Berita Tasikmalaya

8 Karya Budaya dari Priangan Timur Menyandang Status WBTB

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Boleh jadi, minggu lalu adalah minggu yang ditunggu-tunggu oleh para pelaku budaya di Jawa Barat. Hal ini karena pada akhir pekan lalu, adalah momentum penting bagi para budayawan, dimana Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan karya budaya mana saja yang berhak menyandang status WBTB, alias Warisan Budaya Tak Benda.

Tak kurang dari 67 karya budaya yang masuk nominasi. Karya-karya tersebut berasal dari 27 daerah yang ada di Jawa Barat. Tim juri kemudian memilih 42 diantaranya untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Ke depannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berjuang, agar ke-42 karya budaya tersebut bisa mendapat status WBTB tingkat nasional, bahkan internasional.

Dari 42 karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTB tesebut, daerah di Priangan Timur menyumbang 8 karya budaya. Berikut delapan karya budaya dari Priangan Timur yang ditetapkan sebagai WBTB oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat:

  1. Endog Lewo. Makanan khas dari Kabupaten Garut yang sudah ada sejak tahun 1960. Bahan dasar utama Endog Lewo adalah singkong.
  2. Kerajinan Kulit Sukaregang. Kabarnya, para pengrajin kulit di Kabupaten Garut sudah eksis sejak tahun 1930-an. Mereka memproduksi jaket, sepatu, dompet, tas, atau pernak-pernik seperti gantungan kunci dari bahan dasar kulit sapi atau domba. Kualitasnya sudah tak perlu diragukan. Sebagian produk dari sentra kerajinan kulit Sukaregang ini sudah dipasarkan ke berbagai negara.
  3. Peuyeum Koroto. Tape yang berbahan dasar beras ketan. Disebut koroto karena pengemasannya dibuat mirip seperti kroto (sarang semut). Agar kesan mirip sarang semutnya tidak hilang, ranting-ranting kecil yang ada pada daun yang digunakan untuk membungkus bahkan tidak dibuang.
  4. Kopi Godog. Dikenal juga dengan nama Kopi Golodog. Bedanya dengan kopi pada umumnya, Kopi Godog ini diseduh langsung dari biji kopi, yang dicampur beberapa jenis rempah.
  5. Dodol Eluk. Tidak ada informasi yang cukup untuk dijadikan referensi tentang Dodol Eluk dari Kabupaten Tasikmalaya ini. Kemungkinan, dodol yang dimaksud adalah dodol wajit, yang kerap dibuat oleh warga di berbagai desa di Kabupaten Tasikmalaya.
  6. Golok Galonggong. Sentra pengrajin Golok Galonggong sudah ada sejak tahun 1920. Nama Bah Marnaip dikenal sebagai perintis Golok Galonggong.
  7. Anyaman Pandan Sukaruas dari Kabupaten Tasikmalaya ini sudah ada sejak Belanda masih menguasai tanah air. Bahkan, banyak orang Belanda yang menyukai dan membawa berbagai kerajinan anyaman dari Rajapolah ini ke negerinya.
  8. Hajat Waluya dari Kabupaten Pangandaran. Hajat ini digelar di sungai, sebagia bentuk rasa syukur kepada Alloh SWT yang telah memberikan penghidupan melalui keberadaan sungai.

Semoga saja, ke-8 karya budaya dari Priangan Timur ini, bahkan semua karya budaya asli Indonesia, bisa lestari selamanya, dan mendunia seperti angklung. (Lintas Priangan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button