Kultur

Kultum Aparatur 15: “Pelayanan yang Adil untuk Semua”

lintaspriangan.com, KULTUR. Suatu ketika, seorang wanita dari kabilah terpandang Bani Makhzum melakukan pencurian. Keluarganya merasa khawatir. Jika hukum ditegakkan, kehormatan mereka akan tercoreng. Mereka pun mencari jalan agar hukuman itu dibatalkan.

Seseorang yang dekat dengan Rasulullah ﷺ, yaitu Usamah bin Zaid r.a., diminta menyampaikan permohonan keringanan.

kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Namun ketika Rasulullah ﷺ mendengarnya, beliau menegur dengan tegas. Wajah beliau berubah. Beliau kemudian berdiri dan berkhutbah di hadapan para sahabat.

Beliau bersabda bahwa kehancuran umat-umat terdahulu terjadi karena ketidakadilan: ketika orang terpandang melanggar hukum mereka dibiarkan, tetapi ketika orang lemah melakukan kesalahan mereka dihukum.

Kemudian Rasulullah ﷺ menegaskan:

“Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya.”

Keadilan tidak boleh tunduk pada status, kedekatan, atau kekuasaan.


Berdiri Tegak untuk Keadilan

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ
Yā ayyuhalladzīna āmanū kūnū qawwāmīna bil-qisṭ syuhadā’a lillāh walau ‘alā anfusikum awil-wālidayni wal-aqrabīn
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, sekalipun terhadap dirimu sendiri, orang tua, maupun kerabat.”
(QS. An-Nisa: 135)

Ayat ini menegaskan bahwa keadilan harus berdiri di atas kebenaran, bukan kedekatan atau kepentingan. Bahkan jika keadilan itu merugikan diri sendiri atau orang yang kita cintai, ia tetap harus ditegakkan.

Ramadhan menguatkan hati untuk berlaku adil. Puasa melatih kita menahan ego dan hawa nafsu, termasuk kecenderungan untuk memihak secara tidak objektif.


Keadilan dalam Pelayanan Publik

Dalam kehidupan aparatur negara, keadilan bukan hanya konsep hukum, tetapi juga praktik pelayanan sehari-hari.

Setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan yang sama.
Tidak ada perlakuan istimewa karena kedekatan.
Tidak ada kemudahan khusus karena status sosial.

Keadilan administratif menjadi fondasi integritas birokrasi. Ketika prosedur dijalankan secara objektif dan transparan, masyarakat merasakan kehadiran negara yang melindungi semua orang secara setara.

Aparatur yang adil tidak mempersulit yang lemah dan tidak memanjakan yang kuat.


Persamaan di Hadapan Hukum

Nilai kebangsaan yang lahir dari prinsip ini adalah persamaan di hadapan hukum.

Negara hukum berdiri di atas asas bahwa semua warga negara memiliki kedudukan yang sama. Tidak ada kelompok yang berada di atas hukum, dan tidak ada warga yang dibiarkan tanpa perlindungan hukum.

Ketika hukum ditegakkan secara adil, kepercayaan publik tumbuh. Persatuan bangsa menguat karena masyarakat merasa diperlakukan secara setara.

Keadilan bukan hanya persoalan legalitas, tetapi juga moralitas.


Refleksi 15 Ramadhan

Ramadhan hari kelima belas mengajak kita bertanya:

Apakah kita sudah bersikap adil dalam setiap keputusan?
Apakah kita memperlakukan masyarakat secara setara?
Apakah kita berani menegakkan aturan meski terhadap orang yang dekat dengan kita?

Karena pada akhirnya, keadilan adalah fondasi peradaban.

Ramadhan mengajarkan: pelayanan yang adil menjaga persatuan bangsa. Dari keadilan yang tegak, lahir kepercayaan rakyat.


Rubrik Kultum Aparatur Ramadhan atau Kultur merupakan rubrik asuhan Abu Qinan.


kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Related Articles

Back to top button