Berita Tasikmalaya

Warga Tasik Panik: “BBM Naik 1 April?”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  “BBM naik 1 April?” Pertanyaan ini setidaknya sudah 3 kali diterima awak redaksi di hari ini, Selasa (31/03/2026). Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026 mulai memicu kegelisahan warga Tasikmalaya. Bukan sekadar soal harga yang naik—karena kalau sekadar BBM naik ini biasa”—melainkan karena situasi global yang ikut membuat suasana makin tidak tenang.

Dalam beberapa hari terakhir, kabar kenaikan BBM beredar luas. Isu ini menguat seiring lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang belum menunjukkan tanda mereda.

Di tengah arus informasi yang simpang siur, warga mulai merespons dengan cara paling sederhana: bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Dunia Lagi Tidak Baik-Baik Saja

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Sejumlah negara bahkan sudah lebih dulu merasakan dampaknya, dan skalanya tidak kecil.

Di Filipina, lonjakan harga energi memicu tekanan ekonomi hingga pemerintah harus menyiapkan langkah darurat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Kebijakan subsidi dan pengendalian distribusi mulai dipertimbangkan untuk meredam gejolak.

Vietnam mengalami situasi yang lebih ekstrem. Harga BBM dilaporkan melonjak tajam dalam waktu singkat, memicu antrean panjang di SPBU serta kekhawatiran kelangkaan.

Sementara di Singapura, harga BBM naik signifikan hingga menyentuh kisaran yang jauh lebih tinggi dibanding Indonesia. Kenaikan ini terjadi cepat, mengikuti gejolak harga minyak dunia.

Di beberapa negara, dampaknya bahkan mulai menyentuh pola hidup masyarakat—penggunaan kendaraan dikurangi, mobilitas dibatasi, hingga muncul fenomena warga berjalan kaki untuk menghemat pengeluaran energi.

Narasi global inilah yang perlahan ikut membentuk kegelisahan warga di daerah, termasuk di Tasikmalaya.

Aji (36), driver gocar di Tasikmalaya, mengaku mulai gelisah, meski kenaikan belum benar-benar terjadi.

“Sekarang saja sudah berat. Kalau nanti naik lagi, bisa-bisa kerja malah nombok. Ini bukan cuma soal BBM naik, tapi suasana dunia juga bikin khawatir,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan NS (35), salah seorang ASN di Tasikmalaya.

“Repot. Tunjangan dipangkas, kegiatan dikurangi, sekarang isu BBM naik. Dan pastinya, BBM nonsubsidi bakal jadi prioritas naik. Saya ASN kan kendaraannya plat merah, biasa beli BBM nonsubsidi,” katanya.

Hingga saat ini, pemerintah memang belum mengumumkan secara resmi kenaikan harga BBM per 1 April 2026. Namun, tren kenaikan harga minyak dunia membuat potensi penyesuaian, terutama untuk BBM non-subsidi, sulit dihindari.

Di titik inilah muncul ruang abu-abu:
antara informasi yang belum pasti dan rasa khawatir yang sudah nyata.

Dan sering kali, yang lebih cepat menyebar bukan kepastian, melainkan kecemasan.

Ini Data Harga BBM Terbaru (Jelang 1 April 2026)

Berdasarkan penyesuaian terakhir per Maret 2026 di wilayah Jawa, harga BBM tercatat sebagai berikut:

  • Pertalite (RON 90): Rp10.000/liter
  • Biosolar (subsidi): Rp6.800/liter
  • Pertamax (RON 92): Rp12.300/liter
  • Pertamax Green 95: Rp12.900/liter
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100/liter
  • Dexlite: Rp14.200/liter
  • Pertamina Dex: Rp14.500/liter

Kenaikan sebelumnya terjadi pada Maret 2026, terutama pada BBM non-subsidi, dengan penyesuaian berkisar antara Rp200 hingga Rp1.000 per liter. Sementara BBM subsidi masih ditahan pemerintah.


Di Tasikmalaya, kegelisahan itu kini terasa nyata—meski angka di papan SPBU belum berubah. Karena bagi sebagian orang, perubahan harga BBM hari ini bukan sekadar urusan liter dan rupiah, tapi bagaimana konflik antar negera yang semakin meluas dan sulit mereda.

Related Articles

Back to top button