lintaspriangan.com, KONTEN PREMIUM. Bandara Husein kembali dibuka membawa kabar besar bagi warga Bandung Raya. Namun, ada tiga tanggal berbeda, dua jenis pesawat, dan belasan rute yang statusnya tidak sama. Salah memahami satu informasi saja bisa membuat calon penumpang membeli tiket untuk tanggal yang keliru, mengira rute masih tersedia, atau bahkan berangkat menuju bandara yang salah.
Dua rute telah diumumkan resmi dan jadwal penerbangannya sudah tersedia. Delapan rute lain baru diajukan, sedangkan tiga tujuan internasional masih harus melewati proses yang lebih panjang. Di tengah derasnya informasi, batas antara rute yang sudah pasti, masih direncanakan, dan baru sebatas proyeksi mulai kabur.
Persoalannya tidak berhenti pada jadwal penerbangan. Cara menuju terminal, akses kendaraan pribadi, lokasi pengantaran penumpang, taksi resmi, kendaraan daring, tarif parkir, hingga rencana shuttle dari pusat Kota Bandung belum seluruhnya memiliki kepastian. Bandara memang dekat dari pusat kota, tetapi perjalanan dapat berubah menjadi drama sebelum pesawat mengudara jika penumpang datang tanpa panduan yang benar.
Laporan premium ini menyajikan peta lengkap reaktivasi Bandara Husein: tanggal pembukaan setiap tahap, jadwal dan nomor penerbangan yang sudah resmi, delapan rute yang masih menunggu izin, nasib penerbangan internasional, jenis pesawat yang akan beroperasi, pilihan akses menuju terminal, status shuttle, serta daftar pemeriksaan penting agar penumpang tidak salah bandara. Termasuk pula penjelasan mengapa Husein diaktifkan kembali, tetapi Kertajati tetap dipertahankan.
Bandara Husein Sebenarnya Tidak Pernah Mati Total
Istilah “reaktivasi” dapat menimbulkan kesan bahwa Bandara Husein sebelumnya ditutup sepenuhnya. Padahal, bandara di kawasan Cicendo tersebut masih dapat melayani pesawat turboprop atau pesawat baling-baling serta sejumlah penerbangan tertentu.
Reaktivasi lebih tepat diartikan sebagai upaya mengembalikan penerbangan komersial dalam skala lebih besar. Pemerintah juga bersiap mengizinkan kembali pesawat jet dan membuka rute domestik jarak menengah hingga jauh.
Pengoperasian jet komersial dari Bandara Husein berkurang setelah sebagian besar penerbangan dialihkan ke Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada 29 Oktober 2023.
Karena itu, reaktivasi bukan sekadar membuka pintu terminal. Landasan, apron, fasilitas keselamatan, kesiapan petugas, kapasitas terminal, dan pengaturan penerbangan bersama TNI Angkatan Udara harus lebih dahulu dipastikan memenuhi persyaratan.
Kapan Bandara Husein Kembali Dibuka?
Tidak ada satu tanggal yang berlaku untuk seluruh penerbangan. Jadwalnya dibedakan berdasarkan maskapai, jenis pesawat, dan skenario operasional.
| Tahapan | Target | Status operasional |
|---|---|---|
| Bandung–Lampung Wings Air | 6 Agustus 2026 | Sudah diumumkan maskapai |
| Lampung–Bandung Wings Air | 7 Agustus 2026 | Sudah diumumkan maskapai |
| Bandung–Palembang Wings Air | 7 Agustus 2026 | Sudah diumumkan maskapai |
| Palembang–Bandung Wings Air | 8 Agustus 2026 | Sudah diumumkan maskapai |
| Operasi awal pesawat jet | 17 Agustus 2026 | Skenario minimal, bisnis dan carter |
| Operasi jet lebih penuh | 17 September 2026 | Diproyeksikan untuk B737-800 dan A320 |
| Delapan rute Super Air Jet | Belum diumumkan | Menunggu izin, koordinasi, dan slot |
| Rute internasional | Belum diumumkan | Belum dapat dipastikan tersedia |
Kementerian Perhubungan menyebut terdapat dua skenario untuk pengoperasian pesawat jet. Skenario pertama menargetkan pelayanan jet mulai 17 Agustus 2026. Skenario kedua menempatkan 17 September 2026 sebagai batas kesiapan operasional yang lebih penuh, termasuk untuk Boeing 737-800 dan Airbus A320. InfoPublik
Artinya, masyarakat perlu membedakan antara penerbangan ATR Wings Air pada awal Agustus, operasi minimal jet pada 17 Agustus, dan operasi jet komersial yang lebih luas pada 17 September.
Rute Bandung–Lampung Wings Air
Wings Air menjadwalkan penerbangan Bandung–Bandar Lampung menggunakan ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi.
- Nomor penerbangan: IW-1210
- Mulai beroperasi: 6 Agustus 2026
- Hari: Selasa, Kamis, dan Sabtu
- Berangkat dari Bandung: pukul 13.45 WIB
- Tiba di Lampung: pukul 15.15 WIB
- Lama perjalanan terjadwal: 1 jam 30 menit
- Nomor penerbangan: IW-1211
- Mulai beroperasi: 7 Agustus 2026
- Hari: Rabu, Jumat, dan Minggu
- Berangkat dari Lampung: pukul 07.00 WIB
- Tiba di Bandung: pukul 08.30 WIB
Dari Lampung, penumpang berpeluang memperoleh penerbangan lanjutan menuju Batam melalui jaringan Lion Group.
Rute Bandung–Palembang Wings Air
Rute kedua menghubungkan Bandung dengan Palembang. Penerbangan ini juga menggunakan ATR 72 dengan 72 kursi ekonomi.
- Nomor penerbangan: IW-1752
- Mulai beroperasi: 7 Agustus 2026
- Hari: Rabu, Jumat, dan Minggu
- Berangkat dari Bandung: pukul 09.00 WIB
- Tiba di Palembang: pukul 10.55 WIB
- Lama perjalanan terjadwal: 1 jam 55 menit
- Nomor penerbangan: IW-1753
- Mulai beroperasi: 8 Agustus 2026
- Hari: Selasa, Kamis, dan Sabtu
- Berangkat dari Palembang: pukul 11.25 WIB
- Tiba di Bandung: pukul 13.15 WIB
Melalui Palembang, tersedia peluang perjalanan lanjutan menuju Pangkalpinang, Tanjung Pandan atau Belitung, Batam, serta Medan melalui Bandara Kualanamu.
Jadwal penerbangan tersebut telah diterbitkan langsung oleh Lion Air Group. Tiket dapat dipesan melalui kanal resmi maskapai dan aplikasi BookCabin. Harga tiket tidak dicantumkan karena dapat berubah mengikuti waktu pemesanan, ketersediaan kursi, dan kebijakan maskapai. Lion Air Group
Delapan Rute Super Air Jet Masih Diajukan
Selain Wings Air, Super Air Jet mengajukan delapan rute langsung dari Bandara Husein menuju:
- Denpasar
- Makassar
- Balikpapan
- Pontianak
- Batam
- Pekanbaru
- Padang
- Medan melalui Bandara Kualanamu
Maskapai tersebut merencanakan penggunaan Airbus A320 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi.
Namun, sampai 17 Juli 2026, delapan rute itu belum dapat disebut telah beroperasi. Proses perizinan dan koordinasi masih berlangsung. Alokasi slot, frekuensi penerbangan, jadwal perdana, dan ketersediaan tiket juga belum diumumkan secara final.
Rute Bandung–Denpasar dinilai berpeluang dilayani setiap hari. Akan tetapi, frekuensinya masih akan disesuaikan dengan tren permintaan penumpang.
Dengan demikian, frasa yang tepat adalah “Super Air Jet mengajukan delapan rute”, bukan “Bandara Husein membuka delapan rute”. Satu kata memang tampak kecil, tetapi terkadang menjadi pembatas antara panduan dan pengumuman prematur. ANTARA
Bagaimana dengan Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Singapura?
Pemerintah Kota Bandung memproyeksikan pembukaan penerbangan menuju Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Singapura. Ketiga kota itu memiliki hubungan pariwisata, pendidikan, perdagangan, dan investasi yang cukup kuat dengan Bandung.
Namun, tiga rute tersebut belum boleh diperlakukan sebagai penerbangan yang pasti tersedia.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa sebelumnya mengatakan Kementerian Perhubungan belum menerima permintaan resmi untuk penerbangan internasional dari Bandara Husein. DetikJabar
Pembukaan penerbangan internasional memerlukan lebih banyak tahapan daripada penerbangan domestik, antara lain:
- Kepastian status pelayanan internasional bandara
- Pengajuan rute oleh maskapai
- Persetujuan Kementerian Perhubungan
- Kesiapan imigrasi
- Kesiapan bea dan cukai
- Kesiapan karantina
- Pemeriksaan keamanan internasional
- Penetapan slot dan jadwal
- Koordinasi dengan otoritas negara tujuan
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 2024 sebelumnya menetapkan 17 bandara internasional dan tidak memasukkan Husein dalam daftar tersebut. Karena itu, kepastian status internasional harus menunggu keputusan atau ketentuan terbaru pemerintah.
Nama “Bandara Internasional Husein Sastranegara” yang digunakan dalam komunikasi publik juga tidak dengan sendirinya membuktikan penerbangan internasional sudah dapat dijual. Nama boleh terdengar siap terbang, tetapi izin tetap harus mendarat lebih dahulu.
Pesawat Apa Saja yang Akan Dilayani?
Tiga jenis pesawat paling banyak disebut dalam rencana pengoperasian Bandara Husein.
ATR 72
ATR 72 merupakan pesawat turboprop atau pesawat berbaling-baling. Wings Air menggunakannya untuk rute Lampung dan Palembang.
Pesawat ini memiliki kapasitas 72 kursi dan cocok untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah. Kebutuhan landasan dan fasilitas pendukungnya juga lebih ringan dibanding pesawat jet berbadan sempit.
Airbus A320
Super Air Jet merencanakan penggunaan Airbus A320 berkapasitas 180 kursi ekonomi untuk delapan rute yang diajukan.
Pengoperasian A320 memerlukan kesiapan landasan, apron, fasilitas pelayanan darat, serta fasilitas penyelamatan dan pemadam kebakaran yang lebih tinggi.
Boeing 737-800
Boeing 737-800 termasuk pesawat yang diproyeksikan dapat dilayani pada tahapan operasional lebih penuh mulai 17 September 2026.
Penerbangan Boeing 737-800 dan Airbus A320 akan diatur melalui manajemen slot. Artinya, jumlah dan waktu penerbangan harus menyesuaikan kapasitas landasan, apron, terminal, fasilitas keselamatan, dan kebutuhan operasi TNI AU.
Mengapa Pekerjaan Teknis Masih Diperlukan?
Bandara Husein digunakan bersama untuk kepentingan sipil dan militer. Pengoperasiannya tidak hanya melibatkan maskapai dan pengelola terminal, tetapi juga TNI AU, Lanud Husein Sastranegara, AirNav Indonesia, pemerintah daerah, kepolisian, dan Kementerian Perhubungan.
Sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan atau dipastikan kelayakannya meliputi:
- Pelapisan ulang landasan pacu
- Pelapisan ulang taxiway
- Rekonstruksi rigid apron
- Pelapisan flexible apron
- Perbaikan atap terminal
- Penanganan kebocoran dan waterproofing
- Penyempurnaan fasilitas pelayanan penumpang
- Pemenuhan PKP-PK Kategori 7
- Penguatan personel keselamatan
- Penyiapan kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting
Kesiapan tersebut penting karena Bandara Husein sudah cukup lama tidak melayani pesawat jet komersial secara penuh. Kementerian Perhubungan menargetkan kesiapan tersebut terpenuhi paling lambat 17 September 2026. InfoPublik
Cara Menuju Bandara Husein dari Pusat Kota Bandung
Bandara Husein berada di kawasan Cicendo dan dapat diakses melalui Jalan Pajajaran. Lokasinya relatif dekat dengan pusat Kota Bandung, Stasiun Bandung, Pasirkaliki, Pasteur, kawasan hotel, pusat perdagangan, dan sejumlah kampus.
Untuk tahap awal, penumpang dapat mempertimbangkan beberapa pilihan berikut:
1. Kendaraan pribadi
Penumpang dapat menggunakan kendaraan pribadi menuju pintu utama bandara. Kendaraan yang akan parkir diarahkan menggunakan jalur kiri menuju area parkir.
Sebelum berangkat, pengendara perlu memeriksa tarif parkir terbaru dan memperhitungkan kemungkinan kepadatan di Jalan Pajajaran.
2. Diantar keluarga atau kerabat
Kendaraan yang hanya mengantar penumpang diarahkan memutar menuju area drop-off di sisi kiri terminal.
Penumpang disarankan menurunkan barang secara efisien agar kendaraan tidak terlalu lama berhenti di area pengantaran.
3. Taksi resmi
Untuk tahap awal, pelayanan angkutan resmi di dalam kawasan bandara diproyeksikan bertumpu pada operator taksi yang bekerja sama dengan Lanud Husein dan pengelola kawasan.
Nama operator, titik antrean, dan tarifnya tetap perlu diperiksa menjelang keberangkatan.
4. Kendaraan daring
Belum terdapat pengumuman lengkap mengenai titik penjemputan dan pengantaran kendaraan daring. Penumpang sebaiknya mengecek apakah kendaraan daring dapat masuk sampai terminal atau harus menurunkan penumpang di titik tertentu.
5. Angkutan umum
Pemkot Bandung menyatakan angkot maupun bus umum tidak akan masuk langsung ke kawasan bandara. Penumpang yang menggunakan transportasi umum kemungkinan masih harus melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan lain dari titik terdekat.
Pengelolaan parkir dan transportasi resmi di kawasan bandara berada di bawah Lanud Husein bersama mitra pengelola. Pemkot telah melakukan uji coba rekayasa lalu lintas pada 7 Juli 2026.
Shuttle Bandara Husein Belum Tersedia Secara Resmi
Pemkot Bandung merencanakan shuttle dari pusat Kota Bandung menuju Bandara Husein. Namun, hingga 17 Juli 2026, layanan tersebut masih berupa rencana.
Belum ada pengumuman final mengenai:
- Titik keberangkatan
- Rute shuttle
- Operator
- Jumlah dan jenis kendaraan
- Kapasitas penumpang
- Tarif
- Jadwal keberangkatan
- Metode pembelian tiket
- Kapasitas bagasi
- Integrasi dengan Stasiun Bandung
Pemkot membuka kemungkinan bekerja sama dengan pihak swasta. Pemerintah daerah juga mengakui rencana shuttle tersebut belum final. Portal Jabar
Karena itu, calon penumpang sebaiknya tidak berangkat dengan asumsi shuttle sudah tersedia. Sampai ada pengumuman resmi, pilihan yang lebih pasti adalah kendaraan pribadi, antar-jemput, atau taksi resmi.
Hal yang Harus Dicek Sebelum Berangkat
Karena reaktivasi berlangsung bertahap, calon penumpang perlu melakukan pemeriksaan tambahan sebelum menuju bandara.
Pertama, pastikan kode bandara pada tiket adalah BDO, bukan KJT. BDO merupakan kode Bandara Husein Sastranegara, sedangkan KJT adalah Bandara Kertajati.
Kedua, periksa kembali jadwal melalui aplikasi atau kanal resmi maskapai. Jadwal dapat berubah karena penyesuaian operasional, perizinan, atau manajemen slot.
Ketiga, pastikan pilihan transportasi menuju bandara. Jangan mengandalkan shuttle sebelum rute dan jadwalnya diumumkan secara resmi.
Keempat, datang lebih awal. Kedekatan Bandara Husein dengan pusat kota memang menguntungkan, tetapi kepadatan Jalan Pajajaran dan antrean kendaraan di pintu masuk tetap dapat menambah waktu perjalanan.
Kelima, perhatikan kapasitas bagasi ATR 72. Karakter ruang penyimpanan pesawat turboprop berbeda dari pesawat jet berbadan sempit. Ketentuan bagasi harus diperiksa langsung pada tiket dan kanal maskapai.
Husein Dibuka, Apakah Kertajati Ditutup?
Reaktivasi Bandara Husein tidak berarti Bandara Kertajati akan ditutup.
Kedua bandara diproyeksikan memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi.
| Bandara Husein | Bandara Kertajati |
|---|---|
| Dekat dengan Bandung Raya | Memiliki kawasan dan landasan lebih besar |
| Rute dengan permintaan tinggi | Penerbangan jarak jauh |
| Penerbangan bisnis dan carter | Penerbangan haji dan umrah |
| Pesawat ATR dan jet berbadan sempit | Kargo dan aktivitas logistik |
| Potensi rute regional | Perawatan pesawat dan helikopter |
| Praktis bagi perjalanan ke pusat Bandung | Mendukung industri dirgantara |
Husein unggul dari sisi lokasi. Sementara itu, Kertajati memiliki ruang pengembangan yang lebih besar untuk penerbangan jarak jauh, kargo, haji, umrah, serta kegiatan perawatan pesawat.
Dampak Ekonomi Tidak Datang Secara Otomatis
Pada 2019, Bandara Husein disebut melayani sekitar 3,8 juta penumpang, terdiri atas sekitar 3 juta penumpang domestik dan 800 ribu penumpang internasional. Angka tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui statistik resmi InJourney Airports atau Badan Pusat Statistik sebelum dijadikan target baru.
Reaktivasi berpotensi menggerakkan hotel, restoran, transportasi lokal, pusat belanja, UMKM, ekonomi kreatif, kegiatan bisnis, dan penerimaan pajak daerah.
Namun, pembukaan bandara tidak otomatis membuat ekonomi melonjak. Dampaknya akan bergantung pada jumlah rute yang benar-benar terbang, frekuensi, keterisian kursi, harga tiket, lama wisatawan menginap, dan kemudahan transportasi dari bandara.
Pengalaman rute Bandung–Yogyakarta menjadi peringatan. Wings Air pernah membuka rute tersebut menggunakan ATR 72 pada Februari 2026, tetapi kemudian menghentikannya karena jumlah penumpang rendah.
Penerbangan jarak pendek di Pulau Jawa harus bersaing dengan jalan tol, kereta api, Whoosh, bus antarkota, dan kendaraan pribadi. Karena itu, rute ke Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi dipandang mempunyai peluang lebih besar untuk bertahan.
Kesimpulan
Per 17 Juli 2026, kepastian paling kuat mengenai reaktivasi Bandara Husein adalah pengoperasian rute Wings Air menuju Lampung dan Palembang pada 6–8 Agustus 2026.
Operasi pesawat jet direncanakan melalui dua skenario. Tanggal 17 Agustus menjadi target operasi minimal, sedangkan 17 September menjadi target pelayanan jet komersial yang lebih penuh.
Delapan rute Super Air Jet masih dalam tahap pengajuan. Rute Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Singapura juga belum dapat disebut pasti beroperasi. Demikian pula shuttle dari pusat Bandung yang masih menunggu penetapan operator, rute, jadwal, dan tarif.
Kabar baiknya, pintu udara di tengah Kota Bandung mulai dibuka lebih lebar. Namun, calon penumpang tetap perlu memeriksa tiket, bandara keberangkatan, jadwal pesawat, dan transportasi darat sebelum berangkat.
FAQ Bandara Husein Sastranegara
1. Apakah Bandara Husein sudah kembali beroperasi?
Bandara Husein tidak pernah berhenti total. Reaktivasi yang sedang dipersiapkan merupakan perluasan penerbangan komersial dan pengoperasian kembali pesawat jet.
2. Kapan penerbangan Bandung–Lampung dimulai?
Wings Air menjadwalkan penerbangan Bandung–Lampung mulai 6 Agustus 2026. Penerbangan Lampung–Bandung dimulai 7 Agustus 2026.
3. Kapan penerbangan Bandung–Palembang dimulai?
Penerbangan Bandung–Palembang dimulai 7 Agustus 2026, sedangkan penerbangan Palembang–Bandung dimulai 8 Agustus 2026.
4. Apakah Super Air Jet sudah membuka delapan rute?
Belum. Super Air Jet baru mengajukan delapan rute menuju Denpasar, Makassar, Balikpapan, Pontianak, Batam, Pekanbaru, Padang, dan Kualanamu.
5. Apakah penerbangan Bandung–Singapura sudah tersedia?
Belum dapat dipastikan. Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru masih berupa rute yang diproyeksikan dan memerlukan persetujuan serta kesiapan pelayanan internasional.
Belum ada layanan shuttle yang diumumkan secara final per 17 Juli 2026. Titik keberangkatan, operator, jadwal, dan tarifnya masih dipersiapkan.
7. Apakah angkot dan bus dapat masuk ke terminal?
Pemkot Bandung menyatakan kendaraan umum massal seperti angkot dan bus tidak akan masuk langsung ke kawasan bandara.
8. Apa perbedaan kode BDO dan KJT?
BDO adalah kode Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. KJT merupakan kode Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka.
9. Apakah Bandara Kertajati akan ditutup?
Tidak. Pemerintah menyatakan Kertajati tetap dikembangkan untuk penerbangan jarak jauh, haji dan umrah, kargo, industri dirgantara, serta perawatan pesawat.




