Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Beri Perhatian Khusus pada Kisah Malik

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim, S.H., M.Si., memberi perhatian khusus terhadap kisah Malik, anak asal Kota Tasikmalaya yang ingin bersekolah dekat rumahnya.

Perhatian itu disampaikan H. Aslim setelah membaca pemberitaan Lintas Priangan tentang Malik. Melalui sambungan telepon kepada redaksi, Jumat (03/07/2026), ia menyatakan bahwa persoalan tersebut harus segera dilihat secara utuh agar tidak berhenti sebagai cerita sedih, tetapi bergerak menjadi jalan keluar bagi anak dan keluarganya.

Aslim: Anak yang Ingin Sekolah Harus Dibantu

H. Aslim menegaskan, keinginan seorang anak untuk bersekolah merupakan hal yang harus dihargai. Menurutnya, ketika ada anak yang ingin belajar, maka semua pihak perlu memastikan agar semangat itu tidak padam.

- Advertisement -

“Kalau ada anak ingin sekolah, apalagi dekat dengan rumahnya, itu harus menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai semangat anak untuk belajar justru melemah karena belum ada jalan keluar yang tepat,” ujar H. Aslim.

Ia menilai, kisah Malik bukan hanya menyentuh sisi kemanusiaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat bahwa setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak.

Menurutnya, persoalan seperti ini tidak cukup dilihat dari satu sisi. Sekolah tentu memiliki kondisi dan pertimbangan teknis. Di sisi lain, keluarga juga memiliki harapan yang sangat wajar agar anaknya bisa belajar di lingkungan yang dekat, aman, dan mudah dijangkau.

“Karena itu, saya tidak ingin persoalan ini menjadi ruang untuk saling menyalahkan. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana anak ini mendapatkan solusi. Sekolah dijaga marwahnya, keluarga didengar harapannya, dan pemerintah hadir membantu,” katanya.

H. Aslim juga mengingatkan bahwa anak dengan kondisi tertentu tidak boleh langsung diberi stigma. Menurutnya, setiap anak harus tetap dilihat dari potensi, semangat, dan haknya sebagai warga Kota Tasikmalaya.

“Jangan sampai istilah atau kondisi tertentu membuat masa depan anak menjadi terasa sempit. Anak tetap anak. Mereka butuh diterima, diarahkan, dan diberi kesempatan,” ujarnya.

DPRD Dorong Pemerintah Turun Mencari Solusi

Sebagai Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim menyatakan akan memberi perhatian terhadap persoalan tersebut dalam kerangka fungsi pengawasan DPRD terhadap pelayanan dasar masyarakat, khususnya bidang pendidikan.

Ia mendorong perangkat daerah terkait untuk melihat langsung kondisi Malik dan berkomunikasi dengan pihak keluarga maupun sekolah. Langkah itu dinilainya penting agar keputusan yang diambil tidak hanya administratif, tetapi juga manusiawi.

“Dinas terkait perlu turun. Dengarkan keluarganya, lihat kondisi anaknya, bicarakan dengan sekolah, lalu cari jalan yang paling baik. Jangan menunggu masalah kecil menjadi besar karena komunikasi yang terlambat,” tutur H. Aslim.

Menurutnya, kasus Malik harus menjadi momentum untuk memperkuat kepekaan layanan pendidikan dasar di Kota Tasikmalaya. Ia berharap, sekolah tidak dibiarkan menghadapi persoalan seperti ini sendirian, terutama bila berkaitan dengan keterbatasan kelas, guru, atau kesiapan layanan bagi anak yang membutuhkan perhatian lebih.

“Kalau sekolah ada keterbatasan, pemerintah harus membantu. Kalau keluarga punya harapan, pemerintah harus mendampingi. Di situlah negara hadir dalam bentuk yang paling nyata,” katanya.

H. Aslim menegaskan, persoalan pendidikan anak harus mendapat respons cepat, terukur, dan penuh kehati-hatian. Menurutnya, semakin cepat komunikasi dibangun, semakin besar peluang untuk menemukan jalan keluar yang baik bagi semua pihak.

Ia juga meminta agar semua pihak tetap menahan diri dan tidak menjadikan kisah Malik sebagai bahan saling menyudutkan. Bagi Aslim, yang paling penting adalah memastikan anak tetap terlindungi, keluarga mendapat kepastian, dan sekolah memperoleh dukungan yang memadai.

“Dalam persoalan seperti ini, yang dibutuhkan bukan kegaduhan. Yang dibutuhkan adalah kehadiran, komunikasi, dan keputusan yang berpihak pada masa depan anak,” ujar H. Aslim.

H. Aslim menambahkan, wajah sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik atau program besar. Menurutnya, martabat sebuah kota juga terlihat dari cara pemerintah dan masyarakat memperlakukan anak-anak yang sedang berjuang untuk mendapatkan pendidikan.

“Malik ini bukan sekadar nama dalam berita. Dia anak kita juga. Kalau ada anak mengetuk pintu pendidikan, jangan biarkan dia berdiri terlalu lama di luar. Tugas kita adalah membukakan jalan, secepatnya!” pungkas H. Aslim. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Kemiskinan di Priangan Timur, Bandingkan Enam Daerah dan Laju Penurunannya

lintaspriangan.com, PRIANGAN TIMUR. Angka kemiskinan di Priangan Timur sama-sama...

Belanja Makanan di Priangan Timur, Daerah Mana Paling Besar Porsinya?

lintaspriangan.com, PRIANGAN TIMUR. Lebih dari separuh pengeluaran warga di...

Polres Tasikmalaya Tangkap Tersangka Kekerasan Seksual terhadap Anak, Korban Mendapat Pendampingan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polres Tasikmalaya menangkap seorang pria dewasa...

Sampah Garut Setelah TPA Dibuka Lagi, Putri Karlina Dorong Pembenahan dari Rumah

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Persoalan sampah Garut belum selesai meski...

Benih Lobster Pangandaran Rp5,8 Miliar Disita, Bareskrim Telusuri Pemodal

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Benih lobster Pangandaran senilai sekitar Rp5,8...

JAWA BARAT

Kekeringan Cianjur Meluas, 12 Kecamatan Ajukan Air Bersih, BPBD Terkendala Armada

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Kekeringan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,...

Pencurian Vespa di Cirebon Terungkap, Motor Rp40 Juta Dijual Rp3 Juta

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Polres Cirebon Kota mengungkap kasus pencurian...

Air Bersih di Majalengka, BAZNAS dan Perumdam Jajaki Bantuan bagi Warga

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. BAZNAS Kabupaten Majalengka menjajaki kerja sama...

Jawa Barat Pertahankan Peringkat Pertama Indonesia Muslim Travel Index 2026, Ungguli 14 Provinsi

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Jawa Barat kembali menempati peringkat...

BMKG dan BPBD Jabar Bahas Mitigasi Gempa Sesar Lembang, Siapkan Uji Rencana Kontingensi di Bandung Barat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Korban yang Dilaporkan Mengalami Pengeroyokan di Jalan Laswi Bandung Ditangani PMI Dini Hari

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Seorang warga yang dilaporkan menjadi korban...

Magnumotion x Doomsday 2026 Digelar di Bandung Hari Ini, 24 Band Meriahkan Tiga Panggung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Magnumotion x Doomsday 2026 dijadwalkan berlangsung...

Judi Online di Cianjur Terbongkar, Polisi Buru Satu DPO Setelah Tetapkan 9 Tersangka

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Polisi masih memburu seorang berinisial YN alias...

Olahraga

Kategori Populer