Kultur

Kultum Aparatur 18: “Aparatur Pembelajar, Bangsa pun Besar”

lintaspriangan.com, KULTUR. Di masa Rasulullah ﷺ, semangat menuntut ilmu menjadi bagian penting dari kehidupan para sahabat. Salah satu kisah yang sering disebut dalam literatur hadis adalah tentang dua sahabat Anshar yang memiliki keterbatasan waktu.

Keduanya tidak bisa selalu hadir bersama di majelis Rasulullah ﷺ. Salah seorang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara yang lain menghadiri majelis ilmu. Namun mereka menemukan cara sederhana agar keduanya tetap bisa belajar.

Mereka bergantian.

Hari ini salah satu menghadiri majelis Rasulullah ﷺ dan mendengarkan langsung ajaran beliau. Ketika kembali, ia menyampaikan semua yang dipelajarinya kepada temannya dengan penuh perhatian. Keesokan harinya mereka bertukar peran. Dengan cara itu, keduanya tetap memperoleh ilmu tanpa mengabaikan tanggung jawab hidup.

Kisah ini menunjukkan satu hal penting: keterbatasan waktu bukan alasan untuk berhenti belajar.

kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Ilmu sebagai Jalan Kemajuan

Allah SWT berfirman:

وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Wa qul rabbī zidnī ‘ilmā
“Dan katakanlah: ‘Wahai Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.’”
(QS. Thaha: 114)

Ayat ini sangat menarik. Dalam Al-Qur’an, Rasulullah ﷺ diperintahkan untuk memohon tambahan ilmu. Tidak diperintahkan untuk meminta tambahan harta atau kekuasaan, tetapi ilmu.

Para ulama menjelaskan bahwa ilmu adalah fondasi bagi segala kebaikan. Dengan ilmu, manusia mampu membedakan antara yang benar dan yang salah, antara yang bermanfaat dan yang merusak.

Ilmu juga menjadi sumber kemajuan peradaban. Sejarah menunjukkan bahwa masyarakat yang menghargai ilmu akan berkembang lebih cepat dibandingkan masyarakat yang mengabaikannya.

Ramadhan sendiri merupakan bulan yang sangat dekat dengan ilmu. Wahyu pertama yang turun kepada Nabi ﷺ adalah perintah membaca. Ini menegaskan bahwa spiritualitas dan intelektualitas dalam Islam berjalan beriringan.


Aparatur Negara sebagai Pembelajar

Dalam konteks aparatur negara, semangat belajar menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Dunia terus berubah. Teknologi berkembang pesat. Pola pelayanan publik semakin kompleks. Masyarakat juga semakin kritis dan memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap kualitas layanan negara.

Karena itu, aparatur negara tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman masa lalu.

Aparatur yang profesional adalah aparatur yang terus belajar:
memperbarui pengetahuan,
meningkatkan kompetensi,
dan membuka diri terhadap inovasi.

Budaya belajar membuat birokrasi menjadi adaptif. Aparatur yang terus mengembangkan diri akan lebih siap menghadapi perubahan, lebih kreatif dalam mencari solusi, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebaliknya, birokrasi yang berhenti belajar akan tertinggal oleh perkembangan zaman.


Kualitas SDM dan Masa Depan Bangsa

Nilai kebangsaan dari semangat belajar adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Bangsa yang besar tidak hanya diukur dari kekayaan alam atau luas wilayahnya, tetapi dari kualitas manusianya. Ketika aparatur negara memiliki kompetensi yang kuat, kebijakan menjadi lebih tepat sasaran, pelayanan publik menjadi lebih berkualitas, dan pembangunan menjadi lebih berkelanjutan.

Negara yang maju selalu ditopang oleh aparatur yang memiliki integritas sekaligus kapasitas.

Oleh karena itu, pengembangan diri bukan sekadar kepentingan pribadi. Ia adalah bagian dari tanggung jawab kebangsaan.

Ramadhan menjadi momentum untuk memperbarui semangat belajar. Tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah melalui ibadah, tetapi juga memperbaiki kualitas diri melalui ilmu.


Refleksi Hari Kedelapan Belas

Ramadhan hari kedelapan belas mengajak kita merenung:

Apakah kita masih memiliki semangat untuk terus belajar?
Apakah kita berusaha meningkatkan kemampuan dalam menjalankan amanah?
Apakah kita sudah mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman?

Karena pada akhirnya, aparatur yang terus belajar akan melahirkan pelayanan yang lebih baik.

Dan dari aparatur yang berkualitas, lahir bangsa yang kuat.

Ramadhan mengajarkan: ketika aparatur menjadi pembelajar, bangsa pun akan tumbuh menjadi lebih besar.


Rubrik Kultum Aparatur Ramadhan atau Kultur merupakan rubrik asuhan Abu Qinan.


kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Related Articles

Back to top button