Berita Tasikmalaya

Ancaman Berulang: Angin Kencang di Kabupaten Tasikmalaya Putus Akses Warga

Pola Angin Kencang di Kabupaten Tasikmalaya

Peristiwa di Padakembang bukan kasus tunggal. Dalam dua tahun terakhir, sejumlah kejadian serupa tercatat di berbagai kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Pada 6 Oktober 2025, misalnya, sebuah pohon besar tumbang di Jalan Raya Cibodas (jalan nasional) di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong. Pohon yang akarnya sudah lapuk itu roboh setelah hujan berintensitas sedang disertai angin, menutup jalur nasional Rajapolah–Tasikmalaya dari dua arah, merusak jaringan listrik, telekomunikasi, dan sebuah toko paving block. BPBD bersama TNI, Polri, Damkar, PLN, Tagana dan relawan harus mengevakuasi batang pohon dan melakukan perbaikan jaringan sebelum jalur kembali normal.

Kemarin, angin kencang juga dilaporkan menimbulkan kerusakan di wilayah Sukaraja. Di Desa Tarunajaya, empat rumah warga dilaporkan rusak tertimpa pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang. Tahun lalu, kejadian serupa bahkan sempat membuat warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat sampai kondisi dinyatakan aman oleh petugas. Tagana saat itu mengimbau warga yang rumahnya berada tepat di bawah pohon besar atau tebing untuk segera mengungsi jika angin dan hujan kembali membesar, demi mencegah jatuhnya korban jiwa.

Baca berita terikait: Peta Risiko Bencana Kabupaten Tasikmalaya 5 Tahun ke Depan

Kejadian terbaru di Padakembang juga menunjukkan pola yang sama: hujan lebat, angin kencang di Kabupaten Tasikmalaya, pohon tumbang, akses jalan tertutup, jaringan kabel terputus. Di Desa Cisaruni, Tagana melaporkan kabel telekomunikasi rusak tertimpa material pohon yang roboh, sehingga bukan hanya lalu lintas fisik yang terganggu, tetapi juga akses komunikasi warga.

Data yang dihimpun Forum Komunikasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya menguatkan bahwa rangkaian peristiwa ini bukan kebetulan. Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat sekitar ratusan bencana alam di Kabupaten Tasikmalaya, mulai dari banjir, tanah longsor, kebakaran, hingga angin kencang dan angin puting beliung. Adanya peningkatan kejadian angin puting beliung dan longsor di beberapa kecamatan pun sudah patut diwaspadai bersama. Ketua FK Tagana, Jembar Adisetya, menyebut Kabupaten Tasikmalaya memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi dan meminta warga di daerah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi.

Jika rangkaian fakta itu disusun, tampak sebuah benang merah: angin kencang di Kabupaten Tasikmalaya secara berkala memukul infrastruktur dasar—jalan penghubung antardesa, jaringan listrik, hingga telekomunikasi. Setiap musim hujan, warga harus siap menghadapi episode serupa: jalan tertutup, kabel putus, dan petugas kebencanaan berpacu dengan waktu mengevakuasi pohon tumbang.


Lebih Serius Menghadapi Ancaman Berulang

Selama ini, respons lapangan terhadap bencana angin kencang di Kabupaten Tasikmalaya relatif sigap. Dalam setiap kejadian, pola penanganannya mirip: BPBD menerima laporan warga, berkoordinasi dengan TNI-Polri, damkar, dinas teknis, PLN, serta relawan, lalu turun ke lokasi untuk memotong dan mengevakuasi batang pohon yang menutup jalan, membersihkan sisa material, dan membantu perbaikan jaringan listrik maupun telekomunikasi. Di Padakembang, pola ini kembali terlihat, sebagaimana sebelumnya di Cisayong maupun Sukaraja.

Namun, jika hanya berhenti pada respons darurat, ancaman berulang ini berpotensi terus mengganggu aktivitas masyarakat. Di beberapa lokasi, pohon-pohon besar berada sangat dekat dengan badan jalan, jaringan listrik, atau rumah warga. Kondisi akar yang lapuk atau tanah yang labil membuat pohon lebih mudah roboh saat angin kencang menerpa. Inilah titik lemah yang sebetulnya bisa dipetakan dan dikurangi risikonya jauh sebelum hujan deras dan angin datang.

Di tingkat kota, langkah mitigasi berupa pemangkasan pohon rawan tumbang mulai dilakukan BPBD di sejumlah ruas jalan utama. Praktik serupa sebenarnya bisa diperluas di wilayah kabupaten, terutama di titik-titik yang sudah berulang kali terdampak angin kencang dan pohon tumbang. Data kejadian yang tersimpan di BPBD, Tagana, dan berbagai laporan media lokal seharusnya menjadi dasar untuk menyusun peta risiko angin kencang di Kabupaten Tasikmalaya.

Baca berita terikait: Peta Risiko Bencana Kabupaten Tasikmalaya 5 Tahun ke Depan

Di sisi lain, informasi cuaca dan peringatan dini juga perlu lebih dekat ke warga. Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa Tasikmalaya tengah menghadapi periode cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Februari, dengan potensi hujan dan angin kencang di banyak wilayah. Dalam konteks ini, imbauan BPBD Kabupaten Tasikmalaya kepada masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem, segera melapor bila terjadi kondisi darurat, dan menghindari berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar saat hujan dan angin kencang, menjadi sangat relevan.

Bagi warga, mungkin sudah saatnya mengubah cara pandang terhadap istilah “angin kencang di Kabupaten Tasikmalaya”: bukan sekadar fenomena alam yang datang dan pergi, tetapi sebuah ancaman berulang yang bisa dikurangi dampaknya dengan kesiapsiagaan bersama. Mulai dari langkah sederhana—memeriksa pohon di sekitar rumah, memperhatikan informasi cuaca, hingga aktif melapor ke BPBD saat melihat potensi bahaya—semua menjadi bagian penting dari upaya kolektif menjaga keluarga, tetangga, dan akses jalan yang menjadi nadi kehidupan sehari-hari. (AS)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button