lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pesantren di Sumedang memperkuat komitmen perlindungan santri melalui Deklarasi Pesantren sebagai Ruang Aman dan Nyaman bagi Santri, Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Pondok Pesantren Darul Hikmah, Desa Sukawangi, Kecamatan Tanjungkerta, menjelang peringatan Hari Santri Nasional.
Deklarasi dirangkaikan dengan halaqah dan silaturahmi pimpinan pesantren. Pemerintah daerah, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, kepolisian, serta pimpinan pesantren terlibat dalam kegiatan yang menjadi bagian dari Gerakan Nasional Pesantren Ramah Anak dan Lingkungan tersebut.
Pesantren di Sumedang Perkuat Pengasuhan Tanpa Kekerasan
Menurut publikasi Pemerintah Kabupaten Sumedang, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang menekankan pengasuhan melalui keteladanan. Lingkungan pendidikan pesantren harus terbebas dari kekerasan, perundungan, pelecehan, dan diskriminasi.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir juga mengajak pimpinan pesantren beradaptasi dengan perubahan zaman sambil menjaga nilai-nilai pendidikan yang diwariskan para ulama.
“Kita harus cepat beradaptasi dengan perubahan tersebut, tetap ramah terhadap peserta didik dan lingkungannya,” ujar Dony.
Komitmen bersama ditandai dengan penandatanganan naskah deklarasi secara simbolis oleh bupati, kapolres, kepala Kantor Kemenag, dan perwakilan pimpinan pesantren. Kerja sama lintas lembaga menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman.
Pesantren di Sumedang Isi Hari Santri dengan Beragam Kegiatan
Deklarasi perlindungan santri berlangsung di tengah rangkaian Hari Santri Nasional 2026 di Sumedang. Berdasarkan agenda yang diumumkan Pemkab Sumedang, peringatan dijadwalkan pada 18–22 Oktober.
Kegiatannya mencakup ziarah ulama dan pendiri NU Sumedang, kompetisi minisoccer, upacara Hari Santri, Festival Salawat, serta tablig akbar dan doa bersama.
Sebelumnya, Dony meminta agar peringatan tersebut memberikan kesempatan luas kepada santri untuk berpartisipasi. Pelibatan peserta tidak dibatasi pada pengurus organisasi dan pimpinan pondok pesantren.
Salah satu kegiatan yang sudah berlangsung ialah Liga Santri Mini Soccer 2026. Kompetisi yang dibuka di Cikandung Soccer Field, Kecamatan Cimalaka, Senin, 19 Oktober 2026, itu diikuti 32 pondok pesantren.
Dalam publikasi pembukaan Liga Santri, olahraga ditempatkan sebagai sarana mempererat persaudaraan, mengembangkan potensi, dan membangun karakter santri.
(AA)




