7.520 Anak Tidak Sekolah Tasikmalaya, Apa langkah Disdik Kota Tasikmalaya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Angka 7.520 anak tidak sekolah di Kota Tasikmalaya bukan sekadar angka statistik. Di baliknya ada ribuan anak yang kehilangan atau belum mendapatkan hak pendidikan.

Karena itu, ketika Pemerintah Kota Tasikmalaya menargetkan seluruh proses verifikasi dan validasi (verval) Anak Tidak Sekolah (ATS) rampung pada Oktober 2026, pertanyaan berikutnya patut diajukan: setelah target itu tercapai, lalu apa?

Sebab persoalan ATS tidak selesai hanya dengan memastikan nama seseorang sudah diverifikasi.

- Advertisement -

Data terbaru menunjukkan dari 7.520 anak yang masuk daftar ATS, sebanyak 4.470 anak telah diverifikasi. Dari jumlah tersebut, 2.764 anak disebut sudah kembali mengikuti pendidikan. Artinya, masih ada sekitar 3.050 anak yang proses verifikasinya belum tuntas.

Jangan Hanya Bicara Target, Publik Perlu Tahu Breakdown Pekerjaannya

Angka tersebut memang menunjukkan progres. Namun sekaligus memperlihatkan bahwa pekerjaan rumah Pemkot Tasikmalaya masih sangat besar.

Pemerintah tentu layak diapresiasi karena dalam waktu sekitar satu bulan sudah melakukan verifikasi terhadap ribuan anak dan mengembalikan ribuan lainnya ke jalur pendidikan.

Namun, komunikasi publik mengenai program ini jangan berhenti pada angka capaian dan target waktu.

Masyarakat perlu mendapatkan gambaran yang lebih konkret.

Dari 2.764 anak yang disebut sudah kembali mendapatkan pendidikan, berapa yang kembali ke sekolah formal?

Berapa yang masuk pendidikan kesetaraan?

Berapa yang sebelumnya berhenti sekolah karena persoalan ekonomi?

Berapa yang terpaksa bekerja?

Berapa yang pindah domisili?

Berapa yang ternyata hanya bermasalah administrasi karena data Dapodik belum diperbarui?

Pertanyaan-pertanyaan itu penting karena pemerintah sendiri mengakui bahwa persoalan ATS sangat beragam.

Artinya, setiap anak membutuhkan intervensi yang berbeda.

Anak yang berhenti sekolah karena tidak mampu membeli perlengkapan sekolah tentu membutuhkan solusi berbeda dengan anak yang sudah bekerja, menikah, berpindah domisili, atau memiliki persoalan keluarga.

Jangan sampai keberhasilan penanganan ATS hanya diukur dari berapa banyak nama yang berubah status dalam database.

Cihideung Harus Menjadi Alarm

Data antarwilayah juga memperlihatkan persoalan yang menarik.

Kecamatan Bungursari, misalnya, mencatat 177 dari 185 ATS telah diverifikasi. Bahkan terdapat 11 anak yang sudah disalurkan ke PKBM dengan program tata rias.

Sebaliknya, Cihideung memiliki 276 ATS, tetapi baru 24 anak yang diverifikasi.

Perbedaan tersebut seharusnya tidak sekadar dicatat sebagai “progres yang berbeda”.

Justru harus dicari tahu mengapa.

Apakah petugas kesulitan menemukan anak dan keluarganya?

Apakah data kependudukan tidak sinkron?

Apakah persoalannya lebih banyak berkaitan dengan ekonomi?

Atau justru ada persoalan sosial yang membuat anak-anak di kawasan pusat kota lebih sulit kembali ke pendidikan?

Jawaban atas pertanyaan tersebut jauh lebih penting daripada sekadar menyebut target Oktober.

Sebab kalau akar masalahnya tidak ditemukan, bukan tidak mungkin setelah satu angka berhasil diturunkan, angka baru kembali muncul.

Pemerintah Perlu Buka Peta Intervensi

Disdik Kota Tasikmalaya sebenarnya sudah menyebut sejumlah langkah yang dilakukan, antara lain verifikasi lapangan, koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan, pelibatan tokoh masyarakat serta penyaluran sebagian anak ke pendidikan nonformal.

Bahkan penanganan lintas sektor mulai melibatkan berbagai unsur pemerintahan, kewilayahan, Kementerian Agama, hingga relawan pendidikan.

Ini merupakan modal penting.

Tetapi publik akan jauh lebih mudah menilai keberhasilannya jika pemerintah membuka breakdown penanganan secara lebih terukur.

Misalnya:

  1. Berapa anak yang sudah kembali ke sekolah formal?
  2. Berapa yang masuk PKBM atau pendidikan kesetaraan?
  3. Berapa anak yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan?
  4. Berapa anak yang harus ditangani karena bekerja?
  5. Berapa anak yang membutuhkan intervensi sosial keluarga?
  6. Berapa data ATS yang ternyata tidak lagi relevan karena pindah domisili atau masalah administrasi?
  7. Kecamatan mana yang paling tertinggal dan apa hambatannya?
  8. Berapa target mingguan untuk 3.050 anak yang masih tersisa?

Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mendengar kalimat “ditargetkan selesai Oktober”, tetapi bisa melihat pekerjaan pemerintah dari minggu ke minggu.

7.520 Anak Bukan Sekadar Angka di Database

Yang perlu diingat, tujuan akhir program ATS bukanlah membuat database terlihat bersih.

Tujuan akhirnya adalah memastikan anak kembali memperoleh hak pendidikan.

Pemerintah sendiri telah menegaskan bahwa proses verval harus melihat kondisi setiap anak satu per satu agar intervensinya tepat sasaran.

Karena itu, ukuran keberhasilan seharusnya tidak berhenti pada “7.520 data selesai diverifikasi”.

Ukuran yang lebih penting adalah berapa anak yang benar-benar kembali belajar, berapa yang mampu bertahan di sekolah, dan berapa yang berhasil keluar dari persoalan yang sebelumnya membuat mereka berhenti sekolah.

Target Oktober boleh saja dipasang.

Tetapi publik juga berhak meminta breakdown: apa yang sudah dikerjakan, apa yang belum selesai, siapa yang ditangani, apa masalahnya, dan solusi apa yang diberikan kepada masing-masing anak.

Sebab 7.520 anak bukan sekadar angka.

Di sana ada 7.520 persoalan yang harus ditemukan satu per satu solusinya. (HS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Polres Ciamis Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi, Truk Fuso Dimodifikasi

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Polres Ciamis mengungkap dugaan penyalahgunaan niaga...

Kawasan Tanpa Rokok Ciamis: Di Mana Saja Dilarang Merokok dan Apa Sanksinya?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kawasan Tanpa Rokok Ciamis kembali menjadi...

HSN 2026: Ade Hendar Ajak Santri Tasikmalaya Warisi Semangat Perjuangan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Keberanian dan pengabdian para pendahulu menjadi warisan...

Polres Ciamis Musnahkan 5.599 Botol Miras, Pemkab Siapkan Raperda

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Polres Ciamis memusnahkan 5.599 botol minuman...

Pendaftaran Online RSUD Banjar, Pasien Bisa Daftar H-3 hingga H-1 Sebelum Pemeriksaan

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Pendaftaran online RSUD Banjar dapat dimanfaatkan...

JAWA BARAT

Jawa Barat Pertahankan Peringkat Pertama Indonesia Muslim Travel Index 2026, Ungguli 14 Provinsi

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Jawa Barat kembali menempati peringkat...

BMKG dan BPBD Jabar Bahas Mitigasi Gempa Sesar Lembang, Siapkan Uji Rencana Kontingensi di Bandung Barat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Korban yang Dilaporkan Mengalami Pengeroyokan di Jalan Laswi Bandung Ditangani PMI Dini Hari

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Seorang warga yang dilaporkan menjadi korban...

Magnumotion x Doomsday 2026 Digelar di Bandung Hari Ini, 24 Band Meriahkan Tiga Panggung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Magnumotion x Doomsday 2026 dijadwalkan berlangsung...

Judi Online di Cianjur Terbongkar, Polisi Buru Satu DPO Setelah Tetapkan 9 Tersangka

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Polisi masih memburu seorang berinisial YN alias...

Festival Pesisiran Kota Cirebon Digelar 18 Oktober 2026, Tradisi Nadran Jadi Daya Tarik Budaya

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Festival Pesisiran Kota Cirebon dijadwalkan berlangsung pada...

Gempa Bogor Berdampak pada Ratusan Rumah, BMKG Minta Warga Periksa Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Dampak gempa Bogor pada Kamis (15/10/2026)...

Sungai Cipadu Dikeruk, Pemkot Cirebon Minta Warga Jaga Aliran Tetap Bersih

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Pemerintah Kota Cirebon mengeruk sampah dan...

Olahraga

Kategori Populer