Tiga Dosa Besar Pendidikan: Membangun Kesadaran Siswa Melawan Kekerasan, Perundungan, dan Intoleransi

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (UNIGAL) baru-baru ini mengadakan sosialisasi bertema “Tiga Dosa Besar Pendidikan” di MI Totokan, Desa Bojongmalang, Kecamatan Cimaragas.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, (03/10/2024) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai kekerasan seksual, perundungan (bullying), dan intoleransi.
Para mahasiswa KKN menyampaikan materi dengan cara yang interaktif. Mereka menggunakan berbagai media, seperti video pendek dan gambar, untuk menjelaskan pentingnya pencegahan kekerasan seksual.
Dalam sebuah diskusi kelompok, mahasiswa juga menjelaskan bahwa saling menghormati tanpa melakukan perundungan sangatlah krusial.
Salah seorang mahasiswa, Rini, menyatakan bahwa sosialisasi ini sangat penting. Karena dengan pemahaman yang baik, anak-anak bisa tumbuh menjadi individu yang menghargai orang lain dan menghindari perilaku merugikan.
Selama sosialisasi, mahasiswa KKN memberikan simulasi situasi nyata yang mungkin dihadapi siswa sehari-hari. Mereka mengajarkan cara menghadapi tindakan perundungan di sekolah dan menjelaskan langkah-langkah yang harus diambil jika terdapat tanda-tanda pelecehan seksual.
“Para siswa didorong untuk berani melaporkan jika mereka atau teman-teman mereka mengalami situasi yang tidak aman kepada guru atau orang dewasa yang mereka percayai,” kata Rini.
Kepala Sekolah MI Totokan, Hasanah, sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa. Hasanah mengatakan,
“Saya berharap melalui kegiatan ini, para siswa dapat lebih waspada dan bijak dalam bersikap terhadap sesama serta menjauhkan diri dari perilaku negatif yang dapat merugikan masa depan mereka,” ungka Rini.
Sebagai tambahan, mahasiswa KKN memberikan buku panduan sederhana yang dapat dibawa pulang oleh siswa. Buku ini berfungsi sebagai pengingat dan panduan untuk menjaga diri dari bahaya tiga dosa besar pendidikan.
“Buku ini akan membantu siswa untuk selalu ingat akan pentingnya menghindari perilaku yang merugikan,” kata Rini.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab yang sangat aktif. Pada kesempatan tersebut terlihat para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memahami materi yang disampaikan. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan yang relevan, menandakan bahwa mereka tidak hanya mendengarkan tetapi juga ingin tahu lebih banyak.
BACA JUGA: Viman Alfarizi Ramadhan Hadiri Safari “Viman Ngiring Ngaos” di Tasikmalaya
Rini berharap, siswa di MI Totokan akan lebih peka terhadap lingkungan sosial mereka. Mahasiswa KKN UNIGAL berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan yang bebas dari kekerasan, perundungan, dan intoleransi.
“Dengan edukasi yang tepat, generasi mendatang diharapkan akan menjadi individu yang lebih sadar, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan sesama,” pungkasnya.



