Berita Tasikmalaya

Soroti Anak Tidak Sekolah di Tasikmalaya, Ini Perintah Wakil Bupati

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menaruh perhatian serius terhadap persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih ditemukan di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Isu tersebut menjadi penekanan utama saat ia melaksanakan pembinaan dan pengawasan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya, yang berlangsung di Aula Disdikbud, Rabu (21/1/2026).

Dalam forum internal yang dihadiri jajaran struktural Disdikbud tersebut, Wakil Bupati Tasikmalaya menegaskan bahwa pendataan ATS tidak boleh dipandang sebagai rutinitas administratif semata. Menurutnya, data ATS harus benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan, karena dari sanalah arah kebijakan pendidikan daerah akan ditentukan.

“Pendataan Anak Tidak Sekolah harus dilakukan secara serius dan menyeluruh. Jangan sampai masih ada anak-anak di Tasikmalaya yang tercecer dari sistem pendidikan hanya karena lemahnya pendataan,” menjadi pesan kunci yang disampaikan Wakil Bupati dalam arahannya.

Kegiatan pembinaan ini dibuka oleh Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Edi Ruswandi Hidayatuloh, yang sekaligus memperkenalkan seluruh pegawai struktural di lingkungan Disdikbud. Momen tersebut dimanfaatkan Wakil Bupati untuk langsung menyampaikan penekanan substansi, bukan sekadar seremonial perkenalan.

Selain soal ATS, Wakil Bupati Tasikmalaya juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan penguatan mental peserta didik. Ia menilai, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya soal capaian akademik, tetapi juga pembentukan sikap, etika, dan daya tahan mental siswa dalam menghadapi perubahan sosial yang semakin cepat.

Menurutnya, sekolah tidak cukup hanya mencetak siswa yang pintar secara kognitif, tetapi juga harus mampu membentuk karakter yang kuat dan mental yang sehat. Karena itu, peran Disdikbud menjadi sangat strategis dalam memastikan kebijakan pendidikan berjalan seimbang antara akademik dan karakter.

Baca juga: Wabup: Data Anak Putus Sekolah di Tasikmalaya Harus Divalidasi

Dalam arahannya, Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh pegawai Disdikbud agar senantiasa menjaga marwah Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Ia menekankan bahwa aparatur pendidikan adalah wajah pelayanan publik di bidang pendidikan, sehingga profesionalisme dan integritas menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pendidikan adalah sektor yang langsung dirasakan dampaknya oleh warga, jadi jangan sampai ada keluhan soal sikap, kinerja, maupun layanan,” pesannya.

Penegasan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemkab Tasikmalaya ingin memastikan sektor pendidikan berjalan lebih responsif terhadap persoalan di lapangan, khususnya menyangkut anak-anak yang berisiko putus sekolah atau tidak terdata dalam sistem pendidikan formal.

Dengan penekanan pada pendataan Anak Tidak Sekolah di Tasikmalaya, penguatan pendidikan karakter, serta peningkatan kualitas layanan Disdikbud, Pemkab Tasikmalaya berharap tidak ada lagi anak yang tertinggal dari hak dasarnya untuk memperoleh pendidikan. Isu ATS pun kini bukan sekadar angka di laporan, melainkan menjadi perhatian langsung pimpinan daerah untuk ditangani secara lebih serius dan terarah. (HS)

Related Articles

Back to top button