Bikers Advocate Tasikmalaya, Bukan Sekadar Hobi Jalan-Jalan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tasikmalaya, Sabtu (7/2/2026). Komunitas Bikers Advocate Tasikmalaya kembali menunjukkan bahwa dunia motor tidak melulu soal gas dan jarak tempuh. Melalui kegiatan Touring dan Gathering yang dilepas langsung oleh Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayyubi, di Angkringan Simlim Lemona, komunitas ini menegaskan perannya sebagai ruang kebersamaan, dialog, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Tasikmalaya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota Bikers Advocate Tasikmalaya, serta sejumlah tamu undangan. Sejak awal, suasana yang dibangun tidak kaku. Lokasi angkringan dipilih bukan tanpa makna—ia menjadi simbol komunikasi setara, tempat gagasan bertemu tanpa sekat formalitas. Di sinilah touring dimaknai sebagai medium silaturahmi, bukan sekadar konvoi motor.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tasikmalaya menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi komunitas Bikers Advocate Tasikmalaya yang dinilai konsisten menjaga semangat kebersamaan dan solidaritas. Lebih dari itu, komunitas ini dipandang mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas serta kepedulian terhadap isu sosial dan kemasyarakatan.
Pernyataan tersebut bukan basa-basi seremonial. Di tengah tantangan lalu lintas perkotaan dan dinamika sosial yang kian kompleks, peran komunitas menjadi krusial. Bikers Advocate Tasikmalaya—yang beranggotakan para praktisi hukum dan pemerhati sosial—memiliki modal kuat untuk menyuarakan disiplin berlalu lintas dengan pendekatan yang membumi. Pesan keselamatan jalan, ketika disampaikan oleh sesama bikers, kerap lebih efektif ketimbang imbauan satu arah.
Touring yang digelar pun dirancang dengan prinsip keselamatan sebagai prioritas. Disiplin berkendara, penggunaan perlengkapan standar, serta kepatuhan pada rambu lalu lintas menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan. Di sinilah pesan moral bekerja: hobi bisa berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial.
Lebih jauh, Wakil Bupati Tasikmalaya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang dialog berkelanjutan antara pemerintah daerah dan komunitas. Dialog yang lahir dari kebersamaan diyakini mampu membuka jalan kolaborasi yang lebih luas—mulai dari edukasi publik, kegiatan sosial, hingga dukungan terhadap pembangunan daerah yang partisipatif dan inklusif.
Bagi Bikers Advocate Tasikmalaya, harapan tersebut sejalan dengan semangat komunitas. Touring dan gathering bukan tujuan akhir, melainkan sarana memperkuat jejaring, menyatukan visi, dan menumbuhkan kepedulian. Komunitas ini memposisikan diri sebagai jembatan—menghubungkan hobi dengan nilai, serta mengaitkan kesenangan berkendara dengan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan ini juga menjadi sinyal positif. Pemerintah tidak berdiri di kejauhan, melainkan hadir dan menyapa komunitas di ruang-ruang nonformal. Pendekatan semacam ini dinilai efektif untuk membangun kepercayaan dan partisipasi publik. Pembangunan tidak selalu harus dimulai dari podium resmi; kadang ia tumbuh dari obrolan santai, secangkir kopi, dan deru mesin yang tertib.
Dengan semangat kebersamaan yang terjaga, Bikers Advocate Tasikmalaya terus membuktikan bahwa komunitas motor dapat menjadi agen perubahan. Bukan sekadar hobi jalan-jalan, tetapi wadah advokasi, edukasi, dan kolaborasi sosial. Di jalan raya maupun di ruang dialog, mereka hadir membawa pesan: berkendara boleh hobi, berkontribusi adalah keharusan. (AS)



