Berita Tasikmalaya

Setahun Viman–Diky: Kemiskinan Naik Saat Duit Makin Dikit

Ruang Fiskal Menyempit, Regulasi Makin Rigid

Memasuki 2026, tantangan itu diperberat oleh penyusutan dana transfer ke daerah. Dari sekitar Rp1,7 triliun turun menjadi Rp1,4 triliun. Selisih sekitar Rp300 miliar dalam struktur APBD bukan angka kecil.

Berita Tasikmalaya lainnya: Perkokoh OHAN, Wali Kota Tasikmalaya Teguhkan Identitas Kota Santri

Ketika pendapatan daerah berkurang, setiap keputusan anggaran menjadi lebih keras. Program sosial dan pemberdayaan ekonomi berada dalam ruang yang lebih sempit.

Di sisi lain, regulasi pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD membuat fleksibilitas fiskal makin terbatas. Tujuannya menjaga disiplin anggaran, tetapi konsekuensinya adalah ruang manuver yang mengecil.

Kemiskinan naik. Anggaran turun. Regulasi makin ketat.

Tiga tekanan ini bertemu dalam satu momentum yang sama.

Tahun 2026 hampir pasti menjadi tahun yang lebih berat dibanding sebelumnya. Bukan hanya bagi pemerintah daerah, tetapi terutama bagi lapisan masyarakat paling rentan.

Dan ketika jurang sudah makin dalam, setiap langkah yang salah bisa membuatnya kian sulit dipanjat kembali. (AS)

Laman sebelumnya 1 2 3

Related Articles

Back to top button