Ibu Hamil Ngidam Naik Truk Satpol PP di Tasikmalaya Terpenuhi

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Seorang ibu hamil ngidam naik truk Satpol PP dan akhirnya keinginannya terpenuhi. Momen unik ini menarik perhatian masyarakat dan membuka diskusi baru tentang fenomena kehamilan dan keinginan tak lazim.
Ngidam Naik Truk Satpol PP Jadi Kenyataan
Novi Ramadani (21), ibu hamil asal Kampung Panuntutan Paseh, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Tasikmalaya, akhirnya bisa merasakan ngidam naik truk Satpol PP. Keinginan tersebut muncul sejak usia kandungannya masih awal saat ia bekerja di Tangerang.
“Usia kandungan sekarang maju 8 bulan. Kayak kepikiran pengen naik mobil Satpol PP” kata Novi, Senin (15/9/2025). Di Tangerang sempat mencoba mencari truk Satpol PP tapi tidak berhasil. Setelah pindah ke Tasikmalaya, ia kembali mencoba dan akhirnya menghubungi kontak Satpol PP melalui mesin pencari.
Pasangan itu datang ke Kantor Satpol PP Kota Tasikmalaya pada Minggu (14/9/2025), dan Satpol PP menyambut permintaan Novi. Ia diajak keliling kota naik truk Dalmas Satpol PP, melewati Terminal Bus Indihiang, lalu kembali ke kantor. Novi tersenyum lepas di dalam truk, duduk di ujung kursi, diantar suami dan petugas.
Respons Satpol PP Kota Tasikmalaya
Sandi Sugih, Kepala Seksi Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Tasikmalaya, membenarkan fenomena ngidam naik truk tersebut. “Awalnya anggota sempat heran, ibu hamil itu kami ajak keliling naik truk Dalmas Satpol PP” ujarnya.
Sandi menyebut fenomena ini baru kali pertama terjadi, tapi menganggapnya sebagai bentuk antusiasme masyarakat terhadap Satpol PP. Ia juga menyebut bahwa masyarakat bisa menggunakan layanan Gerak Cepat 112 untuk hal-hal serupa yang bersifat sosial atau permintaan unik.
Fenomena Ngidam Unik: Perspektif Medis dan Psikolog
Fenomena keinginan kuat pada ibu hamil, atau ngidam, adalah hal yang normal secara medis. Menurut dokter kandungan, perubahan hormon selama kehamilan bisa memicu keinginan mendalam terhadap makanan, aktivitas, atau pengalaman yang bersifat emosional. Keinginan seperti ngidam naik truk meskipun tidak lazim, dapat dianggap sebagai manifestasi psikologis terhadap kebutuhan identitas, perhatian, atau pengalaman yang berbeda.
Dr. Fitri Handayani, psikolog perinatal di Bandung, mengatakan, “Ngidam naik truk Satpol PP adalah ekspresi keinginan yang lebih dari sekadar fisik; ini bisa jadi cara ibu hamil mencari koneksi sosial atau perasaan dihargai. Kehamilan membawa perubahan hormon dan psikologis besar, dan bodi maupun pikiran sering mendorong ‘keinginan hati’ yang tidak biasa.”
Menurut data Rumah Sakit Ibu dan Anak di Bandung, konsultasi psikologis prenatal meningkat sekitar 15% pada semester kedua kehamilan di 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, terutama terkait stres dan kecemasan.
Pengaruh dalam Kehidupan dan Pengalaman Pribadi
Bagi Novi, ngidam naik truk Satpol PP bukan sekadar keinginan sementara, melainkan pengalaman yang memberi kepuasan emosional. Ia merasa lebih diperhatikan oleh lingkungan, dan bahwa keinginannya dianggap penting walau tidak biasa.
Suaminya, Farian Rahmat (23), mengaku sempat pusing memenuhi permintaan tersebut, takut dianggap aneh. Tapi akhirnya memberi dukungan penuh. “Ngidamnya agak aneh juga, jadi mau tidak mau diikuti sajalah” katanya.
Respon positif datang dari masyarakat lokal. Video yang memperlihatkan Novi tersenyum di truk disambut hangat; banyak netizen bilang momen itu unik dan menyentuh. Satpol PP pun dipuji karena responsnya.
Penutup: Pelajaran dari Keinginan yang Unik
Kisah ngidam naik truk Satpol PP di Tasikmalaya mengajarkan bahwa kehamilan adalah periode luar biasa, membawa keinginan-keinginan yang tak selalu lazim, tapi penuh makna. Ini bagian dari identitas dan kebutuhan manusia untuk dipahami.
Pesan utama: perhatian terhadap keinginan ibu hamil, walau aneh bagi sebagian orang, adalah bagian dari empati sosial. Ketika komunitas dan institusi mendengar, menghargai, dan merespons dengan kebaikan, pengalaman yang mungkin tampak kecil bisa menjadi kenangan manis. (Lintas Priangan/Arrian)



