lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peringatan Hari Santri 2026 akan berlangsung serentak pada Kamis, 22 Oktober 2026. Di Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya telah mengawali rangkaian peringatan melalui kegiatan ziarah ke makam sejumlah ulama dan tokoh penyebar agama Islam pada 13–16 Oktober 2026.
Menjelang Hari Santri 2026, Rabu (21/10/2026), kegiatan bertajuk Jiyarotusyusyukh tersebut menjadi salah satu agenda yang telah dilaksanakan pemerintah daerah. Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama jajaran pemerintah kabupaten mengunjungi sejumlah makam ulama di berbagai kecamatan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa mereka dalam perkembangan pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat.
Bupati Tasikmalaya Ziarah ke Sejumlah Makam Ulama
Rangkaian ziarah dimulai pada Selasa, 13 Oktober 2026. Berdasarkan keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Bupati Cecep Nurul Yakin menghadiri kegiatan di sejumlah lokasi yang memiliki kaitan dengan sejarah perkembangan Islam di daerah tersebut.
Tempat yang dikunjungi antara lain Pondok Pesantren Cipasung, Taman Makam Pahlawan Sukamanah di Kecamatan Sukarame, serta Pondok Pesantren Cintawana.
Rombongan juga mengunjungi makam Gan Aun, penyusun Mirqotul Mahabbah, di Kecamatan Mangunreja, serta makam KH Muhammad Syabandi atau Mama Cilenga di Kecamatan Sariwangi.
Kegiatan ini melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretariat Daerah, sejumlah kepala perangkat daerah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, dan Forum Pondok Pesantren.
Pada Kamis, 15 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan ke sejumlah makam ulama di wilayah utara Kabupaten Tasikmalaya.
Bupati Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi menghadiri ziarah di tiga lokasi, yakni makam Abah Sepuh di Pondok Pesantren Suryalaya, makam Syekh Akbar Abdul Fatah di Pesantren Idrisiyyah Cisayong, serta makam KH Ahmad Syahdili di Kikisik, Kecamatan Sukaratu.
Pemerintah daerah menyatakan kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mengenang perjuangan para ulama sekaligus menjaga penghormatan terhadap warisan keilmuan dan pendidikan Islam di Kabupaten Tasikmalaya.
Upacara Hari Santri 2026 Dijadwalkan 22 Oktober
Secara nasional, Kementerian Agama menetapkan peringatan Hari Santri 2026 mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.
Tema dan pelaksanaan peringatan tersebut diatur melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2026.
Berdasarkan panduan itu, upacara Hari Santri dijadwalkan berlangsung serentak pada Kamis, 22 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 waktu setempat.
Peringatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, jajaran Kementerian Agama, pondok pesantren, lembaga pendidikan keagamaan, organisasi masyarakat Islam, hingga santri.
Kementerian Agama juga mendorong penyelenggaraan kegiatan lain yang berkaitan dengan pendidikan, kepedulian sosial, lingkungan, dan kemandirian pesantren.
Selain upacara, panduan nasional memberikan ruang bagi penyelenggaraan kegiatan pramuka santri, ekoteologi, serta kegiatan ekonomi berbasis pesantren.
Peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober memiliki dasar Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Tanggal tersebut berkaitan dengan peristiwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.
Di Kabupaten Tasikmalaya, kegiatan ziarah yang telah berlangsung menjadi bagian dari rangkaian menyambut peringatan tersebut.
Meski demikian, hingga informasi ini disusun pada Rabu, 21 Oktober 2026, lokasi upacara tingkat Kabupaten Tasikmalaya, jumlah peserta, serta susunan acara khusus pemerintah daerah untuk 22 Oktober belum dapat dipastikan dari publikasi resmi yang diperiksa.
Pelaksanaan upacara nasional telah memiliki jadwal, tetapi rincian kegiatan tingkat kabupaten masih memerlukan konfirmasi kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya atau Kantor Kementerian Agama setempat. (NS/AS)




