Ogah Jadi Penonton Terus, Bupati Tasikmalaya Serius Dekati Kampus

lintaspringan.com, BERITA TASIKMALAYA. Selama bertahun-tahun, Tasikmalaya lebih sering jadi daerah pengirim mahasiswa. Lulus SMA, anak-anak muda berangkat ke Bandung, Jakarta, atau kota besar lain. Daerah ini seperti penonton—melihat pendidikan tinggi tumbuh di luar, sementara di dalam wilayah sendiri pilihannya terbatas.
Namun beberapa bulan terakhir, arah itu mulai berubah.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menunjukkan sinyal yang tak biasa. Bukan lewat satu acara seremonial, melainkan rangkaian langkah yang jika ditarik garis lurus, membentuk pola: kampus-kampus besar mulai didekati.
Langkah ini tidak terjadi sekaligus. Ia muncul bertahap, dan justru di situlah ceritanya menarik.
UNPAD Lebih Dulu: Soal SDM dan Spesialis
Pada 27 November 2025, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Padjadjaran. Kerja sama ini bukan soal membuka kampus baru, melainkan menyentuh inti persoalan daerah: kualitas sumber daya manusia.
Salah satu fokusnya adalah sektor kesehatan. Pemkab Tasikmalaya mengidentifikasi dokter-dokter umum usia produktif untuk melanjutkan pendidikan spesialis di Unpad, dengan skema tetap mengabdi di rumah sakit daerah. Di saat yang sama, kerja sama juga diarahkan ke sektor pertanian, peternakan, dan kelautan—tiga sektor yang selama ini menjadi tulang punggung Tasikmalaya, tapi kerap kekurangan dukungan akademik.
Kerja sama dengan Unpad memberi pesan awal: pendidikan tinggi dilihat sebagai alat pembangunan, bukan sekadar urusan ijazah.
Namun langkah itu ternyata bukan yang terakhir.
➡️ Lanjut ke halaman 2
UPI Siap Bangun Kampus di Karangnunggal



