Dahsyat! Tas Produk Tasikmalaya Ini Terjual 1000 pcs/hari!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Brand tas lokal asal Kota Tasikmalaya kembali menorehkan prestasi membanggakan. Hirakiya, produk tas asli Tasikmalaya, mampu mencatat penjualan hingga 1.000 transaksi per hari melalui platform e-commerce. Torehan itu menjadi bukti bahwa pelaku UMKM daerah mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
Kesuksesan tersebut diraih oleh Triani Restianti (29), perempuan muda asal Jalan Bantar, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Manajemen Ekonomi tahun 2014 itu memilih menekuni dunia bisnis dengan memproduksi tas berkualitas dari kota kelahirannya.
Triani menuturkan, keberhasilan yang kini diraihnya bukan hadir secara instan. Ia jatuh bangun membangun bisnis sejak masih kuliah.
“Sejak kuliah saya sudah berusaha. Ini brand ketujuh saya dalam berwirausaha, dan baru kali ini berhasil. Enam brand sebelumnya gagal total,” ungkap Triani saat ditemui wartawan, Rabu 22 Oktober 2025 sore.
Fokus di Pasar Digital
Keputusan untuk fokus pada pemasaran digital menjadi langkah penting. Triani memilih Shopee sebagai kanal utama penjualannya. Live streaming yang rutin dilakukan membuat transaksi penjualan meningkat drastis setiap hari.
“Penjualan bisa tembus seribu pesanan per hari saat live. Tidak disangka responsnya begitu besar,” katanya.
Tas produksi Hirakiya mengusung bahan sintetis berkualitas dengan sentuhan lokal khas Tasikmalaya, seperti anyaman, mendong, dan variasi aksen kulit buaya sintetis. Meski tampil dengan desain modern, produk ini dipasarkan dengan harga terjangkau antara Rp70 ribu hingga Rp150 ribu.
Lonjakan penjualan sangat terasa sejak bermitra dengan Shopee. Omzet bisnisnya bahkan naik sampai 1.300 persen dalam waktu singkat.
“Sekarang digitalisasi itu mutlak. Shopee punya ekosistem lengkap, dari pengiriman sampai transaksi. Sangat membantu UMKM naik kelas,” ujar Triani.
Tasikmalaya Kian Dikenal Dunia
Tak hanya di Indonesia, tas asal Tasikmalaya ini kini merambah pasar luar negeri. Pelanggan tetapnya berasal dari berbagai negara di Amerika Latin seperti Brasil, Argentina, Kolombia, Peru, serta Meksiko. Selain itu, gerai Hirakiya juga sudah hadir di Malaysia, Singapura, dan Filipina.
Kesuksesan ini mengantarkan Hirakiya masuk 8 besar kompetisi Shopee UMKM Naik Kelas 2026 dari total 1.300 peserta seluruh Indonesia. Capaian tersebut menjadi batu loncatan untuk memperluas jaringan branding secara nasional dan global.
“Alhamdulillah kami bisa dikenal nasional bahkan internasional. Bangga bisa membawa nama Kota Tasikmalaya,” ucapnya.
Saat ini, Triani memimpin sekitar 15 pekerja yang fokus pada divisi produksi dan administrasi. Proses pembuatan tas dilakukan di dua lokasi: Jalan Cimuncang Kota Tasikmalaya serta Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. Seluruh tim bekerja secara eksklusif untuk Hirakiya.
“Dulu saya mulai hanya dengan satu admin. Sekarang sudah ada tim lengkap. Mereka kami kontrak khusus agar fokus dan tidak menerima pesanan dari brand lain,” jelasnya.
UMKM Tasikmalaya Punya Daya Saing Global
Triani menilai, produk lokal punya ciri khas yang kuat jika digarap dengan kualitas dan strategi pemasaran yang tepat. Menurutnya, keberanian dan konsistensi adalah kunci menjalankan usaha di tengah persaingan global.
“Kita meski di daerah harus tetap percaya diri. Saya dididik berwirausaha sejak kecil dan sudah terbiasa bisnis sejak sekolah,” ujarnya tersenyum optimistis.
Kesuksesan Hirakiya menjadi bukti bahwa Tas Tasikmalaya memiliki potensi besar di pasar internasional. Dengan dukungan digitalisasi, UMKM asal daerah kini tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi mampu tampil sebagai pemain utama di industri fesyen global. (GPS)



