lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 50 sekolah negeri di Kabupaten Garut, Jawa Barat, disiapkan menjadi lokasi uji coba pembelajaran digital melalui platform PIJAR yang dikembangkan PT Telkom Indonesia. Program tersebut menyasar 25 sekolah dasar negeri (SDN) dan 25 sekolah menengah pertama negeri (SMPN), dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan berlangsung pada 20–21 Oktober 2026.
Persiapan program pembelajaran digital Garut tersebut melibatkan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, kepala sekolah, serta guru dari satuan pendidikan yang menjadi sasaran uji coba. Melalui publikasi resmi pada Rabu (21/10/2026), Pemerintah Kabupaten Garut menyatakan program akan diterapkan secara bertahap untuk mendukung pembelajaran, pengelolaan sekolah, dan pemantauan kegiatan pendidikan.
Uji Coba Pembelajaran Digital Libatkan 25 SD dan 25 SMP
Rencana penerapan platform PIJAR merupakan tindak lanjut audiensi Telkom dengan Bupati Garut yang membahas kebutuhan pembelajaran dan pemantauan kegiatan sekolah.
Dari pembahasan tersebut, muncul rencana menguji penggunaan platform di 50 sekolah negeri sebelum pengembangan program lebih lanjut.
Tahap persiapan diawali dengan sosialisasi kepada 50 kepala sekolah pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Dewi Sartika, Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan Budiman, menghadiri kegiatan tersebut bersama jajaran bidang pendidikan dasar dan perwakilan Telkom.
Dalam sosialisasi, pihak Telkom memperkenalkan sejumlah layanan platform PIJAR, termasuk fitur yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran dan pemantauan kegiatan sekolah.
Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan uji coba serta demonstrasi penggunaan aplikasi.
Pada hari kedua, Rabu (21/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan teknis bagi guru dari sekolah sasaran.
Pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai penggunaan fitur platform sebelum diterapkan dalam kegiatan pendidikan.
Kendati telah memasuki tahap persiapan, publikasi pemerintah daerah belum merinci tanggal seluruh sekolah mulai menggunakan PIJAR secara aktif dalam pembelajaran sehari-hari.
Sekolah Diharapkan Bisa Memantau Pembelajaran Lebih Efektif
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan Budiman, menyatakan penggunaan teknologi harus diarahkan untuk memperbaiki mutu pendidikan, bukan sebatas memperkenalkan aplikasi baru.
Menurutnya, perangkat digital dapat membantu sekolah melakukan pemantauan kegiatan pendidikan sekaligus mendukung proses belajar siswa.
Asep berharap pengawasan yang lebih efektif melalui teknologi dapat memperbaiki kualitas pembelajaran.
Platform PIJAR juga diperkenalkan sebagai sarana yang berpotensi menyediakan materi pembelajaran, latihan soal, serta dukungan pemantauan asesmen siswa.
Namun, manfaat tersebut masih menjadi sasaran penerapan. Hasil peningkatan mutu pendidikan belum dapat dinyatakan tercapai karena program masih berada pada tahap awal.
Dalam kegiatan sosialisasi, Asep juga menjelaskan bahwa keputusan pemanfaatan platform tetap mempertimbangkan kebutuhan masing-masing sekolah. Dinas Pendidikan berperan memfasilitasi pengenalan teknologi tersebut.
Salah satu sekolah yang masuk dalam rencana uji coba adalah SMP Negeri 1 Pameungpeuk.
Kepala SMPN 1 Pameungpeuk, Rukmana, menyampaikan bahwa sekolahnya sebelumnya telah mencoba digitalisasi pembelajaran, tetapi hasilnya belum maksimal.
Rukmana berharap penggunaan PIJAR dapat membantu pengembangan kemampuan digital sekolah, termasuk memperkecil kesenjangan pemanfaatan teknologi antara sekolah di daerah dan perkotaan.
Setelah sosialisasi dan pelatihan, Telkom bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Garut merencanakan pendampingan serta pemantauan berkala terhadap sekolah peserta.
Pendampingan tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi kendala selama penggunaan platform, baik yang berkaitan dengan pengoperasian aplikasi maupun kebutuhan sekolah.
Hingga publikasi pada 21 Oktober 2026, belum tersedia rincian mengenai nilai pembiayaan program, skema pembayaran atau lisensi platform, serta indikator keberhasilan yang akan digunakan untuk mengevaluasi uji coba di 50 sekolah tersebut. (NS/AS)




