Beranda blog Halaman 24

Kultum Aparatur 06: “Kerja Sama, Bukan Sama-Sama Kerja”

0
Kultum Aparatur 05: “Kerja Sama, Bukan Sama-Sama Kerja”

lintaspriangan.com, KULTUR. Madinah saat itu masih sederhana. Tanahnya berpasir, bangunannya belum megah. Ketika Rasulullah ﷺ tiba setelah hijrah, hal pertama yang dibangun bukanlah istana, bukan pula pusat kekuasaan, melainkan masjid.

Masjid Nabawi.

Yang menarik, Rasulullah ﷺ tidak hanya memerintah. Beliau turun langsung mengangkat batu, memikul tanah, bekerja bersama para sahabat. Muhajirin dan Anshar berdiri sejajar. Tidak ada sekat. Tidak ada ego sektoral. Tidak ada pembagian kelas.

kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Mereka bekerja bukan sekadar berdampingan, tetapi saling menguatkan.

Masjid itu bukan hanya bangunan fisik. Ia adalah simbol kerja kolektif yang dilandasi iman.


Perintah untuk Saling Menolong

Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Wa ta‘āwanū ‘alal-birri wat-taqwā wa lā ta‘āwanū ‘alal-itsmi wal-‘udwān
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)

Ayat ini bukan hanya perintah sosial, tetapi fondasi peradaban. Kerja sama dalam kebajikan melahirkan kekuatan kolektif. Sebaliknya, kolaborasi dalam penyimpangan melahirkan kerusakan sistemik.

Ramadhan mengajarkan nilai kebersamaan. Kita berbuka bersama, tarawih berjamaah, berbagi makanan, saling menguatkan dalam ibadah. Semangat kolektif ini adalah energi sosial yang luar biasa.


Kerja Sama Aparatur: Menembus Sekat

Dalam birokrasi modern, sering kali muncul sekat-sekat unit, ego sektoral, dan kepentingan masing-masing bidang. Padahal pelayanan publik tidak pernah berdiri di satu meja saja.

Kerja sama bukan sekadar hadir dalam satu ruangan atau menandatangani dokumen bersama. Kerja sama adalah kesadaran bahwa tujuan kita sama: melayani masyarakat.

Aparatur dalam berbagai fungsi dan sektor, dituntut menembus sekat formalitas dan membangun sinergi. Ketika satu unit bekerja sendiri tanpa koordinasi, pelayanan menjadi lambat dan terfragmentasi. Tetapi ketika kolaborasi terbangun, pelayanan menjadi cepat, utuh, dan berdampak.

Kerja sama yang benar lahir dari kerendahan hati—mau mendengar, mau berbagi peran, dan mau mengakui bahwa keberhasilan adalah hasil tim.


Gotong Royong: Jati Diri Bangsa

Nilai kebangsaan Indonesia sejak lama bertumpu pada gotong royong. Ia bukan sekadar budaya, tetapi karakter kolektif bangsa.

Gotong royong adalah kerja bersama dengan kesadaran bahwa kepentingan umum lebih utama dari kepentingan pribadi. Inilah semangat yang juga tercermin dalam ajaran Islam.

Ketika aparatur negara menghidupkan semangat gotong royong, pelayanan publik menjadi lebih humanis. Persoalan masyarakat tidak dipandang sebagai beban satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama.

Bangsa yang kuat adalah bangsa yang aparatur negaranya mampu bekerja sebagai satu tubuh.


Refleksi 06 Ramadhan

Ramadhan hari keenam mengajak kita bertanya:

Apakah kita benar-benar bekerja sama, atau hanya sama-sama bekerja?
Apakah kita membangun sinergi, atau sekadar menjalankan tugas masing-masing?
Apakah ego sektoral masih menghambat pelayanan terbaik bagi rakyat?

Masjid Nabawi dibangun dengan tangan-tangan yang saling menopang.
Peradaban besar lahir dari kerja kolektif yang dilandasi iman.

Ramadhan mengajarkan: kerja sama dalam kebaikan adalah kekuatan. Dari sinergi aparatur, lahir pelayanan yang memuliakan bangsa.


Rubrik Kultum Aparatur Ramadhan atau Kultur merupakan rubrik asuhan Abu Qinan.


kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Surat Terbuka untuk “Cukup Aku Saja yang WNI”

0
Cukup Aku Saja yang Jadi WNI

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Surat ini ditujukan untuk Dwi Sasetyaningtyas, salah seoarang negeri ini yang sedang belajar mengkhianati bangsanya sendiri.

Saudari,

Kalimatmu yang viral itu memang pendek.
Tapi faktanya, otakmu tak cukup mencerna dampak setelahnya.

“Cukup aku yang WNI. Anak-anakku jangan.”

Ia seperti ucapan ringan di sela-sela cerita. Tapi bagi banyak kepala, kalimat itu tak patut dibiarkan berlalu begitu saja.

Terlebih, ketika perjalananmu ke luar negeri bukan perjalanan pribadi sepenuhnya. Ada jejak banyak orang di situ.

Ada petani yang membayar pajak saat beli pupuk.
Ada nelayan yang membayar pajak saat beli solar.
Ada pengemudi ojek yang membayar pajak tiap isi bensin.
Ada buruh yang gajinya dipotong tiap bulan.

Mereka mungkin tidak tahu namamu.
Tak mau tahu juga nama kampusmu.
Tidak tahu nama profesor pembimbingmu.
Tapi mereka ikut membiayai tiketmu.

Mereka tidak pernah berkata,
“Cukup aku yang bayar pajak. Yang penting anak negeri ini bisa belajar.”

Mereka bayar saja. Diam-diam. Tanpa unggahan.


Kami paham. Setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Itu naluri paling dasar. Tidak salah.

Tapi ketika seseorang tumbuh dengan biaya negara, lalu berkata masa depan terbaik adalah menjauh dari negara itu, wajar kalau orang bertanya-tanya.

Apakah Indonesia seburuk itu?
Apakah negeri ini hanya tempat berangkat, bukan tempat kembali yang pantas?

Engkau memilih Inggris? Baik.
Negeri itu memang tampak rapi, tertib, mapan. Setidaknya bagi orang-orang yang tak jarang baca, mungkin seperti kamu.

Memangnya di Inggris tidak ada masalah?

Lebih dari sembilan juta orang di Inggris hidup dalam kemiskinan serius. Jutaan lainnya terjebak utang. Ribuan orang bangkrut setiap bulan. Ada keluarga yang harus datang ke bank makanan agar bisa makan.

Anak-anak di sana pun ada yang tidur dalam kekurangan.

Kamu kira Indonesia terlalu gersang? Ternyata rumput di halaman sebelah juga perlu pupuk.

Dek,
Tidak ada negeri tanpa luka.
Tidak ada negara yang benar-benar bebas masalah.

Perbedaannya hanya satu:
Ada yang memilih tinggal dan memperbaiki.
Ada yang memilih pindah dan lupa diri. Seperti kamu.


Saudari,

Indonesia memang belum sempurna. Jalan masih berlubang. Teknologi tertinggal. Politik kadang ribut.

Tapi faktanya, negeri ini tetap membiayai anak-anaknya belajar ke luar negeri, seperti kamu. Itu bukan keputusan kecil. Itu tanda percaya.

Percaya bahwa setelah belajar tinggi, seseorang tidak akan lupa rendahnya tempat ia berdiri dulu.

Kami tidak mempersoalkan paspor anak-anakmu. Itu hakmu. Indonesia juga tidak akan bubar tanpa kamu dan anak-anakmu.

Yang terasa mengganjal adalah kalimatnya.

Karena ia terdengar seperti ini:
“Anakku jangan sampai jadi bagian sebuah negeri yang sudah membiayai pendidikanku.”

Mungkin itu bukan maksudmu.
Tapi begitulah bunyinya di telinga banyak orang.


Kami tidak marah.
Kami hanya ingin mengingatkan.

Negeri ini memang penuh pekerjaan rumah.
Justru karena itu ia butuh orang-orang terdidik.

Jika semua yang merasa mampu memilih pergi,
siapa yang akan tinggal untuk membenahi?
Tapi pasti masih ada, dan masih banyak anak negeri ini yang tahu diri.
Kamu, pantas disebut anomali.

Saudari,

Suatu hari nanti, ketika anak-anakmu bertanya,
“Ibu dulu sekolah pakai uang siapa?”

Semoga engkau bisa menjawab dengan tenang,
“Uang rakyat Indonesia!.”

Kecuali, selain menyakiti negeri sendiri, kamu juga memilih jadi manusia tak tahu diri!

Waspada! Nomor WhatsApp Dandim Ciamis Ini Ternyata Palsu [Cek Fakta]

0
Waspada! Nomor WhatsApp Dandim Ciamis Ini Ternyata Palsu [Cek Fakta]

lintaspriangan.com, CEK FAKTA.  Beredar sebuah nomor WhatsApp yang mengatasnamakan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0613/Ciamis, Antonius Ari Widiono. Nomor yang digunakan adalah 0823-1188-8554 dan disertai foto atribut TNI AD serta nama DANDIM pada profil akun.

Nomor tersebut dilaporkan telah beberapa kali mengirim pesan ke sejumlah masyarakat. Dalam tampilan profilnya, pelaku menggunakan identitas yang menyerupai pejabat resmi TNI, sehingga berpotensi menimbulkan kesan seolah-olah pesan tersebut berasal dari Dandim 0613/Ciamis yang sah.

Modus semacam ini dinilai berbahaya karena dapat memanfaatkan kepercayaan publik terhadap institusi TNI. Tidak sedikit kasus penipuan yang memanfaatkan nama pejabat atau aparat untuk meminta bantuan dana, menawarkan proyek, atau melakukan permintaan tertentu.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati apabila menerima pesan dari nomor yang mengatasnamakan pejabat publik, termasuk Dandim 0613/Ciamis.

Halaman selanjutnya: Hasil Verifikasi


Prediksi Bologna vs Udinese: Antara yang Tajam dan yang Lebih Terluka

0
Prediksi Bologna vs Udinese: Antara yang Tajam dan yang Lebih Terluka

lintaspriangan.com, SPORT.  Laga Bologna vs Udinese pada Selasa, 24 Februari 2026 pukul 02.45 WIB di Stadion Renato Dall’Ara bukan sekadar duel papan tengah. Ini pertarungan dua tim yang dipisahkan satu poin dan satu momen psikologis.

Bologna FC 1909 berada di peringkat 10 dengan 33 poin dari 25 laga (34:32). Tepat di bawahnya, Udinese Calcio mengoleksi 32 poin (28:38). Angkanya tipis, tetapi karakternya berbeda.

Bologna lebih tajam di depan. Mereka mencetak enam gol lebih banyak dibanding Udinese. Produktivitas itu membuat Rossoblù cenderung lebih nyaman saat memegang tempo dan menekan lebih dulu. Namun, catatan kebobolan 32 gol menunjukkan lini belakang belum sepenuhnya stabil.

Udinese justru datang dengan beban berbeda. Kebobolan 38 gol menandakan pertahanan yang lebih rapuh. Dalam lima laga terakhir, mereka kalah tiga kali, termasuk dari Sassuolo dan Lecce. Inkonsistensi menjadi isu utama.

Head to head juga memberi petunjuk. Pertemuan kedua tim dalam dua musim terakhir cenderung ketat: skor 1-1 muncul dua kali pada 2024, Bologna menang 3-0 pada 2025, sementara Udinese juga pernah membalas dengan skor identik pada 2023. Polanya jelas: laga ini jarang liar, lebih sering ditentukan detail.

Dengan selisih satu poin, kemenangan akan menjadi lompatan moral sekaligus jarak aman. Ini bukan duel biasa. Ini duel validasi: siapa yang benar-benar pantas naik level.

Halaman selanjutnya: Momentum, Cedera, dan Duel Penentu


Baru Beberapa Hari Perang Digital dengan Indonesia, Korea Panik!

0
Baru Beberapa Hari Perang Digital dengan Indonesia, Korea Panik!

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Semua bermula dari hal yang tampak sepele: aturan konser.
31 Januari 2026, konser band K-pop DAY6 digelar di Kuala Lumpur. Sejumlah fansite asal Korea kedapatan membawa kamera profesional yang dilarang oleh promotor. Penonton lokal memprotes. Video dan unggahan menyebar di X.

Awalnya debat biasa: soal aturan venue.
Lalu nada berubah.

Beberapa akun yang diasosiasikan dengan Knetz—sebutan untuk netizen Korea—mulai melontarkan komentar yang tidak lagi bicara teknis. Mereka menyasar identitas.

Salah satu unggahan yang viral mengejek video musik Indonesia yang berlatar sawah. Narasinya merendahkan: seolah-olah syuting di sawah identik dengan kemiskinan dan ketertinggalan. Sawah yang bagi Indonesia adalah simbol kehidupan dan kerja keras, diubah menjadi bahan olok-olok.

Belum selesai di situ.

Unggahan lain menampilkan gambar keluarga monyet dengan keterangan yang ditujukan kepada warga Asia Tenggara. Di ruang digital, pesan semacam itu bukan lagi kritik. Itu stereotip rasial yang terang-terangan.

Dan di titik itulah, api menyala.

Apa yang dilakukan sebagian akun tersebut adalah kesalahan besar.
Mereka mungkin mengira sedang berdebat fandom.
Yang disentuh ternyata harga diri.

Indonesia mungkin pasar besar K-pop.
Tapi Indonesia juga bangsa dengan memori panjang tentang diremehkan.

Dalam hitungan jam, tangkapan layar beredar.
Dalam hitungan hari, kemarahan meluas.

Perang digital pun resmi dimulai.

Halaman selanjutnya: Indonesia Balik Menyerbu


Banyak Atlet Kabupaten Tasikmalaya Harumkan Nama Daerah

0
Banyak Atlet Kabupaten Tasikmalaya Harumkan Nama Daerah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memberikan apresiasi kepada para atlet dan duta berprestasi dalam apel pagi gabungan yang digelar di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Senin (23/02/2026).

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Cecep Nurul Yakin dan dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Tasikmalaya dan Perum Perhutani.

Dalam kesempatan itu, Pemkab memberikan penghargaan kepada 10 atlet Kabupaten Tasikmalaya yang tergabung dalam kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games di Thailand. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada satu atlet yang memperkuat kontingen Jawa Barat pada Kejuaraan Nasional Tinju Amatir dan Profesional di TVRI Senayan Jakarta tahun 2026, serta kepada peraih Winner Beauty Muslimah Indonesia Tahun 2026.

Bupati Cecep menyampaikan rasa bangga atas capaian para atlet dan duta yang telah membawa nama baik daerah di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh atlet dan duta berprestasi yang sudah membawa harum nama baik Kabupaten Tasikmalaya, baik di kancah nasional, internasional, maupun regional,” ujarnya.

Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti pada satu momentum, melainkan menjadi pijakan untuk prestasi yang lebih tinggi.

“Mudah-mudahan prestasi baiknya ini terus didorong, dipupuk, dilatih. Kita semangati dan kita doakan semoga para atlet yang sedang berlatih ke jenjang yang lebih tinggi, Allah berikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan sehingga terus membawa harum nama baik Kab. Tasikmalaya,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Daerah, Kepala SKPD, pimpinan Perhutani, pimpinan Bank BJB Kabupaten Tasikmalaya, serta para atlet dan tamu undangan lainnya.

Apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan resmi pemerintah daerah atas kontribusi atlet dan duta yang telah mengharumkan nama Tasikmalaya di berbagai ajang.

Halaman 2: dari Apresiasi ke Kebijakan


Everton vs Manchester United: Ujian Konsistensi Setan Merah

0
Everton vs Manchester United: - Everton vs MU

lintaspriangan.com, SPORT.  Pertandingan Liga Primer Inggris pekan ke-27 akan mempertemukan Everton vs Manchester United pada Selasa, 24 Februari 2026 pukul 03.00 WIB di Stadion Hill Dickinson, Liverpool. Laga ini disiarkan langsung melalui Vidio.

Secara klasemen, Manchester United berada di posisi kelima dengan 45 poin dari 26 laga (47 gol, 37 kebobolan). Everton menempati peringkat kesembilan dengan 37 poin (29 gol, 30 kebobolan). Selisih delapan poin membuat laga ini krusial bagi kedua tim, terutama bagi United yang sedang memburu zona Liga Champions.

Momentum jelas memihak tim tamu. Dalam lima pertandingan terakhir, United mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang. Mereka bahkan menaklukkan Arsenal dan Manchester City—dua kemenangan yang mempertegas stabilitas mental dan taktik.

Sebaliknya, Everton tampil inkonsisten: dua menang, dua seri, satu kalah. Produktivitas gol mereka juga relatif rendah, hanya enam gol dalam lima laga terakhir.

Data ini menunjukkan perbedaan tajam: United agresif dan progresif, Everton lebih pragmatis. Namun bermain di kandang sendiri, tekanan publik Liverpool bisa menjadi energi tambahan bagi The Toffees.

Pertanyaannya sederhana: apakah konsistensi United berlanjut, atau Everton mampu menjegal laju mereka?

Halaman 2: Head to Head, Taktik, dan Prediksi Skor


Kultum Aparatur 05: “Puasa, Latihan Integritas yang Sunyi”

0
Kultum Aparatur 05: “Puasa, Latihan Integritas yang Sunyi”

lintaspriangan.com, KULTUR. Di sebuah ruang kerja yang tenang, seorang aparatur duduk sendiri. Di atas mejanya terletak segelas air dan beberapa dokumen yang harus diselesaikan. Waktu menunjukkan siang hari Ramadhan.

Tak ada yang mengawasi.
Tak ada kamera.
Tak ada atasan.

Ia bisa saja meneguk air itu, dan tidak seorang pun akan tahu.

Namun ia tidak melakukannya.

kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Inilah rahasia puasa. Ia adalah ibadah yang paling tersembunyi. Shalat terlihat gerakannya. Zakat tercatat nominalnya. Haji disaksikan jutaan manusia. Tetapi puasa—hanya Allah yang benar-benar mengetahui kejujurannya.

Karena itu para ulama menyebut puasa sebagai ibadah yang paling murni dari riya. Ia adalah hubungan sunyi antara hamba dan Tuhannya.


Puasa dan Tujuan Ketakwaan

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyām kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Dalam tafsir para ulama, tujuan puasa adalah membentuk taqwa—kesadaran batin bahwa Allah selalu mengawasi. Ketakwaan inilah yang melahirkan pengendalian diri.

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia melatih kesabaran, menahan emosi, mengendalikan keinginan, dan mengontrol dorongan sesaat.

Dan dari pengendalian diri itulah integritas tumbuh.


Pengendalian Diri dan Moral ASN

Dalam kehidupan aparatur negara, banyak penyimpangan terjadi bukan karena tidak tahu aturan, tetapi karena tidak mampu menahan diri.

Disiplin administrasi penting. Pengawasan struktural perlu. Namun fondasi terdalam tetaplah kontrol diri.

Puasa mengajarkan:
Jika yang halal saja kita tahan demi Allah, maka yang bukan hak kita tentu lebih layak untuk ditinggalkan.

Integritas ASN lahir dari kesadaran batin, bukan semata tekanan eksternal. Seorang aparatur yang terlatih menahan diri dalam ibadah akan lebih mudah menjaga amanah dalam jabatan.

Ia tidak tergoda oleh fasilitas.
Ia tidak mencari celah keuntungan pribadi.
Ia tidak menyalahgunakan kewenangan.

Karena ia telah terlatih untuk berkata “cukup” pada dirinya sendiri.


Disiplin Aparatur, Tata Kelola yang Bersih

Nilai kebangsaan yang lahir dari pengendalian diri adalah disiplin.

Disiplin waktu.
Disiplin prosedur.
Disiplin etika.

Ramadhan membangun ritme kedisiplinan: sahur tepat waktu, berbuka tepat waktu, ibadah terjadwal, aktivitas lebih terukur. Pola ini membentuk karakter yang tertib dan terkontrol.

Ketika disiplin pribadi menguat, tata kelola pemerintahan pun menjadi bersih. Sistem akan kokoh jika dijalankan oleh pribadi-pribadi yang mampu mengendalikan diri.

Negara yang bermartabat lahir dari aparatur yang berdisiplin.


Refleksi 05 Ramadhan

Ramadhan hari kelima mengajak kita bertanya:

Apakah pengendalian diri kita hanya berlaku di masjid, atau juga di ruang kerja?
Apakah kita tetap jujur ketika tidak ada yang melihat?
Apakah disiplin kita lahir dari kesadaran atau sekadar kewajiban?

Puasa adalah latihan integritas yang sunyi.
Ia membangun karakter tanpa sorotan.
Ia menumbuhkan ketakwaan tanpa tepuk tangan.

Dan dari kesunyian itulah, pemerintahan yang bersih bermula.

Ramadhan mengajarkan: pengendalian diri adalah akar disiplin. Dari pribadi yang terkendali, lahir bangsa yang dipercaya.


Rubrik Kultum Aparatur Ramadhan atau Kultur merupakan rubrik asuhan Abu Qinan.


kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Cuaca Ciamis Hari Ini | Senin (23/02) | 8 Kecamatan Hujan Petir

0
Cuaca Ciamis Hari Ini | Senin (23/02) | 8 Kecamatan Hujan Petir

lintaspriangan.comBERITA CIAMIS. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap Cuaca Ciamis Hari Ini, Senin, 23 Februari 2026. Berdasarkan prakiraan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Kabupaten Ciamis berpotensi mengalami hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari hujan ringan hingga hujan sedang, sementara sejumlah kecamatan lainnya diprakirakan mengalami hujan petir.

Kondisi ini dipengaruhi oleh kelembapan udara yang tinggi dan dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah Priangan Timur. Perubahan cuaca diperkirakan dapat terjadi sejak siang hingga sore hari.

Mayoritas Kecamatan Berpotensi Hujan Ringan

Untuk kecamatan yang tidak masuk dalam kategori hujan sedang maupun hujan petir, BMKG memprakirakan akan terjadi hujan ringan dengan suhu udara berkisar 22–29 derajat Celsius serta kelembapan relatif 72–99 persen.

Rentang suhu tersebut menunjukkan suhu minimum dan maksimum harian, sedangkan angka kelembapan menggambarkan tingkat kandungan uap air di udara. Kelembapan tinggi menjadi faktor yang mendukung pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.

Hujan Sedang Terjadi di 9 Kecamatan

Sementara itu, terdapat sembilan kecamatan di Kabupaten Ciamis yang diprakirakan mengalami hujan sedang, dengan suhu udara di kisaran 21–28 derajat Celsius dan kelembapan relatif 73–99 persen.

Kecamatan tersebut meliputi:

  • Ciamis
  • Cijeungjing
  • Cihaurbeuti
  • Panjalu
  • Panawangan
  • Sukadana
  • Rancah
  • Cisaga
  • Sindangkasih

Hujan sedang umumnya memiliki intensitas lebih tinggi dibanding hujan ringan dan berpotensi menyebabkan genangan di titik-titik tertentu, terutama di wilayah dengan drainase kurang optimal.


HALAMAN 2

8 Kecamatan Berpotensi Hujan Petir

Selain hujan ringan dan sedang, Cuaca Ciamis Hari Ini juga menunjukkan adanya potensi hujan petir di delapan kecamatan. Hujan jenis ini biasanya disertai kilat dan petir dalam durasi tertentu.

Kecamatan yang diprakirakan mengalami hujan petir adalah:

  • Lumbung
  • Baregbeg
  • Rajadesa
  • Jatinagara
  • Cipaku
  • Kawali
  • Sadananya
  • Cikoneng

Untuk wilayah-wilayah tersebut, suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 21–28 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan relatif 74–98 persen.

Kelembapan tinggi serta suhu hangat menjadi kombinasi yang mendukung pertumbuhan awan konvektif, yang dalam kondisi tertentu dapat memicu hujan disertai petir.

Imbauan Kewaspadaan

BMKG mengingatkan bahwa prakiraan cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan kondisi atmosfer. Masyarakat diimbau untuk:

  • Menghindari aktivitas di ruang terbuka saat terjadi hujan petir
  • Tidak berteduh di bawah pohon besar atau dekat instalasi listrik
  • Berhati-hati saat berkendara karena jalan berpotensi licin

Secara keseluruhan, Cuaca Ciamis Hari Ini, Senin 23 Februari 2026, menunjukkan dominasi hujan di berbagai wilayah, dengan delapan kecamatan berstatus waspada hujan petir.

Singkatnya, Ciamis hari ini cenderung basah merata—namun beberapa titik perlu ekstra waspada terhadap kilat dan petir. 🌧️⚡

Prediksi AC Milan vs Parma: Tuan Rumah Wajib Sikat!

0
Prediksi AC Milan vs Parma: Tuan Rumah Wajib Sikat!

lintaspriangan.com, SPORT. Pertandingan pekan ke-26 Serie A akan mempertemukan AC Milan vs Parma di Stadion Giuseppe Meazza (San Siro), Selasa, 23 Februari 2026 pukul 00.00 WIB. Di atas kertas, ini laga yang “harusnya” nyaman bagi Rossoneri. Tapi sepak bola jarang tunduk pada logika—kadang justru logika yang tunduk pada gol menit 90+3.

Saat ini, AC Milan duduk di posisi kedua klasemen dengan 54 poin dari 25 laga. Produktivitas gol mereka impresif: 41 gol dan baru kebobolan 19 kali. Sementara itu, Parma berada di peringkat ke-12 dengan 29 poin dan selisih gol minus (18:31). Secara statistik, Milan unggul dalam hampir semua aspek: posisi, konsistensi, kedalaman skuad, hingga pengalaman big match.

Namun, ada satu detail kecil yang tak boleh diabaikan: dalam beberapa pertemuan terakhir, Parma bukan lawan yang mudah. Musim 2025 saja mencatat hasil 2-2 dan 3-2 yang menunjukkan duel ini sering berjalan ketat.


Momentum Milan: Stabil, Tapi Belum Sempurna

Dalam lima laga terakhir, Milan mencatat tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Mereka menang atas Pisa (2-1), Bologna (3-0), dan Lecce (1-0), serta imbang melawan AS Roma dan Como. Pola ini menunjukkan satu hal: Milan solid, tetapi belum sepenuhnya dominan.

Lini belakang yang dikomandoi Mike Maignan cukup kokoh. Kombinasi Fikayo Tomori dan Matteo Gabbia memberi keseimbangan antara agresivitas dan disiplin. Di lini tengah, nama-nama seperti Loftus-Cheek dan Rabiot memberi daya jelajah tinggi. Sementara di depan, Rafael Leao dan Christian Pulisic tetap menjadi ancaman konstan dari sisi sayap.

Yang menarik, Milan cenderung bermain sabar ketika menghadapi tim papan tengah. Mereka tidak lagi meledak-ledak, tetapi lebih klinis. Ini ciri tim yang matang—atau tim yang sedang menahan napas agar tak tergelincir.


Parma Datang dengan Percaya Diri

Jangan tertipu posisi klasemen. Parma baru saja meraih dua kemenangan beruntun atas Verona (2-1) dan Bologna (1-0). Artinya, mereka datang ke San Siro dengan rasa percaya diri yang sedang naik.

Masalahnya ada pada konsistensi. Sebelum dua kemenangan itu, Parma dihajar Juventus (1-4) dan Atalanta (0-4). Artinya, ketika menghadapi tim dengan intensitas tinggi, lini belakang mereka kerap rapuh.

Absennya beberapa pemain karena cedera juga bisa memengaruhi kedalaman taktik. Parma kemungkinan akan bermain lebih defensif dan mengandalkan serangan balik cepat. Strategi klasik tim tamu: parkir bus, lalu berharap Milan lupa membawa kunci.

Halaman selanjutnya: Analisis Taktik dan Prediksi Skor: Milan Harus Gas Sejak Awal