Berita Tasikmalaya

Ogah Jadi Penonton Terus, Bupati Tasikmalaya Serius Dekati Kampus

MoU Selanjutnya dengan Poltekkes Kemenkes

Beberapa hari berselang, tepat Selasa (3/2/2026), Pemkab Tasikmalaya kembali menandatangani nota kesepahaman—kali ini dengan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.

Ruang lingkupnya lebih membumi: pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, afirmasi penerimaan mahasiswa, hingga Program Satu Sarjana Satu Desa. Jika kerja sama dengan Unpad menyentuh spesialisasi dan UPI bicara akses kampus, maka Poltekkes masuk langsung ke kebutuhan dasar: kesehatan dan desa.

Rangkaian ini memperlihatkan satu benang merah—pendidikan tinggi diposisikan untuk menjawab kebutuhan nyata daerah, dari rumah sakit hingga pelosok desa.


Jika disusun berdasarkan waktu, langkah-langkah ini sulit disebut kebetulan. Ada alur yang konsisten:
Unpad memperkuat kualitas SDM, UPI membuka peluang kehadiran kampus di wilayah, Poltekkes mengaitkan pendidikan dengan layanan dasar dan desa.

Di tengah fenomena banyak daerah berlomba mengirim warganya ke kota besar, Tasikmalaya tampak memilih jalur berbeda. Alih-alih terus menjadi penonton, pemerintah daerah mulai mendekati sumber ilmu itu sendiri.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah kampus-kampus itu datang, melainkan sejauh mana rencana-rencana tersebut benar-benar diwujudkan. Sebab mendekati kampus adalah satu hal, memastikan manfaatnya dirasakan warga adalah tantangan yang jauh lebih panjang.

Langkah awal sudah terlihat. Bab berikutnya akan ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan. (HS)

Laman sebelumnya 1 2 3

Related Articles

Back to top button