Beranda blog Halaman 10

Aktivis Minta Data 133 Paket Pengadaan Bappelitbangda Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Sorotan terhadap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Bappelitbangda Kota Tasikmalaya memasuki babak baru. Seorang aktivis muda Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, resmi mengajukan permohonan informasi publik kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Bappelitbangda Kota Tasikmalaya.

Permohonan tersebut diajukan melalui surat tertanggal 16 Maret 2026. Dalam surat itu, Fikri meminta sejumlah dokumen terkait pengadaan barang dan jasa yang tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).

Data yang diminta cukup besar. Ia meminta informasi terkait 133 paket pengadaan yang terdiri dari berbagai belanja kebutuhan kantor pada Tahun Anggaran 2024.

Rinciannya meliputi 46 paket kegiatan dengan kata kunci “Kegiatan Kantor – Bahan Cetak”, 44 paket “Kertas dan Cover”, serta 43 paket “Alat Tulis Kantor”.

Melalui permohonan tersebut, Fikri meminta informasi yang setidaknya memuat sejumlah data penting, seperti kode RUP, total pagu anggaran, nilai realisasi, hingga nama penyedia atau tempat pembelian serta alamat penyedia.

Selain data pengadaan alat tulis kantor, Fikri juga meminta salinan hasil pekerjaan dari sejumlah paket kegiatan yang dilaksanakan melalui metode swakelola.

Paket yang dimaksud adalah kegiatan Belanja Jasa Iklan/Reklame, Film, dan Pemotretan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2024 dan 2025.

Permintaan dokumen tersebut diajukan sebagai bagian dari hak masyarakat untuk memperoleh informasi publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Dalam suratnya, Fikri menyebutkan bahwa permintaan informasi tersebut merupakan bagian dari partisipasi masyarakat untuk mendorong pemerintahan yang transparan serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Dengan jumlah paket pengadaan yang mencapai ratusan, perhatian publik terhadap pengelolaan belanja di lingkungan Bappelitbangda Kota Tasikmalaya pun mulai meningkat.

Redaksi kemudian mencoba melakukan konfirmasi terkait permohonan informasi publik tersebut kepada pihak Bappelitbangda Kota Tasikmalaya.

Halaman selanjutnya: Konfirmasi dari Bappelitbangda Kota Tasikmalaya


Kultum Aparatur 27: “Aparatur Negara sebagai Perekat Persatuan Bangsa”

lintaspriangan.com, KULTUR. Sejak masa awal Islam, Rasulullah ﷺ menghadapi masyarakat yang memiliki latar belakang suku dan kabilah yang sangat kuat. Pada masa itu, identitas kesukuan sering kali menjadi sumber kebanggaan yang berlebihan, bahkan memicu konflik dan permusuhan.

Fanatisme suku membuat masyarakat mudah terpecah. Setiap kabilah merasa lebih mulia dari yang lain. Perselisihan kecil pun bisa berkembang menjadi konflik besar karena semangat kesukuan yang tidak terkendali.

kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Ketika Islam datang, Rasulullah ﷺ secara perlahan mengubah cara pandang masyarakat tersebut. Beliau menanamkan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh suku atau keturunannya, tetapi oleh ketakwaannya kepada Allah.

Dalam sebuah peristiwa, Rasulullah ﷺ menegur keras sikap fanatisme kesukuan yang muncul di antara para sahabat. Beliau bersabda bahwa seruan fanatisme jahiliyah harus ditinggalkan, karena hal itu hanya akan menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Dengan bimbingan Rasulullah ﷺ, masyarakat yang sebelumnya terpecah oleh suku dan kabilah mulai dipersatukan oleh nilai iman dan persaudaraan. Kaum Muhajirin dan Anshar dipersaudarakan, sehingga lahirlah masyarakat Madinah yang kuat dan solid.

Perubahan ini menjadi salah satu fondasi penting bagi terbentuknya peradaban Islam yang kokoh.


Perintah Berpegang pada Persatuan

Allah SWT berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Wa‘taṣimū biḥablillāhi jamī‘an wa lā tafarraqū.
“Berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”
(QS. Ali Imran: 103)

Dalam tafsir para ulama, “tali Allah” dimaknai sebagai Al-Qur’an, agama Islam, serta nilai-nilai yang mempersatukan umat.

Ayat ini menjadi pengingat bahwa persatuan bukan sekadar kebutuhan sosial, tetapi juga bagian dari perintah agama.

Persatuan yang dibangun atas nilai kebenaran akan melahirkan kekuatan yang mampu menjaga stabilitas dan kemaslahatan bersama.


Persatuan sebagai Fondasi Kehidupan Bangsa

Dalam kehidupan berbangsa, persatuan memiliki peran yang sangat penting. Negara yang besar tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan kohesi sosial yang kuat.

Perbedaan suku, budaya, bahasa, dan latar belakang masyarakat adalah realitas yang tidak dapat dihindari. Namun perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan.

Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan jika dikelola dengan semangat persatuan.


Peran Aparatur Negara

Aparatur negara memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan bangsa.

Melalui kebijakan, pelayanan publik, dan sikap dalam menjalankan tugas, aparatur dapat menjadi contoh bagaimana perbedaan dapat dikelola secara bijaksana.

Aparatur negara yang menjunjung tinggi persatuan akan:

  • menjaga sikap netral dan adil dalam melayani masyarakat,
  • menghindari sikap diskriminatif,
  • serta membangun komunikasi yang merangkul seluruh kelompok masyarakat.

Sikap seperti ini menjadikan aparatur negara bukan hanya pelaksana kebijakan, tetapi juga perekat sosial yang menjaga keutuhan masyarakat.


Keutuhan NKRI sebagai Nilai Kebangsaan

Nilai kebangsaan dari persatuan adalah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bangsa Indonesia dibangun di atas keberagaman yang sangat luas. Persatuan menjadi fondasi yang menjaga bangsa ini tetap kokoh di tengah berbagai perbedaan.

Ketika nilai persatuan dijaga, kehidupan berbangsa akan terasa lebih stabil dan harmonis.

Sebaliknya, jika perpecahan dibiarkan tumbuh, stabilitas sosial dapat terganggu dan merugikan seluruh masyarakat.

Karena itu, menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab pemimpin nasional, tetapi juga tanggung jawab setiap aparatur dan warga negara.


Refleksi 27 Ramadhan

Ramadhan hari kedua puluh tujuh mengajak kita merenung:

Apakah kita sudah berperan dalam memperkuat persatuan di lingkungan kita?
Apakah sikap dan keputusan kita mampu merangkul berbagai perbedaan yang ada?
Apakah kita sudah menjalankan amanah sebagai bagian dari bangsa yang besar dengan menjaga kebersamaan?

Karena pada akhirnya, kekuatan sebuah bangsa tidak hanya terletak pada kekayaan alam atau kemajuan pembangunan, tetapi pada kemampuan masyarakatnya untuk tetap bersatu dalam keberagaman.

Ramadhan mengajarkan bahwa aparatur negara yang menjaga persatuan adalah penjaga keutuhan bangsa.


kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Di Tengah Efisiensi, Anggaran Perjadin Dinkes Ciamis Naik Hampir 100%

lintaspriangan.comBERITA CIAMIS.  Rencana anggaran perjalanan dinas di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis pada Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan setelah mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Penelusuran terhadap data Rencana Umum Pengadaan (RUP) menunjukkan bahwa total rencana anggaran perjalanan dinas Dinas Kesehatan Ciamis pada 2026 tercatat sekitar Rp2.061.346.984.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan rencana anggaran perjalanan dinas pada Tahun Anggaran 2025 yang berada di kisaran Rp1.051.853.000.

Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar Rp1,009 miliar atau hampir 96 persen hanya dalam rentang satu tahun anggaran.

Lonjakan anggaran ini muncul di tengah kebijakan pemerintah pusat yang justru mendorong efisiensi belanja negara, terutama pada pos belanja operasional seperti perjalanan dinas.

Pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 56 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Efisiensi Belanja dalam APBN secara eksplisit memasukkan perjalanan dinas sebagai salah satu jenis belanja yang perlu ditekan dalam rangka penghematan fiskal.

Di sisi lain, kondisi fiskal daerah juga tengah menghadapi tekanan setelah alokasi Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kabupaten Ciamis pada tahun 2026 dilaporkan turun sekitar Rp185,2 miliar atau sekitar 9,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan transfer dari pemerintah pusat tersebut menuntut pemerintah daerah melakukan penyesuaian belanja agar tetap menjaga keseimbangan fiskal dan memprioritaskan program pelayanan publik.

Namun di tengah tekanan fiskal tersebut, perencanaan anggaran perjalanan dinas di sektor kesehatan justru menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Kenaikan hampir dua kali lipat ini memunculkan pertanyaan mengenai latar belakang kebijakan perencanaan anggaran perjalanan dinas di Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis.

Halaman selanjutnya: Tanggapan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis


Lowongan Kerja RS Hermina Tasikmalaya, Ada untuk Lulusan SMK

lintaspriangan.com, LOWONGAN KERJA.  Kabar baik bagi pencari kerja di wilayah Priangan Timur. RS Hermina Tasikmalaya membuka lowongan kerja terbaru untuk beberapa posisi yang bisa dilamar oleh lulusan SMK hingga D3.

Informasi ini disebarkan melalui pengumuman resmi yang turut dipublikasikan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya. Rekrutmen ini menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin berkarier di sektor layanan kesehatan, khususnya di salah satu jaringan rumah sakit swasta besar di Indonesia.

Dalam pengumuman tersebut, RS Hermina Tasikmalaya membuka rekrutmen untuk dua posisi, yaitu Tenaga Teknik Kefarmasian dan Juru Masak.

Untuk posisi Tenaga Teknik Kefarmasian, kualifikasi utama yang dibutuhkan adalah pendidikan minimal D3 Kefarmasian. Pelamar juga diwajibkan memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) yang masih aktif, serta bersedia bekerja dengan sistem shift.

Selain persyaratan akademik, rumah sakit ini juga menekankan aspek karakter dan sikap kerja. Kandidat diharapkan memiliki komunikasi yang baik, disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta memiliki kemauan belajar yang tinggi.

Sementara itu, RS Hermina Tasikmalaya juga membuka peluang bagi lulusan SMK Tataboga atau Perhotelan untuk mengisi posisi Juru Masak. Posisi ini terbuka bagi laki-laki maupun perempuan yang bersedia bekerja dengan sistem kerja bergilir.

Kualifikasi tambahan yang diharapkan dari pelamar posisi juru masak juga mencakup kemampuan bekerja dalam tim, disiplin, serta memiliki tanggung jawab tinggi dalam menjalankan tugas di lingkungan rumah sakit.

Kehadiran lowongan kerja ini tentu menjadi peluang penting bagi lulusan SMK maupun D3 di Tasikmalaya dan sekitarnya yang ingin bekerja di sektor pelayanan kesehatan. Terlebih, jaringan RS Hermina Tasikmalaya dikenal sebagai bagian dari grup rumah sakit nasional yang memiliki standar pelayanan kesehatan modern.

Berita selengkapnya: Cara Melamar Lowongan Kerja RS Hermina Tasikmalaya


Arus Mudik Tasikmalaya-Ciamis Diprediksi Terpadat di Tanggal Ini

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Arus Mudik Tasikmalaya-Ciamis diprediksi akan mengalami lonjakan kendaraan selama arus mudik Lebaran 2026. Jalur penghubung antara Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis ini menjadi salah satu koridor penting bagi pemudik yang bergerak dari arah Bandung menuju wilayah Jawa Tengah.

Berdasarkan data survei Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama musim mudik tahun ini diperkirakan sangat besar. Sekitar 143,9 juta orang diprediksi melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026, atau setara dengan lebih dari 50 persen penduduk Indonesia.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa mobilitas nasional pada periode mudik tahun ini akan sangat tinggi. Jawa Barat sendiri menjadi daerah dengan jumlah pemudik terbesar. Diperkirakan sekitar 30,9 juta orang berasal dari wilayah Jawa Barat, menjadikannya sebagai salah satu pusat pergerakan pemudik terbesar di Indonesia.

Besarnya jumlah pemudik dari Jawa Barat membuat sejumlah jalur utama diperkirakan akan mengalami peningkatan volume kendaraan secara signifikan, termasuk arus mudik Tasikmalaya-Ciamis. Jalur ini merupakan bagian dari koridor selatan Jawa yang kerap menjadi alternatif bagi pemudik dari Bandung, Tasikmalaya, Garut, hingga wilayah Priangan Timur menuju Jawa Tengah.

Selain kendaraan pribadi, jalur ini juga dilalui oleh angkutan umum antarkota serta kendaraan logistik yang tetap beroperasi selama masa mudik. Kombinasi berbagai jenis kendaraan tersebut sering membuat kepadatan lalu lintas meningkat, terutama pada jam-jam sibuk.

Data Kementerian Perhubungan juga menunjukkan bahwa mobil pribadi masih menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan pemudik, disusul sepeda motor dan bus antarkota antarprovinsi. Dominasi kendaraan pribadi inilah yang berpotensi memperbesar kepadatan di jalur-jalur darat, termasuk jalur Tasikmalaya-Ciamis.

Dengan tingginya pergerakan kendaraan tersebut, pemudik diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, termasuk memilih waktu perjalanan yang tepat agar dapat menghindari puncak kepadatan lalu lintas.

Halaman selanjutnya: Puncak Arus Mudik Dipredikdi Tanggal Ini


Kecelakaan Beruntun, Jalur Mudik Bandung-Tasikmalaya Tersendat

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Arus kendaraan di jalur mudik Bandung-Tasikmalaya sempat tersendat setelah terjadi kecelakaan beruntun jalur Bandung-Tasikmalaya di kawasan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu malam (15/3). Peristiwa itu melibatkan sebuah bus, minibus, dan truk di ruas Jalan Raya Limbangan yang merupakan jalur utama penghubung Bandung menuju Tasikmalaya.

Kecelakaan terjadi di wilayah Desa Nanjungjaya, Kecamatan Kersamanah, sekitar pukul 20.30 WIB, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Kondisi jalan yang basah dan jarak pandang yang menurun diduga menjadi faktor yang memperparah situasi di jalur padat kendaraan tersebut.

Sejumlah warga di dekat lokasi kejadian mengaku mendengar suara benturan keras saat hujan turun cukup deras.

“Hujan sedang deras, tapi terdengar suara tabrakan, keras,” kata Ahmad, warga sekitar saat dihubungi Lintas Priangan.

Kecelakaan beruntun itu melibatkan bus Maharani, sebuah minibus, serta sebuah truk yang datang dari arah berlawanan. Saat kejadian, bus tersebut sedang melakukan perjalanan menuju Tasikmalaya setelah sebelumnya menempuh perjalanan dari Bali.

Menurut keterangan sopir cadangan bus, di dalam kendaraan terdapat tiga awak bus dan enam penumpang. Beruntung, seluruh penumpang dilaporkan tidak mengalami luka-luka meski kendaraan yang mereka tumpangi terlibat dalam kecelakaan di jalur mudik Bandung-Tasikmalaya yang cukup ramai pada malam hari.

Namun, sopir bus mengalami cedera pada bagian lutut akibat benturan dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan sehingga proses evakuasi sempat berlangsung cukup lama di lokasi kejadian.

Kecelakaan beruntun tersebut langsung menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di jalur Bandung-Tasikmalaya, sehingga arus kendaraan mulai melambat.

Halaman selanjutnya: Korban dan Pasca Kejadian


Netanyahu Tewas Kena Rudal Iran? Video Berjari Enam Picu Spekulasi Global

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA.  Isu mengejutkan mengguncang media sosial dunia: Netanyahu tewas akibat serangan rudal Iran. Kabar itu menyebar sangat cepat, terutama di tengah eskalasi konflik militer antara Israel, Iran, dan sekutu-sekutunya di Timur Tengah.

Dalam hitungan jam, tagar dan kata kunci “Netanyahu tewas” menjadi perbincangan global. Banyak unggahan di platform X, Telegram, hingga TikTok mengklaim bahwa Perdana Menteri Israel tersebut telah menjadi korban serangan balasan Iran.

Spekulasi semakin liar setelah beberapa akun menyebut bahwa media dari Teheran mengabarkan Netanyahu telah terbunuh dalam serangan tersebut.

Namun rumor itu tidak berhenti di situ. Sebuah video pidato Netanyahu yang beredar di internet justru memicu teori baru yang lebih mengejutkan.


Video Aneh: Netanyahu Disebut Memiliki Enam Jari

Perhatian publik tertuju pada sebuah rekaman video pidato Netanyahu yang beredar luas di media sosial.

Dalam satu frame video tersebut, tangan Netanyahu terlihat seolah memiliki enam jari.

Cuplikan itu segera menjadi viral.

Netizen mulai mempertanyakan banyak hal:

  • Apakah video tersebut dibuat dengan teknologi AI?
  • Apakah Netanyahu sebenarnya sudah tewas lalu digantikan dengan video manipulasi digital?
  • Ataukah ada upaya propaganda untuk menutupi sesuatu?

Banyak unggahan yang menandai bagian tangan Netanyahu dengan lingkaran merah, memperbesar gambar, dan menyebutnya sebagai “glitch khas AI”.

Tak butuh waktu lama, teori konspirasi pun bermunculan.

Sebagian warganet bahkan menyatakan dengan yakin bahwa Netanyahu sudah tidak hidup lagi, dan pemerintah Israel sedang mencoba menenangkan publik dengan rekaman buatan.


Spekulasi Makin Liar: Video Baru Justru Menimbulkan Pertanyaan

Ketika rumor semakin meluas, muncul rekaman baru yang menunjukkan Netanyahu berada di sebuah kafe di Yerusalem.

Dalam video itu, ia terlihat santai memegang secangkir kopi dan berbicara dengan ajudannya.

Namun video tersebut justru memunculkan spekulasi lain di internet.

Sebagian pengguna media sosial menyoroti beberapa hal yang dianggap “janggal”, seperti:

  • posisi tangan yang terlihat tidak natural
  • gerakan tubuh yang dinilai aneh
  • hingga cangkir kopi yang disebut “tidak tumpah”

Fenomena ini bahkan dijuluki warganet sebagai “Coffeegate”.

Spekulasi pun kembali berputar: apakah ini bukti bahwa video tersebut rekayasa digital?

Berita selanjutnya: Hasil Penelusuran…


Kultum Aparatur 26: “Menjadi Aparatur yang Menyejukkan”

lintaspriangan.com, KULTUR. Dalam kehidupan masyarakat, konflik sering kali muncul bukan hanya karena persoalan besar, tetapi juga karena emosi yang tidak terkendali. Ketika perasaan marah mengambil alih, keputusan yang diambil sering kali justru memperkeruh keadaan.

Situasi seperti ini pernah terjadi jauh sebelum masa kenabian Rasulullah ﷺ, ketika masyarakat Makkah melakukan renovasi Ka’bah. Pada saat pembangunan hampir selesai, muncul persoalan besar: siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad kembali ke tempatnya.

kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Bagi kabilah-kabilah Quraisy, kehormatan ini sangat besar. Masing-masing merasa paling berhak melakukannya. Ketegangan pun meningkat. Hampir saja terjadi pertumpahan darah karena setiap kelompok mempertahankan kehormatannya.

Di tengah situasi yang memanas, para pemuka Quraisy sepakat menyerahkan keputusan kepada orang pertama yang memasuki area Ka’bah keesokan harinya. Ternyata orang yang datang adalah Muhammad ﷺ, yang saat itu dikenal dengan gelar Al-Amīn, orang yang terpercaya.

Beliau tidak memihak satu kabilah saja. Dengan kebijaksanaan, beliau membentangkan kain, meletakkan Hajar Aswad di tengahnya, lalu meminta para pemimpin kabilah memegang setiap sisi kain tersebut dan mengangkatnya bersama-sama. Setelah itu, Rasulullah ﷺ sendiri menempatkan batu tersebut pada posisinya.

Dengan cara yang sederhana namun penuh kebijaksanaan, konflik besar berhasil diselesaikan tanpa pertikaian. Ketegangan yang hampir berubah menjadi konflik berubah menjadi kebersamaan.


Keutamaan Menahan Marah

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَغْضَبْ
Lā taghḍab.
“Janganlah engkau marah.”
(HR. Bukhari)

Dalam hadis ini, Rasulullah ﷺ mengulang nasihat tersebut beberapa kali kepada seorang sahabat yang meminta petunjuk. Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini bukan berarti manusia tidak boleh memiliki emosi, tetapi agar seseorang mampu mengendalikan kemarahannya.

Dalam kitab Riyāḍuṣ Ṣāliḥīn, para ulama menegaskan bahwa menahan marah termasuk akhlak mulia yang dapat menjaga seseorang dari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Pengendalian emosi adalah tanda kedewasaan jiwa dan kekuatan karakter.


Ramadhan Melatih Pengendalian Diri

Puasa tidak hanya melatih kita menahan lapar dan dahaga. Ramadhan juga melatih kemampuan untuk mengendalikan emosi.

Ketika seseorang mampu menahan diri dari hal-hal yang halal sekalipun selama berpuasa, maka seharusnya ia juga mampu menahan amarah dan sikap yang dapat melukai orang lain.

Inilah salah satu hikmah besar dari ibadah puasa: membentuk pribadi yang lebih tenang, sabar, dan menyejukkan bagi lingkungan sekitarnya.


Aparatur yang Menenangkan Masyarakat

Dalam kehidupan aparatur negara, kemampuan mengendalikan emosi memiliki peran yang sangat penting.

Aparatur sering berhadapan dengan berbagai situasi yang penuh tekanan: keluhan masyarakat, perbedaan pandangan, atau persoalan administrasi yang kompleks.

Jika emosi tidak terkelola dengan baik, pelayanan publik dapat berubah menjadi tegang dan tidak nyaman.

Sebaliknya, aparatur yang mampu bersikap tenang akan:

  • meredakan ketegangan,
  • menciptakan komunikasi yang sehat,
  • serta membantu menemukan solusi yang lebih baik.

Sikap yang menyejukkan sering kali menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat.


Harmoni Sosial dalam Kehidupan Berbangsa

Nilai kebangsaan dari pengendalian emosi adalah harmoni sosial.

Masyarakat yang harmonis tidak tercipta hanya melalui aturan dan kebijakan, tetapi juga melalui sikap dewasa dalam menyikapi perbedaan dan persoalan yang muncul.

Ketika para pemimpin dan aparatur mampu mengelola emosi dengan baik, masyarakat akan merasakan suasana yang lebih tenang dan kondusif.

Sebaliknya, emosi yang tidak terkendali sering kali menjadi pemicu konflik yang lebih besar.

Karena itu, ketenangan dalam bersikap adalah salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas kehidupan sosial.


Refleksi 26 Ramadhan

Ramadhan hari kedua puluh enam mengajak kita merenung:

Apakah kita mampu menahan emosi ketika menghadapi situasi yang sulit?
Apakah sikap kita dalam menghadapi masalah justru menyejukkan atau malah memperkeruh keadaan?
Apakah kita sudah berusaha menjadi pribadi yang membawa ketenangan bagi lingkungan sekitar?

Karena pada akhirnya, kekuatan seseorang tidak diukur dari kemampuannya meluapkan kemarahan, tetapi dari kemampuannya mengendalikan diri dalam situasi yang menegangkan.

Ramadhan mengajarkan bahwa aparatur yang menyejukkan adalah mereka yang mampu menjaga ketenangan di tengah tekanan. (AS)

Menjadi Kepala Daerah yang Berdampak, Bukan Sekadar Baik

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Pagi itu ruang rapat di kantor pemerintah daerah tampak sangat tertib. Air mineral tersusun lurus seperti barisan pasukan upacara.
Kue kotak berjajar dengan disiplin militer.
Semua kursi sudah diisi pejabat yang duduk dengan wajah serius, atau setidaknya berusaha terlihat serius.

Di kursi paling depan dan tentu dengan bentuk lebih mewah, duduk sang kepala daerah.

Ia dikenal luas sebagai pemimpin yang sangat baik.
Saking baiknya, hampir tidak ada orang yang pernah melihatnya marah.
Saking baiknya, hampir tidak ada pula orang yang pernah melihatnya menolak sesuatu.

Dan, rapat pun dimulai.

Seorang pejabat memaparkan laporan panjang dengan grafik berwarna-warni.
Semua terlihat indah.

Angka kemiskinan dibahas dengan suara datar.
Masalah pelayanan publik disampaikan dengan bahasa yang sangat halus.
Sampah, angka kemiskinan, dan keluhan warga muncul dalam bentuk slide yang tampak seperti presentasi wisata.

Semua orang mengangguk.

Tidak ada yang menyela.
Tidak ada yang bertanya terlalu tajam.

Rapat berjalan sangat damai.

Di akhir presentasi, kepala daerah tersenyum.

“Baik,” katanya lembut.
“Kita lanjutkan.”

Semua orang lega.

Tidak ada yang ditegur.
Tidak ada yang dipermalukan.
Tidak ada yang pulang dengan perasaan tersinggung.

Rapat selesai tepat waktu.

Masalahnya hanya satu: Nyaris tak ada yang berubah!


Beberapa bulan kemudian, warga masih mengeluh soal jalan rusak.
Darinase tersumbat dan banjir.
Pelayanan masih lambat.
Juga tentang sampah.

Namun satu hal tetap konsisten.

Kepala daerah itu tetap dikenal sebagai orang yang sangat baik.

Ia tidak pernah membentak bawahan.
Ia tidak pernah membuat rapat tegang.
Ia tidak pernah membuat pejabat lain tidak nyaman.

Banyak orang menyukainya.


Suatu hari, seorang pegawai muda memberanikan diri bertanya kepada seniornya di kantin.

“Pak,” katanya pelan,
“kenapa masalah kita tidak pernah benar-benar selesai?”

“Maksudmu?”
“Angka kemiskinan kita selalu tertinggi. Sampah tetap jadi masalah. Banjir jadi pengunjung rutin,” jawab si pegawai muda.

Pejabat senior itu tersenyum tipis sambil mengaduk kopi.

“Karena kita semua terlalu baik.”

Pegawai muda itu bingung.

Pejabat senior melanjutkan:

“Di kantor ini, semua orang ingin terlihat baik.
Tidak ada yang ingin membuat orang lain tidak nyaman.”

Ia berhenti sejenak, lalu berkata pelan:

“Padahal perubahan hampir selalu dimulai dari ketidaknyamanan.”


Menjadi kepala daerah yang baik memang penting.

Pemimpin yang kasar hanya akan menimbulkan ketakutan.
Pemimpin yang arogan hanya akan melahirkan jarak.

Namun ada satu hal yang sering terlupakan dalam dunia kekuasaan:

kebaikan tanpa keberanian hanya melahirkan kenyamanan.

Dan kenyamanan yang terlalu lama sering berubah menjadi status quo.

Sebuah daerah tidak maju hanya karena pemimpinnya santun dan ramah.

Ia maju karena pemimpinnya berani memperbaiki sistem yang salah.
Berani menertibkan yang tidak tertib.
Berani mengambil keputusan yang mungkin tidak selalu disukai.


Karena pada akhirnya sejarah daerah tidak mencatat siapa kepala daerah yang paling banyak tersenyum di foto.

Sejarah hanya mencatat satu hal sederhana:

siapa yang membuat daerahnya berubah.

Dan itulah perbedaan paling sunyi dalam kepemimpinan.

Antara menjadi kepala daerah yang baik,
atau menjadi kepala daerah yang berdampak.

Kadang keduanya bisa berjalan bersama.

Namun jika harus memilih, masyarakat biasanya lebih membutuhkan yang kedua.

Karena drainase yang rusak tidak akan jadi mulus hanya dengan santun dan senyum. (AS)

MPC-PP Ciamis Bagikan Takjil dan Santunan Anak Yatim

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Ciamis menunjukkan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan dengan membagikan ribuan paket takjil yang dilanjukan pemberian santunan dan buka bersama kepada masyarakat.

Pembagian takjil dilakukan di berapa titik, diantaranya kawasan Alun-alun Ciamis, Terminal Ciamis. Untuk pemberian santunan kepada anak yatim dan buka puasa bersama dilaksanakan di sekretariat MPC-PP Kabupaten Ciamis, Minggu (15/03/2026).

Ketua MPC-PP Kabupaten Ciamis, H. Dani Hendra Ningrat, SH, memimpin langsung pembagian takjil bersama jajaran pengurus dan anggotanya. Mereka menyasar para pengguna jalan serta warga yang melintas di sekitar lokasi menjelang waktu berbuka puasa.

Dani mengatakan, aksi berbagi ini merupakan inisiatif kolektif seluruh anggota organisasi dan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, Pemuda Pancasila ingin memanfaatkan momentum penuh berkah ini untuk mempererat kebersamaan dan menunjukkan kepedulian nyata kepada warga.

“Bulan ramadhan ini menjadi waktu yang luar biasa bagi kami untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat,” katanya.

Dikatakan Dani, pihaknya menyiapkan sekitar dua ribu paket makanan berbuka untuk membantu warga yang masih berada di perjalanan. Seribu paket dibagikan di wilayah Alun-alun Ciamis, dan sisanya dibagikan di wilayah Terminal Ciamis.

“Semoga pemberian kecil ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ungkapnya.

Selain berbagi takjil, Pemuda Pancasila juga memberikan santunan kepada puluhan anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap sesama, khususnya di bulan yang penuh berkah ini.

Dani menjelaskan, untuk pemberian santunan kepada anak yatim dilaksanakan di halaman sekretariat MPC-PP Kabupaten Ciamis, sebanyak 50 orang anak yatim yang berada di sekitar. Hal ini sebagai wujud kepedulian organisasi terhadap masyarakat terutama para anak yatim.

BACA JUGA: PerumDAM Tirta Galuh Ciamis Hadirkan Diskon Berkah Ramadhan

“Alhamdulillah, ini berkah ramadhan tadi kami memberikan santunan untuk 50 anak yatim, kami juga memberikan santunan di lima PAC,” ungkapnya.

Maesaroh, salah seorang pengguna jalan memberikan apresiasi positif terhadap aksi sosial yang dilakukan MPC-PP Kabupaten Ciamis. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan sangat membantu masyarakat yang melaksanakan puasa masih dalam perjalanan.

“Masyarakat harus merasakan kehadiran ormas melalui tindakan-tindakan yang positif dan bermanfaat bagi publik,” katanya seraya berharap organisasi kemasyarakatan (ormas) lain melakukan hal serupa.

Melalui kegiatan ini, Pemuda Pancasila Kabupaten Ciamis berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong dapat terus tumbuh, terutama dalam momentum bulan suci Ramadan yang penuh berkah. (FSL)