Bandara Husein Kembali Dibuka: Panduan Lengkap Akses, Rute, dan Transportasi

lintaspriangan.com, KONTEN PREMIUM. Bandara Husein kembali dibuka membawa kabar besar bagi warga Bandung Raya. Namun, ada tiga tanggal berbeda, dua jenis pesawat, dan belasan rute yang statusnya tidak sama. Salah memahami satu informasi saja bisa membuat calon penumpang membeli tiket untuk tanggal yang keliru, mengira rute masih tersedia, atau bahkan berangkat menuju bandara yang salah.

Dua rute telah diumumkan resmi dan jadwal penerbangannya sudah tersedia. Delapan rute lain baru diajukan, sedangkan tiga tujuan internasional masih harus melewati proses yang lebih panjang. Di tengah derasnya informasi, batas antara rute yang sudah pasti, masih direncanakan, dan baru sebatas proyeksi mulai kabur.

Persoalannya tidak berhenti pada jadwal penerbangan. Cara menuju terminal, akses kendaraan pribadi, lokasi pengantaran penumpang, taksi resmi, kendaraan daring, tarif parkir, hingga rencana shuttle dari pusat Kota Bandung belum seluruhnya memiliki kepastian. Bandara memang dekat dari pusat kota, tetapi perjalanan dapat berubah menjadi drama sebelum pesawat mengudara jika penumpang datang tanpa panduan yang benar.

- Advertisement -

Laporan premium ini menyajikan peta lengkap reaktivasi Bandara Husein: tanggal pembukaan setiap tahap, jadwal dan nomor penerbangan yang sudah resmi, delapan rute yang masih menunggu izin, nasib penerbangan internasional, jenis pesawat yang akan beroperasi, pilihan akses menuju terminal, status shuttle, serta daftar pemeriksaan penting agar penumpang tidak salah bandara. Termasuk pula penjelasan mengapa Husein diaktifkan kembali, tetapi Kertajati tetap dipertahankan.


Bandara Husein Sebenarnya Tidak Pernah Mati Total

Istilah “reaktivasi” dapat menimbulkan kesan bahwa Bandara Husein sebelumnya ditutup sepenuhnya. Padahal, bandara di kawasan Cicendo tersebut masih dapat melayani pesawat turboprop atau pesawat baling-baling serta sejumlah penerbangan tertentu.

Reaktivasi lebih tepat diartikan sebagai upaya mengembalikan penerbangan komersial dalam skala lebih besar. Pemerintah juga bersiap mengizinkan kembali pesawat jet dan membuka rute domestik jarak menengah hingga jauh.

Pengoperasian jet komersial dari Bandara Husein berkurang setelah sebagian besar penerbangan dialihkan ke Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada 29 Oktober 2023.

Karena itu, reaktivasi bukan sekadar membuka pintu terminal. Landasan, apron, fasilitas keselamatan, kesiapan petugas, kapasitas terminal, dan pengaturan penerbangan bersama TNI Angkatan Udara harus lebih dahulu dipastikan memenuhi persyaratan.

Kapan Bandara Husein Kembali Dibuka?

Tidak ada satu tanggal yang berlaku untuk seluruh penerbangan. Jadwalnya dibedakan berdasarkan maskapai, jenis pesawat, dan skenario operasional.

TahapanTargetStatus operasional
Bandung–Lampung Wings Air6 Agustus 2026Sudah diumumkan maskapai
Lampung–Bandung Wings Air7 Agustus 2026Sudah diumumkan maskapai
Bandung–Palembang Wings Air7 Agustus 2026Sudah diumumkan maskapai
Palembang–Bandung Wings Air8 Agustus 2026Sudah diumumkan maskapai
Operasi awal pesawat jet17 Agustus 2026Skenario minimal, bisnis dan carter
Operasi jet lebih penuh17 September 2026Diproyeksikan untuk B737-800 dan A320
Delapan rute Super Air JetBelum diumumkanMenunggu izin, koordinasi, dan slot
Rute internasionalBelum diumumkanBelum dapat dipastikan tersedia

Kementerian Perhubungan menyebut terdapat dua skenario untuk pengoperasian pesawat jet. Skenario pertama menargetkan pelayanan jet mulai 17 Agustus 2026. Skenario kedua menempatkan 17 September 2026 sebagai batas kesiapan operasional yang lebih penuh, termasuk untuk Boeing 737-800 dan Airbus A320. InfoPublik

Artinya, masyarakat perlu membedakan antara penerbangan ATR Wings Air pada awal Agustus, operasi minimal jet pada 17 Agustus, dan operasi jet komersial yang lebih luas pada 17 September.

Rute Bandung–Lampung Wings Air

Wings Air menjadwalkan penerbangan Bandung–Bandar Lampung menggunakan ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi.

Bandung menuju Lampung

  • Nomor penerbangan: IW-1210
  • Mulai beroperasi: 6 Agustus 2026
  • Hari: Selasa, Kamis, dan Sabtu
  • Berangkat dari Bandung: pukul 13.45 WIB
  • Tiba di Lampung: pukul 15.15 WIB
  • Lama perjalanan terjadwal: 1 jam 30 menit

Lampung menuju Bandung

  • Nomor penerbangan: IW-1211
  • Mulai beroperasi: 7 Agustus 2026
  • Hari: Rabu, Jumat, dan Minggu
  • Berangkat dari Lampung: pukul 07.00 WIB
  • Tiba di Bandung: pukul 08.30 WIB

Dari Lampung, penumpang berpeluang memperoleh penerbangan lanjutan menuju Batam melalui jaringan Lion Group.

Rute Bandung–Palembang Wings Air

Rute kedua menghubungkan Bandung dengan Palembang. Penerbangan ini juga menggunakan ATR 72 dengan 72 kursi ekonomi.

Bandung menuju Palembang

  • Nomor penerbangan: IW-1752
  • Mulai beroperasi: 7 Agustus 2026
  • Hari: Rabu, Jumat, dan Minggu
  • Berangkat dari Bandung: pukul 09.00 WIB
  • Tiba di Palembang: pukul 10.55 WIB
  • Lama perjalanan terjadwal: 1 jam 55 menit

Palembang menuju Bandung

  • Nomor penerbangan: IW-1753
  • Mulai beroperasi: 8 Agustus 2026
  • Hari: Selasa, Kamis, dan Sabtu
  • Berangkat dari Palembang: pukul 11.25 WIB
  • Tiba di Bandung: pukul 13.15 WIB

Melalui Palembang, tersedia peluang perjalanan lanjutan menuju Pangkalpinang, Tanjung Pandan atau Belitung, Batam, serta Medan melalui Bandara Kualanamu.

Jadwal penerbangan tersebut telah diterbitkan langsung oleh Lion Air Group. Tiket dapat dipesan melalui kanal resmi maskapai dan aplikasi BookCabin. Harga tiket tidak dicantumkan karena dapat berubah mengikuti waktu pemesanan, ketersediaan kursi, dan kebijakan maskapai. Lion Air Group

Delapan Rute Super Air Jet Masih Diajukan

Selain Wings Air, Super Air Jet mengajukan delapan rute langsung dari Bandara Husein menuju:

  1. Denpasar
  2. Makassar
  3. Balikpapan
  4. Pontianak
  5. Batam
  6. Pekanbaru
  7. Padang
  8. Medan melalui Bandara Kualanamu

Maskapai tersebut merencanakan penggunaan Airbus A320 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi.

Namun, sampai 17 Juli 2026, delapan rute itu belum dapat disebut telah beroperasi. Proses perizinan dan koordinasi masih berlangsung. Alokasi slot, frekuensi penerbangan, jadwal perdana, dan ketersediaan tiket juga belum diumumkan secara final.

Rute Bandung–Denpasar dinilai berpeluang dilayani setiap hari. Akan tetapi, frekuensinya masih akan disesuaikan dengan tren permintaan penumpang.

Dengan demikian, frasa yang tepat adalah “Super Air Jet mengajukan delapan rute”, bukan “Bandara Husein membuka delapan rute”. Satu kata memang tampak kecil, tetapi terkadang menjadi pembatas antara panduan dan pengumuman prematur. ANTARA

Bagaimana dengan Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Singapura?

Pemerintah Kota Bandung memproyeksikan pembukaan penerbangan menuju Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Singapura. Ketiga kota itu memiliki hubungan pariwisata, pendidikan, perdagangan, dan investasi yang cukup kuat dengan Bandung.

Namun, tiga rute tersebut belum boleh diperlakukan sebagai penerbangan yang pasti tersedia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa sebelumnya mengatakan Kementerian Perhubungan belum menerima permintaan resmi untuk penerbangan internasional dari Bandara Husein. DetikJabar

Pembukaan penerbangan internasional memerlukan lebih banyak tahapan daripada penerbangan domestik, antara lain:

  • Kepastian status pelayanan internasional bandara
  • Pengajuan rute oleh maskapai
  • Persetujuan Kementerian Perhubungan
  • Kesiapan imigrasi
  • Kesiapan bea dan cukai
  • Kesiapan karantina
  • Pemeriksaan keamanan internasional
  • Penetapan slot dan jadwal
  • Koordinasi dengan otoritas negara tujuan

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 2024 sebelumnya menetapkan 17 bandara internasional dan tidak memasukkan Husein dalam daftar tersebut. Karena itu, kepastian status internasional harus menunggu keputusan atau ketentuan terbaru pemerintah.

Nama “Bandara Internasional Husein Sastranegara” yang digunakan dalam komunikasi publik juga tidak dengan sendirinya membuktikan penerbangan internasional sudah dapat dijual. Nama boleh terdengar siap terbang, tetapi izin tetap harus mendarat lebih dahulu.

Pesawat Apa Saja yang Akan Dilayani?

Tiga jenis pesawat paling banyak disebut dalam rencana pengoperasian Bandara Husein.

ATR 72

ATR 72 merupakan pesawat turboprop atau pesawat berbaling-baling. Wings Air menggunakannya untuk rute Lampung dan Palembang.

Pesawat ini memiliki kapasitas 72 kursi dan cocok untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah. Kebutuhan landasan dan fasilitas pendukungnya juga lebih ringan dibanding pesawat jet berbadan sempit.

Airbus A320

Super Air Jet merencanakan penggunaan Airbus A320 berkapasitas 180 kursi ekonomi untuk delapan rute yang diajukan.

Pengoperasian A320 memerlukan kesiapan landasan, apron, fasilitas pelayanan darat, serta fasilitas penyelamatan dan pemadam kebakaran yang lebih tinggi.

Boeing 737-800

Boeing 737-800 termasuk pesawat yang diproyeksikan dapat dilayani pada tahapan operasional lebih penuh mulai 17 September 2026.

Penerbangan Boeing 737-800 dan Airbus A320 akan diatur melalui manajemen slot. Artinya, jumlah dan waktu penerbangan harus menyesuaikan kapasitas landasan, apron, terminal, fasilitas keselamatan, dan kebutuhan operasi TNI AU.

Mengapa Pekerjaan Teknis Masih Diperlukan?

Bandara Husein digunakan bersama untuk kepentingan sipil dan militer. Pengoperasiannya tidak hanya melibatkan maskapai dan pengelola terminal, tetapi juga TNI AU, Lanud Husein Sastranegara, AirNav Indonesia, pemerintah daerah, kepolisian, dan Kementerian Perhubungan.

Sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan atau dipastikan kelayakannya meliputi:

  • Pelapisan ulang landasan pacu
  • Pelapisan ulang taxiway
  • Rekonstruksi rigid apron
  • Pelapisan flexible apron
  • Perbaikan atap terminal
  • Penanganan kebocoran dan waterproofing
  • Penyempurnaan fasilitas pelayanan penumpang
  • Pemenuhan PKP-PK Kategori 7
  • Penguatan personel keselamatan
  • Penyiapan kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting

Kesiapan tersebut penting karena Bandara Husein sudah cukup lama tidak melayani pesawat jet komersial secara penuh. Kementerian Perhubungan menargetkan kesiapan tersebut terpenuhi paling lambat 17 September 2026. InfoPublik

Cara Menuju Bandara Husein dari Pusat Kota Bandung

Bandara Husein berada di kawasan Cicendo dan dapat diakses melalui Jalan Pajajaran. Lokasinya relatif dekat dengan pusat Kota Bandung, Stasiun Bandung, Pasirkaliki, Pasteur, kawasan hotel, pusat perdagangan, dan sejumlah kampus.

Untuk tahap awal, penumpang dapat mempertimbangkan beberapa pilihan berikut:

1. Kendaraan pribadi

Penumpang dapat menggunakan kendaraan pribadi menuju pintu utama bandara. Kendaraan yang akan parkir diarahkan menggunakan jalur kiri menuju area parkir.

Sebelum berangkat, pengendara perlu memeriksa tarif parkir terbaru dan memperhitungkan kemungkinan kepadatan di Jalan Pajajaran.

2. Diantar keluarga atau kerabat

Kendaraan yang hanya mengantar penumpang diarahkan memutar menuju area drop-off di sisi kiri terminal.

Penumpang disarankan menurunkan barang secara efisien agar kendaraan tidak terlalu lama berhenti di area pengantaran.

3. Taksi resmi

Untuk tahap awal, pelayanan angkutan resmi di dalam kawasan bandara diproyeksikan bertumpu pada operator taksi yang bekerja sama dengan Lanud Husein dan pengelola kawasan.

Nama operator, titik antrean, dan tarifnya tetap perlu diperiksa menjelang keberangkatan.

4. Kendaraan daring

Belum terdapat pengumuman lengkap mengenai titik penjemputan dan pengantaran kendaraan daring. Penumpang sebaiknya mengecek apakah kendaraan daring dapat masuk sampai terminal atau harus menurunkan penumpang di titik tertentu.

5. Angkutan umum

Pemkot Bandung menyatakan angkot maupun bus umum tidak akan masuk langsung ke kawasan bandara. Penumpang yang menggunakan transportasi umum kemungkinan masih harus melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan lain dari titik terdekat.

Pengelolaan parkir dan transportasi resmi di kawasan bandara berada di bawah Lanud Husein bersama mitra pengelola. Pemkot telah melakukan uji coba rekayasa lalu lintas pada 7 Juli 2026.

Shuttle Bandara Husein Belum Tersedia Secara Resmi

Pemkot Bandung merencanakan shuttle dari pusat Kota Bandung menuju Bandara Husein. Namun, hingga 17 Juli 2026, layanan tersebut masih berupa rencana.

Belum ada pengumuman final mengenai:

  • Titik keberangkatan
  • Rute shuttle
  • Operator
  • Jumlah dan jenis kendaraan
  • Kapasitas penumpang
  • Tarif
  • Jadwal keberangkatan
  • Metode pembelian tiket
  • Kapasitas bagasi
  • Integrasi dengan Stasiun Bandung

Pemkot membuka kemungkinan bekerja sama dengan pihak swasta. Pemerintah daerah juga mengakui rencana shuttle tersebut belum final. Portal Jabar

Karena itu, calon penumpang sebaiknya tidak berangkat dengan asumsi shuttle sudah tersedia. Sampai ada pengumuman resmi, pilihan yang lebih pasti adalah kendaraan pribadi, antar-jemput, atau taksi resmi.

Hal yang Harus Dicek Sebelum Berangkat

Karena reaktivasi berlangsung bertahap, calon penumpang perlu melakukan pemeriksaan tambahan sebelum menuju bandara.

Pertama, pastikan kode bandara pada tiket adalah BDO, bukan KJT. BDO merupakan kode Bandara Husein Sastranegara, sedangkan KJT adalah Bandara Kertajati.

Kedua, periksa kembali jadwal melalui aplikasi atau kanal resmi maskapai. Jadwal dapat berubah karena penyesuaian operasional, perizinan, atau manajemen slot.

Ketiga, pastikan pilihan transportasi menuju bandara. Jangan mengandalkan shuttle sebelum rute dan jadwalnya diumumkan secara resmi.

Keempat, datang lebih awal. Kedekatan Bandara Husein dengan pusat kota memang menguntungkan, tetapi kepadatan Jalan Pajajaran dan antrean kendaraan di pintu masuk tetap dapat menambah waktu perjalanan.

Kelima, perhatikan kapasitas bagasi ATR 72. Karakter ruang penyimpanan pesawat turboprop berbeda dari pesawat jet berbadan sempit. Ketentuan bagasi harus diperiksa langsung pada tiket dan kanal maskapai.

Husein Dibuka, Apakah Kertajati Ditutup?

Reaktivasi Bandara Husein tidak berarti Bandara Kertajati akan ditutup.

Kedua bandara diproyeksikan memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi.

Bandara HuseinBandara Kertajati
Dekat dengan Bandung RayaMemiliki kawasan dan landasan lebih besar
Rute dengan permintaan tinggiPenerbangan jarak jauh
Penerbangan bisnis dan carterPenerbangan haji dan umrah
Pesawat ATR dan jet berbadan sempitKargo dan aktivitas logistik
Potensi rute regionalPerawatan pesawat dan helikopter
Praktis bagi perjalanan ke pusat BandungMendukung industri dirgantara

Husein unggul dari sisi lokasi. Sementara itu, Kertajati memiliki ruang pengembangan yang lebih besar untuk penerbangan jarak jauh, kargo, haji, umrah, serta kegiatan perawatan pesawat.

Dampak Ekonomi Tidak Datang Secara Otomatis

Pada 2019, Bandara Husein disebut melayani sekitar 3,8 juta penumpang, terdiri atas sekitar 3 juta penumpang domestik dan 800 ribu penumpang internasional. Angka tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui statistik resmi InJourney Airports atau Badan Pusat Statistik sebelum dijadikan target baru.

Reaktivasi berpotensi menggerakkan hotel, restoran, transportasi lokal, pusat belanja, UMKM, ekonomi kreatif, kegiatan bisnis, dan penerimaan pajak daerah.

Namun, pembukaan bandara tidak otomatis membuat ekonomi melonjak. Dampaknya akan bergantung pada jumlah rute yang benar-benar terbang, frekuensi, keterisian kursi, harga tiket, lama wisatawan menginap, dan kemudahan transportasi dari bandara.

Pengalaman rute Bandung–Yogyakarta menjadi peringatan. Wings Air pernah membuka rute tersebut menggunakan ATR 72 pada Februari 2026, tetapi kemudian menghentikannya karena jumlah penumpang rendah.

Penerbangan jarak pendek di Pulau Jawa harus bersaing dengan jalan tol, kereta api, Whoosh, bus antarkota, dan kendaraan pribadi. Karena itu, rute ke Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi dipandang mempunyai peluang lebih besar untuk bertahan.

Kesimpulan

Per 17 Juli 2026, kepastian paling kuat mengenai reaktivasi Bandara Husein adalah pengoperasian rute Wings Air menuju Lampung dan Palembang pada 6–8 Agustus 2026.

Operasi pesawat jet direncanakan melalui dua skenario. Tanggal 17 Agustus menjadi target operasi minimal, sedangkan 17 September menjadi target pelayanan jet komersial yang lebih penuh.

Delapan rute Super Air Jet masih dalam tahap pengajuan. Rute Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Singapura juga belum dapat disebut pasti beroperasi. Demikian pula shuttle dari pusat Bandung yang masih menunggu penetapan operator, rute, jadwal, dan tarif.

Kabar baiknya, pintu udara di tengah Kota Bandung mulai dibuka lebih lebar. Namun, calon penumpang tetap perlu memeriksa tiket, bandara keberangkatan, jadwal pesawat, dan transportasi darat sebelum berangkat.


FAQ Bandara Husein Sastranegara

1. Apakah Bandara Husein sudah kembali beroperasi?

Bandara Husein tidak pernah berhenti total. Reaktivasi yang sedang dipersiapkan merupakan perluasan penerbangan komersial dan pengoperasian kembali pesawat jet.

2. Kapan penerbangan Bandung–Lampung dimulai?

Wings Air menjadwalkan penerbangan Bandung–Lampung mulai 6 Agustus 2026. Penerbangan Lampung–Bandung dimulai 7 Agustus 2026.

3. Kapan penerbangan Bandung–Palembang dimulai?

Penerbangan Bandung–Palembang dimulai 7 Agustus 2026, sedangkan penerbangan Palembang–Bandung dimulai 8 Agustus 2026.

4. Apakah Super Air Jet sudah membuka delapan rute?

Belum. Super Air Jet baru mengajukan delapan rute menuju Denpasar, Makassar, Balikpapan, Pontianak, Batam, Pekanbaru, Padang, dan Kualanamu.

5. Apakah penerbangan Bandung–Singapura sudah tersedia?

Belum dapat dipastikan. Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru masih berupa rute yang diproyeksikan dan memerlukan persetujuan serta kesiapan pelayanan internasional.

6. Apakah sudah ada shuttle menuju Bandara Husein?

Belum ada layanan shuttle yang diumumkan secara final per 17 Juli 2026. Titik keberangkatan, operator, jadwal, dan tarifnya masih dipersiapkan.

7. Apakah angkot dan bus dapat masuk ke terminal?

Pemkot Bandung menyatakan kendaraan umum massal seperti angkot dan bus tidak akan masuk langsung ke kawasan bandara.

8. Apa perbedaan kode BDO dan KJT?

BDO adalah kode Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. KJT merupakan kode Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka.

9. Apakah Bandara Kertajati akan ditutup?

Tidak. Pemerintah menyatakan Kertajati tetap dikembangkan untuk penerbangan jarak jauh, haji dan umrah, kargo, industri dirgantara, serta perawatan pesawat.

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Pemkot Banjar Gandeng Bank BJB Syariah, Kerja Sama Mencakup Layanan Haji dan Umrah

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat,...

50 Sekolah Negeri di Garut Disiapkan Jadi Percontohan Pembelajaran Digital, Guru Mulai Dilatih

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 50 sekolah negeri di Kabupaten...

Polres Ciamis Musnahkan 5.599 Botol Miras Ilegal, Pengawasan Peredaran Diperketat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kepolisian Resor (Polres) Ciamis memusnahkan 5.599...

Festival Layang Lakbok 2026 Dijadwalkan Mulai 22 Oktober di Ciamis, Tawarkan Atraksi Layang-Layang Malam

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Festival Layang Lakbok 2026 dijadwalkan berlangsung...

Hari Santri 2026 Kabupaten Tasikmalaya, Apel Besar Dijadwalkan di Kompleks Pemkab

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Puncak peringatan Hari Santri 2026 tingkat...

JAWA BARAT

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Pinjaman Pemprov Jabar Tak Direstui Kemendagri, Pemborong Pekerjaan 2026 Siap-Siap Gigit Jari

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Rencana pinjaman Pemprov Jabar sebesar Rp3,4...

Insentif Rp100 Ribu Sebulan, Ribuan Guru PAUD Indramayu Menanti

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Ribuan guru Pendidikan Anak Usia Dini...

Penyerangan Truk Dalmas di Bandung, Polisi Buru Pelaku di Simpang Dago

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penyerangan truk Dalmas di Bandung terjadi...

Pesantren di Sumedang Deklarasikan Ruang Aman bagi Santri Jelang Hari Santri

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pesantren di Sumedang memperkuat komitmen perlindungan...

Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, Dapur Dihentikan Sementara dan Sampel Makanan Diperiksa

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Dugaan keracunan MBG di Cirebon berujung...

Olahraga

Kategori Populer