Banyak yang Belum Ngeh, Pendapatan ASN 2027 Terancam Dipangkas!

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Banyak aparatur sipil negara (ASN) mungkin belum benar-benar membaca satu undang-undang yang diam-diam mengubah wajah keuangan daerah secara drastis. Bukan cuma soal pajak, bukan cuma soal transfer dana pusat ke daerah, tapi sampai menyentuh hal yang sangat sensitif: struktur anggaran belanja pegawai, alias pendapatan ASN.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) lahir pada 5 Januari 2022. UU ini mengganti dua undang-undang besar sebelumnya, yakni UU 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dua undang-undang, di-bundle jadi satu.
Di permukaan, ini terlihat seperti regulasi teknis fiskal biasa. Tapi di balik itu, tanpa banyak yang menyadari, ada perubahan mendasar yang bakal berdampak langsung pada pendapatan ASN 2027 di daerah. Memang tidak dramatis hari ini. Tidak kelak. Perlahan, terstruktur, sistemik dan pasti!
Pertanyaannya: sudahkah pasa ASN benar-benar memahami dampaknya?
UU Nomor 1/2022 Ini Revolusioner
UU 1/2022 bukan sekadar revisi kecil. Ia menyatukan dan merombak sistem hubungan keuangan pusat-daerah: pajak daerah, retribusi, transfer ke daerah, hingga tata kelola belanja.
Kalau dulu pajak dan perimbangan keuangan diatur dalam undang-undang terpisah, kini semuanya dibungkus dalam satu payung besar. Negara ingin harmonisasi. Sinkronisasi. Konsolidasi fiskal nasional.
Dalam UU ini, pengelolaan belanja daerah tidak lagi sekadar soal “ada uang atau tidak”, tetapi soal komposisi dan prioritas. Belanja harus berbasis kinerja. Alokasi harus disinkronkan dengan prioritas nasional..
Bahasa sederhananya: pusat tidak lagi hanya mengirim uang, tapi ikut mengatur bagaimana uang itu dibelanjakan.
Dan di sinilah letak perubahannya yang paling terasa. Undang-undang lama hanya mengatur pengiriman uang dari pusat untuk daerah. Dan di undang-undang yang baru, pemerintah pusat tidak hanya mengirim, tapi mengatur batasan-batasan penggunaan anggaran, termasuk pendapatan ASN 2027.



