Beranda blog Halaman 299

Sepeda Motor Matic Hantam Dump Truk di Padaherang Satu Orang Tewas Ditempat

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Kecelakaan lalu lintas kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Pangandaran, tepatnya di Dusun Nagrak, RT 03/04, Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang.

Kejadian na’as ini terjadi pada hari ini sekitar pukul 14.00 WIB, ketika sebuah sepeda motor Honda Beat berwarna putih dengan nomor polisi Z 2660 UL terlibat dalam kecelakaan dengan sebuah dump truk pengangkut batu.

Truk tersebut sedang berhenti di tepi jalan karena sopirnya, yang berasal dari luar daerah, sedang beristirahat dan makan.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian, sepeda motor tersebut melaju dengan kecepatan sedang dari arah Pangandaran menuju Padaherang. Rabu, (16/10/2024).

Saat melewati jalan yang cukup padat kendaraan, pengendara sepeda motor tampaknya tidak menyadari keberadaan truk yang berhenti di bahu jalan.

Kondisi jalan yang mungkin tidak ideal dan minimnya tanda-tanda peringatan membuat pengendara sepeda motor terlambat bereaksi, sehingga langsung menabrak bagian belakang truk tersebut.

Tabrakan ini terjadi dengan keras, mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan sepeda motor.

Akibat dari kecelakaan ini, satu orang pengendara sepeda motor, yang diketahui berinisial DM dan berusia 24 tahun, meninggal dunia di tempat.

Menurut laporan sementara, DM merupakan warga Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mengalami luka serius di bagian kepala yang mengakibatkan kematian seketika.

Rekan DM yang dibonceng di sepeda motor, yang identitasnya belum diungkapkan oleh pihak kepolisian, mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Luka yang di alami teman korban mengalami luka serius namun hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan kesehatannya.

Petugas kepolisian dari Polsek Padaherang segera tiba di lokasi kejadian setelah mendapatkan laporan dari warga setempat. Mereka langsung mengamankan lokasi kecelakaan untuk mencegah kemacetan lebih lanjut, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.

Sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut juga sudah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil investigasi awal, truk tersebut berada dalam kondisi berhenti di tempat yang seharusnya aman, namun minimnya tanda-tanda peringatan di sekitarnya diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada terjadinya kecelakaan ini.

Menurut warga yang sering melintasi jalur tersebut, kondisi jalan di lokasi kejadian memang cukup ramai dengan lalu lintas truk pengangkut material seperti batu dan pasir.

Selain itu, beberapa warga menyebutkan bahwa bahu jalan sering digunakan sebagai tempat parkir sementara bagi truk yang sedang berhenti, terutama sopir yang ingin beristirahat.

Namun, tidak semua kendaraan yang berhenti dilengkapi dengan rambu peringatan atau lampu hazard yang memadai, sehingga membuat pengendara lain, khususnya sepeda motor, tidak menyadari keberadaan kendaraan yang berhenti.

Pihak kepolisian menyarankan agar para pengemudi, terutama sopir kendaraan besar seperti truk, lebih memperhatikan keselamatan saat memutuskan berhenti di pinggir jalan.

Penggunaan rambu peringatan atau tanda bahaya harus menjadi kewajiban untuk mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.

BACA JUGA: Pj Bupati Ciamis: ASN Dilarang Tunjukkan Dukungan kepada Paslon dalam Foto

Di sisi lain, mereka juga mengimbau para pengendara sepeda motor untuk selalu waspada dan memperhatikan kondisi jalan serta kendaraan di sekitarnya, terutama di jalur yang ramai dengan kendaraan besar.

Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini.

Pj Bupati Ciamis: ASN Dilarang Tunjukkan Dukungan kepada Paslon dalam Foto

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Penjabat (Pj) Bupati Ciamis, H. Engkus Sutisna, menegaskan pentingnya netralitas bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) selama proses Pilkada 2024.

Dalam arahannya pada acara Rapat Konsolidasi persiapan Pilkada serentak di Aula Setda Kabupaten Ciamis pada Rabu, 16 Oktober 2024, Engkus mengingatkan ASN untuk tidak lagi menunjukkan gestur atau simbol yang bisa diartikan sebagai dukungan terhadap pasangan calon (paslon) tertentu.

“Sebagai ASN, misalkan dalam foto bersama, jangan lagi menunjukkan angka-angka dengan jari yang bisa ditafsirkan sebagai dukungan untuk salah satu pasangan calon,” ujarnya secara tegas.

Menurutnya, hal semacam ini sangat penting guna menjaga netralitas ASN di mata masyarakat selama berlangsungnya pemilu.

Engkus menekankan bahwa netralitas ASN adalah salah satu kunci untuk memastikan Pilkada berjalan dengan baik, tanpa adanya anggapan keberpihakan dari aparatur pemerintah. Ia mencontohkan bagaimana sering kali dalam berbagai acara, ASN secara tidak sadar atau sengaja menunjukkan dukungan terhadap paslon melalui gestur tangan yang menyimbolkan nomor urut kandidat.

“Cari pose dan gaya yang netral, ASN harus berhati-hati dalam segala tindakan mereka di ruang publik,” kata Engkus.

Selain soal netralitas, Engkus juga mengingatkan bahwa pelaksanaan Pilkada tahun 2024 harus berlangsung dengan aman, tertib, dan efisien.

“Kesiapan pelaksanaan Pilkada yang aman, tentram, tertib, dan jangan lupa, efektif dan efisien,” ujarnya.

Engkus menekankan pentingnya penggunaan anggaran yang tepat, sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan. Ia memperingatkan agar tidak ada pengeluaran di luar yang telah dianggarkan dan disepakati.

“Jangan sampai ada pengeluaran anggaran yang tidak dianggarkan. Jauhkan penggunaan anggaran untuk kepentingan-kepentingan lain di luar yang sudah diatur dan disepakati,” imbuhnya.

Dalam arahannya, Engkus juga menyoroti pentingnya kerja sama semua pihak dalam menciptakan suasana kondusif di Kabupaten Ciamis, baik sebelum, selama, maupun sesudah Pilkada berlangsung.

Hal ini, menurutnya, sangat penting agar tidak ada gangguan atau masalah yang bisa mengganggu stabilitas daerah selama masa pemilu.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen menciptakan situasi kondusif di Kabupaten Ciamis,” tegasnya.

Engkus, mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya para pejabat daerah, untuk mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban selama Pilkada.

Acara rapat konsolidasi ini dihadiri oleh berbagai pihak penting di Kabupaten Ciamis, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kepala desa dari seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mempersiapkan pelaksanaan Pilkada 2024 dengan baik dan memastikan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, para kepala desa juga diberi pengarahan terkait peran mereka dalam menjaga stabilitas di tingkat akar rumput.

Sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, kepala desa dianggap memiliki peran penting dalam menjaga netralitas dan memastikan proses Pilkada berjalan lancar di wilayah mereka masing-masing.

Sekda Kabupaten Ciamis, yang turut hadir dalam acara tersebut, juga menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah dalam memfasilitasi kelancaran Pilkada.

Ia menyatakan bahwa seluruh perangkat daerah telah disiapkan untuk menjalankan tugasnya dengan baik, termasuk dalam hal pengawasan dan pelaporan jika terjadi potensi kecurangan atau pelanggaran di lapangan.

“Kami siap untuk menjaga dan mengawal proses Pilkada ini agar berlangsung sesuai aturan,” ungkap Sekda.

Pada akhir acara, Pj Bupati kembali menegaskan bahwa Pilkada adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah semata. Ia mengingatkan bahwa keterlibatan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh agama juga sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan selama masa pemilu.

“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Ciamis. Ini adalah tanggung jawab kita semua,” tuturnya, mengakhiri arahannya dengan pesan kebersamaan dan persatuan.

BACA: Supermoon Oktober 2024 Fenomena Bulan Purnama Dekat

Rapat Konsolidasi ini diharapkan mampu membangun sinergi yang baik antara pemerintah, aparatur sipil negara, dan masyarakat dalam menyongsong Pilkada serentak 2024, sehingga pesta demokrasi dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan adil.

Engkus menekankan bahwa keberhasilan Pilkada di Kabupaten Ciamis akan menjadi cerminan dari komitmen bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi daerah dan seluruh warganya.

Supermoon Oktober 2024 Fenomena Bulan Purnama Dekat

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Pada tanggal 17 Oktober 2024, akan terjadi fenomena Bulan Purnama (Full Moon) pada pukul 18:26 WIB, dengan jarak antara Bumi dan Bulan sekitar 357.364 km.

Fenomena ini memiliki keistimewaan karena bertepatan dengan titik terdekat Bulan dengan Bumi (Perigee), yang akan terjadi sehari setelahnya, yakni pada tanggal 18 Oktober 2024 pukul 20:26 WIB, dengan jarak yang sama.

Saat Bulan mencapai titik Perigee dan berada dalam fase purnama, fenomena ini dikenal dengan istilah Supermoon atau Purnama Perigee. Secara visual, Bulan akan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya karena kedekatannya dengan Bumi.

Supermoon atau Bulan Purnama Perigee memiliki dampak yang tidak hanya pada penampakannya, tetapi juga pada kondisi alam di Bumi, khususnya yang berkaitan dengan pasang surut air laut.

Seperti yang diketahui, gravitasi Bulan memiliki pengaruh besar terhadap fenomena pasang surut air laut di Bumi. Ketika Bulan berada pada fase purnama, gaya gravitasi yang ditimbulkannya menyebabkan air laut di bagian Bumi yang menghadap Bulan mengalami kenaikan permukaan yang lebih tinggi, atau yang dikenal dengan istilah pasang maksimum.

Sebaliknya, di sisi Bumi yang membelakangi Bulan, air laut mengalami penurunan yang signifikan, atau surut maksimum.

Pada saat Supermoon terjadi, gaya gravitasi Bulan terhadap Bumi akan lebih kuat dibandingkan biasanya, mengingat jarak Bulan yang lebih dekat. Akibatnya, fenomena pasang surut air laut akan lebih ekstrem dibandingkan pada fase purnama biasa.

Hal ini dapat meningkatkan potensi terjadinya banjir pesisir, atau yang lebih dikenal dengan istilah rob. Rob adalah fenomena di mana air laut meluap ke daratan, terutama di wilayah pesisir, akibat pasang air laut yang tinggi.

Kejadian ini biasanya terjadi saat fase purnama, namun pada saat Supermoon, risiko rob akan lebih tinggi karena tarikan gravitasi Bulan yang lebih kuat.

Berdasarkan data dan pengalaman sebelumnya, potensi banjir pesisir akibat Supermoon biasanya dapat terjadi dalam rentang waktu mulai dari tiga hari sebelum hingga tiga hari sesudah fase purnama.

Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dihimbau untuk waspada dan melakukan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya banjir pesisir selama periode tersebut.

Antisipasi ini penting mengingat rob dapat berdampak signifikan pada aktivitas sehari-hari, seperti merusak infrastruktur, membanjiri lahan pertanian, dan mengganggu transportasi di wilayah pesisir.

Salah satu wilayah yang paling rentan terhadap dampak rob adalah kawasan pesisir rendah, di mana ketinggian daratan hanya sedikit di atas permukaan laut. Di wilayah-wilayah ini, banjir rob dapat dengan mudah masuk ke permukiman dan menyebabkan kerusakan.

Selain itu, faktor cuaca seperti angin kencang dan badai yang sering terjadi di sekitar waktu Supermoon juga dapat memperparah dampak rob. Angin kencang dapat mendorong air laut lebih jauh ke daratan, meningkatkan tinggi pasang, dan menyebabkan air laut meluap lebih cepat.

Untuk mengurangi dampak banjir pesisir atau rob, berbagai langkah antisipasi dapat diambil oleh masyarakat dan pemerintah setempat.

Beberapa di antaranya termasuk memantau kondisi pasang surut air laut melalui sistem peringatan dini, memperkuat tanggul dan infrastruktur di wilayah pesisir, serta menginformasikan masyarakat mengenai langkah-langkah evakuasi jika banjir terjadi.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir sebaiknya mengamankan barang-barang berharga dan barang-barang penting dari potensi genangan air, serta memperhatikan situasi cuaca yang dapat memperparah kondisi pasang surut.

Selain dampaknya terhadap pasang surut air laut, Supermoon juga merupakan fenomena yang menarik bagi para pengamat langit. Karena jaraknya yang lebih dekat dengan Bumi, Bulan akan terlihat sekitar 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dibandingkan saat Bulan berada pada titik terjauh dari Bumi (Apogee).

Hal ini menjadikan Supermoon sebagai momen yang sangat dinanti oleh para astronom amatir dan fotografer untuk menangkap keindahan Bulan dengan lebih jelas.

Pada malam Supermoon, jika kondisi cuaca cerah dan langit bebas dari polusi cahaya, Bulan akan tampak spektakuler di langit malam.

BACA JUGA: SIPD Banjar Gelar Sosialisasi RPJPD dan RPJMD

Fenomena Supermoon ini bukan hanya peristiwa astronomis yang menarik, tetapi juga pengingat akan keterkaitan antara pergerakan benda-benda langit dan kehidupan di Bumi.

Efeknya yang nyata pada pasang surut air laut dan potensi banjir pesisir menunjukkan betapa kuatnya pengaruh Bulan terhadap planet kita, dan pentingnya bagi manusia untuk memahami dan mengantisipasi dampaknya. (Sumber: BMKG)

SIPD Banjar Gelar Sosialisasi RPJPD dan RPJMD

infopriangan.com, BERITA DAERAH. Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (BAPELITBANG) Kota Banjar mengadakan kegiatan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) di Aula Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mensosialisasikan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kepada masyarakat di empat kecamatan di Kota Banjar.

Menurut Andi Bastian, Kepala BAPELITBANG Kota Banjar, kegiatan ini sangat penting untuk memastikan bahwa masyarakat, terutama perangkat desa, kelurahan, dan kecamatan, memahami rencana pembangunan jangka panjang Kota Banjar.

“Saya rasa ini dipandang perlu disosialisasikan, terutama tentang rencana pembangunan jangka panjang dan menengah,” ungkapnya.

Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi RPJPD yang diselenggarakan secara bergilir di setiap kecamatan. Langensari menjadi salah satu dari empat kecamatan yang menjadi tuan rumah sosialisasi ini.

RPJPD sendiri merupakan rencana pembangunan jangka panjang untuk 20 tahun ke depan. Sementara itu, RPJMD adalah rencana pembangunan jangka menengah yang mencakup periode lima tahun dan menjadi landasan pembangunan tahunan di seluruh perangkat daerah, termasuk kecamatan, desa, dan kelurahan.

Andi Bastian menjelaskan bahwa rencana pembangunan jangka panjang dan menengah tersebut disusun agar selaras dengan visi pembangunan Kota Banjar, yaitu “Madani, Maju, dan Berkelanjutan”.

Menurutnya, “Madani” berarti memiliki peradaban yang maju, didukung oleh sumber daya manusia berkualitas dan religius. Dengan demikian, visi ini mencakup pembangunan berkesinambungan yang diharapkan dapat mengangkat kualitas hidup masyarakat Banjar.

Lebih lanjut, Andi juga menegaskan bahwa visi RPJPD berbeda dengan visi RPJMD, meskipun keduanya saling berhubungan.

“Visi pembangunan jangka menengah nanti memang berbeda dengan visi RPJPD, namun tetap menginduk pada RPJPD,” jelasnya.

Dalam hal ini, RPJPD menjadi panduan utama yang mencakup visi besar pembangunan jangka panjang, sementara RPJMD lebih fokus pada pelaksanaan pembangunan di setiap periode pemerintahan lima tahunan.

Salah satu tujuan utama dari sosialisasi ini, menurut Andi, adalah untuk memastikan bahwa pembangunan di tingkat desa, kecamatan, dan kota akan berjalan seiring dengan pembangunan di tingkat provinsi dan nasional.

Ia berharap agar seluruh perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dapat beririsan dan berkesinambungan di berbagai tingkatan pemerintahan. “Kami berharap pembangunan di Banjar bisa selaras dengan pembangunan provinsi maupun pusat, sehingga ada kesinambungan dari waktu ke waktu,” katanya.

Selain itu, Andi juga menekankan pentingnya pembangunan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun budaya.

Ia berharap Kota Banjar dapat menjadi kota yang maju secara ekonomi, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai religius dan sosial yang kuat. Menurutnya, hal ini hanya bisa dicapai jika seluruh komponen masyarakat, mulai dari pemerintah hingga warga, terlibat aktif dalam proses pembangunan.

Salah satu perangkat desa yang hadir dalam kegiatan tersebut, Sukirman, mengungkapkan bahwa ia merasa terbantu dengan adanya sosialisasi ini.

“Kami jadi lebih paham tentang arah pembangunan yang akan dilaksanakan, dan ini memudahkan kami untuk mendukung program-program pemerintah di desa,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan perangkat di lapangan.

Sementara itu, Lilis, seorang peserta dari Kecamatan Langensari, juga menyampaikan harapannya agar pembangunan di Banjar dapat berjalan lebih cepat dan merata di semua wilayah.

“Kami berharap pembangunan tidak hanya berfokus di pusat kota, tetapi juga menjangkau wilayah-wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan,” kata Lilis.

Ia menganggap penting bagi pemerintah untuk terus melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sehingga kebutuhan setiap wilayah dapat terakomodasi dengan baik.

Andi menutup sosialisasi dengan harapan bahwa seluruh perangkat daerah yang hadir dapat memahami dan mengimplementasikan rencana pembangunan jangka panjang dan menengah ini dengan baik.

BACA JUGA: Disdikpora Pangandaran Gelar Acara Tarkam Kemenpora

“Kami berharap ke depan pembangunan di Banjar bisa berjalan dengan lebih baik dan terarah, sehingga visi ‘Madani, Maju, dan Berkelanjutan’ bisa tercapai,” pungkasnya.

Kegiatan SIPD ini merupakan salah satu langkah konkret yang diambil oleh pemerintah Kota Banjar untuk memastikan bahwa perencanaan pembangunan tidak hanya diketahui oleh segelintir orang di pemerintahan, tetapi juga dipahami oleh masyarakat luas. Dengan demikian, diharapkan akan ada sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik di masa depan

Disdikpora Pangandaran Gelar Acara Tarkam Kemenpora

infopriangan com. BERITA DAERAH. Acara Tarkam Kemenpora yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran untuk kedua kalinya menjadi sorotan karena upayanya dalam melestarikan seni dan budaya Nusantara.

Acara ini bukan hanya sekedar hiburan, tetapi juga sebagai bentuk edukasi bagi pelajar dan masyarakat tentang pentingnya menjaga keberagaman budaya Indonesia.

Kepala Seksi Analisis Kepemudaan Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Igis Yazid, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat eksistensi seni dan budaya Nusantara yang diwariskan oleh para leluhur.

Menurutnya, pelestarian seni dan budaya merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan pelajar.

“Seni dan budaya yang sudah ada sejak lama perlu kita jaga agar tidak punah,” kata Igis.

Ia juga menambahkan bahwa acara seperti ini sangat penting untuk mengedukasi generasi muda tentang nilai-nilai budaya Indonesia.

Igis percaya bahwa dengan semakin mengenal budaya mereka sendiri, para pelajar akan lebih mencintai dan menghargai warisan leluhur.

“Acara ini menjadi sarana untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia sejak dini,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa dari SMP Negeri 2 Sidamulih menampilkan berbagai tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Para pelajar ini menari dengan penuh semangat, menunjukkan dedikasi mereka dalam mempertahankan warisan budaya bangsa.

Penjabat Bupati Pangandaran, Benny Bahtiar, turut hadir dalam acara tersebut dan memberikan apresiasi kepada para pelajar atas penampilan mereka.

Menurutnya, melestarikan seni dan budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan.

“Kami berpesan kepada seluruh pelajar, guru, dan masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan warisan leluhur,” kata Benny.

Ia menegaskan bahwa seni dan budaya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus terus dipertahankan.

Benny juga menyampaikan bahwa seni dan budaya merupakan jati diri bangsa yang membedakan Indonesia dari negara-negara lain.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melestarikan seni dan budaya karena ini adalah warisan berharga dari para leluhur kita. Dengan melestarikannya, kita juga menjaga identitas bangsa agar tetap kuat dan tidak tergerus oleh pengaruh budaya asing,” tegasnya.

Menurutnya, pendidikan di sekolah merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Ia menekankan bahwa kegiatan seperti Tarkam Kemenpora ini tidak hanya melibatkan para pelajar dalam menampilkan seni budaya, tetapi juga mengajarkan mereka tentang nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, para pelajar dapat lebih mengenal dan mencintai budaya mereka sendiri. Ini juga menjadi bagian penting dari pembentukan karakter generasi muda yang bangga akan identitas bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Benny mengungkapkan bahwa pelestarian seni dan budaya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Ia mengatakan bahwa peran serta masyarakat dalam mendukung dan berpartisipasi dalam acara-acara kebudayaan sangat penting.

“Tentu, masyarakat juga diharapkan untuk lebih aktif dalam mengikuti dan mendukung acara-acara kebudayaan yang diselenggarakan di daerah mereka,” katanya.

Menurutnya, dengan partisipasi yang aktif, seni dan budaya Indonesia akan semakin dikenal oleh generasi muda dan terus berkembang.

Salah satu guru dari SMP Negeri 2 Sidamulih yang terlibat dalam acara tersebut menyatakan kebanggaannya atas penampilan para siswa. Ia menyebut bahwa para siswa sudah berlatih selama berminggu-minggu untuk mempersiapkan tarian tradisional yang mereka tampilkan.

“Kami sangat bangga dengan semangat para siswa dalam mempelajari dan menampilkan tarian-tarian ini. Mereka benar-benar memahami bahwa seni budaya ini adalah bagian penting dari sejarah dan identitas bangsa kita,” ujarnya.

Pada akhirnya, acara Tarkam Kemenpora di Kabupaten Pangandaran ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat penting dalam melestarikan seni dan budaya Nusantara.

Seni dan budaya merupakan salah satu kekayaan terbesar yang dimiliki oleh Indonesia, mencerminkan sejarah, tradisi, dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur.

BACA JUGA:

“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa melihat bagaimana seni dan budaya Indonesia tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi muda,” ungkap Igis.

Ia juga menambahkan bahwa pendidikan budaya di sekolah memiliki peran penting dalam menjaga seni dan budaya Nusantara tetap lestari.

“Dengan edukasi yang tepat, harapan agar seni budaya Nusantara tetap lestari dan tidak punah bisa terwujud,” tutupnya.

Aksi Pelemparan Kaca Mobil di Malangbong Ditangkap Warga

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Di wilayah Malangbong, Kabupaten Garut, dua pemuda yang diduga melakukan aksi pelemparan kaca mobil dengan batu berhasil ditangkap oleh warga.

Aksi tersebut telah beberapa kali terjadi di jalur Malangbong, dan sering kali membuat para pengemudi yang melintas merasa cemas.

Salah satu pelaku, yang mengenakan kemeja putih-biru, hampir dihakimi massa sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh warga setempat. Selasa. (15/10/2024).

Seorang pengemudi bernama Eman Sulaeman mengaku sering merasa khawatir ketika melewati jalur tersebut. Eman mengatakan bahwa tindakan tersebut sangat meresahkan pengemudi yang melintas di Malangbong, terutama karena pelemparan bisa saja melukai penumpang di dalam mobil.

“Setiap kali melewati jalur ini, saya selalu menutup kaca samping kendaraan untuk berjaga-jaga,” ujar Eman.

Eman juga menghimbau sesama pengemudi untuk melakukan hal yang sama demi keselamatan.

Aksi pelemparan kaca mobil ini diduga dilakukan oleh sekelompok pemuda yang merupakan bagian dari geng motor lokal. Meskipun demikian, motif pasti dari aksi ini belum diketahui secara jelas.

Saat ditangkap, salah satu pelaku mengakui bahwa dirinya berasal dari daerah Cibunar, Kecamatan Malangbong, namun tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan di balik pelemparan tersebut.

Warga berharap agar pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas terhadap kasus ini karena banyak pengemudi merasa resah setiap kali harus melintasi jalur Malangbong, terutama karena mereka khawatir akan keselamatan diri dan kendaraannya.

“Kami sangat berharap polisi segera turun tangan dan mengamankan pelaku-pelaku lainnya,” kata seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Warga juga menyarankan agar polisi melakukan patroli lebih sering di wilayah rawan ini untuk mencegah aksi serupa terulang kembali.

Tokoh masyarakat di Malangbong turut menyatakan kekhawatirannya. Mereka mengatakan bahwa situasi ini, jika dibiarkan, akan berdampak buruk terhadap keamanan wilayah dan aktivitas ekonomi setempat.

“Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi. Ini jalur penting, dan kita harus memastikan keselamatan semua orang yang melewatinya,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.

Selain itu, beberapa warga juga mengusulkan adanya program pembinaan untuk para remaja di wilayah tersebut. Mereka percaya bahwa tindakan kenakalan seperti ini bisa dicegah melalui edukasi dan kegiatan positif bagi pemuda.

BACA JUGA: Lobi AKD Murni Pembagian Peran Strategis, Tidak Terkait Pilkada atau Politik

“Remaja butuh arahan yang benar. Jika mereka dibiarkan tanpa pengawasan, mereka akan mencari kesenangan dengan cara yang salah,” ujar seorang tokoh masyarakat lainnya.

Pihak berwajib diharapkan dapat segera bertindak untuk menangani kasus ini, baik dengan melakukan penindakan hukum terhadap pelaku maupun memberikan pembinaan kepada remaja di wilayah tersebut.

Sementara itu, warga diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.

Lobi AKD Murni Pembagian Peran Strategis, Tidak Terkait Pilkada atau Politik

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Dalam konteks politik, isu pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) sering menjadi perhatian publik. Baru-baru ini, sejumlah spekulasi muncul terkait adanya lobi-lobi di balik proses pembentukan AKD, terutama yang melibatkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC PKB Kabupaten Pangandaran, Otang Tarlian, menegaskan bahwa lobi-lobi yang terjadi adalah bagian dari proses politik yang wajar dan murni berfokus pada pembagian peran strategis di parlemen.

“Kami ingin memastikan bahwa PKB dapat menjalankan tugas-tugas legislatifnya dengan baik,” jelasnya Oang.

Juru bicara tersebut juga menekankan bahwa tidak ada hubungan antara lobi-lobi ini dengan Pilkada atau bentuk campur tangan politik lainnya.

Dalam pernyataan yang lebih rinci, Otang menjelaskan bahwa setiap partai memiliki tanggung jawab dan tugas untuk memastikan bahwa wakil-wakilnya di parlemen mampu berperan secara efektif.

“Tugas kami di parlemen adalah memastikan peran strategis kami berjalan lancar, dan hal itu yang kami perjuangkan dalam pembentukan AKD,” kata Otang.

Dia menegaskan, proses ini merupakan hal yang umum terjadi di setiap periode legislatif dan bukanlah sesuatu yang harus dikaitkan dengan agenda politik di luar parlemen, seperti Pilkada.

Terkait Pilkada, PKB sudah menentukan arah dukungannya sejak awal. Pihak PKB memastikan bahwa partainya tetap konsisten mendukung pasangan HUDANG.

“Kami tegaskan bahwa dukungan PKB untuk pasangan HUDANG sudah final. Fokus kami sekarang adalah memenangkan mereka dalam Pilkada mendatang,” ujar Otang.

Hal ini menjadi penegasan terhadap rumor yang berkembang bahwa PKB mungkin mengubah arah dukungannya.

Lebih jauh, spekulasi bahwa PKB dan Partai Golkar telah “mencuri kesempatan” dari PDI Perjuangan juga disinggung dalam pernyataan tersebut.

Juru bicara PKB dengan tegas membantah isu tersebut, menyatakan bahwa dinamika politik memang selalu berubah dan hal semacam ini merupakan bagian dari proses politik yang wajar. Selasa, (15/10/2024).

“Dalam politik, tentu ada dinamika yang terjadi. Namun, kami tegaskan bahwa tujuan utama kami adalah mendukung dan memperjuangkan kemenangan pasangan HUDANG,” katanya.

Dengan demikian, PKB ingin memperlihatkan bahwa kerja sama politik dan strategi yang diambil partainya tetap berada dalam koridor yang sesuai dengan tujuan utamanya.

Juru bicara PKB juga berharap agar masyarakat dapat memahami konteks sebenarnya dari isu yang beredar dan tidak terbawa arus spekulasi yang tidak mendasar.

Menurutnya, komitmen PKB terhadap pasangan HUDANG adalah prioritas utama, dan segala isu lain hanyalah bagian dari dinamika politik yang tidak semestinya dibesar-besarkan.

“Kami berharap penjelasan ini dapat meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat dan menegaskan kembali komitmen kami dalam mendukung pasangan HUDANG,” pungkasnya.

Ketika dimintai pendapatnya mengenai bagaimana PKB akan menghadapi tantangan politik di masa mendatang, salah seorang petinggi PKB menyatakan bahwa partainya siap menghadapi setiap dinamika yang ada dengan kepala dingin.

“Kami sudah terbiasa dengan perubahan-perubahan dalam politik. Yang penting bagi kami adalah tetap fokus pada tujuan utama, yaitu memperjuangkan kepentingan rakyat dan memastikan kemenangan calon yang kami dukung,” jelasnya.

Otang  menambahkan bahwa PKB akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa strategi yang telah disusun dapat dijalankan dengan baik, baik di parlemen maupun dalam konteks Pilkada.

Di akhir pernyataannya, PKB menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama dalam koalisi yang telah terbentuk. Menurut juru bicara tersebut, PKB berkomitmen untuk menjaga keharmonisan dalam kerja sama politik dengan partai-partai lain, terutama dalam menghadapi Pilkada mendatang.

“Kami ingin semua pihak bekerja sama dengan baik demi kemenangan bersama. Kami yakin bahwa dengan kerja keras dan kebersamaan, pasangan HUDANG akan memenangkan Pilkada ini,” tegasnya.

Secara keseluruhan, PKB menegaskan bahwa lobi-lobi pembentukan AKD yang terjadi saat ini adalah bagian dari proses politik yang normal dan tidak ada kaitannya dengan Pilkada.

BACA JUGA: Konsolidasi Demokrat Ciamis Dukung Herdiat-Yana di Pilkada Ciamis 2024

Fokus utama PKB, seperti yang dinyatakan berkali-kali, adalah memenangkan pasangan HUDANG dalam Pilkada mendatang.

Melalui klarifikasi ini, PKB berharap dapat meluruskan persepsi publik dan mempertegas komitmen partainya untuk berjuang secara maksimal demi kemenangan calon yang mereka dukung.

Konsolidasi Demokrat Ciamis Dukung Herdiat-Yana di Pilkada Ciamis 2024

lintaspriangan.BERITA DAERAH. DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis menggelar acara Pendidikan Politik Konsolidasi dan Sukses Pilkada 2024 pada Selasa, 15 Oktober 2024. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya untuk menggalang dukungan dan memenangkan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya dan Yana D. Putra, yang diusung oleh Partai Demokrat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ciamis 2024.

Ketua DPC Demokrat Ciamis, Anjar Asmara, menyampaikan bahwa konsolidasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kemenangan pasangan calon nomor urut 2, Herdiat-Yana, bersama tim sukses mereka.

Dalam sambutannya, Anjar menekankan pentingnya konsolidasi sebagai bagian dari strategi untuk mencapai kemenangan di Pilkada Ciamis. Menurutnya, konsolidasi struktural yang melibatkan seluruh kader partai, mulai dari tingkat DPC hingga ranting, sangat diperlukan agar kekuatan partai dapat dikerahkan secara maksimal.

“Konsolidasi ini diperlukan untuk meraih kemenangan. Kita harus memulai dari jalur struktural, yaitu DPC, ranting, dan anggota. Alhamdulillah, hingga saat ini prosesnya sudah solid. Kami berharap situasi ini tetap terjaga hingga pelaksanaan pemilihan, meskipun akan ada berbagai dinamika di lapangan,” ujar Anjar.

Lebih lanjut, Anjar menegaskan bahwa DPC Demokrat Ciamis yakin pasangan Herdiat-Yana memiliki peluang besar untuk memenangkan Pilkada Ciamis 2024. Dia menyatakan bahwa seluruh kader Partai Demokrat akan bekerja keras untuk mengamankan kemenangan pasangan calon ini, dengan target perolehan suara sebesar 80 persen.

“Kita akan bekerja keras, semua kader akan bergerak secara maksimal hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Tujuan kita adalah mencapai kemenangan 80 persen untuk pasangan Herdiat-Yana,” katanya.

Selain itu, Anjar juga memberikan instruksi kepada seluruh kader Partai Demokrat agar mengajak seluruh pemilih untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari pemilihan.

Anjar juga mengingatkan pentingnya untuk menghindari pilihan kotak kosong, yang kerap menjadi tantangan dalam Pilkada dengan calon tunggal.

“Ajak semua hak pilih untuk datang ke TPS masing-masing pada tanggal 27 November 2024. Abaikan kotak kosong,” tegasnya.

Acara konsolidasi tersebut juga dimaksudkan untuk mengkomunikasikan visi dan misi pasangan Herdiat-Yana kepada seluruh kader dan masyarakat.

Pasangan ini memiliki lima misi utama yang mereka yakini dapat membawa perubahan positif bagi Kabupaten Ciamis jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati.

Misi pertama adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM), terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Menurut Herdiat, SDM yang berkualitas menjadi salah satu aspek paling penting dalam memajukan daerah. Dia menyadari bahwa saat ini tenaga medis di Ciamis masih perlu diperkuat, terutama dalam hal sertifikasi spesialis. Oleh karena itu, mereka akan fokus pada peningkatan kualitas SDM di berbagai bidang, termasuk pendidikan dan teknologi.

Misi kedua adalah mendorong pertumbuhan ekonomi yang belum optimal, terutama melalui sektor peternakan dan perikanan. Kedua sektor ini, menurut Herdiat, memiliki potensi besar untuk mendorong perekonomian daerah. Dia berharap dapat mengoptimalkan sumber daya alam yang dimiliki Ciamis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Misi ketiga adalah peningkatan infrastruktur. Pasangan Herdiat-Yana akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah penghasil produksi. Herdiat mengakui bahwa beberapa daerah masih belum memiliki akses infrastruktur yang memadai. Namun, dia optimis dalam lima tahun mendatang, infrastruktur di seluruh wilayah Ciamis akan semakin kuat dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi.

Misi keempat adalah mewujudkan pemerintahan daerah yang baik, demokratis, dan berkinerja tinggi. Herdiat memuji kinerja pemerintah daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang selama ini telah bekerja dengan baik. Namun, dia juga mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri dengan penghargaan-penghargaan yang telah diraih, dan terus berupaya meningkatkan kinerja di semua level pemerintahan, mulai dari OPD hingga tingkat desa.

Misi kelima adalah peningkatan kualitas lingkungan hidup dan penanggulangan bencana. Herdiat menyadari bahwa tantangan lingkungan hidup semakin besar, terutama dengan meningkatnya kerusakan hutan dan lingkungan. Dia berkomitmen untuk bekerja sama dengan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, termasuk mengusulkan beberapa kawasan hutan untuk dijadikan hutan lindung guna mencegah degradasi lingkungan lebih lanjut.

BACA JUGA: Belasan Unit Komputer SMK Negeri 1 Padaherang Digondol Maling

Dengan lima misi ini, pasangan Herdiat-Yana berharap dapat membawa perubahan nyata bagi Kabupaten Ciamis.

Mereka berjanji akan bekerja keras untuk mewujudkan visi tersebut dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung mereka dalam Pilkada 2024. Dukungan dari Partai Demokrat dan kader-kadernya menjadi salah satu kekuatan utama dalam upaya memenangkan kontestasi politik ini.

Belasan Unit Komputer SMK Negeri 1 Padaherang Digondol Maling

infopriangan.com, BERITA DAERAH. Kejadian mengejutkan dan meresahkan terjadi di SMK Negeri 1 Padaherang pada Senin, 14 Oktober 2024. Sebanyak 14 unit komputer yang seharusnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar hilang diduga dicuri oleh maling. Kejadian ini mengganggu proses pembelajaran di sekolah tersebut dan memicu kekhawatiran di kalangan guru serta siswa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Hubungan Industri, Yudi Yuswandi, mengungkapkan bahwa kehilangan tersebut pertama kali diketahui saat sejumlah siswa memasuki laboratorium untuk melakukan praktik.

“Kami baru menyadari ada yang hilang pagi ini. Ketika siswa masuk, mereka melihat kondisi laboratorium yang tidak seperti biasanya. Semua perlengkapan komputer sudah tidak ada,” kata Yudi.

Menurut Yudi, laboratorium yang kehilangan komputer tersebut terdiri dari dua ruangan. Saat petugas sekolah melakukan pemeriksaan, mereka menemukan bahwa tralis dan kaca jendela laboratorium sudah dalam kondisi terbuka. Hal ini menandakan adanya pembobolan dari luar.

“Kami kehilangan 14 unit komputer yang seharusnya ada di dalam dua ruangan laboratorium. Kami tidak tahu pasti kapan kejadian ini terjadi, tetapi kami menduga pencurian ini terjadi malam sebelumnya,” ungkapnya.

Yudi juga menjelaskan bahwa terdapat bekas kotor di jendela laboratorium, yang mungkin diakibatkan oleh hujan. Ia mencatat bahwa hujan tidak terjadi pada malam sebelum kejadian, sehingga ada keanehan yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

“Bisa jadi ini merupakan tanda bahwa pelaku melakukan pencurian ketika malam hari, saat tidak ada aktivitas di sekolah,” imbuhnya.

Kejadian pencurian ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat. Kanit Reskrim Polsek Padaherang, Aiptu Casim, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian.

“Kami sudah ke TKP, tetapi belum membuat laporan resmi karena saya menyarankan pihak SMK untuk mendata terlebih dahulu barang-barang yang hilang,” jelasnya.

Dalam proses penyidikan, pihak kepolisian akan melakukan berbagai langkah untuk mengumpulkan informasi yang relevan.

“Kami akan memeriksa saksi-saksi yang ada, serta mencari tahu apakah ada informasi lain yang bisa membantu kami mengungkap kasus ini. Sayangnya, meskipun di sekolah ini ada CCTV, perangkat tersebut tidak berfungsi saat kejadian. Ini tentu menjadi kendala bagi kami dalam penyelidikan,” ungkap Aiptu Casim.

Kehilangan 14 unit komputer ini tentu memberikan dampak besar bagi aktivitas belajar mengajar di SMK Negeri 1 Padaherang. Sekolah ini sebelumnya mengandalkan komputer tersebut untuk berbagai kegiatan praktik yang sangat penting bagi siswa, terutama dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.

“Kami sangat berharap agar kasus ini cepat terungkap. Selain kehilangan peralatan, kami juga khawatir siswa tidak bisa melakukan praktik yang sudah dijadwalkan,” kata Yudi.

Selain itu, pihak sekolah juga mengimbau kepada seluruh siswa dan orang tua untuk lebih waspada terhadap keamanan sekolah.

“Kami akan meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah, termasuk memeriksa dan memperbaiki sistem keamanan yang ada. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih menjaga aset sekolah,” tambahnya.

Pihak sekolah juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk mencari solusi terbaik guna menggantikan komputer yang hilang. Mereka berharap, dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Kami juga meminta masyarakat untuk memberikan informasi jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar sekolah,” tutup Yudi.

BACA JUGA: Warga Banjarsari Dihebohkan Modus Penipuan WhatsApp

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan semua pihak dapat lebih waspada dan menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman. Kasus pencurian di lembaga pendidikan merupakan hal yang sangat merugikan, tidak hanya bagi sekolah tetapi juga bagi siswa yang berhak mendapatkan fasilitas yang memadai untuk belajar.

Pihak kepolisian juga diharapkan segera menemukan pelaku dan mengembalikan komputer yang hilang agar aktivitas belajar mengajar di SMK Negeri 1 Padaherang dapat kembali normal.

Warga Banjarsari Dihebohkan Modus Penipuan WhatsApp

lintaspriangan,com, BERITA DAERAH. Warga Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, baru-baru ini dihebohkan oleh pesan WhatsApp yang mencatut nama dan foto Camat Banjarsari, Dedi Iwa Saputra.

Orang tidak dikenal menggunakan modus penipuan dengan berpura-pura menjadi Camat Banjarsari dan menawarkan bantuan kepada calon korbannya.

Pesan tersebut dikirim dari nomor WhatsApp +62895 2044 2653, dan dalam pesan itu, pelaku memperkenalkan diri sebagai Camat Banjarsari dengan tujuan untuk mendapatkan informasi pribadi, seperti nomor rekening, dari masyarakat.

Kasus ini bermula ketika beberapa warga dan lembaga di Kecamatan Banjarsari menerima pesan yang mengaku dari Camat Banjarsari. Isi pesan tersebut berfokus pada tawaran bantuan yang disampaikan dengan cara yang meyakinkan.

Pelaku, yang menggunakan identitas palsu, seolah-olah ingin memberikan bantuan dalam bentuk donasi uang, tetapi syaratnya adalah korban harus memberikan nomor rekening terlebih dahulu. Dalam beberapa kasus, pelaku juga meminta sejumlah uang dengan dalih administrasi atau alasan lainnya.

Saat ditemui di kantor Kecamatan Banjarsari pada Senin, 14 Oktober 2024, Dedi Iwa Saputra menegaskan bahwa nomor WhatsApp yang digunakan oleh pelaku bukanlah miliknya. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mengirim pesan yang meminta uang atau nomor rekening, apalagi menggunakan media sosial seperti WhatsApp untuk keperluan pribadi yang melibatkan uang. D

edi dengan tegas mengklarifikasi bahwa segala bentuk komunikasi resmi yang berkaitan dengan pemerintahan Kecamatan Banjarsari dilakukan melalui saluran yang sah dan tidak pernah meminta bantuan dalam bentuk uang secara pribadi.

“Itu bukan saya, apalagi meminta uang atau nomor rekening. Saya tegaskan sekali lagi, itu bukan saya,” ujar Dedi dengan tegas.

Dedi juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap upaya penipuan semacam ini. Ia mengimbau seluruh warga di Kecamatan Banjarsari, terutama lembaga-lembaga pendidikan dan yayasan, untuk tidak mudah percaya jika ada pesan yang meminta uang atau nomor rekening melalui media sosial.

Menurutnya, hal terbaik yang bisa dilakukan ketika menerima pesan mencurigakan adalah mengabaikannya atau segera mengonfirmasi ke pihak yang berwenang, seperti pemerintah desa atau aparat penegak hukum.

“Bila perlu, lebih baik abaikan saja jika ada yang memberi pesan tidak jelas, apalagi meminta uang,” tambahnya.

Sasaran penipuan ini ternyata adalah lembaga pendidikan dan yayasan yang ada di wilayah Kecamatan Banjarsari. Salah satu korbannya adalah RA PUI (Raudatul Athfal Persatuan Umat Islam) Banjarsari. Kepala RA PUI, Nur Hayati, mengonfirmasi bahwa dirinya menerima pesan WhatsApp dari orang yang mengaku sebagai Camat Banjarsari pada hari Minggu, sekitar pukul sepuluh pagi.

“Iya, saya mendapat chat dari orang yang mengaku Camat Banjarsari kemarin, hari Minggu, sekitar pukul sepuluh pagi,” terangnya.

Nur Hayati mengaku langsung curiga karena ia mengenal Dedi Iwa Saputra secara pribadi dan merasa tidak mungkin camat menghubunginya melalui pesan semacam itu. Kecurigaannya semakin kuat ketika pelaku mulai meminta nomor rekening dan berbicara tentang donasi.

“Saya kenal dengan Pak Dedi, jadi ketika ada chat seperti itu saya langsung curiga, ini bukan Pak Camat. Makanya saya abaikan saja,” ucap Nur Hayati.

Nur Hayati juga mengungkapkan bahwa setelah ia membagikan tangkapan layar percakapan tersebut ke grup sekolah di Kecamatan Banjarsari, terungkap bahwa pesan serupa juga diterima oleh sekolah lain, termasuk Yayasan Persis dan Kober Mekarsari Cibadak.

Modus yang digunakan tetap sama, di mana pelaku mengaku akan memberikan bantuan berupa donasi uang yang akan dikirimkan melalui rekening bank.

“Chat yang serupa seperti ini ternyata ada juga ke sekolah lain, seperti ke Yayasan Persis dan Kober Mekarsari Cibadak. Adapun isi chatnya yaitu menawarkan donasi berupa uang yang akan diberikan melalui rekening bank,” tambahnya.

Dedi Iwa Saputra sangat berharap agar masyarakat di Kecamatan Banjarsari semakin berhati-hati dan tidak menjadi korban dari tipu daya pelaku.

Ia menyarankan bahwa setiap kali menerima pesan yang mencurigakan, masyarakat sebaiknya segera mengonfirmasi kebenarannya ke pihak terkait, baik itu pemerintahan desa atau aparat penegak hukum.

Selain itu, Dedi juga meminta agar warga tidak membagikan informasi pribadi, terutama nomor rekening, kepada pihak yang tidak dikenal, terutama jika diminta melalui media sosial.

Penipuan semacam ini memang semakin marak di era digital, dan Dedi berharap dengan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan, masyarakat dapat terhindar dari modus-modus penipuan yang merugikan.

BACA JUGA: PT KAI, Bus Damri, dan Grand Pangandaran, Segera Luncurkan Fasilitas Shuttle Bus

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar selalu kritis terhadap setiap informasi yang diterima melalui media sosial, terutama jika menyangkut permintaan uang atau donasi.

Dengan adanya kasus ini, pemerintah Kecamatan Banjarsari akan terus melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya waspada terhadap penipuan digital serta menjaga kerahasiaan informasi pribadi.