Berita Tasikmalaya

Bupati Tasikmalaya: Menangnya Susah, Saat Jadi Banyak Masalah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Cecep Nurul Yakin resmi menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya sejak 4 Juni 2025. Perjalanan politiknya penuh liku. Pasangan Cecep-Asep Sopari ini sempat kalah pada Pilkada 2024, namun mereka tidak menyerah. Mereka menggugat hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK), yang kemudian memutuskan untuk menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Dan tanpa disangka, dalam PSU 2025, Cecep berhasil menyalip lawannya dan meraih kemenangan dengan telak 53,91% suara. KPU menetapkan kemenangan mereka sah, kemudian Gubernur Jawa Barat melantik keduanya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya.

Tiga Laporan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Sejak awal masa jabatan, Bupati Tasikmalaya menghadapi tekanan hukum dan publik. Dalam tiga bulan pertama, Cecep menerima tiga laporan dugaan penyalahgunaan wewenang. Laporan pertama terkait dugaan pemerasan proyek pengadaan hewan kurban senilai miliaran rupiah. Proyek ini mencakup 250 ekor domba, 100 ekor sapi, dan dua ekor sapi jumbo.

Sementara itu, laporan kedua datang dari Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Muda Tasikmalaya. Mereka menyoroti kebijakan cut off sejumlah program pembangunan anggaran 2025. Dan laporan ketiga kembali menyasar dugaan pemerasan yang sama, diajukan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Semua laporan ini memicu sorotan media lokal maupun asional.

Penyegelan Kantor dan Tekanan Warga

Saat tiga laporan di atas masih jadi konsumsi media, hari ini, Selasa, 23 September 2025, warga Kecamatan Parungponteng menyegel ruang kerja Bupati Tasikmalaya. Ini jadi topik baru, tapi sama-sama tentang masalah yang dihadapi Bupati Tasikmalaya.

Mereka menuntut perbaikan Jalan Cimanisan–Warung Legok di Desa Barumekar yang rusak parah. Cecep mengaku tidak mengetahui penyegelan tersebut dan menjanjikan perbaikan jalan pada 2026.

Akibat peristiwa penyegelan kantor Bupati Tasikmalaya, tokoh masyarakat H. Otong Koswara menyerukan warga agar tetap tenang dan menyelesaikan masalah melalui musyawarah. Tindakan ini menunjukkan betapa tekanan publik langsung terasa di awal kepemimpinan Bupati Tasikmalaya.

Kabarnya, Ada Ketegangan Internal Juga

Meskipun berpasangan, Cecep dan Asep Sopari dikabarkan sempat berbeda pandangan soal kebijakan pemerintah. Salah satu yang sempat mengemuka misalnya tentang kebijakan promosi dan mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Tasikmalaya. Isunya, wakil bupati tidak terlalu dilibatkan dalam penyusunan draft promosi-mutasi.

Meskipun menghadapi tekanan eksternal dan internal, Bupati Tasikmalaya terus menavigasi tantangan. Publik menunggu bukti konkret dari langkahnya dalam memimpin, dan setiap keputusan yang diambil kini menjadi sorotan tajam masyarakat dan pengamat politik. (EH)

Related Articles

Back to top button