lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penyerangan truk Dalmas di Bandung terjadi di persimpangan Jalan Sulanjana dan Jalan Ir. H. Juanda atau Dago, Selasa, 20 Oktober 2026 malam. Kendaraan yang membawa personel kepolisian menjadi sasaran lemparan sekelompok orang. Laporan awal menyebut tiga polisi terluka dan mendapat penanganan di rumah sakit.
Polisi masih menelusuri identitas orang-orang yang terlibat. Hubungan antara kelompok penyerang dan peserta demonstrasi yang sebelumnya berlangsung di kawasan Jalan Asia Afrika juga belum dipastikan.
Penyerangan Truk Dalmas di Bandung Terjadi Saat Pergantian Tugas
Peristiwa bermula ketika personel kepolisian bergerak menggunakan truk pengendali massa setelah melaksanakan patroli. Rombongan tersebut hendak menjalani pergantian tugas ketika melintasi kawasan Simpang Dago.
Kendaraan kemudian diserang dengan lemparan batu, petasan, dan benda yang dilaporkan sebagai bom molotov. Sejumlah personel mengalami luka di bagian kepala dan tangan.
Para petugas yang terluka dibawa ke rumah sakit. Dalam informasi awal yang tersedia, belum terdapat penjelasan terperinci mengenai tingkat luka maupun perkembangan kondisi masing-masing korban.
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku dan rangkaian kejadian. Identitas serta afiliasi kelompok penyerang belum diumumkan.
Penyerangan Truk Dalmas di Bandung Diikuti Pengamanan Lokasi
Setelah insiden, truk Dalmas yang dilaporkan terbakar dievakuasi dari persimpangan. Perkembangan yang diberitakan pada Rabu, 21 Oktober 2026 dini hari menyebut arus kendaraan dari kedua arah kembali berjalan.
Personel kepolisian tetap berjaga di sekitar lokasi. Patroli juga dilakukan di sejumlah titik untuk mengantisipasi gangguan keamanan lanjutan.
Pulihnya lalu lintas di Simpang Dago merupakan perkembangan setelah penanganan di lokasi. Sementara itu, penyelidikan terhadap penyerangan tetap berjalan.
Pada hari yang sama sebelum kejadian, demonstrasi berlangsung di kawasan Jalan Asia Afrika. Namun, kesamaan waktu tersebut belum menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa penyerang truk merupakan bagian dari peserta aksi.
Kepastian mengenai pelaku, motif, dan kemungkinan keterkaitan antarkejadian masih menunggu hasil penyelidikan.
(AA)




