Situasi Memanas, Pemerintah RI Putuskan Evakuasi WNI di Iran

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Pemerintah Indonesia memutuskan menyiapkan langkah evakuasi bertahap WNI di Iran menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah. Kebijakan ini diambil untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang masih berada di wilayah Republik Islam Iran.
Melalui koordinasi Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, pemerintah mengimbau seluruh WNI di Iran untuk segera melakukan komunikasi dengan pihak kedutaan guna mendapatkan informasi teknis mengenai proses evakuasi.
Keputusan ini muncul setelah eskalasi konflik regional meningkat dan memicu kekhawatiran terhadap keamanan warga asing di wilayah tersebut.
Pemerintah Siapkan Evakuasi Bertahap WNI di Iran
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, telah menginstruksikan Kedutaan Besar RI di Teheran untuk mengambil langkah evakuasi terhadap warga negara Indonesia yang menginginkan kepulangan ke Tanah Air.
Sebagai tahap awal, setidaknya belasan WNI di Iran telah menyatakan kesiapan untuk dievakuasi dari Teheran.
Namun proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara instan. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai faktor keamanan dan logistik, termasuk kondisi jalur transportasi dan penutupan ruang udara di beberapa wilayah sekitar Iran.
Menurut Menlu, skema evakuasi sementara akan dilakukan melalui jalur darat dari Teheran menuju Baku, Azerbaijan, dengan waktu tempuh sekitar 10 jam perjalanan sebelum WNI diterbangkan kembali ke Indonesia.
“Tidak semua WNI di wilayah terdampak ingin dievakuasi. Namun bagi yang ingin pulang, pemerintah akan memfasilitasi prosesnya,” ujar Menlu dalam keterangan resmi.
Jumlah WNI di Iran Dipantau KBRI
KBRI Tehran terus memantau kondisi WNI di Iran yang tersebar di beberapa kota, termasuk Teheran dan Qom. Sebelumnya dilaporkan terdapat sekitar 329 warga negara Indonesia yang tercatat berada di Iran.
Mayoritas dari mereka merupakan mahasiswa, pekerja profesional, serta keluarga yang tinggal di berbagai wilayah di negara tersebut.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan seluruh WNI di Iran menjadi prioritas utama dalam setiap langkah kebijakan yang diambil.
KBRI juga terus menjalin komunikasi aktif dengan warga Indonesia di sana untuk memastikan situasi mereka tetap aman serta memberikan informasi terbaru terkait perkembangan kondisi keamanan.
Evakuasi Bersifat Sukarela
Pemerintah menegaskan bahwa evakuasi WNI di Iran dilakukan dengan prinsip sukarela. Artinya, hanya warga negara yang merasa perlu atau ingin kembali ke Indonesia yang akan difasilitasi proses pemulangannya.
Bagi WNI di Iran yang memilih tetap tinggal, KBRI tetap meminta mereka untuk menjaga komunikasi intensif dengan pihak kedutaan dan memantau situasi keamanan secara berkala.
Langkah ini dinilai penting agar pemerintah dapat segera memberikan bantuan apabila situasi keamanan berubah secara signifikan.
Prioritas Utama: Keselamatan WNI
Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa keselamatan warga negara merupakan prioritas utama pemerintah dalam menghadapi situasi geopolitik yang dinamis.
Selain menyiapkan evakuasi WNI di Iran, pemerintah juga terus melakukan diplomasi dengan berbagai pihak guna menurunkan ketegangan konflik di kawasan tersebut.
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil, pemerintah mengimbau seluruh WNI di Iran untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan resmi dari KBRI Tehran. (AS)



