Aksi Motor Wededed di Tasikmalaya Kembali Resahkan Warga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Fenomena geng motor di Kota Tasikmalaya kembali mencuri perhatian publik. Sekelompok anak muda melakukan konvoi sepeda motor secara ugal-ugalan di jalanan kota, menimbulkan keresahan luas di kalangan warga yang tengah beraktivitas.
Masyarakat setempat kemudian menciptakan istilah motor wededed atau juga disebut barudak wededed untuk menyebut kelompok yang tampil dengan gaya berkendara bising dan agresif. Istilah ini merujuk pada suara ‘wededed’ khas gas motor dimatikan pada putaran mesin tinggi, sering kali dari motor bebek sport yang sudah dimodifikasi knalpotnya.
“Motor Wededed” Jadi Fenomena, Bukan Sekadar Bahasa Gaul
Motor wededed bukan istilah resmi di kamus Bahasa Indonesia ataupun Sunda, tapi telah menjadi populer sebagai bahasa gaul remaja. Konvoi motor wededed umumnya melibatkan motor dimodifikasi yang mengeluarkan suara bising secara ritmis, bukan semata demi kecepatan, tapi tampilan dan sensasi suara. Meski bagi sebagian muda terasa “keren”, aksi ini mengganggu ketenangan warga dan menyasar estetika ruang publik.
Lebih dari itu, konvoi mirip geng ini berpotensi membahayakan, laju zigzag tanpa kendali risiko tabrakan sangat tinggi. Petugas kepolisian tak tinggal diam. Tim Maung Galunggung Polres Tasikmalaya Kota, pada Selasa (9/9/2025) dini hari, mengamankan lima pelaku dari kelompok motor wededed yang terekam viral melakukan aksi berbahaya di jalan protokol kota.
Statistik Kasus Geng Motor di Jawa Barat: Masih Signifikan
Fenomena motor wededed bukan hanya terjadi di Tasikmalaya. Data dari Polda Jawa Barat menunjukkan bahwa hingga September 2025, lebih dari 50 kasus kriminal yang melibatkan geng motor telah mereka tangani di berbagai wilayah seperti Sukabumi, Bandung, Sumedang, Indramayu, hingga Cirebon. Direktur Kriminal Umum Polda Jabar mengatakan bahwa angka ini mencerminkan skala gangguan keamanan yang tidak bisa diabaikan.
Di wilayah Cimahi dan Bandung Raya, penanganan kasus geng motor juga cukup intensif. Sepanjang 2023, Polres Cimahi menangani 18 kasus, penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 34 kasus. Ini menandakan fokus penindakan geng motor mulai meningkatkan efektivitas.
Garda depan penanganan, Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan bahkan menerbitkan maklumat pada 31 Juli 2025 yang melarang seluruh bentuk dukungan terhadap geng motor. Instruksi ini menjadi payung hukum bagi tindakan tegas terhadap geng motor, termasuk patroli malam, razia knalpot brong, dan pengawasan aktivitas di media sosial.
Penertiban oleh Polres Tasikmalaya
Aksi motor wededed di Tasikmalaya terekam dalam video viral. Konvoi zigzag di Simpang Empat Tugu Asmaul Husna, Jalan HZ Mustofa, motor meraung bising, menambah keresahan masyarakat. Polisi bergerak cepat, mengamankan lima orang dan memberi pembinaan serta tindakan hukum atas pelanggaran: tak pakai helm, kendaraan tanpa surat, serta penggunaan knalpot bising.
Iptu Jajang Kurniawan, Kasi Humas Polres Tasikmalaya Kota, menyatakan, “Sudah diamankan dini hari tadi oleh Tim Maung Galunggung, langsung didata dan diberi pembinaan.” Ia juga menegaskan komitmen institusinya: “Polres Tasikmalaya Kota berkomitmen untuk konsisten melakukan penindakan terhadap aktivitas yang mengganggu ketertiban, khususnya yang berkaitan dengan motor wededed.” Razia knalpot brong pun rutin digelar.
Keseimbangan Penindakan dan Edukasi
Fenomena motor wededed di Tasikmalaya mencerminkan fenomena geng motor yang lebih luas di Jawa Barat. Meski ada penurunan signifikan di sejumlah daerah seperti Cimahi, jumlah kasus tetap tinggi (lebih dari 50 kasus). Kepolisian merespons dengan maklumat tegas dan patroli intensif. Namun masyarakat berharap pendekatan yang seimbang antara penindakan dan edukasi, seperti pembinaan komunitas, kampanye keselamatan berkendara, serta keterlibatan keluarga.
Dengan data nyata, tren penurunan, serta langkah penegakan hukum yang konsisten, harapannya adalah: motor wededed tidak hanya menjadi bahan gosip viral, melainkan fenomena yang bisa diredam lewat kolaborasi antara aparat, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Kecilnya angka tak boleh membuat kita lengah: demi keamanan ruang publik, motor wededed harus segera dibersihkan dari jalanan. (Lintas Priangan/Arrian)



