Beranda blog Halaman 304

DPK dan OKP Desak DPD KNPI Jabar Ambil Alih KNPI Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA  DAERAH. Sejumlah DPK dan OKP meminta DPD KNPI Provinsi Jawa Barat mengambil alih kepengurusan KNPI Kabupaten Pangandaran untuk kepentingan Musyawarah Daerah (MUSDA).

Ketua DPK KNPI Parigi Tian Kadarisman mengatakan, Musyawarah Daerah harus tetap dilaksanakan melihat Surat Keputusan (SK) DPD KNPI Provinsi Jawa Barat Nomor : KEP. 83/KNPI-JB/VII/2021 sudah habis bahkan sudah ada surat Surat Himbauan dari DPD KNPI Jabar.

“Kemarin kita sudah melaksanakan Rapimpurda guna melakssanakan Musda KNPI Pangandaran. Ini juga salah satu peraturan bagi PJS Bupati Kabupaten Pangandaran, yang mana harus mengetahui matinya KNPI Kabupaten Pangandaran, karena peranan pemuda sangat penting bagi kemajuan suatu daerah,” kata Tian, Minggu, (29/09/2024).

Tian menjelaskan, Rapimpurda adalah rapat untuk menentukan waktu pelaksanaan musda, peserta Rapimpurda kemarin sudah membahas sidang komisi, dan forum sepakat untuk pelaksaan musda pada tanggal 24 september tahun 2024.

“Namun tidak diindahkan dan sampai saat ini masih belum jelas terkait pelaksanan musda ini, DPD KNPI Pangandaran berpendapat ditundanya dengan alasan, jika musda digelar pada saat pilkada maka akan rawan terjadi gesekan dan akan berpotensi ricuh,” katanya.

Menurutnya, hal itu tidak menjadi alasan yang urgent untuk menundanya musda knpi, ada yang lebih urgent dari itu, yaitu keberlangsuangan KNPI di Kabupaten Pangandaran.

“Sejatinya musda KNPI dengan Pilkada tidak ada korelasinya apalagi jika dikaitkan dengan keributan. Sayang sekali jika KNPI dianggap berpotensi seperti itu,” ujar Tian.

Sementara itu, Ketua DPK KNPI Kecamatan Cijulang Asep Irvan menyampaikan, ia berpandangan yang sama. Bahwasanya melihat periode pengurus DPD KNPI Kabupaten Pangandaran sudah berakhir pada 21 Juli 2024 dan seharusnya sudah selayaknya untuk menggelar Musda.

“Maka DPD KNPI Provinsi Jawa Barat harus mengambil langkah tegas guna menyelesaikan apa yang sedang terjadi di Kabupaten Pangandaran,” katanya.

BACA JUGA: Pelatihan di PKBM Hidayah Galuh Mendukung Peningkatan Keterampilan

Selain mengambil alih, menurutnya juga meminta Pengurus DPD Provinsi Jawa Barat segera memperjelas status kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Pangandaran.

“Biasanya jika kejadiannnya seperti ini, SK Carteker harus keluar. Sebab, selain fungsi KNPI untuk membina DPK dan OKP yang ada di bawah naungannya, juga sebagai wadah perjuangan pemuda dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan,” tambahnya.

KNPI juga dapat  berfungsi sebagai forum komunikasi dan penyalur aspirasi organisasi kemasyarakatan pemuda dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan Kabupaten Pangandaran saat ini membutuhkan ponit itu.

“Kami berharap Kepengurusan baru KNPI kedepannya lebih baik dari priode saat ini, yang mati suri,” ujarnya.

Pelatihan di PKBM Hidayah Galuh Mendukung Peningkatan Keterampilan

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. PKBM Hidayah Galuh sukses menggelar pelatihan keterampilan pembuatan cupcake bagi masyarakat di sekitar Ciamis. Kegiatan ini diadakan sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang terampil, sekaligus mendukung perekonomian lokal.

PKBM Hidayah Galuh adalah pusat kegiatan belajar masyarakat yang berfokus pada pendidikan kesetaraan dan pelatihan keterampilan, yang bertujuan memberdayakan masyarakat lokal melalui berbagai program pendidikan dan peningkatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Pelatihan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Hj. Iyus Rosmiati selaku Ketua PKBM Hidayah Galuh, Drs. Asep Sudrajat sebagai Penilik Kesetaraan, serta Ketua Yayasan Galuh Hurip Mandiri.

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat, terutama ibu-ibu, yang diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan keterampilan membuat cupcake, para peserta berpeluang mengembangkan usaha kecil-kecilan dari rumah yang nantinya bisa meningkatkan pendapatan keluarga. Ini adalah bagian dari upaya PKBM Hidayah Galuh untuk memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.

“Kami sangat senang bisa menyelenggarakan pelatihan ini. Dengan keterampilan yang mereka peroleh, kami berharap para peserta dapat memanfaatkannya untuk menciptakan peluang usaha yang bermanfaat bagi ekonomi keluarga dan masyarakat secara umum,” ujar Iyus.

Pelatihan ini berlangsung di gedung PKBM Hidayah Galuh di Ciamis pada tanggal 29 September 2024, dengan melibatkan instruktur yang berpengalaman di bidang pembuatan kue.

BACA JUGA: Warga Difabel Meriahkan HUT PT KAI ke-79 di Stasiun Tasikmalaya

Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari upaya mengurangi angka pendidikan yang rendah di daerah.

“kehadiran PKBM sangat membantu dalam meningkatkan tingkat pendidikan non-formal di Ciamis, yang termasuk yang tertinggi di Jawa Barat,” kata Asep.

Melalui kegiatan ini, PKBM Hidayah Galuh berharap dapat terus berkontribusi dalam mengembangkan potensi lokal dan mendorong terciptanya usaha-usaha baru berbasis kuliner di daerah Ciamis. Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan sosial antar peserta, sehingga terjalin kolaborasi dalam menjalankan usaha di masa depan. (PTS/lintaspriangan.com)

Warga Difabel Meriahkan HUT PT KAI ke-79 di Stasiun Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Sebanyak 29 warga difabel dari Persatuan Tunadaksa Tasikmalaya (Perdata) ikut meramaikan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang ke-79 di Stasiun Tasikmalaya.

Acara ini menjadi momen istimewa bagi mereka, karena petugas stasiun mengajak mereka berkeliling dan mengenalkan berbagai jenis kereta yang beroperasi di stasiun tersebut.

Harniwan Obech, seorang pegiat difabel sekaligus pembina Perdata, mengungkapkan rasa senangnya saat diundang oleh Stasiun Tasikmalaya.

“Sengaja, saat momen HUT KAI tahun ini, kami diundang untuk ikut merayakan. Para difabel sangat senang karena mendapatkan penjelasan tentang stasiun dan perkeretaapian,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para difabel terlihat antusias dan bersemangat menjelajahi lingkungan stasiun. Harniwan menambahkan bahwa sebelumnya mereka pernah merasakan pelayanan khusus bagi penumpang disabilitas saat bepergian menggunakan Kereta Api Pangandaran dari Tasikmalaya menuju Bandung.

“Pelayanannya sangat ramah sekali dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh para kaum disabilitas,” katanya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa PT KAI telah berkomitmen untuk memberikan layanan yang memudahkan akses bagi penyandang disabilitas.

Salah satu alasan mengapa acara ini sangat berarti bagi mereka adalah karena minimnya sarana transportasi yang ramah bagi difabel. Sabtu, (28/09/2024).

“Tentu, ini sangat disambut oleh para difabel. Salah satu kesulitan transportasi bagi kami adalah kurangnya fasilitas khusus. Namun, PT KAI telah hadir untuk kami,” tambah Harniwan.

Dia merasa bersyukur karena pemerintah melalui PT KAI memberikan perhatian terhadap kebutuhan transportasi bagi penyandang disabilitas.

Pipih Suparmi, seorang Guru Khusus Difabel di SLB Bahagia Tasikmalaya, juga menyampaikan pandangannya mengenai peran PT KAI. Ia mengaku terkesan dengan komitmen yang ditunjukkan oleh perusahaan tersebut terhadap warga difabel.

“Anak-anak sangat senang melihat kereta, stasiun, dan alat transportasi di stasiun. Bahkan, masinis dan kru sempat berbincang dan tegur sapa dengan mereka,” ungkap Pipih.

Ia percaya bahwa interaksi seperti ini penting untuk memberikan pengalaman positif bagi anak-anak difabel.

“Semoga PT KAI terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi semua masyarakat, termasuk kami,” harap Pipih dengan penuh harapan.

Pipih menambahkan bahwa selama ini, kerjasama antara pemerintah dan BUMN, seperti PT KAI, telah memberikan banyak manfaat bagi kaum difabel.

“Kami sangat mengapresiasi upaya PT KAI untuk menciptakan layanan yang inklusif. Ini adalah langkah yang sangat baik,” katanya.

Hal ini menunjukkan bahwa ada kesadaran yang semakin meningkat untuk memberikan perhatian khusus terhadap kaum difabel dalam berbagai sektor, termasuk transportasi.

PT KAI juga telah mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan layanan bagi penyandang disabilitas.

Ayep Hanapi, Manager Humas PT KAI (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, menjelaskan bahwa mereka telah melakukan berbagai peningkatan fasilitas dan pelayanan yang memudahkan akses bagi penyandang disabilitas.

Ayep berkomitmen untuk memberikan layanan transportasi yang ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

Salah satu contoh nyata dari komitmen ini adalah kesempatan yang diberikan kepada Desida Rohmatul Fadilah, seorang penulis dengan cerebral palsy, untuk menaiki kereta secara gratis.

“Hal ini dilakukan untuk memberikan motivasi kepada Desida agar dapat merasakan langsung fasilitas yang diberikan oleh PT KAI dan memberi dukungan semangat untuk terus berkarya dalam dunia literasi,” kata Ayep.

Tindakan ini menunjukkan bahwa PT KAI tidak hanya fokus pada aspek operasional, tetapi juga peduli terhadap pengembangan potensi individu penyandang disabilitas.

Kegiatan perayaan HUT KAI ke-79 ini bukan hanya sekedar perayaan, tetapi juga menjadi simbol komitmen perusahaan dalam menyediakan akses yang lebih baik untuk semua orang.

BACA JUGA: Pelantikan Dewan Pengurus Kecamatan Lasqi Nusantara Jaya 1970 di Tasikmalaya 2024-2028

Para difabel yang hadir merasakan betapa pentingnya momen ini, bukan hanya sebagai pengguna layanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang diakui dan dihargai.

“Kami berharap, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan di masa mendatang,” harap Harniwan.

Dengan adanya perhatian yang lebih besar terhadap kebutuhan penyandang disabilitas, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif di Kota Tasikmalaya. Semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, memiliki peran penting dalam mewujudkan hal tersebut.

Himawan juga mengatakan, dengan kerjasama yang baik, berbagai tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas dalam bidang transportasi bisa diatasi. (WN/lintaspriangan.com)

Pelantikan Dewan Pengurus Kecamatan Lasqi Nusantara Jaya 1970 di Tasikmalaya 2024-2028

0

lintaspriangan.com BERITA DAERAH. Bertempat di Pondok Pesantren Al-Mujahidin, Kota Tasikmalaya, berlangsung pelantikan Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Lasqi Nusantara Jaya 1970 Se-Kota Tasikmalaya untuk masa bakti 2024-2028. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pengurus sebelumnya.

H. Dadang Sukanda, selaku Ketua DPD Lasqi Nusantara Jaya 1970 Kota Tasikmalaya, menjelaskan bahwa tujuan dari pelantikan ini adalah untuk memperkuat sinergi dalam menjalankan visi dan misi lembaga.

H. Dadang menyatakan, juga mengatakan dengan adanya DPK di setiap kecamatan, kita berharap bisa lebih dekat dengan masyarakat.

“Pembentukan DPK merupakan langkah penting setelah diadakannya Rapimnas di Kabupaten Majalengka, yang menandai awal pengembangan Lasqi di tingkat lokal.,” katanya.

Selain pelantikan, acara ini juga diramaikan dengan Festival Qasidah Rebana Kota Tasikmalaya Terbuka 2024. H. Dadang menjelaskan bahwa festival ini menjadi momen penting untuk menggali dan mengembangkan potensi seni dari akar rumput.

“Kegiatan ini merupakan sarana untuk menampilkan seni yang berkaitan dengan agama,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa potensi seni daerah harus dikembangkan agar dapat menjadi ciri khas Kota Tasikmalaya, mirip dengan seni tradisional dari daerah lain, seperti Tari Saman dari Aceh.

Dari sudut pandang H. Widodo, Ketua Harian Lasqi Nusantara Jaya 1970, pelantikan DPK dan festival ini adalah upaya untuk menghidupkan kembali kesenian yang berakar pada nilai-nilai islami.

Ia berharap, masyarakat Kota Tasikmalaya dapat mengenal seni yang islami, tidak hanya untuk orang dewasa tetapi juga anak-anak. Menurutnya, penting bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan seni seperti ini agar mereka mendapatkan pendidikan akhlak yang baik dan terhindar dari perilaku negatif.

H. Widodo juga menyampaikan harapannya bahwa Kota Tasikmalaya dapat menjadi contoh baik di tingkat Jawa Barat dan nasional dalam bidang seni islami.

“Kami ingin melibatkan anak muda agar mereka tidak terjerumus ke dalam narkoba atau kenakalan remaja,” tuturnya.

Festival Qasidah ini diikuti oleh peserta yang terbagi dalam dua kategori, yaitu anak-anak dan dewasa.

H. Widodo menjelaskan bahwa terdapat delapan grup dari kategori anak dan sekitar dua puluh lima grup dari kategori dewasa. Selain peserta dari Kota Tasikmalaya, festival ini juga mengundang sepuluh grup dari Kabupaten Tasikmalaya.

“Festival ini berlangsung selama tiga malam, dan kami berharap dapat memeriahkan suasana kota,” katanya.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menampilkan bakat, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat rasa persatuan di antara masyarakat.

H. Dadang menekankan, melalui seni, kita bisa membangun komunikasi yang lebih baik dalam masyarakat.Ia berkeyakinan bahwa kegiatan seni seperti ini dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarkomunitas.

Dari keterangan yang disampaikan oleh H. Dadang dan H. Widodo, dapat dilihat bahwa keduanya memiliki visi yang sama mengenai pengembangan seni di Kota Tasikmalaya. Mereka sepakat bahwa seni qasidah dan rebana harus dihidupkan kembali dan didorong agar dapat menjadi bagian dari identitas kota.

“Kami berharap, kegiatan ini bisa menggugah semangat masyarakat untuk lebih mencintai seni dan budaya lokal,” ungkap H. Widodo.

Melalui pelantikan ini, mereka berharap agar setiap DPK dapat menjalankan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, serta menjadi wadah untuk mengembangkan potensi seni yang ada.

“Kami ingin DPK di setiap kecamatan dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar H. Dadang.

Pemerintah Kota Tasikmalaya diharapkan juga memberikan dukungan lebih terhadap kegiatan seni yang dipadukan dengan agama. H. Dadang menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga seni dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan seni.

BACA JUGA: Insiden Pingsan Peserta Sosialisasi Pilkada di Purwadadi: Koordinasi Bermasalah

“Jika kita bersatu, saya yakin Kota Tasikmalaya dapat memiliki ciri khas yang lebih kuat,” tegasnya.

Kegiatan pelantikan dan festival ini menjadi langkah awal yang baik bagi Lasqi Nusantara Jaya 1970 untuk lebih aktif dalam mengembangkan seni di daerah.

Dengan adanya sinergi antara pengurus, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan seni islami di Kota Tasikmalaya dapat terus hidup dan memberikan manfaat bagi semua pihak. H. Widodo menutup pembicaraannya dengan harapan,

“Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan seni qasidah dan rebana,” pungkasnya. (WN/lintaspriangan.com)

Insiden Pingsan Peserta Sosialisasi Pilkada di Purwadadi: Koordinasi Bermasalah

0


lintas Priangan.com, BERITA DAERAH.  Sebuah insiden terjadi di lapangan Desa Purwadadi, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, di mana seorang peserta sosialisasi Pilkada 2024 yang diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana Kecamatan (PPK) pingsan.

Kepala Puskesmas Purwadadi, Wastum, menjelaskan bahwa pihaknya tidak menerima pemberitahuan atau tembusan mengenai kegiatan tersebut dari PPK.

“Kami baru mengetahui adanya kegiatan ini pada pagi hari insiden terjadi. Saat kami mendapatkan laporan ada peserta yang pingsan, kami langsung mengirimkan satu unit mobil ambulance untuk mengevakuasi korban,” ungkapnya.

Meskipun respon Puskesmas cukup cepat, mereka harus menghadapi kritik dari masyarakat yang menganggap penanganan mereka terlambat. Sabtu. (28/09/2024).

Sebelum ambulance tiba, korban sudah dievakuasi menggunakan mobil dinas milik Polsek Lakbok karena tidak ada kendaraan medis di lokasi.

“Kami sangat mengerti kekhawatiran masyarakat, tetapi jika kami diberi tahu sebelumnya, kami bisa menyiapkan tim kesehatan untuk standby di lokasi,” jelas Wastum.

Kasiman, Kasubag TU Puskesmas Purwadadi, juga menambahkan bahwa saat mereka tiba di lokasi, mereka mengalami kesulitan karena tidak ada lahan parkir yang memadai untuk ambulance.

“Kami bahkan sempat dimarahi oleh warga sekitar karena dianggap terlambat dalam memberikan pelayanan. Ini menambah tekanan bagi tim kami,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya koordinasi antara PPK dan pihak kesehatan. “Kami itu pelayan publik yang siap membantu 24 jam, namun dalam pelaksanaan kegiatan seperti ini, kami memerlukan adanya surat pemberitahuan atau permohonan dari pelaksana kegiatan. Tanpa itu, kami tidak bisa menyiapkan apa pun,” tegas Kasiman.

Lebih lanjut, Kasiman menjelaskan bahwa pihaknya telah menanyakan kepada petugas kesehatan di puskesmas tentang adanya surat dari PPK.

“Semua petugas mengatakan tidak ada, sehingga kami tidak bisa mengambil langkah awal sebelum mendapatkan informasi yang jelas,” tambahnya.

Setelah insiden ini, Ketua PPK Kecamatan Purwadadi, Wahyu, menyatakan bahwa mereka menerima tanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

“Ini adalah keteledoran dari pihak kami. Kami hanya melakukan koordinasi dengan pimpinan forkopimcam tanpa melibatkan instansi lain yang seharusnya kami ajak bicara, seperti Puskesmas,” ujarnya.

Wahyu berjanji untuk meningkatkan komunikasi di masa mendatang. “Kami akan memastikan bahwa di setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang, kami akan melibatkan semua instansi terkait, termasuk tim kesehatan, agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

BACA JUGA: Kecamatan Rajadesa: Potensi Kopi Unggulan di Ciamis yang Terkenal

Pihak Puskesmas berharap agar di masa mendatang, mereka akan mendapatkan pemberitahuan yang lebih awal sehingga dapat mempersiapkan tim kesehatan dan fasilitas yang diperlukan.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi PPK dan instansi terkait lainnya dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan.

Kecamatan Rajadesa: Potensi Kopi Unggulan di Ciamis yang Terkenal

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Kecamatan Rajadesa, yang terletak di wilayah Ciamis, dikenal sebagai daerah dengan potensi kopi yang luar biasa. Aroma khas kopi Rajadesa telah menarik perhatian banyak orang, menjadikannya salah satu produk unggulan yang patut dibanggakan. Dalam beberapa tahun terakhir, kopi dari Rajadesa tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mulai menembus pasar yang lebih luas.

Salah satu langkah penting dalam mempromosikan potensi ini adalah diadakannya Festival Coffee Rajadesa, yang baru-baru ini berlangsung di Lapang Rangga Mandala Gunung Gede Purwaraja.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran kopi, tetapi juga mempromosikan berbagai produk UMKM serta menampilkan seni daerah. Pj Bupati Ciamis, H. Engkus Sutisna, hadir untuk membuka festival tersebut dan menyatakan harapannya agar kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya potensi lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Engkus Sutisna menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk menggali potensi yang ada di Ciamis, termasuk sektor kopi dan kerajinan. Ia mengungkapkan bahwa selama kunjungan ke Jakarta, ia berkesempatan berbicara dengan pengusaha dari India yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk kopi dari Ciamis. Hal ini menjadi peluang besar untuk mempromosikan kopi Rajadesa di pasar internasional.

Engkus juga mencatat pentingnya meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. Jika ada permintaan ekspor sebanyak lima ton kopi per bulan, pihaknya harus siap untuk memenuhi permintaan tersebut.

“Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi petani kopi di Rajadesa untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen mereka. Proses tanam dan panen perlu ditingkatkan agar kopi yang dihasilkan dapat bersaing di pasar global,” kata Engkus.

Camat Rajadesa, Yudi Hendriana, menekankan pentingnya festival ini sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Ia berpendapat bahwa tradisi kopi di Rajadesa harus dioptimalkan, dan festival ini adalah momen untuk memperkenalkan potensi kopi yang ada kepada masyarakat luas.

“Dengan diadakannya Festival Coffe Rajadesa petani kopi di Rajadesa akan lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas produksi mereka, mengingat masyarakat sudah lama mengolah kopi secara tradisional,” kata Yudi.

Festival Coffee Rajadesa menjadi wadah bagi petani kopi untuk memperlihatkan produk mereka, sekaligus sebagai platform untuk berinteraksi dengan pengusaha dan konsumen.

Dalam acara tersebut, berbagai pameran dan aktivitas diselenggarakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara pengolahan kopi yang baik dan benar, serta memahami nilai tambah dari produk yang mereka hasilkan.

“Festival ini tidak hanya merayakan produk lokal, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memajukan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan kerajinan,”ujarnya.

Yudi juga mengatakan melalui festival, pemerintah daerah berharap dapat menarik minat investor dan memperluas jaringan pemasaran untuk produk-produk UMKM di Rajadesa. Dengan demikian, tidak hanya kopi, tetapi juga kerajinan tangan dan produk lainnya dapat lebih dikenal luas.

Keberadaan festival semacam ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Petani kopi dan pengrajin kerajinan tangan dapat bertukar informasi tentang teknik dan inovasi terbaru, sehingga mereka dapat meningkatkan hasil produksi serta kualitas produk mereka. Hal ini penting agar Rajadesa tidak hanya dikenal sebagai penghasil kopi berkualitas, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki kerajinan tangan yang khas.

BACA JUGA: Festival Kopi Rajadesa 2024 Digelar di Lapang Rangga Mandala Gunung Gede

Dengan segala potensi yang dimiliki, Rajadesa berpeluang untuk menjadi salah satu pusat kopi dan kerajinan tangan yang diakui tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Melalui upaya yang konsisten dari pemerintah dan dukungan masyarakat, Rajadesa dapat menjelma menjadi daerah yang semakin berkembang dan sejahtera, dengan kopi dan kerajinan tangan sebagai andalannya.

Festival Coffee Rajadesa menjadi titik awal untuk membangun kesadaran tentang kekayaan lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Dengan langkah-langkah strategis dan kolaborasi antara berbagai pihak, Rajadesa diharapkan mampu meningkatkan daya saing produknya di pasar global dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal,” pungkas Yudi.

Festival Kopi Rajadesa 2024 Digelar di Lapang Rangga Mandala Gunung Gede

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Festival Kopi Rajadesa merupakan acara tahunan yang diadakan untuk mengenalkan kopi khas Rajadesa. Tahun ini, festival tersebut akan berlangsung dari 26 hingga 28 September 2024 di Lapang Rangga Mandala Gunung Gede.

Acara ini diharapkan akan membawa nuansa meriah, mengingat banyaknya stand yang akan menjajakan kopi asli Rajadesa. Menurut pihak penyelenggara, festival ini tidak hanya fokus pada kopi, tetapi juga bertujuan untuk melestarikan budaya lokal.

Penyelenggara festival ini adalah Paguyuban Seni Sunda Tunas Muda Purwaraja bekerja sama dengan Disbudpora Ciamis.

Salah satu anggota paguyuban menyatakan, festival ini menjadi ajang bagi para pecinta kopi untuk menikmati keunikan rasa kopi Rajadesa dan juga budaya yang menyertainya.

“Restival kopi akan menampilkan seniman dari berbagai daerah, baik dari Ciamis maupun luar Ciamis, yang pastinya akan menambah suasana festival,” terangnya.

Kegiatan di festival ini tidak hanya terdiri dari pameran kopi. Masing-masing stand akan menampilkan atraksi menarik, di mana para barista akan menunjukkan keahlian mereka dalam meracik kopi.

“Pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan kopi, mulai dari pemanggangan biji hingga penyajian,” ungkap seorang barista yang berpartisipasi.

Selain kopi, festival ini juga menampilkan kesenian tradisional khas Rajadesa dan Ciamis. Berbagai pertunjukan seperti seni buhun Lais, Ronggeng Lontang, dan seni musik etnik akan menghiasi acara.

Seorang penari yang ikut serta mengatakan, pada pada kegiatan itu dirinya ingin memperlihatkan kekayaan budaya daerah festival ini adalah platform yang tepat untuk itu.

“Kegiatan seni ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik pengunjung tentang budaya lokal yang kaya.,” ucapnya.

Festival Kopi Rajadesa kali ini merupakan yang kelima diadakan. Panitia berharap, “festival ini dapat menjadi sarana untuk mengenalkan kopi unggulan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya lokal.

Di lokasi festival, pengunjung juga dapat menikmati sejumlah spot selfie yang menarik. “Kami telah menyiapkan beberapa lokasi yang instagramable, di mana pengunjung dapat berfoto sambil menikmati kopi,” jelas seorang anggota panitia.

Pada rangkaian festival kopi akan mengadakan lomba foto di media sosial, dengan hadiah bagi foto yang paling banyak disukai. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, terutama generasi muda yang aktif di media sosial.

BACA JUGA: Pembukaan BSMSS 2024: Mempererat TNI dan Masyarakat

Bagi pengunjung yang ingin menikmati kopi, mereka akan memiliki kesempatan untuk mencicipi berbagai varian kopi unggulan dari para produsen lokal.

“Kopi Rajadesa dikenal dengan cita rasanya yang khas, dan kami ingin semua orang merasakannya,” tambah seorang petani kopi. Dengan adanya festival ini, diharapkan lebih banyak orang mengenal dan menghargai kopi Rajadesa serta budaya yang melatarbelakanginya.

Dengan berbagai atraksi menarik dan peluang untuk menikmati kopi serta budaya lokal, Festival Kopi Rajadesa 2024 diharapkan akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjung.

“Kami ingin semua orang merasa terhubung dengan kopi dan budaya kami,” tutup salah satu pengurus festival. (TF Santoso/lintaspriangan.com)

Pembukaan BSMSS 2024: Mempererat TNI dan Masyarakat

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Sebuah acara penting berlangsung di Lapangan Desa Cisarua, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) Tahun Anggaran 2024 dibuka secara resmi oleh Kasdim 0612/Tasikmalaya, Mayor Inf Deni Zenal Muttaqin, S.Sos, yang mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya.

Dalam sambutannya, Kasdim menyampaikan bahwa BSMSS adalah sebuah inisiatif tahunan dari TNI Kodam III Siliwangi untuk mempererat kemanunggalan antara TNI dan masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, termasuk Pj. Bupati Tasikmalaya yang diwakili oleh Asda 1, Bapak Nana Heryana, serta Forkopimda, pejabat tinggi pratama, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Dikatakan oleh Asda 1 bahwa kerjasama antara TNI dan masyarakat sangat penting dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

“Gotong royong antara TNI dan masyarakat sangat mutlak diperlukan,” ujar Asda 1 dalam sambutannya.

Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan untuk mensukseskan program-program pemerintah. Diharapkan hasil dari kegiatan BSMSS 2024 dapat dijaga dan dirawat oleh masyarakat setempat.

Kegiatan BSMSS 2024 kali ini akan berlangsung selama 14 hari, dengan fokus utama pada pembangunan infrastruktur.

Menurut Kasdim, pembangunan yang direncanakan mencakup rambat beton untuk jalan lingkungan di RT 13, Jalan Cikamuning, sepanjang 389 meter, serta rambat beton di Jalan Cikamuning sepanjang 538 meter. Selain itu, juga akan dilakukan rehabilitasi jembatan Cise’el dengan panjang 18 meter dan lebar 3 meter.

Seorang tokoh masyarakat, yang hadir di acara tersebut, menyatakan harapannya bahwa kegiatan ini tidak hanya membawa dampak positif bagi infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Ia juga mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini sangat diharapkan agar semua pembangunan yang dilakukan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak.

Dalam acara pembukaan ini, dilaksanakan juga pemberian bantuan sosial kepada masyarakat. Hal ini menjadi salah satu bentuk perhatian TNI kepada warga sekitar, dan diharapkan dapat meringankan beban mereka.

Selain itu, prosesi peletakan batu pertama untuk pembangunan jalan rambat beton dilakukan oleh Kasdim 0612/Tasikmalaya bersama Asda 1 dan unsur Forkopimcam.

Kasdim menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen TNI dalam mendukung masyarakat.

“Semoga semua kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” kata Kasdim dalam harapannya.

BACA JUGA: KMRT Sosialisasi Pendidikan Anti-Korupsi di Tasikmalaya

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan kegiatan, agar hasilnya bisa dirasakan dan dipelihara bersama.

Dengan adanya kegiatan BSMSS, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat semakin terjalin erat.

Komitmen bersama dalam pembangunan diharapkan mampu membawa Kabupaten Tasikmalaya menuju arah yang lebih baik.

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyatukan langkah dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. (WN/lintaspriangan.com)

KMRT Sosialisasi Pendidikan Anti-Korupsi di Tasikmalaya

0


lintaspriangan.com, BERITA DAERAH.  Pendidikan Anti-Korupsi di Kabupaten Tasikmalaya: KMRT Sosialisasikan Nilai-Nilai Integritas kepada Generasi Muda

Koalisi Mahasiswa dan Rakyat Tasikmalaya (KMRT) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi pendidikan anti-korupsi di SMA Muhammadiyah Rawa, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (26/9/2024) ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai anti-korupsi di kalangan pelajar. Sebelumnya, KMRT juga telah menyelenggarakan kegiatan serupa di berbagai sekolah lain di Tasikmalaya.

Muhamad Rafi Faza, anggota Divisi Monitoring Hukum Korupsi Politik dan Pelayanan Publik, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah penting dalam mencegah perilaku koruptif di masa depan.

Faza mengatakan, korupsi adalah kejahatan luar biasa dan sulit untuk diberantas. Sehingga untuk menangani hal ini Faza bertekad menyiapkan generasi muda yang bebas korupsi, sehingga mereka menjadi sumber daya manusia unggul.

Faza juga menambahkan bahwa pendidikan anti-korupsi sangat penting mengingat hasil survei integritas yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya berada dalam zona merah dengan skor 72.

“Perlu adanya upaya pencegahan yang lebih masif di berbagai sektor, terutama di lembaga pemerintahan, untuk mencegah praktik korupsi di kabupaten ini,” jelasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, KMRT memberikan berbagai materi tentang pentingnya integritas dan transparansi.

Faza mengajak siswa untuk aktif berdiskusi dan memberikan pandangan mereka terkait isu korupsi.

Beberapa siswa menyampaikan bahwa mereka merasa kegiatan ini sangat bermanfaat, karena dapat membantu mereka memahami dampak negatif korupsi terhadap masyarakat.

Salah satu peserta, Rina, menyatakan, merasa senang bisa mengikuti sosialisasi ini. “Saya jadi lebih paham tentang bagaimana korupsi bisa merusak kehidupan banyak orang.” ungkapnya.

Faza juga menjelaskan bahwa program sosialisasi ini sudah berjalan selama beberapa tahun dan merupakan komitmen KMRT dalam upaya preventif terhadap tindak pidana korupsi.

“Kami bertekad untuk terus melaksanakan kegiatan ini agar lebih banyak siswa yang teredukasi tentang bahaya korupsi,” ucapnya.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa siswa mengajukan pertanyaan mengenai cara konkret yang bisa mereka lakukan untuk menghindari praktik korupsi di lingkungan mereka.

“Dimulai dengan bersikap jujur dan transparan dalam setiap aktivitas,” tuturnya.

BACA JUGA: Aliansi Kopi Hitam Deklarasikan Dukungan untuk Viman Dicky

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga dapat merangkul berbagai pihak di lingkungan sekolah, termasuk guru dan orang tua.

Faza berharap dengan adanya sosialisasi ini, semua elemen masyarakat bisa bersatu dalam memerangi korupsi dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berintegritas.

Dengan kegiatan sosialisasi pendidikan anti-korupsi yang dilakukan KMRT, diharapkan Kabupaten Tasikmalaya bisa bertransformasi menjadi daerah yang lebih baik, bebas dari praktik korupsi di masa depan. Melalui generasi muda yang teredukasi, diharapkan nilai-nilai integritas dapat tertanam kuat dan diteruskan ke generasi selanjutnya. (WN/lintaspriangan.com)

Aliansi Kopi Hitam Deklarasikan Dukungan untuk Viman Dicky

0

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Pilkada Kota Tasikmalaya 2024 semakin memanas seiring dengan meningkatnya dukungan dari berbagai komunitas lokal. Salah satu deklarasi dukungan yang menarik perhatian adalah dari Aliansi Kopi Hitam, komunitas para penikmat kopi di Tasikmalaya. Mereka secara resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Viman Dicky.

Acara deklarasi berlangsung di Warung Kopi Papa Burjo, Simpang lima, Kamis malam (26/9/2024).

Suasana yang santai dan penuh keakraban mencerminkan karakter aliansi ini. Hendi Rohendi, Ketua Relawan Aliansi Kopi Hitam, dalam pidatonya menekankan bahwa dukungan mereka bukan sekadar dukungan moril. Ia menegaskan,

“Kami tidak hanya mendukung, tetapi juga siap menjadi relawan pemenangan,” ungkapnya.

Hendi menjelaskan bahwa alasan di balik dukungan ini adalah visi dan gagasan pasangan Viman Dicky yang dianggap sejalan dengan kebutuhan nyata masyarakat Tasikmalaya.

Ia juga menambahkan, gagasan mereka tidak mengumbar janji yang muluk-muluk, tetapi menawarkan solusi konkret untuk memajukan kota.

Dukungan Aliansi Kopi Hitam juga didorong oleh harapan mereka akan perubahan positif di Kota Tasikmalaya. Hendi melihat pasangan Viman Dicky sebagai simbol harapan baru.

“Kami ingin Kota Tasikmalaya maju pesat, dan kami yakin Viman Dicky adalah sosok yang tepat untuk memimpin perubahan ini,” ucapnya.

Tidak hanya sekadar deklarasi, Aliansi Kopi Hitam berkomitmen untuk aktif dalam kampanye. Mereka siap mengorganisir berbagai acara dan bergerak di akar rumput untuk menyebarluaskan visi pasangan Viman Dicky.

“Kami akan turun ke jalan, menyebarluaskan visi pasangan Viman Dicky ke seluruh penjuru kota,” kata Hendi.

Dicky Chandra, yang merupakan bagian dari pasangan Viman Dicky, menyambut baik dukungan dari Aliansi Kopi Hitam. Ia mengapresiasi pertemuan ini sebagai langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan komunitas tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi silaturahmi ini. Kami berharap ini bisa terus berlanjut demi kebaikan Kota Tasikmalaya,” ungkap Dicky, menunjukkan sikap terbuka dan menghargai partisipasi masyarakat.

Dicky juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menunggu lama untuk bertindak. Meski masih menunggu pelaporan data suara dari koalisi partai, ia menyatakan kesiapan untuk segera bergerak, terutama di wilayah Mangkubumi dan Kawalu.

“Kami akan mulai bergerak, fokus di wilayah-wilayah strategis, tanpa melupakan daerah lainnya,” ujarnya.

BACA JUGA: BPBD dan Lapas Banjar Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Megathrust

Dukungan dari Aliansi Kopi Hitam menunjukkan bahwa masyarakat Tasikmalaya, dari berbagai latar belakang, menginginkan perubahan yang nyata.

Deklarasi ini bukan hanya simbolis, tetapi mencerminkan komitmen untuk terlibat aktif dalam proses pemenangan. Dengan semangat yang terus berkobar, Pilkada Kota Tasikmalaya 2024 tampaknya akan menjadi salah satu ajang politik yang dinamis dan penuh kejutan.

Dengan dukungan yang semakin meluas, pasangan Viman Dicky berpeluang untuk menjadi kandidat kuat dalam kontestasi ini.

Semua mata kini tertuju pada mereka, yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi kota dan masyarakat. Bagi para anggota Aliansi Kopi Hitam, Viman Dicky bukan sekadar pasangan calon, tetapi simbol harapan untuk masa depan yang lebih baik. (WN lintaspriangan.com)