Nasional

Pesawat ATR Maros Hilang Kontak, Diduga Jatuh di Pegunungan

Kronologi Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500 di Maros

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menjelaskan, pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut tengah melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG). Pesawat dipiloti oleh Captain Andy Dahananto.

Pada pukul 04.23 UTC, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin. Namun dalam proses tersebut, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang semestinya.

ATC kemudian memberikan arahan koreksi posisi dan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Setelah instruksi terakhir disampaikan, komunikasi dengan pesawat terputus atau loss contact. ATC selanjutnya mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase).

Koordinasi segera dilakukan dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat, kepolisian setempat, serta otoritas bandara untuk mendukung langkah pencarian dan pertolongan.

Halaman berikutnya:
Diduga Jatuh di Pegunungan Leang-leang Maros


Diduga Jatuh di Pegunungan Leang-leang Maros

Berdasarkan data koordinat terakhir dan laporan lapangan, titik pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, tepatnya di wilayah Leang-leang, Kabupaten Maros. Medan pencarian dikenal sulit karena kontur perbukitan, hutan, serta kawasan karst yang curam.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyebut, helikopter Caracal milik TNI Angkatan Udara telah diterjunkan untuk melakukan pemantauan udara. Dari hasil pengamatan awal, terdeteksi adanya titik api di kawasan Gunung Lapihao, Kecamatan Leang-leang.

Indikasi tersebut juga diperkuat keterangan warga sekitar yang mengaku mendengar suara ledakan dan melihat cahaya api dari kejauhan. Meski demikian, aparat menegaskan bahwa lokasi pasti masih harus dipastikan melalui verifikasi langsung tim darat dan udara.

Halaman berikutnya:
Basarnas, TNI AU, dan Drone Dikerahkan Cari Pesawat ATR


Laman sebelumnya 1 2 3 4 5Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button