepemimpinan dan Kaderisasi”

lintaspriangan.com, KULTUR. Suatu hari Rasulullah ﷺ mengutus seorang sahabat muda yang sangat cerdas dan berilmu, Mu‘adz bin Jabal r.a., ke Yaman. Tugasnya bukan sekadar menyampaikan ajaran Islam, tetapi juga menjadi pemimpin, hakim, dan pembina masyarakat.

Sebelum berangkat, Rasulullah ﷺ memanggilnya dan bertanya dengan penuh perhatian:

“Dengan apa engkau akan memutuskan perkara?”

Mu‘adz menjawab, “Dengan Kitab Allah.”

Rasulullah ﷺ bertanya lagi, “Jika tidak engkau temukan di dalamnya?”

Mu‘adz menjawab, “Dengan sunnah Rasulullah.”

Beliau bertanya kembali, “Jika tidak engkau temukan?”

Mu‘adz berkata, “Aku akan berijtihad dengan pikiranku.”

Rasulullah ﷺ pun menepuk dada Mu‘adz dengan penuh bangga seraya memuji Allah yang telah memberi petunjuk kepada utusan Rasul-Nya.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana Rasulullah ﷺ tidak hanya memimpin, tetapi juga membina kader. Beliau memberi kepercayaan kepada generasi muda, melatih kemampuan mereka, dan menyiapkan mereka untuk memikul tanggung jawab besar.

Kepemimpinan sejati tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ia melahirkan penerus.

kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Amanah Kepemimpinan

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Kullukum rā‘in wa kullukum mas’ūlun ‘an ra‘iyyatih
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan struktural. Ia adalah amanah yang menuntut tanggung jawab moral.

Seorang pemimpin tidak hanya bertugas mengatur pekerjaan, tetapi juga membina manusia. Ia harus mampu mengembangkan potensi orang-orang yang dipimpinnya agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih cakap, dan lebih bertanggung jawab.

Ramadhan mengingatkan bahwa amanah kepemimpinan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.


Pembinaan dalam Lingkungan Aparatur

Dalam kehidupan aparatur negara, keberlanjutan organisasi sangat bergantung pada proses kaderisasi.

Pemimpin yang baik tidak menciptakan ketergantungan pada dirinya. Sebaliknya, ia membangun sistem pembinaan agar organisasi tetap kuat meskipun kepemimpinan berganti.

Pembinaan dapat dilakukan melalui:

  • berbagi pengalaman,
  • memberikan kesempatan belajar,
  • melatih pengambilan keputusan,
  • dan memberi kepercayaan kepada generasi yang lebih muda.

Ketika aparatur senior membimbing yang lebih muda, terjadi transfer nilai, pengalaman, dan integritas.

Organisasi yang memiliki budaya pembinaan akan lebih adaptif dan berkelanjutan.


Regenerasi Kepemimpinan Bangsa

Nilai kebangsaan dari kaderisasi adalah regenerasi kepemimpinan.

Bangsa yang besar tidak hanya bergantung pada tokoh-tokoh besar di satu generasi. Ia harus terus melahirkan pemimpin baru yang berkualitas.

Regenerasi memastikan bahwa nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan pengabdian kepada negara tetap hidup dari generasi ke generasi.

Dalam konteks ini, aparatur negara memiliki peran penting sebagai penjaga kesinambungan kepemimpinan nasional.

Ramadhan menjadi momentum untuk menanamkan nilai kepemimpinan yang berakar pada moralitas dan pengabdian.


Refleksi 19 Ramadhan

Ramadhan hari kesembilan belas mengajak kita merenung:

Apakah kita hanya menjalankan tugas, atau juga membina orang lain?
Apakah kita menyiapkan generasi penerus yang lebih baik?
Apakah pengalaman yang kita miliki sudah dibagikan kepada yang membutuhkan?

Karena pada akhirnya, pemimpin yang hebat bukan hanya yang berhasil memimpin hari ini.

Tetapi yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru di masa depan.

Ramadhan mengajarkan: kepemimpinan sejati adalah yang melahirkan kader, bukan ketergantungan.


Rubrik Kultum Aparatur Ramadhan atau Kultur merupakan rubrik asuhan Abu Qinan.


kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Bupati Ciamis Ajak Masyarakat Jadikan Alquran Pedoman Hidup

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam membangun kehidupan yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan malam Nuzulul Quran 17 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Ciamis, Minggu (08/03/2026) malam.

Sebelumnya dilokasi yang sama, Bupati Herdiat bersama unsur Forkopimda, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat Tatar Galuh mengikuti kegiatan buka puasa bersama.

Dikatakan Bupati, Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.

“Al-Qur’an adalah sumber hidayah, ilmu pengetahuan, sekaligus inspirasi yang membimbing manusia menuju kehidupan yang beriman dan berakhlak mulia,” katanya.

Menurutnya, peringatan Nuzulul Quran tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dengan cara membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat menjadi landasan penting dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan di Kabupaten Ciamis,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan meningkatkan kepedulian sosial, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh rahmat dan ampunan.

“Ramadan mengajarkan kita tentang kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan. Mari jadikan momentum ini untuk mempererat silaturahmi juga meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis menyerahkan bantuan hibah keagamaan dari APBD Kabupaten Ciamis Tahun 2026 kepada DKM Masjid Agung Ciamis sebesar Rp150 juta.

“Semoga bantuan ini dapat mendukung pengembangan kegiatan keagamaan dan memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan umat,” ungkapnya.

Selain itu, secara simbolis juga diserahkan bantuan 20 mushaf Al-Qur’an dari Yayasan Bakrie Amanah kepada UPZ Kampung Zakat Desa Panyingkiran.

“Saya harap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan semangat masyarakat dalam membaca dan mempelajari Al-Qur’an,” harapnya.

BACA JUGA: Walaupun Tak Berpenghuni, Rumdin Wabup Ciamis Tetap Terawat

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, menyampaikan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama juga melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan.

Kegiatan tersebut meliputi, Pesantren Ramadan tingkat Kabupaten Ciamis bagi pelajar SLTA, SLTP, lansia, hingga kalangan jurnalis yang dilaksanakan pada 27 Februari hingga 5 Maret 2026.

“Pemkab juga melaksanakan kegiatan Tarawih Keliling tingkat kabupaten yang telah dilaksanakan di sejumlah wilayah eks kewedanaan seperti Banjarsari, Rancah, Kawali, dan Panumbangan, serta akan dilanjutkan di wilayah Ciamis,” jelasnya.

Peringatan Nuzulul Quran tersebut berlangsung khidmat dan diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat Tatar Galuh Ciamis. (FSL).

Ajang KR-Fest 2026, Najwa Nada Hanifa Sabet Juara 1 Vocal Religi

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Ajang Kapolres Ramadan Festival (KR-Fest) menyemarakkan bulan Ramadhan 1447 H/2026 Masehi di Kabupaten Ciamis. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi Polres Ciamis dan Pondok Pesantren Darussalam ini berlangsung di Gedung Serbaguna Nadwatul Ummah, Sabtu (07/03/2026).

Festival religi ini menghadirkan sejumlah perlombaan, di antaranya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat SD dan SMP serta Solo Vocal Religi. Kedua cabang lomba tersebut dibagi ke dalam dua kategori usia, yakni kategori anak dan remaja.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai daerah di wilayah Priangan Timur, di antaranya Kabupaten Ciamis, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, hingga Kabupaten Pangandaran.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut menambah semarak festival sekaligus memperkuat semangat ukhuwah Islamiyah di kalangan generasi muda.

Tampilkan Lagu Religi Sarat Pesan Spiritual

Pada lomba Solo Vocal Religi, para peserta membawakan sejumlah lagu religi yang telah ditentukan oleh panitia. Lagu-lagu tersebut tidak hanya bernuansa islami, tetapi juga sarat pesan spiritual serta nilai-nilai keagamaan.

Adapun lagu yang dilombakan di antaranya “Harapan dan Do’a” karya Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah (Mamang Day), serta dua lagu karya Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi (Ang Icep) yaitu “Istighfār” dan “Ramadhan Mubarak.”

Salah seorang peserta yang berhasil mencuri perhatian adalah Najwa Nada Hanifa (13) yang akrab disapa Nada. Siswi kelas VII SMPN 1 Banjar berhasil meraih Juara 1 Solo Vocal Religi kategori usia 10–13 tahun.

“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa meraih juara pertama karena semua pesertanya bagus-bagus. Tadi saya membawakan lagu ‘Istighfar’ karya Bapak Fadlil Yani,” katanya, usai mengikuti lomba.

Nada mengaku mengikuti festival tersebut untuk menambah pengalaman sekaligus mengasah bakat bernyanyi yang telah ia tekuni sejak kecil.

Sebelumnya, Nada juga pernah mengikuti Darussalam Cup dan berhasil meraih Juara 2. Selain itu, ia juga pernah meraih Juara 1 tingkat Provinsi saat duduk di kelas VI SD serta Juara 3 Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA: KR-Fest 2026 Semarakkan Ramadhan di Ciamis

Bakat Bernyanyi Sejak Usia Dini

Sementara itu, ibunda Nada, Riyanti, mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih putrinya. Ia menilai persaingan dalam lomba tersebut cukup ketat karena para peserta memiliki kemampuan yang sangat baik.

“Pesertanya bagus-bagus dan kemampuannya tinggi. Saya tidak menyangka Nada bisa menjadi juara pertama. Alhamdulillah ini menjadi motivasi agar dia terus belajar dan mengembangkan bakatnya,” jelasnya.

Menurut Riyanti, bakat bernyanyi Nada sudah terlihat sejak kecil. Sejak usia sekitar lima tahun, Nada sudah gemar bernyanyi dan mulai mengikuti berbagai perlombaan untuk mengasah kemampuannya.

“Semoga prestasi ini dapat menjadi penyemangat bagi anak saya untuk terus belajar dan berlatih agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang,” pungkasnya. (FSL)

KR-Fest 2026 Semarakkan Ramadan di Ciamis

0

lintaspriangan.com. BERITA ​CIAMIS. Polres Ciamis bersama Pondok Pesantren Darussalam sukses menggelar Kapolres Ramadan Festival (KR-Fest) di Gedung Serbaguna Nadwatul Ummah, Sabtu (7/3/2026). Perhelatan religi ini menjadi ajang unjuk bakat bagi puluhan santri dan masyarakat umum di wilayah Priangan Timur.

Festival ini memperlombakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat SD-SMP serta Solo Vocal Religi kategori anak dan remaja. Uniknya, lomba vokal membawakan karya-karya lokal yang sarat makna, seperti lagu “Harapan dan Do’a” (Mamang Day) serta “Istighfār” dan “Ramadhan Mubarak” karya Pimpinan Ponpes Darussalam, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi (Ang Icep).

​Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., mengatakan KR-Fest merupakan wadah strategis untuk mempererat sinergi antara kepolisian dan lingkungan pesantren serta mendorong generasi muda untuk menyalurkan bakat dalam kegiatan positif di bulan Ramadan.

Ia pun sangat mengapresiasi potensi seni yang dimiliki para santri. Menurut Kapolres, sejumlah musisi dan penyanyi religi ternama di Indonesia juga banyak yang berasal dari lingkungan pesantren.

​“Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat seni dan religi mereka. Antusiasmenya luar biasa, tercatat sekitar 60 peserta mengikuti Solo Vocal Religi dan lebih dari 40 peserta di cabang MTQ,” katanya.

Kapolres mengajak para santri untuk terus mengembangkan potensi diri, baik di bidang seni, keagamaan, maupun olahraga. Ia juga menyampaikan, fasilitas Sport Center Polres Ciamis dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk para santri.

“Bagi santri yang memiliki hobi olahraga seperti badminton, basket, tenis, maupun voli, fasilitas Sport Center Polres Ciamis bisa dimanfaatkan. Ini milik kita bersama,” jelasnya.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut akan lahir qori-qori terbaik dari Kabupaten Ciamis yang kelak mampu berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional.

“Semoga dari kegiatan ini muncul qori terbaik yang lahir dari Darussalam dan dapat menjadi perwakilan Indonesia di tingkat internasional,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan apresiasi atas berbagai prestasi yang diraih Kabupaten Ciamis, mulai dari capaian di bidang kebersihan, inovasi, hingga ketahanan pangan. Menurutnya berbagai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dan kerja sama semua pihak.

“Keberhasilan Ciamis adalah buah kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Saya bangga bisa berdinas di Tatar Galuh yang masyarakat dan pesantrennya sangat suportif,” ungkapnya.

BACA JUGA: Refleksi Usia 60 Tahun, Asep Rahmat Berbagi Dengan Anak Yatim

Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi (Ang Icep), menyampaikan rasa bangga karena karya-karya tersebut dapat menjadi bagian dari perlombaan dalam KR-Fest. Ia berharap lagu-lagu tersebut dapat menjadi sarana dakwah sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi muda.

“Semoga lagu-lagu ini bisa menjadi media dakwah yang membawa pesan kebaikan, khususnya bagi generasi muda dalam memaknai bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Kapolres Ramadan Festival ini, diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai persaudaraan, kebersamaan, serta syiar Islam di tengah masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi ruang positif bagi anak-anak dan remaja untuk mengekspresikan kemampuan mereka, baik dalam membaca Al-Qur’an maupun menyampaikan pesan dakwah melalui seni musik religi, sehingga semangat Ramadan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Semoga semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan bakat, prestasi, serta semangat religius yang kuat dari Tatar Galuh,” ungkapnya. (FSL).

Refleksi Usia 60 Tahun, Asep Rahmat Berbagi dengan Anak Yatim

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Bagi Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi PAN, H. Asep Rahmat, usia 60 tahun bukan sekadar pergantian angka, tetapi menjadi momentum untuk lebih banyak bersyukur dan berbagi kepada sesama.

Hal tersebut diwujudkannya melalui acara syukuran dan buka puasa bersama anak yatim-piatu juga kaum dhuafa yang digelar di Rumah Makan Mulyasari, Sabtu (07/03/2026) sore.

Dalam kegiatan tersebut, suasana penuh kehangatan terasa ketika 56 anak yatim piatu menerima santunan dan paket bingkisan lebaran dari H. Asep Rahmat. Selain itu, ia juga menyalurkan sejumlah bantuan untuk mendukung pelayanan publik di tingkat desa.

Beberapa bantuan yang diberikan di antaranya paket laptop dan printer untuk Posyandu Desa Karangampel dan Sukamulya. Printer untuk operasional Posyandu Desa Pusakanagara, serta Lampu Merkuri untuk penerangan jalan di RW 03 Cisepet dan Dusun Ragapulu Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg.

Dalam kesempatan itu, Asep Rahmat mengatakan, momentum usia 60 tahun menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi dan introspeksi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui.

“Momentum ini saya gunakan untuk introspeksi. Saya ingin sisa perjalanan hidup ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan,” katanya.

Diakuinya, dalam perjalanan hidupnya masih banyak kekurangan. Karena itu, momen tersebut dijadikannya sebagai kesempatan untuk terus memperbaiki diri agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat, baik bagi keluarga maupun masyarakat secara umum,” jelasnya.

Asep Rahmat juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir serta memberikan doa dan dukungan kepada dirinya dan keluarga.

BACA JUGA: Percepat LPPD 2025, Pemkab Ciamis Terapkan Indikator Baru

“Terima kasih atas kehadiran dan doa dari Bapak Ibu semua. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda,” ujarnya.

Acara syukuran tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Selain berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara keluarga, tokoh masyarakat, kader desa, dan warga yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Asep Rahmat juga mengungkapkan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan acara masih terdapat kekurangan dalam menyambut para tamu.

“Atas nama keluarga besar kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran semuanya. Mohon maaf apabila dalam penyambutan masih terdapat kekurangan,” ungkapnya.

Keluarga besar Asep Rahmat berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi stimulus bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat serta keamanan lingkungan di wilayah tersebut. (FSL).

Kultum Aparatur 18: “Aparatur Pembelajar, Bangsa pun Besar”

lintaspriangan.com, KULTUR. Di masa Rasulullah ﷺ, semangat menuntut ilmu menjadi bagian penting dari kehidupan para sahabat. Salah satu kisah yang sering disebut dalam literatur hadis adalah tentang dua sahabat Anshar yang memiliki keterbatasan waktu.

Keduanya tidak bisa selalu hadir bersama di majelis Rasulullah ﷺ. Salah seorang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara yang lain menghadiri majelis ilmu. Namun mereka menemukan cara sederhana agar keduanya tetap bisa belajar.

Mereka bergantian.

Hari ini salah satu menghadiri majelis Rasulullah ﷺ dan mendengarkan langsung ajaran beliau. Ketika kembali, ia menyampaikan semua yang dipelajarinya kepada temannya dengan penuh perhatian. Keesokan harinya mereka bertukar peran. Dengan cara itu, keduanya tetap memperoleh ilmu tanpa mengabaikan tanggung jawab hidup.

Kisah ini menunjukkan satu hal penting: keterbatasan waktu bukan alasan untuk berhenti belajar.

kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Ilmu sebagai Jalan Kemajuan

Allah SWT berfirman:

وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Wa qul rabbī zidnī ‘ilmā
“Dan katakanlah: ‘Wahai Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.’”
(QS. Thaha: 114)

Ayat ini sangat menarik. Dalam Al-Qur’an, Rasulullah ﷺ diperintahkan untuk memohon tambahan ilmu. Tidak diperintahkan untuk meminta tambahan harta atau kekuasaan, tetapi ilmu.

Para ulama menjelaskan bahwa ilmu adalah fondasi bagi segala kebaikan. Dengan ilmu, manusia mampu membedakan antara yang benar dan yang salah, antara yang bermanfaat dan yang merusak.

Ilmu juga menjadi sumber kemajuan peradaban. Sejarah menunjukkan bahwa masyarakat yang menghargai ilmu akan berkembang lebih cepat dibandingkan masyarakat yang mengabaikannya.

Ramadhan sendiri merupakan bulan yang sangat dekat dengan ilmu. Wahyu pertama yang turun kepada Nabi ﷺ adalah perintah membaca. Ini menegaskan bahwa spiritualitas dan intelektualitas dalam Islam berjalan beriringan.


Aparatur Negara sebagai Pembelajar

Dalam konteks aparatur negara, semangat belajar menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Dunia terus berubah. Teknologi berkembang pesat. Pola pelayanan publik semakin kompleks. Masyarakat juga semakin kritis dan memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap kualitas layanan negara.

Karena itu, aparatur negara tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman masa lalu.

Aparatur yang profesional adalah aparatur yang terus belajar:
memperbarui pengetahuan,
meningkatkan kompetensi,
dan membuka diri terhadap inovasi.

Budaya belajar membuat birokrasi menjadi adaptif. Aparatur yang terus mengembangkan diri akan lebih siap menghadapi perubahan, lebih kreatif dalam mencari solusi, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebaliknya, birokrasi yang berhenti belajar akan tertinggal oleh perkembangan zaman.


Kualitas SDM dan Masa Depan Bangsa

Nilai kebangsaan dari semangat belajar adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Bangsa yang besar tidak hanya diukur dari kekayaan alam atau luas wilayahnya, tetapi dari kualitas manusianya. Ketika aparatur negara memiliki kompetensi yang kuat, kebijakan menjadi lebih tepat sasaran, pelayanan publik menjadi lebih berkualitas, dan pembangunan menjadi lebih berkelanjutan.

Negara yang maju selalu ditopang oleh aparatur yang memiliki integritas sekaligus kapasitas.

Oleh karena itu, pengembangan diri bukan sekadar kepentingan pribadi. Ia adalah bagian dari tanggung jawab kebangsaan.

Ramadhan menjadi momentum untuk memperbarui semangat belajar. Tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah melalui ibadah, tetapi juga memperbaiki kualitas diri melalui ilmu.


Refleksi Hari Kedelapan Belas

Ramadhan hari kedelapan belas mengajak kita merenung:

Apakah kita masih memiliki semangat untuk terus belajar?
Apakah kita berusaha meningkatkan kemampuan dalam menjalankan amanah?
Apakah kita sudah mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman?

Karena pada akhirnya, aparatur yang terus belajar akan melahirkan pelayanan yang lebih baik.

Dan dari aparatur yang berkualitas, lahir bangsa yang kuat.

Ramadhan mengajarkan: ketika aparatur menjadi pembelajar, bangsa pun akan tumbuh menjadi lebih besar.


Rubrik Kultum Aparatur Ramadhan atau Kultur merupakan rubrik asuhan Abu Qinan.


kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Vidi Aldiano Tutup Usia, Perjuangan Melawan Penyakitnya Telah Berakhir

0

Lintas Priangan, BERITA NASIONALDunia hiburan Indonesia diselimuti kabar duka. Penyanyi sekaligus penulis lagu Vidi Aldiano dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026.


Informasi mengenai Vidi Aldiano meninggal pertama kali disampaikan oleh pihak keluarga melalui pesan singkat kepada sejumlah awak media. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa penyanyi bernama lengkap Oxavia Aldiano itu berpulang pada pukul 16.33 WIB.


“Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO,” demikian isi pesan yang beredar dari pihak keluarga.


Disebutkan pula bahwa Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhirnya dalam keadaan didampingi keluarga besar yang berada di sekelilingnya.

Keluarga menyampaikan keikhlasan atas kepergian sang penyanyi yang dikenal luas sebagai sosok ramah dan inspiratif.


“Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas melepas kepergiannya menghadap Allah SWT. Selamat jalan menuju cahaya Ilahi, Nak,” tulis pesan tersebut.


Kabar Vidi Aldiano meninggal dunia dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan luas di kalangan penggemar maupun sesama pelaku industri musik.


Ucapan Belasungkawa Mengalir dari Rekan Artis dan Penggemar


Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk rekan-rekan sesama musisi dan artis Indonesia.


Sejumlah selebritas langsung menyampaikan ucapan belasungkawa melalui media sosial, khususnya di akun Instagram milik Vidi Aldiano.


Penyanyi Ify Alyssa atau @ipesinaga turut menyampaikan doa dan rasa kehilangan.


“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Al-Fatihah untuk Vidi, orang baik. Husnul khotimah. Aamiin,” tulisnya.


Aktris sekaligus penyanyi Titi Kamal juga mengungkapkan kesedihan atas kabar duka tersebut.


“Vidi, Innalillahi wa innailaihi rojiun, surga untukmu Vidi,” tulisnya.


Sementara itu, musisi senior Melly Goeslaw juga menyampaikan doa agar Vidi mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.


“Innalillahi wainnailaihi rojiun, selamat jalan Vidi. Selamat kembali ke pangkuan Allah SWT. InsyaAllah Surga Firdaus tempatmu,” tulis Melly.


Ribuan penggemar juga membanjiri kolom komentar dengan doa serta ungkapan kehilangan atas kepergian penyanyi yang dikenal lewat berbagai lagu populer tersebut.


Penyakit Vidi Aldiano: Perjuangan Panjang Melawan Kanker Ginjal


Sebelum kabar Vidi Aldiano meninggal, publik telah mengetahui bahwa penyanyi tersebut berjuang melawan penyakit serius selama beberapa tahun terakhir.


Berdasarkan berbagai pemberitaan media nasional, penyakit Vidi Aldiano diketahui adalah kanker ginjal stadium 3 yang pertama kali didiagnosis pada akhir tahun 2019.


Saat itu, Vidi menjalani operasi besar di Singapura untuk mengangkat ginjal kirinya yang terdampak kanker.
Meski telah menjalani tindakan operasi, perjalanan melawan penyakit tidak berhenti sampai di situ.


Pada tahun 2023, kondisi kesehatan Vidi kembali menjadi perhatian setelah diketahui bahwa sel kanker kembali muncul dan menyebar ke beberapa bagian tubuh lainnya atau dikenal dengan istilah metastasis.


Situasi tersebut membuat Vidi harus menjalani perawatan intensif secara rutin.


Tetap Berkarya Meski Jalani Kemoterapi Rutin


Meski menghadapi kondisi kesehatan yang berat, Vidi Aldiano dikenal sebagai sosok yang tetap optimistis dan produktif.
Ia rutin menjalani perawatan medis dan kemoterapi setiap tiga minggu sekali.

Dalam berbagai kesempatan, Vidi bahkan menyebut jadwal kemoterapinya dengan istilah ringan yakni “spa day”, sebagai cara untuk menjaga semangat dan tetap berpikir positif.
Selama menjalani pengobatan, Vidi masih aktif berkarier di dunia hiburan. Ia tetap tampil dalam berbagai acara, membuat karya musik, serta berbagi kisah perjuangannya kepada publik.
Sikap optimistis dan keteguhan Vidi Aldiano dalam menghadapi penyakitnya menjadi inspirasi bagi banyak orang.


Kini, setelah kabar Vidi Aldiano meninggal dunia, banyak pihak mengenang perjalanan hidupnya sebagai seorang seniman yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki semangat hidup yang kuat di tengah ujian kesehatan yang berat.


Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi industri musik Indonesia serta para penggemar yang selama ini mengikuti perjalanan kariernya. (Hs)

Orang Hilang di Tasikmalaya: Dalam Perjalanan Ojol Kawalu-Bungursari

Lintas PrianganBERITA TASIKMALAYA. Informasi mengenai orang hilang di Tasikmalaya beredar luas di media sosial. Seorang perempuan bernama Dini Apriyani Rembulan (43) dilaporkan hilang setelah keluar dari rumahnya di wilayah Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Informasi tersebut pertama kali diperoleh Redaksi Lintas Priangan melalui pesan berantai di berbagai grup WhatsApp warga Tasikmalaya pada hari Sabtu (7/3/2026).

Dalam pesan yang beredar disebutkan Dini terakhir kali keluar rumah pada Rabu, 5 Maret 2026 sekitar pukul 21.30 WIB.

Ia berangkat dari rumahnya di Perum Mitra Batik Blok C70, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, dengan tujuan menuju wilayah Bungursari dengan menggunakan jasa ojek online.

Namun hingga kini, keberadaan Dini belum diketahui.

Lintas Priangan Lakukan Konfirmasi

Menindaklanjuti informasi orang hilang di Tasikmalaya tersebut, wartawan lintaspriangan.com mencoba melakukan konfirmasi kepada nomor kontak yang tercantum dalam pesan yang beredar.

Dalam komunikasi melalui WhatsApp, pemilik nomor yang tertera pada pesan yang beredar membenarkan informasi tersebut.

Saat ditanya mengenai kebenaran kabar tersebut, pihak keluarga menjawab singkat, “Ya.”

Redaksi kemudian menanyakan, apakah sudah ada perkembangan terbaru mengenai keberadaan Dini, keluarga menyampaikan bahwa mereka saat ini sedang bersama pihak kepolisian.

“Bentar pa… saya lagi sama pihak polisi,” tulisnya dalam pesan WhatsApp.

Ketika kembali ditanya apakah laporan sudah disampaikan kepada kepolisian, pihak keluarga memastikan bahwa laporan sedang dilakukan.

“Sudah, ini saya lagi di pihak polisi,” tulisnya.

Kronologi Orang Hilang di Tasikmalaya

Berdasarkan informasi yang beredar, kasus orang hilang di Tasikmalaya ini bermula ketika Dini berpamitan keluar rumah pada malam hari.

Perempuan berusia 43 tahun tersebut diketahui menggunakan transportasi ojek online untuk menuju wilayah Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Namun sejak keberangkatan tersebut, keluarga tidak lagi mendapatkan kabar mengenai keberadaannya.

Ciri-ciri Saat Terakhir Terlihat

Dalam informasi yang beredar terkait orang hilang di Tasikmalaya, Dini disebutkan memiliki ciri-ciri saat terakhir terlihat sebagai berikut:

  • Memakai celana hitam
  • Mengenakan jaket abu-abu

Informasi mengenai ciri-ciri tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat apabila melihat yang bersangkutan.

Warga Diminta Bantu Informasi

Tentunya, keluarga berharap masyarakat yang mengetahui atau melihat keberadaan Dini Apriyani dapat segera memberikan informasi.

Bagi warga yang memiliki informasi terkait orang hilang di Tasikmalaya ini dapat menghubungi nomor berikut:

0821-1991-1560
0852-7435-1183

Atau, masyarakat yang memiliki informasi juga dapat melapor kepada pihak berwenang atau kantor polisi terdekat.

Sempatkan juga doa untuk Dini Apriyani Rembulan, semoga cepat ada kabar dalam keadaan baik-baik saja dan segera berkumpul kembali dengan keluarganya. Aamiin.