Berita Tasikmalaya

Warga Bogor Hanyut di Tasikmalaya, Ditemukan Tewas di Sungai Ciwulan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peristiwa warga Bogor hanyut di Tasikmalaya berakhir duka. Setelah sempat hilang selama beberapa hari, korban bernama Eko Suhari (25) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Ciwulan, wilayah Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Informasi yang dihimpun, insiden warga Bogor hanyut di Tasikmalaya ini bermula saat korban tengah berada di kawasan Sungai Cilamajang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Saat itu, Eko diketahui sedang mengantar rekan kerjanya untuk memperbaiki pipa di sekitar lokasi.

Aktivitas yang tampak biasa tersebut berubah menjadi petaka. Korban diduga terpeleset di area pinggir sungai sebelum akhirnya jatuh dan terseret arus. Kondisi debit air yang meningkat diduga mempercepat arus, sehingga korban dengan cepat terbawa aliran sungai.

Seorang saksi bernama Rizki Fauzi (19), warga Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi orang yang mengetahui awal kejadian tersebut. Dari keterangan saksi, peristiwa terjadi secara tiba-tiba tanpa sempat dilakukan pertolongan.

Kejadian warga Bogor hanyut di Tasikmalaya ini kemudian dilaporkan ke pihak berwenang dan langsung ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penyisiran manual di sepanjang aliran sungai hingga penggunaan perahu karet untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses.

Selama proses pencarian, tim menyebarkan ciri-ciri korban, yakni mengenakan kaos berwarna hijau tua dan celana pendek biru muda. Pencarian berlangsung intensif selama beberapa hari, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

Namun, harapan tersebut berubah menjadi kabar duka. Setelah dilakukan penyisiran hingga ke hilir, jasad korban akhirnya ditemukan di Sungai Ciwulan, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, yang berjarak cukup jauh dari lokasi awal kejadian.

Temuan ini sekaligus mengakhiri rangkaian pencarian dalam kasus warga Bogor hanyut di Tasikmalaya yang sempat menyita perhatian masyarakat. Jasad korban kemudian dievakuasi untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di sekitar aliran sungai memiliki risiko tinggi, terutama saat kondisi air meningkat. Area kerja yang berada di dekat sungai, seperti perbaikan pipa atau infrastruktur lainnya, membutuhkan kewaspadaan ekstra untuk menghindari kejadian serupa.

Kasus warga Bogor hanyut di Tasikmalaya ini juga menyoroti pentingnya aspek keselamatan dalam pekerjaan lapangan, khususnya di lingkungan yang berpotensi membahayakan. Tanpa pengamanan yang memadai, risiko kecelakaan dapat terjadi dalam hitungan detik.

Kini, peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat yang mengikuti proses pencarian sejak awal. Sungai yang sama, yang setiap hari mengalir tenang, kembali mengingatkan bahwa alam menyimpan kekuatan yang tidak bisa diremehkan. (AS)

Related Articles

Back to top button