Dunia

Ragam Keunikan Perayaan Idul Adha di Seluruh Dunia

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Saat jutaan umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha pada 6 Juni 2025, keragaman tradisi lokal mewarnai perayaan yang memperingati ketaatan Nabi Ibrahim ini. Dari menghias tanduk hewan kurban dengan henna hingga menyajikan hidangan khas yang telah diwariskan turun-temurun, setiap negara memiliki cara uniknya sendiri dalam merayakan Hari Raya Kurban.

Maroko: Seni Henna pada Tanduk Domba

Di Maroko, tradisi yang paling mencuri perhatian adalah menghias tanduk hewan kurban dengan henna. Praktik yang telah berlangsung berabad-abad ini menunjukkan penghormatan terhadap hewan yang akan dikurbankan. Keluarga-keluarga Maroko juga membersihkan rumah secara menyeluruh, menyimpan rempah-rempah segar, buah-buahan, dan sayuran, serta membeli pakaian baru sebagai persiapan menyambut hari raya.

Pakistan dan Afghanistan: Tradisi Henna untuk Kaum Wanita

Tidak hanya Maroko yang memiliki tradisi henna, di Pakistan dan Afghanistan, menghias tangan dengan henna menjadi tradisi terkenal di kalangan wanita. Sementara itu, anak-anak di Pakistan menerima Eidi berupa uang dan hadiah dari para tetua, menciptakan momen kegembiraan yang tak terlupakan.

Mesir: Kuliner Fatta yang Legendaris

Perayaan di Mesir identik dengan hidangan daging yang mewah, seperti Fatta yang populer (nasi dengan roti panggang dan saus tomat), yang dinikmati dari sarapan hingga makan malam. Hidangan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Idul Adha keluarga Mesir.

Timur Tengah: Kue-kue Tradisional yang Manis

Negara-negara Timur Tengah memiliki kekhasan tersendiri dengan pembuatan kue-kue tradisional yang disajikan khusus untuk merayakan Idul Adha. Setiap daerah memiliki resep rahasia yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Indonesia dan Filipina: Tradisi di Nusantara

Di Indonesia, perayaan Idul Adha diwarnai dengan ritual tradisional, makanan lezat, dan perayaan yang meriah. Sementara di Filipina, Eid al-Adha atau Hari Raya Haji merupakan festival terbesar kedua dalam Islam setelah Idul Fitri, yang melambangkan pengorbanan melalui penyembelihan hewan.

Inggris: Perpaduan Budaya Heritage dan Modern

Fenomena menarik terjadi di Inggris, di mana Muslim dari berbagai latar belakang merayakan dengan cara khusus mereka sendiri, memadukan warisan budaya dengan adat istiadat baru. Hal ini mencerminkan dinamika masyarakat multikultural di era modern.

Filosofi Universal di Balik Keberagaman

Meskipun tradisi berbeda-beda, inti perayaan tetap sama di seluruh dunia. Tradisi Idul Adha melibatkan penyembelihan hewan dan membagi daging dalam tiga bagian yang sama – untuk keluarga, untuk kerabat dan teman, dan untuk orang miskin. Tujuannya adalah memastikan setiap Muslim dapat menikmati daging.

Keragaman perayaan ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai universal Islam dapat beradaptasi dengan budaya lokal tanpa kehilangan esensi spiritual. Perayaan dari Haji di Arab Saudi hingga Bakrid di India, dengan tradisi unik pengorbanan dan sedekah, membuktikan bahwa persatuan dalam keberagaman adalah kekuatan sejati umat Muslim dunia.

Data dan Fakta Menarik

  • Idul Adha dirayakan oleh lebih dari 200 juta Muslim di seluruh dunia
  • Perayaan berlangsung selama 3-4 hari di berbagai negara
  • Di Inggris, terdapat hampir 2,8 juta Muslim yang mewakili sekitar 4,8% dari populasi
  • Tradisi ini telah berlangsung selama lebih dari 1.400 tahun

Keunikan tradisi Idul Adha di berbagai belahan dunia ini mengingatkan kita bahwa dalam keberagaman terdapat keindahan yang memperkaya kehidupan spiritual dan sosial umat manusia. Setiap tradisi lokal yang dipertahankan merupakan warisan budaya yang tak ternilai harganya. (Lintas Priangan/AA)

Related Articles

Back to top button