Pesan WhatsApp Terakhir dari Ketinggian 80 Meter, Tragedi Tower Roboh di Banjar

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Tragedi Tower Roboh di Kota Banjar. Pukul 07.00 WIB Sabtu (4/7/2026), sebuah pesan WhatsApp masuk ke telepon genggam Robiyanti. Isinya singkat. Sang suami, Apip Kusmayadi (31), berpamitan bahwa dirinya akan mulai memanjat tower setinggi sekitar 80 meter untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa. Tak ada kata-kata perpisahan, tak ada firasat buruk. Hanya beberapa jam kemudian, kabar yang datang justru mematahkan seluruh rencana keluarga kecil itu.

Apip tewas setelah tower yang sedang dibongkar roboh di kawasan Purwaharja, Kota Banjar. Kini, selain duka yang belum reda, keluarga juga masih menunggu kepastian mengenai tanggung jawab pihak yang memberi pekerjaan.

Di rumah sederhana mereka di RT 04 RW 01 Dusun Cijambu, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, suasana duka masih terasa begitu pekat. Baru dua tahun membangun rumah tangga, Robiyanti kini harus melanjutkan hidup tanpa sosok yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

- Advertisement -

Lebih menyayat lagi, anak sambung almarhum yang baru berusia tiga tahun belum memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Hampir setiap malam, bocah itu masih mencari dan menanyakan keberadaan ayah sambung yang selama ini selalu menemaninya.

Berangkat Pagi, Berencana Pulang untuk Botram Bersama Keluarga

Robiyanti mengaku tidak melihat tanda-tanda aneh sebelum suaminya berangkat bekerja.

Seperti biasa, Apip meninggalkan rumah sekitar pukul 05.30 WIB agar pekerjaan bisa dilakukan sebelum cuaca menjadi terlalu panas.

Menurut cerita yang disampaikan sebelum berangkat, pekerjaan hari itu sudah disusun dengan matang.

“Aa sempat bilang, rencananya naik dari jam enam pagi dan mau turun jam sepuluh siang. Nanti dilanjut lagi sore biar enggak kepanasan,” kenang Robiyanti saat ditemui di rumah duka, Minggu (5/7/2026).

Usai turun dari tower, Apip bahkan sudah berencana menyusul acara botram bersama keluarga di kawasan Karang Pucung.

Semua telah direncanakan.

Namun rencana itu tidak pernah menjadi kenyataan.

Telepon yang Mengubah Segalanya

Sekitar pukul 07.00 WIB, Apip masih sempat mengirim pesan WhatsApp kepada istrinya.

Ia memberi kabar bahwa dirinya bersiap naik ke bagian tower yang tersisa sekitar 40 meter lagi untuk dibongkar.

Tak lama setelah itu, komunikasi terputus.

Sekitar pukul 08.30 WIB, saat Robiyanti sedang memompa ban sepeda motor untuk berangkat dari rumah, telepon dari sang adik tiba-tiba masuk.

Suara tangis di seberang telepon langsung membuat tubuhnya lemas.

“Adik saya menelepon sambil menangis, memberi tahu kalau Aa sudah jatuh,” tuturnya.

Kalimat singkat itu menjadi awal dari kabar paling menyakitkan dalam hidupnya.

Upah Belum Dibayar, Pemberi Kerja Belum Menemui Keluarga

Tragedi tower roboh di Banjar tersebut juga menyisakan persoalan lain yang kini menjadi perhatian keluarga.

Menurut Robiyanti, pekerjaan pembongkaran tower itu dilakukan dengan sistem borongan dan bukan berada di bawah perusahaan resmi.

Pekerjaan disebut diberikan oleh seseorang bernama Cecep dengan nilai upah sebesar Rp1 juta per orang untuk target penyelesaian selama tiga hari.

Sementara pekerja yang berada di bawah tower memperoleh upah harian sekitar Rp150 ribu.

Ironisnya, hingga Apip meninggal dunia, keluarga mengaku belum menerima pembayaran sedikit pun.

“Suami saya cerita, upah borongannya Rp1 juta per orang untuk tiga hari kerja sampai selesai. Tapi sampai Aa meninggal, sepeser pun belum ada bayaran yang kami terima,” ungkap Robiyanti.

Keluarga juga mengaku belum pernah didatangi oleh pihak yang memberikan pekerjaan tersebut.

Mereka berharap ada itikad baik untuk menemui keluarga sekaligus memberikan penjelasan mengenai tanggung jawab atas musibah yang terjadi.

“Nyawa suami saya memang tidak bisa diganti. Tapi tolong datang, temui kami, bagaimana pertanggungjawabannya untuk keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Pekerja Berpengalaman, Namun Proyek Menyisakan Pertanyaan

Semasa hidup, Apip dikenal sebagai pekerja yang telah lama berkecimpung di bidang pekerjaan tower sejak merantau ke Jakarta.

Pengalaman memanjat tower sudah menjadi bagian dari pekerjaannya selama bertahun-tahun.

Namun sebelum kecelakaan terjadi, ia sempat bercerita kepada istrinya mengenai adanya beberapa pekerja yang dinilai belum memiliki pengalaman memadai sehingga proses pekerjaan di lapangan berjalan lebih lambat.

Keterangan tersebut kini menjadi salah satu hal yang diharapkan dapat didalami dalam proses penyelidikan.

Barang Bukti Masih Diamankan Polisi

Hingga sehari setelah kejadian, pihak kepolisian telah menyerahkan dompet milik korban kepada keluarga.

Namun beberapa barang pribadi lainnya, seperti telepon genggam dan sepeda motor milik almarhum, masih diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

Keluarga juga mengaku kartu ATM milik korban hingga kini belum ditemukan.

Keluarga Menunggu Kepastian

Di balik deretan karangan bunga dan ucapan belasungkawa, keluarga kini hanya berharap proses hukum dapat berjalan secara terbuka.

Mereka ingin mengetahui bagaimana standar keselamatan kerja diterapkan dalam proyek tersebut, bagaimana legalitas pekerjaannya, dan siapa yang bertanggung jawab atas musibah yang merenggut dua nyawa sekaligus.

Sebab bagi keluarga Apip, kehilangan itu bukan sekadar angka dalam laporan kecelakaan kerja.

Ada seorang istri yang kehilangan pasangan hidup, ada seorang anak kecil yang setiap malam masih memanggil nama ayahnya, dan ada sebuah keluarga yang hingga kini masih menunggu jawaban atas tragedi yang mengubah hidup mereka dalam hitungan detik. (HS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Pendaftaran Online RSUD Banjar, Pasien Bisa Daftar H-3 hingga H-1 Sebelum Pemeriksaan

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Pendaftaran online RSUD Banjar dapat dimanfaatkan...

Jelang Hari Santri 2026, Wakil Wali Kota Banjar Lepas Peserta Jalan Santai di Pusdai

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Pemerintah Kota Banjar menggelar jalan santai...

Pajak Digital Kota Banjar Berhadiah, Warga Bisa Ikut Undian hingga 30 November 2026

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Program pajak digital Kota Banjar bertajuk...

Kekeringan Landa 42 Hektare Sawah di Garut, Pemkab Salurkan 280 Kg Benih Padi dan Jagung

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Pemerintah Kabupaten Garut menyalurkan bantuan 280...

Cuaca Ciamis Selatan 20 Oktober 2026, BMKG Prakirakan Suhu Banjarsari Capai 32 Derajat Celsius

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Prakiraan cuaca Ciamis Selatan pada Selasa,...

JAWA BARAT

Jawa Barat Pertahankan Peringkat Pertama Indonesia Muslim Travel Index 2026, Ungguli 14 Provinsi

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Jawa Barat kembali menempati peringkat...

BMKG dan BPBD Jabar Bahas Mitigasi Gempa Sesar Lembang, Siapkan Uji Rencana Kontingensi di Bandung Barat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Korban yang Dilaporkan Mengalami Pengeroyokan di Jalan Laswi Bandung Ditangani PMI Dini Hari

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Seorang warga yang dilaporkan menjadi korban...

Magnumotion x Doomsday 2026 Digelar di Bandung Hari Ini, 24 Band Meriahkan Tiga Panggung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Magnumotion x Doomsday 2026 dijadwalkan berlangsung...

Judi Online di Cianjur Terbongkar, Polisi Buru Satu DPO Setelah Tetapkan 9 Tersangka

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Polisi masih memburu seorang berinisial YN alias...

Festival Pesisiran Kota Cirebon Digelar 18 Oktober 2026, Tradisi Nadran Jadi Daya Tarik Budaya

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Festival Pesisiran Kota Cirebon dijadwalkan berlangsung pada...

Gempa Bogor Berdampak pada Ratusan Rumah, BMKG Minta Warga Periksa Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Dampak gempa Bogor pada Kamis (15/10/2026)...

Sungai Cipadu Dikeruk, Pemkot Cirebon Minta Warga Jaga Aliran Tetap Bersih

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Pemerintah Kota Cirebon mengeruk sampah dan...

Olahraga

Kategori Populer