Bawa Pasukan, Gatot Nurmantyo Geruduk Polri? [Cek Fakta]

Penelusuran Fakta
Penelusuran terhadap klaim Gatot Nurmantyo geruduk Polri menunjukkan bahwa gambar yang digunakan dalam unggahan viral tersebut berasal dari thumbnail dua video kanal YouTube “Jejak Istana”.
Video pertama berjudul sensasional tentang Gatot menuntut Kapolri lengser. Namun setelah ditelusuri, isi video tersebut merupakan dokumentasi saat Gatot menghadiri kuliah umum di Universitas Sangga Buana YPKP Bandung pada 29 Januari 2026. Tidak ditemukan pernyataan mengenai pengerahan pasukan, ajakan menggeruduk Polri, ataupun mobilisasi massa.
Gatot dalam video tersebut lebih banyak membahas soal loyalitas institusi dan dinamika hubungan ketatanegaraan. Tidak ada peristiwa fisik sebagaimana digambarkan dalam unggahan viral.
Sementara itu, video kedua memuat analisis Reza Indragiri terkait pernyataan Kapolri dalam forum DPR. Kritik yang disampaikan berkaitan dengan pilihan diksi dan aspek kelembagaan, bukan seruan langsung untuk mencopot Kapolri.
Dengan demikian, isi kedua video tidak mendukung klaim bahwa Gatot Nurmantyo geruduk Polri atau membawa pasukan.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Gatot Nurmantyo geruduk Polri dan membawa pasukan untuk menekan Kapolri tidak terbukti.
Video yang dijadikan rujukan memang berisi kritik dan pandangan politik, tetapi tidak memuat peristiwa pengerahan pasukan ataupun ajakan aksi terhadap institusi Polri. Narasi yang beredar merupakan pembingkaian ulang yang melebih-lebihkan isi konten asli.
Penggunaan judul dan thumbnail sensasional dapat memicu kesan dramatis yang tidak sesuai dengan fakta. Dalam konteks ini, klaim tersebut dapat dikategorikan sebagai informasi keliru dan menyesatkan.
Publik diimbau untuk memeriksa sumber asli sebelum mempercayai atau membagikan konten dengan narasi provokatif, terutama yang menyangkut isu politik dan institusi negara. Karena di era digital, yang paling cepat viral belum tentu yang paling benar. (AS)