Cuaca Piala Dunia 2026 Diprediksi Ekstrem, FIFA Didesak Perkuat Protokol

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Cuaca Piala Dunia 2026 mulai menjadi sorotan serius menjelang bergulirnya turnamen sepak bola terbesar di dunia itu. Bukan hanya soal siapa yang akan menjadi juara, siapa bintang yang paling bersinar, atau negara mana yang paling siap membuat kejutan. Kali ini, ancaman datang dari sesuatu yang tidak bisa ditekel pemain belakang: panas ekstrem.

Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni 2026. Dengan format baru 48 tim dan jadwal pertandingan yang jauh lebih padat, turnamen ini diprediksi menjadi pesta sepak bola terbesar sepanjang sejarah. Namun di balik gemerlap itu, muncul kekhawatiran besar: sejumlah kota tuan rumah berpotensi menghadapi suhu berbahaya saat pertandingan berlangsung.

Pemain Mulai Bersuara, FIFA Didesak Tak Anggap Enteng Panas Ekstrem

Kekhawatiran terhadap cuaca Piala Dunia 2026 menguat setelah gelandang Norwegia, Morten Thorsby, ikut mendukung desakan agar FIFA memperkuat protokol keselamatan dari paparan panas. Thorsby, yang juga dikenal sebagai pendiri gerakan lingkungan We Play Green, menilai perlindungan terhadap pemain, ofisial, pekerja, dan penonton harus menjadi perhatian serius.

- Advertisement -

Associated Press melaporkan, Thorsby ikut menandatangani surat terbuka dari New Weather Institute yang mendesak FIFA menerapkan standar perlindungan panas yang lebih kuat. Para pemain dan pakar kesehatan menilai pedoman yang ada belum cukup untuk menghadapi risiko panas ekstrem pada turnamen sebesar Piala Dunia 2026.

Isu ini tidak muncul dari ruang kosong. Sejumlah laporan menyebut sebagian besar kota tuan rumah berpotensi menghadapi kondisi panas ekstrem. AP menyebut 14 dari 16 kota tuan rumah diproyeksikan bisa mengalami paparan panas tinggi, termasuk kota-kota seperti Monterrey dan Miami yang memiliki risiko kelembapan serta suhu berat bagi aktivitas fisik intens.

Di lapangan, panas bukan sekadar membuat pemain cepat lelah. Paparan suhu tinggi bisa mengganggu performa, memperbesar risiko kram, dehidrasi, heat exhaustion, hingga heat stroke. Dalam sepak bola modern, selisih sepersekian detik bisa menentukan gol atau gagal. Maka, ketika suhu ikut bermain, pertandingan tidak lagi hanya tentang taktik dan kualitas skuad, tetapi juga tentang daya tahan tubuh manusia.

Sengkarut ini membuat Piala Dunia 2026 berpotensi menghadapi ujian yang berbeda dari edisi-edisi sebelumnya. Qatar 2022 memang identik dengan isu suhu panas, tetapi turnamen itu akhirnya digelar pada November-Desember. Sementara Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada Juni-Juli, saat sebagian wilayah Amerika Utara memasuki musim panas.

FIFA Siapkan Mitigasi, tetapi Desakan Protokol Lebih Kuat Terus Mengemuka

FIFA tidak tinggal diam. Federasi sepak bola dunia itu disebut telah membentuk Heat Illness Mitigation and Management Task Force atau satuan tugas mitigasi dan penanganan penyakit akibat panas. FIFA juga menyiapkan langkah seperti pengaturan jadwal pertandingan, pembatasan laga luar ruangan pada jam-jam terpanas, serta penerapan jeda hidrasi.

Namun, sebagian pakar menilai langkah tersebut belum cukup. Laporan University of Portsmouth menyebut kekhawatiran bukan hanya menyangkut pemain, tetapi juga jutaan penonton dan pekerja yang akan terlibat dalam turnamen. FIFA disebut sudah memperkenalkan jeda pendinginan tiga menit, tetapi para ahli kesehatan mendorong perlindungan yang lebih kuat dan lebih rinci.

Scientific American juga melaporkan bahwa kondisi panas berbahaya bisa mengintai sekitar seperempat pertandingan Piala Dunia 2026, bahkan termasuk laga final di New Jersey pada 19 Juli 2026. Temuan ini membuat isu cuaca bukan lagi sekadar catatan pinggir, melainkan faktor yang bisa memengaruhi jalannya turnamen.

Kota-kota tuan rumah pun mulai bergerak. Houston, misalnya, menyiapkan berbagai proyek untuk meredam dampak suhu panas, termasuk penambahan area teduh, koridor hijau, fasilitas air, dan infrastruktur pendukung bagi pengunjung. Langkah ini menunjukkan bahwa ancaman panas tidak hanya dibaca sebagai masalah pertandingan, tetapi juga sebagai persoalan keselamatan publik.

Bagi FIFA, cuaca Piala Dunia 2026 bisa menjadi ujian besar di luar lapangan. Turnamen ini akan menjadi panggung raksasa bagi sepak bola global, tetapi juga panggung bagi tata kelola keselamatan atlet dan penonton di tengah perubahan iklim. Bila protokol panas tidak disiapkan secara ketat, pertandingan bisa berubah dari pesta olahraga menjadi pertaruhan kesehatan.

Pada akhirnya, Piala Dunia 2026 bukan hanya akan menguji kaki para pemain, strategi para pelatih, dan mental para juara. Turnamen ini juga akan menguji kesiapan FIFA membaca zaman. Sebab di tengah cuaca yang makin tidak ramah, sepak bola tidak cukup hanya punya stadion megah dan jadwal padat. Ia juga butuh perlindungan yang waras, ilmiah, dan tidak kalah cepat dari serangan balik. (AS)


Baca Berita Piala Dunia 2026 lainnya di Google News

[abiba_quick_ads id="38307"]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Nanang Permana Dorong Petani Muda Ciamis Berinovasi, Semangka Berpotensi Hasilkan Rp60 Juta

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Budidaya semangka yang dikembangkan petani muda...

Petani Muda Ciamis Sulap Lahan Kering Jadi Kebun Semangka, Potensi Panen 3 Ton

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Lahan kering yang selama ini...

Tabligh Akbar HSN 2026 di Ciamis Hadirkan Ustaz Abdul Somad dan Das’ad Latif

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Dua penceramah nasional, Prof. KH. Abdul...

Khitanan Massal Tasikmalaya Digelar di RSUD Dewi Sartika, BAZNAS Bantu 25 Peserta

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kegiatan khitanan massal Tasikmalaya berlangsung di...

Bantuan Pendidikan Tasikmalaya Capai Rp603 Juta, 739 Mahasiswa dan Santri Jadi Penerima

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersama Badan Amil...

JAWA BARAT

Majalengka Creative Festival 2026 Masuki Hari Terakhir, UMKM hingga Karya Digital Dipamerkan

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Majalengka Creative Festival 2026 dijadwalkan memasuki...

Festival Nyawang Bulan Bandung Digelar 24 Oktober 2026, Hadirkan Kuliner Tradisional dan Kesenian Sunda

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Festival Nyawang Bulan Bandung edisi Oktober...

Pawai Jampana Bandung 2026 Digelar Hari Ini, Libatkan 30 Kecamatan dengan Rute 1,3 Kilometer

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pawai Jampana Bandung dijadwalkan berlangsung pada...

Kebakaran Gunung Ciremai Belum Padam Total, Petugas Buat Sekat Bakar dan Siapkan Pemadaman Udara

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Kebakaran Gunung Ciremai di kawasan Taman...

Tangisan Anak Surili di Tengah Karhutla Ciremai, Petugas Selamatkan Primata Langka

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Di tengah kebakaran hutan dan...

Perizinan Dapur MBG di Depok, Data PBG dan Pengawasan SPPG Perlu Dibuka

lintaspriangan.com, BERITA DEPOK. DEPOK — Perizinan bangunan dapur program...

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

Olahraga

Kategori Populer