Kunjungan Edukatif TK Mukarromah ke Rumah Abon Ikan Nila

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kunjungan edukatif menjadi pengalaman berharga bagi siswa-siswa TK Al Mukarromah dari Desa Karyamulya dan TK PGRI Mulya Asih dari Desa Wangunjaja.
Pada kesempatan itu, anak-anak diajak langsung untuk belajar proses pembuatan abon ikan nila di Rumah Abon, Desa Bangunharja.
Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang proses pengolahan ikan menjadi produk siap konsumsi, mulai dari penyediaan bahan baku hingga proses akhir pembuatan abon.
Ketua Poklahsar Mitra Sauyunan, Ratna Komalasari, yang juga bertindak sebagai instruktur, memandu kegiatan ini. Ratna menjelaskan kepada anak-anak mengenai jenis-jenis bumbu yang digunakan dalam pembuatan abon ikan nila.
Selain itu, ia memberikan demonstrasi cara memisahkan daging ikan nila dari tulangnya. “Proses ini perlu dilakukan dengan hati-hati agar daging yang didapatkan bersih dan tidak bercampur dengan tulang,” ujar Ratna kepada peserta.
Anak-anak terlihat antusias saat diminta menyebutkan nama-nama bumbu yang digunakan. Mereka berusaha menjawab dengan semangat, menyebutkan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan garam.
Setelah itu, mereka secara bergantian mempraktikkan cara memisahkan daging ikan dari tulangnya di bawah bimbingan Ratna. Salah satu siswa menyatakan kegembiraannya karena bisa belajar hal baru yang sebelumnya hanya ia lihat di dapur rumah.
Kepala Desa Bangunharja, Carikin, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap langkah inovatif yang dilakukan oleh kedua TK tersebut. Menurutnya, kunjungan edukatif semacam ini tidak hanya memberikan pengalaman baru kepada anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti kemandirian dan kreativitas sejak dini.
“Edukasi seperti ini patut dicontoh oleh TK lainnya. Dengan pengalaman langsung, anak-anak bisa belajar hal-hal baru yang akan berguna bagi kehidupan mereka di masa depan. Mungkin suatu saat mereka akan menjadi pengusaha sukses atau menciptakan produk kreatif lainnya,” kata Carikin.
Carikin juga menyampaikan apresiasi kepada pihak TK Al Mukarromah dan TK PGRI Mulya Asih, terutama kepada kepala sekolah dan guru yang telah menginisiasi kegiatan ini.
“Saya sangat berterima kasih kepada ibu kepala TK, guru, serta para orang tua yang telah mendampingi anak-anak dalam kegiatan ini. Dukungan orang tua sangat penting untuk memastikan anak-anak merasa nyaman dan termotivasi,” tambahnya.
Kunjungan ini menjadi pengalaman pertama bagi banyak siswa untuk melihat langsung proses pembuatan abon ikan nila.
Salah satu orang tua siswa mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak karena mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan keterampilan baru.
“Anak-anak terlihat sangat senang dan bersemangat. Ini adalah pengalaman berharga yang mungkin akan mereka ingat hingga dewasa,” ujar salah satu orang tua.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini membantu anak-anak mengenal dunia kerja sejak dini dengan cara yang menyenangkan.
Selain belajar tentang proses pengolahan ikan, anak-anak juga diajarkan pentingnya kerja sama dalam tim. Mereka diajak untuk bekerja bersama saat memisahkan daging ikan, meracik bumbu, dan melihat proses memasak abon hingga selesai.
Salah satu guru dari TK PGRI Mulya Asih menyebutkan bahwa kegiatan ini juga membantu melatih motorik halus anak-anak, terutama saat mereka mempraktikkan proses pemisahan daging ikan dari tulang.
Kepala TK Al Mukarromah, Erni Yuliawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan anak-anak. Ia berharap kunjungan semacam ini dapat dilakukan secara rutin agar anak-anak terbiasa belajar di luar kelas.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar di dalam ruangan, tetapi juga mengenal dunia nyata. Ini adalah salah satu cara kami mendukung pendidikan berbasis pengalaman,” ujar Lia.
Sementara itu, Ratna Komalasari menyatakan bahwa Poklahsar Mitra Sauyunan siap mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.
Ia berharap lebih banyak lembaga pendidikan yang berminat melakukan kunjungan ke Rumah Abon untuk memperkenalkan proses pengolahan ikan kepada generasi muda.
BACA JUGA: KPU Imbau Paslon Segera Bersihkan APK Usai Masa Kampanye Berakhir
Kepala Desa Bangunharja, Carikin, menutup kegiatan dengan memberikan pesan kepada anak-anak. Ia mengatakan,
“Kalian adalah generasi penerus yang akan membawa perubahan besar. Belajarlah dengan giat, teruslah mencoba hal-hal baru, dan jangan takut gagal. Dari pengalaman seperti ini, kalian bisa menjadi orang hebat di masa depan,” ungkap Carikin.
Dengan semangat yang ditunjukkan oleh anak-anak, guru, dan orang tua, kunjungan ini berhasil menjadi kegiatan yang bermakna. Tidak hanya memberi pengalaman baru bagi anak-anak, tetapi juga membuka wawasan mereka tentang bagaimana sebuah produk makanan diolah secara langsung. Harapan besar disematkan agar generasi muda bisa tumbuh menjadi pribadi kreatif dan mandiri. (Rini/infopriangan.com)



